Pemkab Magetan Terus Tingkatkan Akses Jalan Menuju Area Wisata

Suyitno, ST (kiri). Ruas jalan Bangsri-Plaosan, jalur alternatif menuju Telaga Sarangan

Suyitno, ST (kiri). Perbaikan ruas jalan Bangsri-Plaosan, jalur alternatif menuju Telaga Sarangan

Magetan (Sergap) – Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir diseluruh daerah Indonesia terdapat potensi wisata. Namun semua potensi itu membutuhkan infrastruktur untuk dapat berkembang dan menimbulkan dampak ekonomi. Yang pada gilirannya, akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga di sekitarnya.

Infrastruktur tersebut tentunya adalah sarana dan prasarana tersebut yang dapat memberikan dukungan akses ke area wisata dan sarana yang mendukung keamanan dan kenyamanan wisatawan, sehingga dapat menikmati potensi wisata yang ada.

Sarana transportasi, adalah sarana pariwisata yang utama dan pertama harus disediakan oleh pemerintah untuk dapat mengembangkan potensi wisata, sehingga mampu berkembang menjadi komoditas yang mampu memberi dampak ekonomi yang positif.

Pemerintah Kabupaten Magetan sangat menyadari hal ini, sehingga peningkatan dan pembangunan jalan akses menuju tujuan wisata tak pernah henti dilakukan dari tahun ke tahun.

Pemerintah Kabupaten Magetan di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. KRA Sumantri Noto Adinagoro, MM, dalam Program Prioritas Pembangunannya mendudukkan Bidang Pariwisata pada posisi ketiga, setelah Pendidikan dan Pertanian.

Terkait itu maka jalan-jalan menuju area wisata menjadi prioritas pula bagi Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (Dinas PUBMCK) Kabupaten Magetan. Kepala Dinas PUBMCK Ir. Hegunadi, MT melalui Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Jembatan dan Keciptakaryaan Wilayah II, Suyitno, ST mengatakan bahwa, salah satu jalan prioritas yang menjadi tanggungjawabnya adalah ruas jalan Bangsri-Plaosan.

“Perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan Bangsri-Plaosan, sepanjang 5 Kilometer ini juga menjadi prioritas utama. Sebagaimana kita ketahui jalan tersebut adalah jalur alternatif menuju ke area wisata Telaga Sarangan. Bapak Bupati berharap dengan perawatan yang bagus dan rutin, jalan-jalan di Magetan mulus, sehingga para wisatawan yang berkunjung akan terus bertambah,” kata Suyitno, ST kepada Tabloid Sergap.

Jika jalan-jalan di Magetan mulus, wisatawan yang berkunjung akan terus bertambah

Jika jalan-jalan di Magetan mulus, wisatawan yang berkunjung akan terus bertambah

Pemasukan restribusi dari area wisata Telaga Sarangan ini, merupakan andalan utama Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mendukung PAD dari Bidang Pariwisata.

Telaga Sarangan, juga dikenal sebagai Telaga Pasir, adalah telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga ini berjarak sekitar 16 kilometer arah barat Kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektare dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 15 hingga 20 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Telaga Sarangan juga memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu Labuh Sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram, dan Pesta Kembang Api di malam pergantian tahun.

Pemerintah Kabupaten Magetan, telah menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan jalan sebagai salah satu prasarana transportasi yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang mempunyai peranan penting dalam usaha pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kerangka tersebut, jalan mempunyai peranan untuk mewujudkan sasaran pembangunan seperti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan perwujudan keadilan sosial bagi warga Kabupaten Magetan.

Dengan semboyan “Memayu Hayuning Bawana Suka Ambangun”, Kabupaten Magetan terus-menerus dan berkelanjutan bekerja keras untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat. (hadi/adv)

Gelar Parade Jaranan 2014, Untuk Pertahankan Seni Tradisional Bangsa

Blitar (Sergap) – Dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa, khususnya seni tradisional Jaranan, Dinas Kominparda Kota Blitar pada Minggu (23/08/2014) yang lalu, mulai pukul 09.00 WIB menggelar Parade Jaranan bertempat di Istana Gebang Kota Blitar.

Penmpilan salah satu peserta Parade Jaranan 2014

Penampilan salah satu peserta Parade Jaranan Kota Blitar 2014

Kabid Plt Seni Budaya Kominparda Kota Blitar Supraptono, SH, selaku Ketua Panitia Parade Jaranan 2014, mengatakan bahwa even ini bertujuan untuk menggali potensi kesenian tradisional Jaranan, sekaligus memperingati HUT RI ke 69.

“Maksud dan tujuan diadakan parade jaranan ini adalah untuk memelihara, melestarikan dan meningkatkan kesenian tradisional jaranan sebagai asset pariwisata dan kasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional, meningkatkan fungsi kesenian daerah sebagai penangkal masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan sebagai ajang untuk mendorong kreativitas seniman dalam kiprahnya secara positif, responsif dalam berkesenian yang lebih baik dan berkualitas,” jelas Supraptono kepada Tabloid Sergap.

Ketua Pakoja (Paguyuban Kelompok Jaranan) Kota Blitar, Eko Purwanto, SPd, ada 9 group Jaranan yang menjadi peserta, setiap kecamatan mengirimkan 3 group yang belum pernah menjadi juara.

Mereka adalah Gesang Megantoro Putro, Turonggo Sekar Wijoyo, dan Sido Muncul Putro dari Kecamatan Sananwetan. Kuda Taruna Putra, Turonggo Putro Wiro Yudho dan Turonggo Giono Mudho dari Kecamatan Kepanjenkidul. Rukun Budoyo, Turonggo Tmtomo Mudo dan Turonggo Mudo Utomo dari Kecamatan Sukorjo.

Dari kiri Kadin Kominparda Wikandrio SH, Kepala UPT. PIPP Heru Santoso S. Sos, PLT Kabid Seni Budaya Dinas Kominparda Supraptono SH

Dari kiri Kadin Kominparda Wikandrio SH, Kepala UPT. PIPP Heru Santoso S. Sos, PLT Kabid Seni Budaya Dinas Kominparda Supraptono SH

Juri menilai 3 group terbaik non rangking dan berhak mendapatkan trophy dan piagam penghargaan dan berhak tampil setiap Sabtu malam, di PIPP dan Minggu pagi di Istana Gebang secara bergantian.

Kepala Dinas Kominparda Kota Blitar, Wikandrio, SH mengatakan bahwa kesenian jaranan banyak tersebar di Jawa Timur, yang menjadi dengan trade merk, Barongan dan Pecut. Untuk itu diharapkan agar Jaranan Kota Blitar dapat melakukan kreasi sehingga dapat menjadi ciri khas Jaranan kota Blitar. “Kami harapkan agar kelompok Jaranan yang diwadahi oleh Pakoja semakin berkreasi dan berkembang untuk dapat menunjukkan kepada masyarakat, eksistensi seni Jaranan di Kota Blitar,” katanya berpesan.

Wikandrio menambahkan, bahawa acara ini diadakan rutin setiap tahun, dan diharapkan jika jika tahun ini pesertanya 9 group, maka tahun depan dapat lebih banyak lagi pesertanya. Tampak hadir dalam acara ini, lurah dan camat se Kota Blitar, seniman dan warga.

Sudah menjadi kewajiban kita semua, untuk mempertahankan dan menghargai budaya warisan nenek moyang kita ini. Bukan hanya kemudian marah-marah ketika kemudian kesenian ini diklaim oleh negara tetangga. (oke)

Hari Ini Gunung Kelud Berstatus Waspada

Kubah lava Gunung Kelud

Kubah lava Gunung Kelud

Kediri (Sergap) – Gunung Kelud salah satu gunung api aktif yang terletak di ujung timur Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pagi ini statusnya meningkat satu level dari normal aktif menjadi waspada. Dengan demikian maka daerah dalam radius 2 kilometer dari lokasi gunung saat ini dikosongkan.

“Gunung Kelud per pagi hari ini dinaikkan statusnya menjadi waspada,” kata Khoirul Huda, Kepala Pos Pantau Gunung Kelud, Minggu (2/2/2014). Implikasi peningkatan status itu, kata Khoirul, adalah rekomendasi sterilisasi wilayah dari aktivitas warga. “Dengan rekomendasi pengosongan radius 2 kilometer,” imbuhnya.

Plt Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Edhi Purwanto, SH mengatakan, pasca adanya peningkatan itu, maka Pemkab Kediri segera menindaklanjuti dengan menutup pintu gerbang menuju kawasan wisata Gunung Kelud. “Kita sudah menutup gerbang dalam radius dua kilometer,” kata Edhi.

Ditambahkan oleh Edhi, bahwa dalam radius dua kilometer dari kawah gunung itu tidak ada permukiman penduduk. Aktivitas yang ada rata-rata adalah para pengunjung wisata Gunung Kelud.

Gunung Kelud mempunyai ketinggian 1.731 meter dari permukaan laut dan termasuk gunung berapi sangat aktif. Posisinya berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang.

Pada 2007 yang lalu Gunung Kelud pernah dalam status awas, namun tidak terjadi erupsi, tetapi danau kawah yang berisi jutaan kubik air lenyap dan berubah menjadi kubah lava yang dinamakan Anak Gunung Kelud. Fenomena aneh ini, kemudian menarik minat para ahli vulkanologi dari Belgia, Perancis dan Jepang untuk menelitinya. (tkr)

Pemilihan Dara dan Daeng Dimeriahkan 42 Kontestan

Pemilihan Dara dan Daeng sebagai salah satu agenda budaya dan pwriwisata Kepulauan Selayar

Pemilihan Dara dan Daeng sebagai salah satu agenda budaya dan pwriwisata Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Setelah sekian lama alpa dan nyaris tidak pernah disebut-sebut dalam event kebudayaan lokal Kabupaten Kepulauan Selayar. Pada bulan April 2013, Pemilihan Dara dan Daeng kembali digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar dengan menggandeng KSW Community,  Sampan Induk,  Bintang Management, DJ Laundry Express dan PT. Telkomsel sebagai sponsorship.

Kegiatan Pemilihan Dara dan Daeng yang diawali oleh sesi wawancara ini berhasil menjaring 42 pasangan peserta. Ke 42 pasangan ini kembali melalui proses seleksi hingga terpilih menjadi enam besar.

Para peserta yang terpilih memasuki babak enam besar, kembali ditampilkan di atas catwal pemilihan Dara dan Daeng yang dipusatkan di panggung rumah jabatan Bupati Kepulauan Selayar dengan menampilkan kebolehan masing-masing dalam menyajikan penguasaan materi tentang lokasi dan potensi obyek wisata Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penampilan keenam pasang peseta selanjutnya menjadi dasar penilaian para dewan juri untuk memutuskan tiga pasangan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Kepulauan Selayar  ke event pemilihan Dara dan Daeng tingkat Provinsi Sulawesi-Selatan pada hari Kamis, (25/4)  mendatang.

Kegiatan seleksi peserta Dara dan Daeng yang berlangsung hari Sabtu malam, (13/4/2013) ini tampak dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Nasional,  H. Patta Bone, SIP, MH bersama Sekretaris Diknas, Drs. Mustakim, dan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Nasional, Drs. Rusdy Syamsul.

Sementara unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) tampak diwakili Wakapolres Kepulauan Selayar, Kompol Rahmad Hidayat yang didampingi Kasat Lantas, AKP Sahabuddin, SE, MH

Di tengah kemeriahan acara, terlihat pula kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Norma Syahrir Wahab bersama segenap jajarannya. Norma Syahrir merupakan inisiator penyelenggara kegiatan pemilihan Dara dan Daeng yang banyak memberikan kontribusi berupa ide dan saran untuk suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.

Mendampingi Kehadiran ketua Tim Penggerak PKK, tampak ikut hadir, sejumlah kepala bidang serta  jajaran staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar diantaranya, Hj. Nur Asiya.

Kemeriahan acara pemilihan Dara dan Daeng yang diikuti oleh siswa-siswi SMA, SMK dan MAN sedaratan Kepulauan Selayar ini ikut dilengkapi oleh kehadiran dua orang tokoh pemerhati budaya lokal yakni, Adi Beta dan Muh Zukhri, S.Sos dari Sanggar Seni Teratai Passiana. (kontributor : fadly syarif)

Pasir Putih dan Surga Bawah Laut Pantai Samboang

Pantai Samboang

Pantai Samboang

Bulukumba, Sulawesi-Selatan (Sergap)— Pantai Samboang di Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan merupakan sebuah daerah tujuan wisata bahari berpasir putih eksotik. Pantai ini hadir menyuguhkan pesona panorama alam yang indah nun memukau. Keindahannya hampir mirip dengan Tanah Lot di Pulau Dewata Bali yang namanya sudah tersohor ke berbagai penjuru bumi.

Kawasan wisata Pantai Samboang adalah solusi bagi pengunjung yang penasaran dan ingin melihat eksotisme Tanah Lot. Tak perlu jauh-jauh ke Pulau Bali, bila hanya untuk sekedar menikmati panorama alam Tanah Lot.

Letak strategisnya membuat Pantai Samboang menjadi salah satu obyek wisata bahari primadona yang layak untuk dikunjungi. Di lokasi ini terdapat pulau batu berukuran kecil yang memiliki kemiripan dengan salah satu obyek wisata andalan ternama di Pulau Dewata Bali.

Suguhan pesona pulau batu akan terasa sangat kental di kala sore hari.  Di kala senja mulai bergelayut di atas langit Butta Panrita Lopi. Sementara pada pagi hari, wisatawan dapat menikmati keindahan sunrise serta perpaduan suasana alam yang serasa menyatu dengan alam di sekitarnya.

Secara administratif lokasi Pantai Samboang terletak di Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bonto Tiro dengan jarak tempuh sekitar 42 kilometer dari Ibukota Kabupaten Bulukumba dan 25 Kilometer dari arah Pantai Tanjung Bira.

Hamparan pasir putih, plus gugusan perbukitan yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan rindang terlihat sempurna di sisi kiri-kanan pantai dengan berbagai jenis satwa peliharaan warga masyarakat yang dibiarkan berkeliaran bebas di sekitar taman wisata andalan masyarakat Bonto Tiro itu.

Penamaan Pantai Samboang sendiri berasal dari kata Sembo yang dalam dialek Bahasa Konjo diartikan bersenang-senang. Penetapan kawasan Pantai Samboang sebagai obyek pariwisata turut didukung dengan keindahan panorama alam terumbu karang bawah lautnya yang tak kalah eksotik dari Pantai Tanjung Bira.

Lokasi obyek wisata Pantai Samboang terdiri atas dua kawasan yakni kawasan Samboang kiri dan Samboang Kanan. Pantai Samboang kiri terdiri dari kawasan berbukit dengan suasana alamnya yang sejuk dan teduh.

Pada ujung lekukan bibir pantainya yang landai terdapat sebuah tanjung yang diberi nama “Tanjung Tiro” lengkap bersama suguhan Pulau Batunya yang sepintas lalu sangat mirip dengan Tanah Lot.

Spot wisata ini sengaja disiapkan bagi para wisatawan yang memiliki kegemaran dan bakat memancing.  Untuk dapat mencapai lokasi ini telah disiapkan sebuah titian khusus sepanjang kurang lebih 20 meter.

Sementara pada arah Samboang kanan pengunjung dapat menyaksikan keindahan panorama alam desa Tritiro dan Kampung  Kalumpang. pasir putih Samboang kanan diperkirakan berketebalan 2-3 meter.

Garis pantainya datar dengan ukuran panjang mencapai empat meter. Garis pantai samboang kanan sewaktu-waktu akan berubah, terutama saat air laut sedang surut. Dikala air laut, surut panjang pantai samboang kanan dapat mencapai tiga ratus meter.

Bibir pantainya ramai ditumbuhi pohon kelapa yang tak pernah berhenti melambai karena terpaan tiupan angin laut. Konfigurasi pemandangan pantai Samboang kanan turut diwarnai oleh keberadaan beberapa kawasan industri pembuatan kapal berukuran kecil.

Di lokasi ini pengunjung tak hanya dapat menikmati indahnya panorama alam pantai. Karena tak jauh dari bibir pantai terdapat pula sejumlah situs makam tua yang oleh masyarakat setempat dinamai makam Karaeng Sapo Batu.

Hingga kini kelestarian makam yang dikeramatkan oleh warga masyarakat tersebut masih terpelihara dengan baik. Sebab pada waktu-waktu tertentu, tak sedikit warga masyarakat setempat yang datang untuk berziarah dan meminta berkah kepada si empunya makam.

Tidak jauh dari lokasi makam, sayup-sayup pengunjung dapat melihat pesona pantai Tanjung Bira dan Pelabuhan Ferry. Meski jarak pandangnya hanya dapat dilihat dari kejauhan.

Menyadari sajian karunia alam yang teramat sempurna, nyaman dan mengesankan ini, masyarakat dan segenap komponen pemerintah Kabupaten Bulukumba patut untuk bersyukur atas limpahan rahmat yang telah diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Sayangnya Pantai Samboang, belumlah terlalu dilirik baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Padahal, pesona pantai Samboang tak kalah indahnya, bila dibandingkan dengan obyek wisata ternama lainnya yang terdapat di Kabupaten Bulukumba.

Kelihatannya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat pemerintah kabupaten untuk terus menggalakkan upaya promosi, dibarengi dengan pengembangan sarana prasarana pendukung untuk menarik minat wisatawan.

Menanggapi masih sangat minimnya sarana prasaran penunjang pariwisata di kawasan Pantai Samboang ini, Kasubag Perencanaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba, Yusli Pandi, S.PdI, M.Si, menyatakan bahwa untuk tahun ini pihaknya telah menyiapkan master plan pengembangan Pantai Samboang sebagai kawasan wisata bahari dengan memberdayakan segenap potensi keindahan yang terdapat di area sekitarnya.

Keindahan bawah laut Pantai Samboang

Keindahan bawah laut Pantai Samboang

Pasalnya, lokasi kawasan wisata bahari Pantai Samboang ini, selain memiliki kemolekan pasir putih, juga potensi keindahan bawah laut yang jauh lebih memukau bila dibangdingkan dengan Taman Laut Nasional Takabonerate di Kepulauan Selayar.

Dinas Kelautan dan Perikanan setempat bahkan berencana untuk menyulap areal Pantai Samboang sebagai  spot diving melalui kegiatan pembangunan sarana prasana dive centre, serta fasilitas sarana olahraga bola volly pantai dan jogging.

Perencanaan ini sendiri, tetap akan mengacu pada master plant yang ada. Sebelumnya, masyarakat setempat telah membangun sekitar sepuluh unit sarana pendukung berupa bangunan cottage yang dibiayai dengan dana swadaya murni masyarakat, jelas Yusli kepada wartawan via  telefon selular hari Rabu, (13/03) pagi.

Bupati Kabupaten Bulukumba, H. Zainuddin juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata pantai Samboang sudah menjadi program skala prioritas pemerintah daerah. “Pengembangan obyek wisata  Pantai Samboang ini membutuhkan anggaran paling tidak,  Rp. 40 miliar”, kata bupati menjelaskan. (fadly syarif)

Pemuda Bungaiya, Dukung Wujudkan Daerah Tujuan Wisata Internasional

Andi Syamsuddin

Andi Syamsuddin

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Seiring dengan konsistensi aparat hukum Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan untuk memberangus tindak pidana illegal fishing, tokoh pemuda Desa Bungaiya, Andi Syamsuddin menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat. B, SH, SIK, MH.

Andi Syamsuddin juga mengaku telah memberikan peringatan keras terhadap salah seorang pelaku illegal fishing asal Dusun Patori, Desa Pamatata yang acap kali tertangkap tangan melakukan kegiatan pemboman ikan di kawasan Wisata Bahari Pantai Bonelohe, Desa Bungaiya, Kecmatan Bontomate’ne.

Andi Syamsuddin mengingatkan pelaku, untuk segera menghentikan kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara tidak ramah lingkungan di perairan laut Desa Bonelohe pada khususnya, dan Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya.

“Bila yang bersangkutan masih tetap melakukan aktivitas illegal fishing, saya tidak akan segan-segan melaporkan pelaku kepada aparat kepolisian”, tegasnya kepada wartawan di Warkop 79 Benteng, Selayar, Jumat, (15/03/2013) malam.

Lebih jauh Andi Syamsuddin berharap banyak, kiranya warga masyarakat juga dapat menjaga kelestarian situs pekuburan tua yang terdapat di wilayah Desa Bungaiya dengan menghentikan segala bentuk aktivitas penggalian benda-benda peninggalan cagar budaya di dalam areal situs pekuburan tua.

Untuk itu Andi Syamsuddin telah mempersiapkan naskah nota kesepakatan berisi, “Kesepahaman Bersama Dengan Masyarakat dan Aparat Hukum”, untuk menghentikan serta menindak tegas segala jenis kegiatan eksploitasi benda-benda cagar budaya dari dalam areal situs pekuburan tua.

Hal ini diakuinya merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mewujudkan Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi “Daerah Tujuan Wisata Internasional” di belahan Kawasan Timur Indonesia. (kontributor : fadly syarif)

Pemilihan Duta Wisata Inu-Kirana 2013

Inu Kirana 2013Kediri, Sergap – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana Tahun 2013. Tahun ini penyelenggaraan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana adalah yang kelima kalinya sejak digelar pertama kali pada tahun 2005.

Selain sebagai upaya pengembangan dan promosi seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Kediri, event ini merupakan wadah pembinaan generasi muda, utamanya untuk menciptakan generasi muda yang kreatif dan dinamis.

Agenda kegiatan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana 2013 telah dimulai sejak bulan Januari lalu, yakni publikasi melalui media cetak, media elektronik dan website. Adapun pendaftaran calon peserta dimulai pada tanggal 14 Januari 2013 hingga tanggal 8 Pebruari 2013.

Seleksi penentuan 10 pasang Inu-Kirana rencananya akan digelar di Basement SLG pada tanggal 9 Pebruari 2013. Sepuluh pasang Inu-Kirana yang terpilih kemudian akan memasuki masa karantina pada tanggal 19-22 Pebruari 2013 di Bukit Daun Hotel dan Resort. Pada tahap ini para finalis akan mendapat pembinaan dan pembekalan dari para pemateri diantaranya mengenai kepariwisataan, kebudayaan, public speaking dan kepribadian.

Puncak acara Grand Final Pemilihan Duta Wisata Inu-Kirana akan digelar di Convention Hall SLG pada tanggal 22 Pebruari 2012. Para finalis ini nantinya bertugas mempromosikan potensi wisata Kabupaten Kediri. Dari penyelenggaraan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana selama ini, pembinaan yang dilakukan terhadap para finalis membuahkan hasil yang menggembirakan.

Mereka yang menyandang gelar Inu dan Kirana terbukti mumpuni ketika berlaga di ajang tingkat propinsi, yakni Pemilihan Raka Raki Jawa Timur. Berbagai gelar berhasil diboyong perwakilan Kabupaten Kediri di ajang tersebut. Bahkan di Pemilihan Raka-Raki 2012, perwakilan Kabupaten Kediri berhasil menyandingkan gelar tertinggi, yakni Inu Ganda Himawan dinobatkan sebagai Raka Jawa Timur 2012 dan Kirana Retno Suci Rahayu dinobatkan sebagai Raki Jawa Timur 2012. Prestasi yang membanggakan sebagai Raki Jawa Timur ini pula yang kemudian mengantar Kirana Retno Suci Rahayu sebagai salah satu finalis Putri Pariwisata Indonesia 2012. (sumber : Humas Setdakab Kediri)

Maksimalkan Wisata Kumendung Melalui Pokdarwis

Pantai Kumendung Muncar Banyuwangi
(foto 6 bulan yang lalu)

Banyuwangi, Sergap – Bertempat di Balai Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi telah dilaksanakan rapat sosilisasi kepariwisataan dan pembentukkan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) pada hari Jumat (31/7/2012) yang lalu.

Sosialisasi dihadiri oleh kepala desa, pimpinan dan anggota LPMD, Tim Penggerak PKK Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian seluruh lapisan warga untuk mengembangkan potensi yang ada, sehingga Desa Kumendung diharapkan dapat menjadi salah satu desa tujuan wisata di Kabupaten Banyuwangi.

Warga Desa Kumendung terdiri dari beberapa etnis yang menganut agama Islam, Hindu, Kristen sehingga memperkaya khasanah budaya yang merupakan kekayaan warisan leluhur bangsa.

Kekayaan budaya dan seni seperti Janger, Jaranan, Kencreng, Gandrung dan tradisi Mantu Kucing yang unik itu dapat menambah daya pikat, sehingga Desa Kumendung makin ramai dikunjungi wisatawan lokal, daerah bahkan internasional.

Desa Kumendung juga mempunyai pantai yang indah menghadap Selat Bali di mana juga bermuara Sungai Bomo, sumber air Mbah Kopek, mbah Brahim dan Goa Lawa adalah potensi untuk dikembangkan wisata air yang sedang ngetrend di berbagai daerah di tanah air.

Di Pantai Kumendung ini pula telah ada Sirkuit Motor Cross yang bertaraf internasional. Sehingga memungkinkan untuk diselenggarakan kejuaraan motor cross tingkat nasional, regional maupun internasional.

Dalam rangka memaksimalkan itu semua maka dibentuklah Pokdarwis yang diberi nama “Kumendung Asri” yang tugasnya antara lain, mendata semua asset Desa Kumendung. Dalam catatan data tersebut akan diketahui, mana yang sudah cantik, setengah cantik atau yang perlu dipercantik karena ditelantarkan.

Kemudian harus segera dikaji aspek budayanya, aspek manusianya dan aspek sumberdaya alamnya. “Yang penting jangan sampai terjadi, bahwa ternyata Pokdarwis Kumendung Asri ini hanyalah isapan jempol belaka”, kata Sumadji, SPd, SH selaku ketua Pokdarwis. Yang dalam bahasa Osing bunyinya “Lontong-lontong tak nono bumbune, omong-omong tak nono nyatane”.

Pokdarwis Kumendung Asri, kepengurusannya adalah sebagai berikut : Ketua Sumadji, Sekretaris : Sumoro Hadiwiyono, Bendahara : Made Ukir Dharta. Anggotanya 12 orang, yaitu : Bendol Wiyanto, Yatiman, Tehel Sugiyono, Suparno Gendir, Edi Suparno, Made Swanerta, Suwanto, Hami, Ponidi Susanto, Panidi, Harsaid, Sucipto. (tim)

Festival Kelud 2012 – Indah Keludku, Indah Kediriku

Salah satu sisi panorama indah Gunung Kelud

Kediri, Sergap – Indah Keludku, Indah Kediriku, adalah tema yang diangkat pada acara Festival Kelud 2012, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Nopember 2012 mendatang. Beragam kegiatan digelar guna memeriahkan agenda wisata tahunan ini, baik itu seni, budaya dan potensi ekonomi lokal lainnya. Selama empat hari, masyarakat akan disuguhi tontonan tradisional maupun modern secara gratis di area Gunung Kelud.

Ditemui di ruang kerjanya, Plt. Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Kediri Edhi Purwanto, SH mengungkapkan bahwa selain dalam rangka mempromosikan obyek wisata Gunung Kelud, Festival Kelud 2012 ini pada hakikatnya merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Gunung Kelud sehingga perekonomian warga di sekitar Gunung Kelud bisa meningkat” kata Edhi Purwanto.

Rencananya, pra acara diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat, 22-23 Nopember 2012 di rest area bawah Kawasan Wisata Gunung Kelud. Adapun acara yang digelar adalah pagelaran seni Jaranan, Pagelaran

Edhi Purwanto, SH

Wayang Orang dan Pameran Produk Unggulan. Puncak acara dilaksanakan esok harinya, Sabtu 24 Nopember 2012. Bertempat di parkir atas dan rest area bawah, pada puncak acara ini masyarakat bisa menikmati beragam atraksi, seperti pagelaran Pesenian Tradisional, pagelaran Musik Akustik, Gebyar Sesaji Gunung Kelud, Fun Down Hill dan Education Expression.

Sementara pada Minggu, 25 Nopember 2012, akan diselenggarakan Parade Musik Remaja dan pagelaran Wayang Kulit. Tak hanya itu, jika sehari sebelumnya fun down hill dilaksanakan dari Gazebo ke-2 (atas makam) menuju rest area Gunung Kelud, di hari Minggu fun down hill kembali dilaksanakan, dengan mengambil start di jembatan Glodak dan Finish di rest area kawasan Gunung Kelud. (dick-hms)

Baca/unduh :   JADWAL KEGIATAN FESTIVAL KELUD 2012