Presiden Setujui Tarif Tol Jembatan Suramadu Turun 50%

972fb8b8b2057e1abb7a3760818cfc61

Gubernur Jatim Soekarwo, saat memberikan keterangan pers di Istana, didampingi Walikota Surabaya terpilih Tri Rismaharini dan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung

Surabaya (Sergap) – Presiden RI Joko Widodo akhirnya menyetujui usulan Gubernur Jatim Soekarwo terkait tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Usulan gubernur adalah menggratiskan tol, namun sesuai persetujuan, tarif tol disepakati turun 50 persen dari harga yang saat ini berlaku.

Kepastian ini dikatakan Gubernur Soekarwo usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai  Pengembangan  Wilayah di Kaki Jembatan Suramadu bersama Presiden RI, Ir. Joko Widodo dengan para Menteri Kabinet Kerja terkait di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Dikatakan Pakde Karwo saat didampingi Walikota Surabaya Tri Rismaharini, untuk membebaskan tarif Jembatan Suramadu belum disetujui, namun dalam rapat terbatas Bapak Presiden menetapkan tarif tol diturunkan lebih kecil atau turun 50 persen dari harga saat ini.

Dalam rapat terbatas bersama presiden, telah disetujui dua keputusan, yakni tarif tol Jembatan Suramadu diturunkan 50 persen serta kemudahan kepengurusan status tanah seluas 600 ha tanah masyarakat di sekitar kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya yang ditinggali selama ini.

Pakde melalui siaran pers Humas Setdaprov menjelaskan, penurunan tarif untuk Jembatan Suramadu berlaku baik dari Surabaya ke Madura maupun sebaliknya dari Madura ke Surabaya. Sementara untuk kendaraan roda dua sudah digratiskan. “Sebelumnya, kendaraan roda empat, truk berat tarif melintasi Jembatan Suramadu sebesar Rp 90  ribu, truk sedang sebesar Rp 60.000 dan kendaraan sedan sebesar Rp 30 ribu. Setelah melalui proses panjang antara digratiskan dan diturunkan, akhirnya presidenmemutuskan untuk diturunkan. Keputusan ini pastinya akan sangat membantu masyarakat Surabaya dan Madura,” ujarnya.

Pakde Karwo menuturkan, sebelum diputuskan Presiden RI bahwa tarif diturunkan 50 persen dari harga saat ini, pihaknya telah mengusulkan agar tarif tol digratiskan. “ Pemprov Jatim mengusulkan agar tarif tol digratiskan karena melihat perkembanganmasyarakat Madura setelah dibangunnya Jembatan Suramadu masih lambat karena masih terbebani biaya tarif tol,” ungkapnya.

Alasan kenapa tarif tol Suramadu digratiskan adalah untuk mengurangi ongkos transportasi bagi masyarakat Madura. Paling tidak, dengan digratiskan tarif tol, harga barang di Madura dan Surabaya bisa sama, sehingga akan mengungkit perekonomian. “Tidak mungkin orang dari luar Madura akan berinvestasi di Madura tapi masih dibebani biaya tarif tol yang cukup tinggi. Untuk potensi perekonomian sebenarnya cukup besar, akan tetapi tarif tol tetap menjadi  kendala utama Madura bisa lebih maju,” ucapnya.

Ia mencontohkan, Pulau Madura memiliki potensi bagus dibidang pertanian khususnya ditemukan tebu tanah kering yang sering disebut Pasuruan Jatim 1 (PSJT 1). Akan tetapi setelah diproduksi dengan jumlah yang banyak dan dikirim ke luar Madura, ongkosnya menjadi mahal, dan membuat gairah petani tebu turun drastis. “Petani tidak bersemangat karena margin yangrendah dari harga tebu tersebut dan seringkali mengalami kerugian. Kerugian utama disebabkan faktor transportasi yang masihterbebani salah satunya biaya tol, dengan demikian, tujuan awal agar Pulau Madura bisa maju disektor perkonomian akan tergerus,” paparnya.

Namun demikian, dengan diputuskan tarif tol turun 50 persen dari harga saat ini, ia mendukung upaya tersebut karena bebanmasyarakat ikut berkurang. “Kedepannya, semoga biaya tol Suramadu bisa dibebankan kepada APBD Provinsi, sehingga bisa digratiskan agar masyarakat bisa merasakan dampak positif dari Jembatan Suramadu,” harap Pakde Karwo.

Demikian juga pengembangan perumahan atau real estate di Madura tidak akan bisa berkembang. Hal tersebut dikarenakan mereka yang mempunyai rumah di Madura dan bekerja di Surabaya masih harus terbebani biaya tarif tol Rp 60.000 per hari.

Terkait keputusan kedua, Pakde Karwo mengatakan, ada sekitar 600 ha tanah masyarakat di sekitar kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya akan dipermudah kepengurusan status tanah yang ditinggali selama ini. Sejak tahun 1978, masyarakat tidak bisa mengurus status kepemilikan tanah. Maka dari itu, kewenangan akan dikembalikan kepada Pemerintah daerah yakni Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya untuk bisa meningkatkan status tanah tersebut. Hal tersebut tentunya akan menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Kota Surabaya.

Hal serupa dikatakan Tri Rismaharini sebagai walikota terpilih. Menurutnya, selama ini warga sekitar jembatan tersebut belum bisa meningkatkan status tanahnya. Dengan adanya penetapan dalam rapat bersama Presiden RI, maka masyarakat kini memiliki kepastian akan status tanahnya. ”Selama ini status tanah masyarakat kebanyakan Petok D atau Letter C dan sebagian belum bersertifikat. Padahal tanah tersebut bukan tanah negara tetapi milik masyarakat,” ucapnya. (win)

 

 

Iklan

Kapal Ro-Ro Tenggelam, Diduga Muatannya Bergeser

KM Wihana Sejahtera2

Proses evakuasi penumpang KM Wihan Sejahtera sesaat setelah kapal Ro-Ro tersebut terbalik (kiri). Foto KM Wihan Sejahtera dari sisi lain (Dok. Basarnas)‎

Surabaya (Sergap) – Kapal Motor (KM) Wihana Sejahtera tujuan Surabaya -Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusat Tenggara Timur (NTT) tenggelam di kolam Terminal Teluk Lamong, Senin (16/11/2015) pagi. Kapal jenis Roll on Roll off (Ro-Ro) berpenumpang 175 orang dan 62 kendaraan ini sempat mengalami benturan keras di bagian lambung. ‎

Seorang penumpang tujuan Pelabuhan Labuan Bajo, Flores, NTT, Rofian Robatsotiwa (33) menceritakan, para penumpang sempat dikejutkan dengan benturan itu.  Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.  “Sebelum benturan dan membuat semua penumpang terkejut, posisi kapal masih normal” kata Rofian ditemui Tabloid Sergap di Terminal Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (16/11/2015).

Setelah benturan, kapalpun bergetar dan perlahan mulai oleng ke kanan. Ia melihat semua penumpang panik, bahkan ada penumpang yang nekad terjun ke laut, dan sebagian lagi berlari bingung sambil membawa anaknya. “Sebagian penumpang bergerak ke bagian kiri kapal untuk menyeimbangkan beban,” kata ibu dua anak itu.

Sementara itu, Densi Darius Jebaru (20) kenek salah satu ekspedisi menceritakan saat semua penumpang panik, awak kapal membunyikan klakson tanda mengharapkan pertolongan dari kapal lainnya. “Untungnya, tidak lama setelah klakson pemberi tanda dibunyikan, beberapa kapal merapat dan mengevakuasi penumpang terlebih dahulu perempuan dan anak-anak,” tutur Darius.

Kapal-kapal yang evakuasi penumpang KM Wihan Sejahterah, yakni 5 unit kapal Ditpol Air Polda Jatim dan dibantu 4 unit Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Perak Surabaya, serta 2 unit kapal Basarnas.

Meski hanya membawa baju dan celana, warga Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Ruteng Manggarai, NTT itu mengaku bersyukur karena nyawanya selamat, meskipun truk yang membawa sembako dan beton besi ikut tenggelam, bersama KM Wihan Sejahtera.

Banyak penumpang mendengar suara gemuruh keras dan merasakan getaran hebat sebelum KM Wihan Sejahtera miring dan akhirnya tenggelam. Belum dapat dipastikan apa yang membuat kapal menjadi seperti itu.

“Kami menduga ada muatan yang geser yang membuat kapal menjadi miring,” kata Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak, Rudiana kepada wartawan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara.

Yang dimaksud Rudiana dengan muatan adalah kendaraan truk besar yang diangkut kapal. Truk tersebut diduga bergeser dari tempatnya sehingga menghantam dinding kapal yang pada akhirnya membuat kapal miring lalu tenggelam.“Kalau bocor sepertinya iya, nggak mungkin tenggelam kalau tidak bocor,” cetus Rudiana.

Rudiana menduga ada salah penataan kendaraan yang masuk ke kapal. Salah penataan bukan berarti salah menata letak kendaraan, tetapi lebih kepada salah menata berat atau tonase kendaraan tidak sesuai dengan tempatnya. “Kemungkinan salah penataan,” lanjut Rudiana.

KM Wihan Sejahtera dengan bobot 9.786 gross tonnage (GT) mendapat Surat Persetujuan Berlayar dari Syahbandar Utama Tanjung Perak No Ni/ APV/ 582 / XI/ 2015 bertolak dari Surabaya pada tanggal 16/11/2015 pukul 07.10 Wib menuju Pelabuhan Labuan Bajo dengan jumlah awak kapal 25 orang dan penumpang 27 orang. Serta 62 unit kendaraan meliputi 2 unit sepeda motor, 10 unit kendaraan kecil, 7 unit truk sedang, dan 43 unit truk besar.

Saat ditanya jumlah penumpang yang melebihi manifest muatan kapal, Rudiana menyatakan, bahwa ada pihak-pihak yang tidak melakukan pengecekan secara detail. Namun, ia enggan menyebutkan pihak-pihak yang bertanggung jawab tersebut. “Siapa tahu dalam kendaraan lebih dari 1 atau 2 orang sesuai dengan tiket,” tegasnya.

Mengenai laiknya kapal berlayar, Rudiana mengatakan bahwa kapal yang dinahkodai Asep Hartono ini laik layar. Pada tanggal 4 November 2015, dilakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan baik.

Dikesempatan sama, Istikhomah Manager PT Trimitra Samudra selaku perusahaan pelayaran KM Wihan Sejahtera mengatakan, pihaknya tidak bertanggungjawab atas nasib 148 penumpang.  “Kami hanya memberikan asuransi kepada 27 orang (penumpang,red) saja sesuai tiket. Sedangkan lainnya saya tidak tahu menahu,” kata Istikhomah saat dimintai keterangan oleh petugas di Terminal Gapura Surya Nusantara.

Ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan, 25 korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Port Hospital Center (PHC) Surabaya. Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha RS PHC Surabaya Harry Setiawan mengatakan, 25 penumpang yang dirawat. 1 di antaranya atas nama Fadli Adam mengalami luka patah di bagian kakinya dan harus menjalani perawatan khusus oleh tim dokter. Sedangkan 24 lainnya mengalami luka memar.
Dia menambahkan pihak rumah sakit memberikan perawatan terbaik kepada seluruh penumpang kapal yang menjadi korban. “Di PHC ada tim kegawatdaruratan yang bertugas khusus menangani korban massal dan seluruhnya sudah datang untuk menanganinya,” imbuh Harry.

Dampak tenggelamnya kapal Ro-Ro ini, alur pelayaran barat Surabaya (APBS) terganggu. Dipastikan aktivitas kegiatan bongkar muat Terminal Teluk Lamong terganggu.  “Ada kapal muat curah yang akan bongkar di Teluk Lamong karena JS (Jamrud Selatan) dan Berlian penuh. Akibat peristiwa itu, kegiatan bongkar batal,” kata Asisten Manager Perencanaan dan Penetapan Kapal PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Joko Suwarno.

Joko menambahkan, sejumlah kapal yang berlabuh di Bouy 10 perairan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dibersihkan. Pasalnya, Pelindo III Cabang Tanjung Perak melakukan diskresi lalu lintas kapal yang melalui APBS. “Sedianya Bouy 10 sebagai tempat labuh kapal, kini digunakan jalur masuk kapal (Pelabuhan Tanjung Perak,red),” jelas Joko kepada Tabloid Sergap saat menyisir APBS dengan menggunakan kapal RIB (rigid inflatable boat).
Adapun kapal-kapal tersebut yang dipindahkan dari Bouy 10, yakni KM Aya 3, KM New Glory (terbakar Minggu,15 November 2015), ‎ KM Marti Prime, KM Mentari Crystal, dan KM Crystal Pearl. (Icsan)

Sempat Mangkrak, Jalan Tol Ngawi-Kertosono Ditarget Selesai 2,5 Tahun

Presiden didampingi Gubernur Jawa Timur mencermati paparan tentang Tol Ngawi-Kertosono

Presiden didampingi Gubernur Jawa Timur mencermati paparan tentang Tol Ngawi-Kertosono

Ngawi (Sergap) – Seusai melakukan groundbreaking pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Lampung dan Palembang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menuju Ngawi, Jawa Timur, Kamis (30/4/2015) sore, guna meresmikan Percepatan Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo – Ngawi dan Groundbreaking Jalan Tol Ngawi – Kertosono.

Presiden Jokowi tiba sore hari, mendarat di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia. Selanjutnya, Presiden dan rombongan akan menuju Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan berkendara mobil sejauh 22 km.

Sebagaimana dirilis Humas Setkab, dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, jalan tol  Ngawi-Kertosono dan Solo-Ngawi itu seharusnya sudah dibangun 3 (tiga) tahun yang lalu. Kini Presiden memberikan kesempatan kepada badan usaha swasta jika mau mengerjakan, demikian juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) silahkan kalau mau mengerjakan.

Kuncinya, kata Presiden, harus ada target dalam pekerjaan itu.  “Saya sudah berikan target ke Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  paling lama dua ruas ini 2,5 tahun, paling lama, saya berikan target,” kata Presiden Jokowi.

Kalau swastanya kira-kira tidak punya kemampuan, Presiden Jokowi mempersilahkan BUMN untuk mengambil alih. Kalau BUMN masih lambat lagi,  Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian PUPR mengambil alih.

“Cara kerjanya sekarang seperti itu. Kalau tungga tunggu tungga tunggu, saya yang dimarahi masyarakat. Pak, kapan? Pak, kapan? Yang ditanya kan saya,” ungkap Jokowi.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi menekan tombol sirene sebagai tanda Percepatan Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo – Ngawi dan Groundbreaking Jalan Tol Ngawi – Kertosono di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan menuju tempat ​peninjauan Panel Rencana Jalan Tol Ruas Solo – Ngawi – Kertosono, dengan berjalan kaki.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam groundbreaking tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Kepada wartawan, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Adityawarman mengatakan, tol yang terbagi dalam dua paket besar pengerjaan ini, bila sudah beroperasi akan dikenakan tarif sekitar Rp 650/km untuk kendaraan golongan I.

“Tarif Rp 650/Km. Jadi kalau total tarif dikalikan panjangnya saja. Nanti juga tinggal dihitung masuk dari mana, keluar di mana tinggal dikalikan tarifnya saja,” kata Adityawarman di lokasi groundbreaking. Dengan perhitungan panjang total jalan tol mencapai 176,7 km, maka diperkirakan tarif tol Solo-Kertosono untuk golongan I sekitar Rp 115.000 per kendaraan.

Di depan Presiden Jokowi, Soekarwo melaporkan, proyek jalan tol yang ada di Jawa Timur sudah ada sepanjang 600 km lebih. Namun yang beroperasi baru 96 km. Proyek tol Kertosono ini merupakan bagian dari Trans Jawa yang terbagi menjadi 2 ruas, Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

“Dapat kami laporkan juga, Mantingan-Kertosono sudah 73% (lahan) yang kita bebaskan. Kertosono-Mojokerto sudah bebas lahan 90% lebih,” papar Soekarwo.

Soekarwo mengatakan, masyarakat Jawa Timur bersyukur. Karena bila tol ini jadi, ongkos distribusi barang akan menjadi lebih murah. “Nilai tukar petani akan lebih lebih naik. Karena selama ini tingginya harga pangan itu tidak dirasakan petani, tapi habis untuk ongkos transportasi. Dengan ini makanya diharapkan petani lebih merasakan, petani lebih makmur,” papar Soekarwo.

“Saya juga berdoa. Mudah-mudahan Bapak-Bapak sehat dan panjang umur, sehingga tol lain juga bisa dipercepat,” tutup Soekarwo. (tim)

Terminal Ngawi dan Malang Akan Diambil Alih Pemerintah Pusat

Terminal Kertonegoro Ngawi dan Terminal Arjosari Malang

Terminal Kertonegoro Ngawi dan Terminal Arjosari Malang

Ngawi (Sergap) – Terminal Kertonegoro Ngawi, akan diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah pusat, sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan Undang-undang tersebut, semua terminal Tipe A seperti Terminal Kertonegoro, Ngawi, akan dikelola oleh pemerintah pusat mulai tahun 2016,” ujar Kepala UPTD Terminal Kertonegoro Ngawi, Ali Imran, Kamis (16/4/2015).

Ditambahkan oleh Ali Imran, bahwa selama ini ini pengelolaan Terminal Kertonegoro yang mempunyai luas 5 hektar ini, baik sebagai asset maupun pendapatannya, dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi.

Berdasarkan hasil paparan oleh Kementerian Perhubungan, pemerintah pusat hanya akan mengedepankan pelayanan terminal dari pada pendapatan sektor retribusi. “Jadi, setiap bus yang masuk terminal rencananya tidak lagi ditarik retribusi seperti sekarang. Konsepnya nanti dibuat seperti stasiun. Yang berfokus pada uang sewa kios dan toko waralaba yang ada di terminal,” katanya

Ali Imran menambahkan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk pengambilalihan tersebut. Di antaranya, inventarisasi personel, peralatan, pembiayaan, dan dokumen (P3D) yang harus dilaporkan ke Kementrian Perhubungan.

Selain Terminal Kertonegoro Ngawi, Terminal Arjosari Kota Malang juga akan diambil alih pengelolaannya oleh Kementrian Perhubungan.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Kota Malang, Handi Priyanto, pada hari Sabtu (11/4/2015), usai memenuhi undangan Kementerian Perhubungan, guna membahas teknis pengambilanalihan Terminal Arjosari. “Hasil pertemuannya adalah pengambilalihan dipercepat,” ujar Handi Priyanto. (sbs/en)

Stasiun Tanggung Grobogan, Cikal Bakal Perkeretaapian Indonesia

94 stasiun tanggung

Stasiun Tanggung terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Grobogan  (Sergap) – Kereta api merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat popular tempo dulu, dengan suara dan asapnya yang khas serta berbahan bakar kayu. Kereta api modern saat ini telah bahan bakar solar atau digerakkan dengan tenaga listrik.

Sejarah panjang kereta api di Indonesia, terkait erat dengan Grobogan, dibuktikan dengan sebuah keberadaan salah satu stasiun nomor dua tertua di Indonesia, yaitu Stasiun Tanggung, yang terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun Tanggung adalah sebuah stasiun kereta api yang terletak di ketinggian +20m dari permukaan laut (dpl), di bawah kendali Daerah Operasi IV Semarang.

Pengendali wessel dan almari penyimpan karcis tempo dulu

Pengendali wessel dan almari penyimpan karcis tempo dulu

Heru Hardono, pemerhati sejarah Kabupaten Grobogan yang akrab disapa Mbah Bejo, mengatakan Stasiun Tanggung merupakan stasiun kereta api nomor dua tertua di Indonesia, dan merupakan stasiun kereta api tertua yang masih operasional di Indonesia.

Stasiun tertua di Indonesia dalam beberapa catatan adalah Stasiun Semarang Gudang Tambaksari yang dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atas perintah Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele pada tanggal 16 Juni 1864

“Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur kereta api pertama dibuka, antara Tanggung-Kemijen yang berjarak 25 kilometer, oleh Gubernur Jendral Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele”, tutur Mbah Bejo.

Bangunan stasiun yang didirikan pertama kali telah dibongkar pada tahun 1910, kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru, yang dapat dilihat sampai sekarang. Pada pertengahan tahun 1980-an, stasiun ini pernah hendak dibongkar dan ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Stasiun Tanggung sekarang sudah difungsikan kembali untuk menaikkan penumpang kereta yang dilayani oleh kereta KRD Pandanwangi, yang melayani jurusan Semarang – Solo dan sebaliknya 2 kali sehari dan sebagai stasiun pengawas keamanan perjalanan kereta api di lintasan Brumbung-Gundih, yang juga melewati stasiun Kedungjati, yang tak kalah menarik nilai historisnya.

Komunitas Grobogan Corner(GC) dan kawan-kawan, berfoto bersama petugas stasiun

Komunitas Grobogan Corner(GC) dan kawan-kawan, berfoto bersama petugas stasiun

Komunitas Grobogan Corner(GC), Komonitas I Love Gubug, Komunitas Ngroto.net, Forum Peduli Grobogan (FMPG), pada hari Minggu (5/4/2015), melakukan susur wisata, mengunjungi Stasiun Tanggung. Salah satu tujuan susur wisata ini adalah untuk memperkenalkan dan menghargai sejarah masa lalu, sehingga lebih termotivasi untuk menghargai nilai-nilai sejarah bangsa.

Ketua GC Muchlisin Asti berharap stasiun bersejarah ini perlu dilestarikan. ”Stasiun Tanggung adalah stasiun kereta api kedua tertua di Indonesia dan kita berharap bisa diabadikan menjadi museum yang bisa menarik masyarakat untuk mengunjunginya“, kata berharap.

Ahmad, salah satu pengunjung warga Godong Grobogan, juga berharap stasiun ini biasa terawat dengan baik dan bisa menjadi salah satu obyek wisata di Grobogan. ”Saya kagum dengan keaslian Stasiun Tanggung yang kuno ini. Semoga tetap bisa terawat dengan baik karena bernilai sejarah,” kata Ahmad kepada Tabloid Sergap. (Ans)

Tahun Depan, Tanjung Perak Siap Layani Kapal Besar

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Surabaya (Sergap) – Dalam rangka meningkatkan pelayanannya, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus melakukan pembenahan, agar dapat berperan aktif dalam perdagangan ekspor-impor. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan, ditargetkan pada pertengahan 2015, kedalaman Pelabuhan Tanjung Perak akan ditambah 13-14 meter sehingga dapat disinggahi kapal-kapal generasi kelima yang bermuatan 10 ribu teus (twenty-foot equivalent unit). “Selama ini Pelabuhan Tanjung Perak hanya dapat dilalui kapal-kapal generasi kedua yang bermuatan 1.000 teus. Karena itu harus dikeruk lagi,” ujar Wahid, Sabtu (15/11/2014).

Sedangkan pada pertengahan 2016, Tanjung Perak ditargetkan akan memiliki kedalaman 16 meter dan lebar 200 meter. Tujuannya supaya kapal-kapal dari generasi ketujuh yang bermuatan 15 ribu teus dapat berlabuh.

Pelabuhan Tanjung Perak terus diperdalam, karena pelabuhan ini adalah pintu masuk menuju wilayah Indonesia bagian timur dengan intensitas kunjungan kapal sebanyak 150 hingga 170 setiap harinya.

“Kalau sudah seperti itu, Jawa Timur akan mampu bersaing dengan dunia internasional dalam dunia perdagangan ekspor-impor,” kata Wahid. Biaya pembenahan pelabuhan, menurut Wahid, berasal dari pihak ketiga, yaitu PT Pelabuhan Indonesia III dan investor luar negeri.

Sementara itu. saat berkunjung ke galangan kapal PT. PAL Indonesia, Jumat (14/11/2014),  Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo, mengatakan Pelabuhan Tanjung Perak akan dibenahi bersama-sama dengan empat pelabuhan lainnya, yaitu Pelabuhan Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Soekarno-Hatta di Makasar dan Sorong, Papua Barat.

Pembenahan kelima pelabuhan tersebut selain agar dapat bersaing dengan dunia internasional, khususnya Singapura, juga sebagai langkah Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN sekaligus perwujudan dari Program Tol Laut Presiden Joko Widodo. “Ada lima pelabuhan yang akan ditingkatkan kemampuannya,” kata Indroyono saat mengunjungi galangan kapal milik PT PAL Indonesia di Surabaya, Jumat, 14 November 2014.

Pengelola Pelabuhan Tanjung Perak, yakni PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), kata Indroyono, telah menyatakan kesiapannya mendukung program tol laut. “Pelindo III menyatakan siap, modalnya juga sudah siap. Mungkin hanya beberapa izin yang masih perlu diselesaikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk bantuan bagi Pelabuhan Makasar dan Sorong, pemerintah akan menyokong segala hal, dari mencarikan investor hingga menyediakan kapal untuk beroperasi di kedua pelabuhan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan layanan tol laut yang dimaksud pemerintah adalah pembangunan pelbagai sarana transportasi laut, seperti pelabuhan, kapal, dan sistem logistik maritim yang berputar secara periodik dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia.

Untuk mendukung rencana ini, pemerintah membuat gebrakan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung. Pemerintah juga membenahi perizinan melalui pemangkasan alur birokrasi yang cukup panjang.

Jusuf Kalla mengatakan Indonesia memiliki potensi menjadi negara besar karena memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja. Setelah proyek tol laut dan pembangunan infrastruktur berjalan, Kalla yakin target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2015 bisa dicapai. (ang)

PT KAI Luncurkan Tarif Promo Gong Xi Fat Chai

KA Gajayana

KA Gajayana

Surabaya (Sergap) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan program tarif promo “Gong Xi Fat Chai”, dalam rangka Hari Raya Imlek (Tahun Baru China). Tarif promo khusus ini berlaku untuk Kereta Api (KA) komersial  Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Bima, Sembrani dan Bangunkarta. Ketetapan tarif promo ini mulai berlaku untuk keberangkatan Senin 27 Januari hingga 28 Februari 2014.

Manager Humar PT KAI Daops 8 Surabya, Sri Winarto, di kantornya Kawasan Stasiun Gubeng, Surabaya, Senin (27/1/2014) mengatakan, bagi masyarakat pelanggan KA yang ingin berrekreasi dan bebergian ke Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta manfaatkan promo Gong Xi Fat Chai

Program tarif promo khusus KA eksekutif jarak jauh Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasarturi tujuan Jakarta PP, Gajayana Malang Kota Baru-Jakarta PP, Bima Surabaya Gubeng-Jakarta PP, Sembrani Surabaya Pasarturi – Jakarta PP, Bangunkarta Surabaya Gubeng – Jakarta PP, dan KA Gumarang Surabaya Pasarturi – Jakarta PP.  Dengan tarif yang biasanya Rp 350.000-450.000 tetapi dengan tariff promo rata-rata hanya Rp 238.000,- atau tiket murah meriah.

Menurut Sri Winarto tahun Baru China 2565  diharapkan bisa dirasakan manfaatnya magi masyarakat yang bepergian khususnya bagi pelanggan dan pengguna jasa angkutan kereta api.  Memang animo masyarakat untuk naik kereta api semakin tinggi, oleh karena itu PT KAI perlu mengakomodasi kemudahan pengguna jasa KA dalam mendapatkan tiket seperti promo hari Raya Imlek ini.

Dengan usianya yang sama dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, PT KAI terus berupaya memasyarakatkan moda angkuta KA baik penumpang KA Komersial jarak jauh dan menengah. Maka dengan dilakukan strategi promosi yang bertema tema Gong Xi Fat Chai maka kereta Api semakin dekat dihati masyarakat. Kuota jumlah tempat duduk promo  Gong Xi Fat Chai sekitar 2000-3000 tempat duduk/hari. Jumlah yang cukup dan saat ini tiket promo masih tersedia tersedia cukuk banyak.

Adapun tata cara untuk dapat memperoleh program promosi tersebut adalah sbb: Prosedur pemesanan tiket promo ini dapat dilakukan melalui loket penjualan di stasiun online, contact center 121, penjualan chanel eksternal kereta api (Indomaret, Alfamart, agen, dsb) dan internet reservation.

Tempat duduk promo dapat dilayani pada masa pemesanan dan penjualan langsung KA selama masih tersedia Tiket promo ini tidak dapat ditunda/ganti Apabila tiket promo dibatalkan, tidak mendapatkan pengembalian bea. Tiket tidak berlaku jika ditambahkan dengan reduksi lain.

Sebelumnya, PT KAI juga sudah menurunkan harga tiket kereta api untuk kelas ekonomi AC sebesar 30 hingga 50 persen yang berlaku mulai 1 September 2013. (ang)

Jatim Raih Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013

Gubernur Soekarwo saat menerima Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Menteri Perhubungan

Gubernur Soekarwo saat menerima Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Menteri Perhubungan

Surabaya (Sergap) – Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Presiden RI berhasil diraih Provinsi Jawa Timur, karena dinilai mampu meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan operasional sistem transportasi perkotaan, serta dinilai tertinggi dengan indikator kinerja penyelenggaraan lalu lintas dan pelaksanaan sistem lalu lintas jalan.

“Selama ini telah tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yan tertib, lancar, selamat, aman efisien, berkelanjutan, dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan. Ini yang menjadi dasar Jatim mendapat penghargaan,” ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan usai pemberian penghargaan di Surabaya, Kamis (03/10/2013)

Ia menegaskan bahwa angkutan darat merupakan tumpuan pertumbuhan ekonomi, sehingga konektivitas angkutan laut, udara dan darat sangat penting. Sektor perhubungan sangat menentukan keberhasilan percepatan pertumbuhan ekonomi. “Meski naik pesawat udara setinggi apapun dan kemana pun jauhnya akan kembali ke darat, begitu juga dengan angkutan kapal laut, sejauh kemana pun berlayar pasti akan kembali ke darat juga,” kata dia.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku bangga telah menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama tahun ini dan berharap prestasi itu menjadi motivasi dan tidak membuat puas diri dalam menghadapi sistem transportasi perkotaan yang semakin lama diperkirakan bertambah rumit seiring dengan kemajuan teknologi.

“Terima kasih atas kepercayaan dari pemerintah pusat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan sistem operasional transportasi antardaerah dan menjadikan Jatim sebagai daerah ramah serta nyaman transportasi,” kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Disinggung tentang mobil murah, pihaknya mengaku tidak memiliki otoritas melarang. Namun, mengusulkan agar mobil murah lebih baik dari produk nasional, serta khusus daerah padat penduduk seperti di Pulau Jawa, lebih baik memaksimalkan transportasi massal.

“Kami tidak bisa melarang, namun kalau ada pembatasan produk dan pemasarannya dibatasi mungkin bisa. Kami cenderung Jatim lebih baik mengandalkan sistem transportasi massal. Selain itu, rasio jalan sudah tidak memadai meski sudah ada beberapa antisipasi, salah satunya dengan pengeprasan berem,” kata dia.

Selain Jawa Timur, empat provinsi lain yang menerima penghargaan serupa adalah Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Sedangkan kabupaten/kota penerima WTN tahun 2013 masing-masing Kota Surabaya untuk klasifikasi kota metropolitan, Kota Madiun, Mojokerto, dan Probolinggo (klasifiaksi kota sedang), dan Kabupaten Lumajang (klasiifikasi kota/kabupaten kecil).

Selanjutnya, kota/kabupaten penerima Piala WTN kategori Lalu Lintas 2013 adalah Kota Malang (Klasifikasi kota besar), Kota Blitar, Kediri, Pasuruan (kota sedang), dan tujuh kabupaten yaitu Magetan, Malang, Pacitan, Mojokerto, Sidoarjo, Tuban dan Tulungagung (klasifikasi kabupaten kecil). (ang)

Selain Piala WTN, Kota Blitar Dapat Hadiah Bus Sekolah

Walikota Blitar Samanhudi Anwar, SH (kanan) ketika menerima Piala WTN dari Dirjen Perhubungan Darat

Walikota Blitar Samanhudi Anwar, SH (kanan) ketika menerima Piala WTN dari Dirjen Perhubungan Darat

Blitar (Sergap) – Kerja keras Dinas Perhubungan Kota Blitar tidak sia-sia, terbukti Kota Blitar berhasil mendapatkan penghargaan dari Pre-siden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono berupa Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Tingkat Kota Sedang tahun 2013.

Hari Kamis tgl. 3 Oktober 2013 di Hotel Shangri-La Surabaya, Walikota Blitar Muh. Samanhudi Anwar. SH, menerima langsung Piala Wahana Tata Nugraha yang diserahkan lang-sung oleh Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubung-an Republik Indonesia, Suroyo Alimoesa.

Wali Kota mengatakan bahwa penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) ini juga merupakan prestasi masyarakat Kota Blitar yang berani dan tertib dalam berlalu lintas, Kota Blitar menjadi baik untuk penataan dan kelancaran dalam berlalu lintas. “Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Blitar atas prestasi Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Tingkat Kota Sedang tahun 2013 yang telah diraih, ini merupakan prestasi masyarakat Kota Blitar”, katanya.

Pemkot Blitar juga berharap masyarakat Kota Blitar selalu untuk tertib berlalu lintas meskipun Kota Blitar wilayahnya cukup kecil, hanya ada 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Sananwetan, Kecamatan Kepanjenkidul dan Kecamatan Sukorejo bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain di Indonesia yang memiliki wilayah cukup luas.

“Tertib berlalu lintas serta menyelesaikan persoalan transportasi akan tetap kami utamakan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di Kota Blitar. Untuk itu kami berharap semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga dan taat terhadap rambu-rambu lalu lintas yang ada demi kenyamanan dan keselamatan bersama”, kata walikota lagi.

Selain mendapatkan Piala WTN tahun 2013, Pemkot Blitar juga mendapatkan bantuan berupa satu buah Bus Sekolah yang diberikan secara simbolis oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, E.E. Mangindaan.

Bus Sekolah ini diharapkan akan membantu kelancaran berlalu lintas para pelajar di Kota Blitar. “Bus Sekolah ini juga akan membantu kelancaran lalu lintas para pelajar yang akan berangkat dan pulang sekolah di Kota Blitar”, terang walikota yang juga Komandan Kawula Alit ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar (Kasdishub), Hakim Sisworo menambahkan, keberhasilan Kota Blitar dalam meraih Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Tingkat Kota Sedang tahun 2013 ada beberapa indikator diantaranya adanya keselamatan jalan yang cukup baik di Kota Blitar, tingginya kedisiplinan masyarakat kota Blitar dalam berlalu lintas dan adanya managemen lalu lintas yang baik.

“Untuk menunjukkan keberhasilan masyarakat Kota Blitar atas diraihnya Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Tingkat Kota Sedang tahun 2013, maka hari ini (Jum’at tgl. 4 Oktober 2013), piala kita kirap dari Terminal Bus Patria menyusuri jalan-jalan protocol menuju Kantor Walikota start pukul 08.00 WIB”, kata Kadishub kepada Tabloid Sergap usai kirap.  (Oke)