Komjen Buwas Siap Tembak Mati Pengedar Narkoba

buwas

Ketua Badan Narkotika Nasional Komjenpol Budi Wasesa

Surabaya (Sergap) – Dalam acara ‘Ngopi Bareng Buwas-Pimred Media’ di Surabaya, Rabu malam (09/11/2016), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menegaskan, bahwa pihaknya siap menembak mati pengedar narkoba, karena tindakannya sudah merusak jutaan generasi muda dan mengancam masa depan negara.

“Kami tidak ngawur, karena tindakan tegas itu juga terukur, sebab akan kami lakukan pada pengedar yang kami sudah punya data pelanggaran hukumnya. Kalau sudah begini masih direhabilitasi justru kita yang kalah, karena mereka pasti cari mangsa lagi,” tegasnya. Mantan Kabareskrim Polri ini juga menjamin, bahwa tindakannya tidak akan melanggar hukum dan HAM.

“Pernyataan Presiden bahwa Indonesia berstatus darurat narkoba itu sudah di atas UU, bahkan Presiden menyatakan perang pada narkona. Selain itu juga ada Perkap (Peraturan Kapolri). Tindakan mereka yang merusak jutaan generasi muda itu justru lebih melanggar HAM,” katanya.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang akan bertindak tegas pada pengedar narkoba yang merusak jutaan generasi muda itu. “Kami tinggal menunggu senjata standar yang kami pesan dan akan datang pada bulan November,” katanya.

Alasannya, katanya, saat ini tercatat 40-an orang per hari yang meninggal dunia akibat menjadi pengguna narkoba yang menggerogoti sistem metabolisme pada organ tubuh mereka, sedangkan bandar besar yang diuntungkan umumnya ada di luar negeri.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengakui kendala paling berat dalam penegakan hukum untuk kasus narkoba adalah melawan ‘musuh’ dari dalam. “Kalau musuh di luar itu gampang mengatasi, tapi kalau ‘musuh’ itu ada di dalam itulah yang paling sulit, karena setiap tindakan kita bisa bocor kepada musuh di luar, sehingga penegakan hukum pun bisa berantakan (gagal). Mereka juga layak ditembak mati, karena merusak citra Polri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir menilai Komjen Buwas dalam penegakan hukum di Tanah Air merupakan sosok yang memiliki daya kejut. “Bagi wartawan, tentu hal itu sangat layak untuk diberitakan, apalagi untuk pemberantasan narkoba yang patut mendapat dukungan media,” katanya.

Tampak juga hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Jatim H. Saifullah Yusuf, Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Rahmad Pribadi, Kepala Staf Armada Timur, Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan dan Kepala Staf Garnisun Tetap III Surabaya, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Amiruddin Harun. (win)

Iklan

GM Pelindo III Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Foto1004

Press Release di Mapolrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete (kiri) dan tersangka Eko Harijadi Budijanto

Surabaya (Sergap) – Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak,  Eko Harijadi Budijanto, pelaku penodongan pistol ke pegawai konter HP di Plasa Marina, M Sofi, akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka, Minggu (6/12/2015).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan maraton, baik mengambil keterangan dari pelaku Eko Harijadi maupun korbannya, M Sofi, pihaknya langsung menaikkan status pelaku dari terlapor menjadi tersangka. “Tepat pukul 14.00 WIB, Sat Reskrim Polrestabes Surabaya resmi melakukan penahanan terhadap tersangka EH,” tegasnya.

AKBP Takdir Mattanete menjelaskan bahwa senjata yang digunakan GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak itu saat melakukan aksi penodongan merupakan jenis airsoft gun yang mirip jenis FN. “Tersangka tidak memiliki Surat ijin kepemilikan senjata dari Polda Jatim dan hanya punya surat keanggotaan dari Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PERBAKIN),” tambahnya.

Sementara GM PT Pelindo III cabang Tanjung Perak,  Eko Harijadi Budijanto mengaku sangat menyesali perbuatannya di hadapan puluhan wartawan yang menghadiri Press Release di Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, sebagai pejabat publik tak sepaptutnya melakukan hal yang arogan dan memalukan tersebut. “Sebagai salah satu pejabat publik, saya membuktikan bahwa saya pribadi taat hukum dan bersedia mempertanggungjawabkan perbuatan dengan siap untuk ditahan atas kesalahan yang saya perbuat, tandasnya sambil menunduk.

Perlu diketahui, GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak,  Eko Harijadi Budijanto ini diamankan Polrestabes Surabaya setelah menodong M Sofi, karyawan konter HP di lantai III Plasa Marina Jl Margorejo, Sabtu (5/12/2015).

Akibat perbuatannya, pejabat BUMN ini dijerat pasal berlapis yakni pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan serta UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata. (ib)

Hasil Survey, Risma Menang Mutlak di Pilkada Surabaya

risma wisnu mendaftar

Pasangan Risma dan Wisnu saat mendaftar ke KPU Surabaya

Surabaya (Sergap) – Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, menang telak atas penantangnya, Rasiyo-Lucy Kurniasari. Hal ini disampaikan oleh Lembaga Survei PT. Siber Media Abadi yang telah melakukan penelitian sepanjang tanggal 20-24 November 2015.

“Jadi, mayoritas warga Kota Surabaya masih menganggap pasangan Risma-Whisnu layak memimpin Kota Surabaya lagi,” kata Gunawan Abdillah, salah satu surveyor Pilkada Indonesia, kepada wartawan di Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (28/11/2015).

Menurut Gunawan, dari 506 responden yang tersebar di 31 kecamatan se-Kota Surabaya, 67,79 % menilai pasangan inkumben Risma-Whisnu masih sangat layak memimpin Kota Surabaya. Sedangkan penantangnya, Rasiyo-Lucy, hanya mengantongi 23,12 % pendukung. “Sementara 9,09 persen tidak menjawab salah satu calon yang akan dipilihnya pada 9 Desember mendatang,” ujarnya.

Metode survey yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan mendatangi 506 responden, baik pria maupun wanita, di 31 kecamatan se-Kota Surabaya. “Semua responden kami wawancarai langsung dengan tatap muka,” kata Gunawan.

Survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka ini, bertujuan untuk mengukur tingkat toleransi sikap dan prilaku pemilih terhadap keinginan mengikuti Pilkada Surabaya pada 9 Desember mendatang. “Sedangkan margin of error dari penelitian ini hanya mencapai 4-5 persen,” tambah Gunawan.

Pilkada Surabaya diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, yang diusung PDIP, dan penantangnya, Rasiyo-Lucy Kurniasari, yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional.

Kedua pasangan calon ini sudah tiga kali melakukan Debat Publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya, sehingga warga Surabaya bisa menilai calon yang akan dipilihnya pada 9 Desember mendatang. (win)

Kapal Ro-Ro Tenggelam, Diduga Muatannya Bergeser

KM Wihana Sejahtera2

Proses evakuasi penumpang KM Wihan Sejahtera sesaat setelah kapal Ro-Ro tersebut terbalik (kiri). Foto KM Wihan Sejahtera dari sisi lain (Dok. Basarnas)‎

Surabaya (Sergap) – Kapal Motor (KM) Wihana Sejahtera tujuan Surabaya -Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusat Tenggara Timur (NTT) tenggelam di kolam Terminal Teluk Lamong, Senin (16/11/2015) pagi. Kapal jenis Roll on Roll off (Ro-Ro) berpenumpang 175 orang dan 62 kendaraan ini sempat mengalami benturan keras di bagian lambung. ‎

Seorang penumpang tujuan Pelabuhan Labuan Bajo, Flores, NTT, Rofian Robatsotiwa (33) menceritakan, para penumpang sempat dikejutkan dengan benturan itu.  Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.  “Sebelum benturan dan membuat semua penumpang terkejut, posisi kapal masih normal” kata Rofian ditemui Tabloid Sergap di Terminal Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (16/11/2015).

Setelah benturan, kapalpun bergetar dan perlahan mulai oleng ke kanan. Ia melihat semua penumpang panik, bahkan ada penumpang yang nekad terjun ke laut, dan sebagian lagi berlari bingung sambil membawa anaknya. “Sebagian penumpang bergerak ke bagian kiri kapal untuk menyeimbangkan beban,” kata ibu dua anak itu.

Sementara itu, Densi Darius Jebaru (20) kenek salah satu ekspedisi menceritakan saat semua penumpang panik, awak kapal membunyikan klakson tanda mengharapkan pertolongan dari kapal lainnya. “Untungnya, tidak lama setelah klakson pemberi tanda dibunyikan, beberapa kapal merapat dan mengevakuasi penumpang terlebih dahulu perempuan dan anak-anak,” tutur Darius.

Kapal-kapal yang evakuasi penumpang KM Wihan Sejahterah, yakni 5 unit kapal Ditpol Air Polda Jatim dan dibantu 4 unit Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Perak Surabaya, serta 2 unit kapal Basarnas.

Meski hanya membawa baju dan celana, warga Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Ruteng Manggarai, NTT itu mengaku bersyukur karena nyawanya selamat, meskipun truk yang membawa sembako dan beton besi ikut tenggelam, bersama KM Wihan Sejahtera.

Banyak penumpang mendengar suara gemuruh keras dan merasakan getaran hebat sebelum KM Wihan Sejahtera miring dan akhirnya tenggelam. Belum dapat dipastikan apa yang membuat kapal menjadi seperti itu.

“Kami menduga ada muatan yang geser yang membuat kapal menjadi miring,” kata Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak, Rudiana kepada wartawan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara.

Yang dimaksud Rudiana dengan muatan adalah kendaraan truk besar yang diangkut kapal. Truk tersebut diduga bergeser dari tempatnya sehingga menghantam dinding kapal yang pada akhirnya membuat kapal miring lalu tenggelam.“Kalau bocor sepertinya iya, nggak mungkin tenggelam kalau tidak bocor,” cetus Rudiana.

Rudiana menduga ada salah penataan kendaraan yang masuk ke kapal. Salah penataan bukan berarti salah menata letak kendaraan, tetapi lebih kepada salah menata berat atau tonase kendaraan tidak sesuai dengan tempatnya. “Kemungkinan salah penataan,” lanjut Rudiana.

KM Wihan Sejahtera dengan bobot 9.786 gross tonnage (GT) mendapat Surat Persetujuan Berlayar dari Syahbandar Utama Tanjung Perak No Ni/ APV/ 582 / XI/ 2015 bertolak dari Surabaya pada tanggal 16/11/2015 pukul 07.10 Wib menuju Pelabuhan Labuan Bajo dengan jumlah awak kapal 25 orang dan penumpang 27 orang. Serta 62 unit kendaraan meliputi 2 unit sepeda motor, 10 unit kendaraan kecil, 7 unit truk sedang, dan 43 unit truk besar.

Saat ditanya jumlah penumpang yang melebihi manifest muatan kapal, Rudiana menyatakan, bahwa ada pihak-pihak yang tidak melakukan pengecekan secara detail. Namun, ia enggan menyebutkan pihak-pihak yang bertanggung jawab tersebut. “Siapa tahu dalam kendaraan lebih dari 1 atau 2 orang sesuai dengan tiket,” tegasnya.

Mengenai laiknya kapal berlayar, Rudiana mengatakan bahwa kapal yang dinahkodai Asep Hartono ini laik layar. Pada tanggal 4 November 2015, dilakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan baik.

Dikesempatan sama, Istikhomah Manager PT Trimitra Samudra selaku perusahaan pelayaran KM Wihan Sejahtera mengatakan, pihaknya tidak bertanggungjawab atas nasib 148 penumpang.  “Kami hanya memberikan asuransi kepada 27 orang (penumpang,red) saja sesuai tiket. Sedangkan lainnya saya tidak tahu menahu,” kata Istikhomah saat dimintai keterangan oleh petugas di Terminal Gapura Surya Nusantara.

Ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan, 25 korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Port Hospital Center (PHC) Surabaya. Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha RS PHC Surabaya Harry Setiawan mengatakan, 25 penumpang yang dirawat. 1 di antaranya atas nama Fadli Adam mengalami luka patah di bagian kakinya dan harus menjalani perawatan khusus oleh tim dokter. Sedangkan 24 lainnya mengalami luka memar.
Dia menambahkan pihak rumah sakit memberikan perawatan terbaik kepada seluruh penumpang kapal yang menjadi korban. “Di PHC ada tim kegawatdaruratan yang bertugas khusus menangani korban massal dan seluruhnya sudah datang untuk menanganinya,” imbuh Harry.

Dampak tenggelamnya kapal Ro-Ro ini, alur pelayaran barat Surabaya (APBS) terganggu. Dipastikan aktivitas kegiatan bongkar muat Terminal Teluk Lamong terganggu.  “Ada kapal muat curah yang akan bongkar di Teluk Lamong karena JS (Jamrud Selatan) dan Berlian penuh. Akibat peristiwa itu, kegiatan bongkar batal,” kata Asisten Manager Perencanaan dan Penetapan Kapal PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Joko Suwarno.

Joko menambahkan, sejumlah kapal yang berlabuh di Bouy 10 perairan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dibersihkan. Pasalnya, Pelindo III Cabang Tanjung Perak melakukan diskresi lalu lintas kapal yang melalui APBS. “Sedianya Bouy 10 sebagai tempat labuh kapal, kini digunakan jalur masuk kapal (Pelabuhan Tanjung Perak,red),” jelas Joko kepada Tabloid Sergap saat menyisir APBS dengan menggunakan kapal RIB (rigid inflatable boat).
Adapun kapal-kapal tersebut yang dipindahkan dari Bouy 10, yakni KM Aya 3, KM New Glory (terbakar Minggu,15 November 2015), ‎ KM Marti Prime, KM Mentari Crystal, dan KM Crystal Pearl. (Icsan)

Presiden : Nilai-Nilai Kepahlawanan Adalah Nafas Hidup Kita

Surabaya (Sergap) – Dalam rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini, ada yang berbeda. Untuk pertama kalinya Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Tugu Pahlawan Surabaya akan dipimpin oleh seorang Presiden.

Presiden Jokowi Beramah-tamah dengan Keluarga Bung Tomo, sesaat setelah memimpin Upacara Hari Pahlawan di Tugu Pahwan Surabaya (10/11/2015)

Presiden Jokowi beramah-tamah dengan Keluarga Bung Tomo, sesaat setelah memimpin Upacara Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan Surabaya (10/11/2015)

Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Tugu Pahlawan, Selasa (10/11/2015) tadi pagi.

Dalam amanatnya, Presiden RI Joko Widodo berpesan dan mengingatkan seluruh rakyat berbagai elemen agar jangan lelah mencintai Indonesia, setelah pengorbanan para pahlawan membuka jalan bagi masyarakat saat ini.

“Ingat, dengan keringat dan darah para pahlawan membuka jalan. Sekarang saatnya kita bersatu padu menempuh jalan perubahan untuk masa depan yang berdaulat mandiri dan berkepribadian,” kata Presiden.

Saat ini Indonesia berada di awal perubahan menuju penguatan pondasi pembangunan nasional dengan harapan membawa kemakmuran rakyat se-Tanah Air. “Selanjutnya perubahan Indonesia sentris, bukan sekadar Jawa sentris, kemudian perubahan ke arah kebebasan berpendapat konstrutif dan merajut persatuan nasional, bukan menghasut konflik horizontal dan menciptakan histeria publik,” kata Presiden dalam pidatonya.

Selain itu, berikutnya adalah perubahan ke arah pengargaan pada hak asasi manusia, perang terhadap korupsi, serta pemberantasan kemiskinan. “Hal itulah yang menjadi tantangan sejarah yang harus kita hadapi ke depan. Tapi saya percaya nilai-nilai kepahlawanan seperti perjuangan, pengabdian dan pengorbanan tanpa pamrih untuk bangsa adalah nafas hidup kita di bidang masing-masing,” tegas Presiden.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo juga mengakui bahwa dengan jiwa kepahlawanan maka bangsa ini akan memiliki pahlawan-pahlawan baru yang berjuang untuk bangsa dan Negara di lapangan kehidupannya. “Maka itu saya mengajak elemen bangsa untuk selalu optimistis dan tetap dengan keyakinan kuat merajut persatuan, membangun bangsa dan menggapai kemajuan sehingga Negara Indonesia tegak berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa secara khusus pada tahun 2015 ini, Negara telah menganugerahkan gelar pahlawan kepada Almarhum Bernard Wilhem Lapian, tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara, Almarhum Mas Isman, tokoh dari Provinsi Jawa Timur; Almarhum Komisaris Jendral Polisi Dr. H. Moehammad Jasin, tokoh dari Provinsi Jawa Timur; Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung, tokoh dari Provinsi Bali dan Almarhum Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah.

Tampak hadir bersama Presiden antara lain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan sejumlah menteri Kabinet Kerja lainnya.

Juga tampak di barisan kursi undangan, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar beserta pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Timur.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya, menginformasikan bahwa usai memimpin upacara, Presiden dan Ibu Negara Iriana akan menuju Galangan Kapal PT Adi Luhung Sarana Segara Indonesia (ALSSI) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim.

“Dalam beberapa kesempatan kunjungannya ke daerah, Presiden menyempatkan diri untuk melihat industri galangan kapal. Hal ini dilakukan Presiden untuk menunjukkan keseriusan pemerintahan Jokowi-JK memperhatikan sektor maritime,” terang Ari dalam rilisnya.

Di Bangkalan ini, Presiden Jokowi akan meresmikan Kapal Khusus Pengangkut Ternak KM Camara 1, Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 56 dan Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 55.

Pada sore harinya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara  Iriana, lanjut Ari, akan menuju Malang untuk membuka Turnamen Sepakbola Piala Jenderal Sudirman. Turnamen ini adalah turnamen yang dijanjikan Presiden usai menyaksikan pertandingan final Piala Presiden antara Persib dan Siriwijaya FC.

Hari ketiga di Jawa Timur, Presiden dan Ibu Negara Iriana akan menuju Tuban untuk melihat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).  ‎Di TPPI ini, Presiden akan melihat pemrosesan bensin premium di dalam negeri.

“Proses premium ini akan mengurangi impor premium 20 persen atau 61.000 barel per hari . Bila harga gasoline 60 dollar AS per barel maka penghematan devisa mencapai 1,9 Miliar dollar AS per tahun atau hampir Rp 24 Triliun penghematan per tahun,” jelas Ari.

Menurut Tim Komunikasi Presiden itu, sebelum kembali ke Jakarta, Presiden Jokowi akan  meluncurkan program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Gresik.

Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo dijadwalkan akan kembali ke Jakarta pada hari Rabu (11/11) pukul 17.30 WIB, dan diperkirakan tiba di Jakarta pada pukul 18.50 WIB. (win)

Crane Buatan Tiongkok Resmi Dioperasikan

General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto melakukan Pecah Kendi di salah satu alat STS crane. (sergap/icsanbakhtya)

General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto melakukan Pecah Kendi di salah satu alat STS crane. (sergap/icsanbakhtya)

Surabaya (Sergap) – PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III Cabang Tanjung Perak mengoperasikan perdana 2 unit Ship To Shore (STS) Crane asal Tiongkok untuk melakukan bongkar dan muat terhadap petikemas kapal KM Meratus Kapuas di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (6/11/2015). ‎

Manajer Terminal Nilam dan Mirah PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Bambang Wiyadi menjelaskan, jumlah petikemas yang dibongkar dan dimuat dari KM Meratus Kapuas mencapai 762 Teus. Dengan perincian bongkar  412 Teus dan muat 350 Teus.
“Proses bongkar dan muat dapat berjalan dengan baik dan lancar karena sebelum dioperasikan secara penuh telah diujicobakan,’’ jelasnya.

General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto, menjelaskan bahwa dua unit STS Crane tersebut mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan crane yang sudah ada, yakni mulai dari kapasitas angkut yang mencapai maksimal 40 ton, kecepatan melakukan aktivitas bongkar muat petikemas hingga 35 box/crane/hour. “Selain itu, dalam mengoperasikan 2 STS Crane cukup menambah pasokan energi dengan menambah power house sebesar 2,5 MVA (±1 MVA / Crane), selain itu juga ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar listrik,” paparnya.

Eko menambahkan, pihaknya menargetkan sebelum tahun 2017 Container Crane (CC) yang saat ini masih berbahan bakar solar akan dikonversi menjadi bahan bakar listrik, sehingga eco green port atau sustainable port dapat sepenuhnya diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak. “Kami ingin mewujudkan pelabuhan Tanjung Perak yang ramah lingkungan demi kelangsungan generasi yang akan datang”, ungkap Eko  saat memberikan sambutannya.

Pada kesempatan tersebut Eko juga berpesan kepada seluruh operator alat bongkar muat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, selalu berkonsentrasi dalam mengoperasikan alat bongkar muat maupun waspada dalam bekerja di lapangan, selalu melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri, sehingga zerro accident dapat selalu dipertahankan.
‎Seperti diberitakan sebelumnya,  2 Unit crane asal Tiongkok tersebut STS) telah diuji cobakan melakukan Bongkar dan Muat terhadap muatan peti kemas kapal KM Teluk Berau dan KM Pulau Nunukan di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (1/11/2015).

Tujuan dari Uji coba sebelumnya adalah untuk memastikan segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik dan lancar sebelum dioperasikan secara penuh atau dilaunching pada hari ini. (ib)

Tanjung Perak Barometer Pelabuhan di Indonesia

Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang Komunikasi, Sosial, dan Politik, M. Fariza Y. Irawady (tengah), GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto dan GM PT Pelni Surabaya, Presda Simangasing saat meninjau fasilitas Pelabuhan Tanjung Perak dari Terminal Penumpang GSN. (Icsan Bakhtyar)

Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang Komunikasi, Sosial, dan Politik, M. Fariza Y. Irawady (tengah), GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto dan GM PT Pelni Surabaya, Presda Simangasing saat meninjau fasilitas Pelabuhan Tanjung Perak dari Terminal Penumpang GSN. (Icsan Bakhtyar)

Surabaya (Sergap) – Pelabuhan Tanjung Perak harus menjadi model pelabuhan lain dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa. “Inovasi-inovasi Pelindo III Cabang Tanjung Perak harus menjadi barometer bagi pelabuhan lainnya. Sayang apabila hanya bisa dinikmati oleh pengguna di satu tempat saja,” kata Staf Khusus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi Bidang Komunikasi, Sosial, dan Politik, M. Fariza Y. Irawady disela kunjungan di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (3/11/2015).

Inovasi-inovasi Pelindo III Cabang Tanjung Perak dalam peningkatan kualitas layanannya, yakni clusterisasi terminal, penerapan sistem aplikasi anjungan, terminal penumpang modern, penerapan simpandu dan simtunda, pemenuhan kebutuhan SBPP (15 unit kapal tunda, 7 unit motor Pandu, dan 3 unit RIB), penambahan petugas pandung (eksisting 64 orang) hingga  penambahan 2 CC (container crane) di Terminal Nilam.

“Karena itu, Pak Menteri menugaskan kami membentuk tim pemantauan pelayanan publik di Tanjung Perak agar pelayanan publiknya prima. Mengingat sekitar 80 persen arus barang dan jasa berada di pelabuhan dan bandara,” kata Fariza.

Fariza menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemantauan Pelabuhan Tanjung Perak secara kesinambungan. Pasalnya, pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia itu tengah disorot oleh dunia internasional. “Tim memantau tidak hanya hari ini saja (kemarin,red) tetapi secara kesinambungan. Sebelum dinilai oleh pihak luar negeri jadi kita dulu. Karena Kementerian PAN RB memiliki kewajiban untuk melakukan evaluasi dan pemeringkatan pelayanan publik,” jelas pria yang akrab disapa Caca ini.

Dari hasil pemantauan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), lanjut Caca, pelayanan publik di Pelabuhan Tanjung Perak berjalan baik. Khususnya optimalisasi penggunaan alat informasi teknologi untuk mendeteksi kapal sebelum sandar.

“Ini langkah bagus untuk mengurangi dwelling time. So far secara keseluruhan di sini (GSN,red) bukan hanya baik tapi harus jadi tolok ukut bagi pelabuhan lain,” ungkapnya

Caca menambahkan, sedikitnya 25 kategori penilaian pelayanan publik yang dilakukan oleh tim pemantau Kementerian PAN RB. Diantaranya, standar pelayanan publik, publikasi maklumat, survey kepuasan masyarakat, sistem pengaduan yang bisa diakses, media untuk pengaduannya hingga sarana prasarana.

“Check list itu semua akan jadi bahan evaluasi kami dalam bentuk pelayanan maupun peningkatan. Supaya pelabuhan-pelabuhan lain memiliki tolok ukur. Berdasarkan data indeks kepuasan pelanggan yang dilakukan Pelindo III Cabang Tanjung Perak pada tahun 2013 dan 2014 mencapai 3,64 persen.  Dengan pencapaian janji layanan sejak Januari 2015 – September 2015 dapat diselesaikan dari 9.95 menit hingga 8 menit,” lanjut Caca.

Saat ditanya, pelayanan publik kapal-kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai fasilitas penunjang dari Terminal Penumpang Modern GSN yang masih banyak butuh dukungan dari pemerintah, lebih lanjut Caca mengatakan, tim juga akan melakukan hal sama. Meski, evaluasi hingga rekomendasi tersebut tidak bersifat mendesak.

“Kalau kapal Pelni-nya sebagus apapun tapi saat masuk pelabuhan berantakan maka terjadi kongesti. Tapi di Jamrud Utara, begitu merapat (KM Dobonsolo) truk trailer sudah siap mengangkut, penumpang turun dan naik sudah rapi,” pungkasnya. (ib)

Crane Tiongkok Perkuat Kinerja Tanjung Perak

Crane buatan Tiongkok di Terminal Nilam Tanjung Perak, Surabaya

Crane buatan Tiongkok di Terminal Nilam Tanjung Perak, Surabaya

Surabaya (Sergap) – PT. Pelindo III (Persero) melakukan uji coba bongakar-muat peti kemas 2 unit Ship To Shore (STS) Crane asal Tiongkok. Uji coba itu dilakukan terhadap peti kemas di kapal KM Teluk Berau dan KM Pulau Nunukan di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. ‎

“Uji coba ini adalah menguji kehandalan dari alat bongkar muat,’’ kata Manajer Terminal Nilam dan Mirah PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Bambang Wiyadi, Minggu (1/11/2015).

Bambang menambahkan jumlah peti kemas yang dibongkar dan dimuat dari KM Teluk Berau mencapai 432 Teus, dengan perincian bongkar  211 Teus dan muat 221 Teus. Sedangkan, petikemas yang dibongkar dari KM Pulau Nunukan mencapai 433 Teus.

“Kami ingin memastikan segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik dan lancar sebelum dioperasikan secara penuh atau dilaunching,’’ jelasnya.

Perlu diketahui PT Pelindo III (Persero) pada akhir September lalu mendatangkan empat alat bongkar muat yang terdiri dari 2 unit Ship to Shore (STS) crane dan 2 (dua) unit Grab Ship Unloader (GSU) buatan Cina. Dua) unit Ship to Shore (STS) crane ditempatkan di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak. Sedangkan, 2 (dua) unit Grab Ship Unloader (GSU) ditempatkan di Terminal Teluk Lamong.

Ship to Shore (STS) crane mempunyai beberapa kelebihan dibanding crane yang sudah ada di Terminal Nilam, diantaranya, yakni mulai dari kapasitas angkut yang mencapai maksimal 40 ton, kecepatan melakukan aktivitas bongkar muat petikemas hingga 35 box/crane/hour, lebih cepat dibandingkan dengan Container Crane (CC) yang sudah ada yang hanya mampu 25 box/crane/hour. Kemudian Grab Ship Unloader (GSU) berkapasitas 2000 ton/jam dan digunakan untuk melayani proses bongkar curah kering (bahan makanan, pertanian dan biji-bijian atau food and feed grain).

“Keberadaan keempat crane ini akan mempercepat proses bongkar muat di pelabuhan Tanjung Perak dan Teluk Lamong sehingga dapat mengurangi biaya logistik,” kata Kepala Humas Pelabuhan Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano.

Kelebihan lainnya, tambah Pria lulusan World Maritime University, Swedia ini, keempat alat bongkar muat tersebut ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar listrik. Alhasil, polusi udara dan suara serta getar disekitar pelabuhan dapat di minimalisir.

“Di dalam mengoperasikan 2 STS Crane kami cukup menambah pasokan energi dengan menambah power house sebesar 2,5 MVA (±1 MVA / Crane), dibandingkan dengan penggunaan Container Crane (CC) yang sudah ada operasionalnya menghabiskan sekitar ± 12 Kiloliter BBM per crane perbulannya”, katanya.

Ditargetkan pula bahwa sebelum tahun 2017, Container Crane (CC) yang saat ini masih berbahan bakar solar akan dikonversi menjadi bahan bakar listrik, sehingga eco green port atau sustainable port dapat sepenuhnya diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kami ingin mewujudkan pelabuhan Tanjung Perak yang ramah lingkungan demi kelangsungan generasi yang akan datang,’’ tegas pria yang akrab dipanggil Yogi ini. (ib)

10.000 Mangrove Percepat Penghijauan Surabaya

PENGHIJAUAN - ‎Direktur Utama PT. Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi (empat dari kanan) dan Sekretaris Perusahaan PT. Pelindo III (Persero), Yon Irawan (tiga dari kanan) saat menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Surabaya Utara, Jumat (30/10/2015).

PENGHIJAUAN – ‎Direktur Utama PT. Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi (empat dari kanan) dan Sekretaris Perusahaan PT. Pelindo III (Persero), Yon Irawan (tiga dari kanan) saat menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Surabaya Utara, Jumat (30/10/2015).
<Sergap/icsan bakhtyar>

Surabaya (Sergap) – PT. Pelindo III (Persero) melalui Terminal Teluk Lamong terus mewujudkan komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan penanaman 10.000 bibit Mangrove  di kawasan pesisir utara Surabaya pada hari Jumat (30/10/2015). ‎

Tahun sebelumnya, Terminal Semi Otomatis ini juga telah menanam 11.000 bibit Mangrove di lingkungan kawasan pesisir utara Surabaya. Penanaman Mangrove tersebut merupakan sinergi antara PT. Pelindo III (Persero), Terminal Teluk Lamong dan PT. Pertamina (Persero) sebagai perwujudan pelestarian lingkungan melalui penghijauan.

“Kegiatan kali ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN untuk memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat sehingga akan terjalin kerjasama yang baik dengan semua pihak”, kata Prasetyadi, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, PT Pertamina (Persero), melalui Amrun Mahda selaku Area Manager SME & SR Partnership Program Region Jatim Balinus.

Penanaman Mangrove di area pesisir utara Surabaya merupakan program kemitraan kepada lingkungan dan masyarakat yang diharapkan dapat terus dilakukan agar perusahaan dapat memberikan kontribusi penuh kepada masyarakat.

Kegiatan Bina Lingkungan Penanaman Mangrove kali ini, merupakan yang kedua setelah pada November 2014 lalu telah ditanam 11.000 mangrove dikawasan Terminal Teluk Lamong.

Dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan PT Pelindo III (Persero), Yon Irawan, acara tersebut dilakukan sebagai salah satu pembuktian komitmen green port Terminal Teluk Lamong.  “Pelindo III menyambut baik acara seperti ini demi menjaga kelestarian lingkungan serta mohon agar masyarakat menjaga dan merawat pertumbuhan mangrove tersebut agar lestari dan bermanfaat”, jelas Yon.

Penanaman Mangrove tersebut merupakan salah satu program sosial PT Pelindo III (Persero), melalui Terminal Teluk Lamong untuk menjaga ekosistem lingkungan dan dunia. Pasalnya, pelabuhan yang berkonsep green port dengan berbasis teknologi kepelabuhanan yang mutakhir dan telah menjadi icon baru tak hanya Provinsi Jawa Timur, juga menjadi icon smart port di Indonesia.

Terminal Teluk Lamong juga mengundang tokoh masyarakat untuk hadir dan melakukan penanaman Mangrove berjenis Rhizopora Apiculate tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pelindo III (Persero) dan PT Pertamina (Persero) melalui PT. Terminal Teluk Lamong yang telah melakukan pembinaan dan tata ruang pada kawasan pesisir utara Surabaya”, ungkap Camat Benowo, Muslich Hariadi.

Camat Benowo berharap acara tersebut menciptakan sinergi antar BUMN dapat terus dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendongkrak perekonomian bangsa. (ib)

Pelindo III Gelar Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015

Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015

Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015, dengan tema “Peluang dan Investasi Pengembangan Industri di Wilayah Timur Indonesia”

Surabaya (Sergap) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai salah satu BUMN Kepelabuhanan bersama-sama menggandeng PPM Manajemen menggelar Konferensi Bisnis Maritim, 28-29 Oktober 2015. Dengan mengusung tema “Peluang dan Investasi Pengembangan Industri di Wilayah Timur Indonesia”. Adapun tempat penyelenggaraan di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak.

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Oktober 2014 silam seolah menjadi momentum baru bagi gelanggang maritime Indonesia. Betapa tidak, saat ini pemerintahan Indonesia mempunyai program unggulan, yakni pembangunan di bidang kemaritiman khususnya logistik maritim.

Semangatnya adalah ingin membawa kembali kejayaan Nusantara dari lautan yang memang berpotensi sangat besar. Seolah lupa dengan potensi lautannya, Indonesia terlalu sibuk di darat sembari mengacuhkan lautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam berbagai kesempatan juga menyatakan kekayaan laut sejatinya bisa menggantikan penerimaan dari sektor oil and gas. Ibu Menteri berpenampilan nyentrik ini memegang data yang menyatakan pendapatan dari sektor laut bisa mencapai 18,7 miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 200 triliun.

Sekarang berbagai kebijakan pemerintah maritim sudah di tetapkan. Dari sisi pengusaha dengan dunia usahanya perlu mengenali dan memanfaatkan dengan jeli peluang imbas kebijakan pemerintah ini.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, berpendapat selama ini arus logistik di Indonesia berpusat di wilayah tertentu. “Pak Jokowi sepertinya menginginkan adanya pemerataan sehingga tidak ada ketimpangan antara barat dan timur,” ujarnya menyoal pengaturan investasi dan pengaturan arus lalu lintas barang melalui laut dan pengembangan kawasan timur Indonesia.

Sebagai pembicara Konferensi Bisnis Maritim ini antara lain, Direktur Kawasan Industri Morowali Tsingshan (KIMT) Dedi Mulyadi; juga Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang mempresentasikan Kawasan Industry Bantaeng (KIB) dan tentu saja Djarwo Surjanto selaku Dirut PT. Pelindo III (Persero) yang menampilkan geliat di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE), sebagai proyek fenomenal PT. Pelindo III, sebuah kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan di kawasan Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Sebagai Negara yang sebagian besar wilayahnya lautan, seharusnya Pelabuhan di Indonesia menjadi sarana paling krusial untuk menghubungkan antar pulau maupun antar Negara. Pelabuhan harus memacu petumbuhan ekonomi wilayahnya di sekitarnya bahkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Konferensi ini menjadi penting untuk di ikuti para pelaku industri maupun calon investor yang ingin mengembangkan industry di wilayah timur, karena juga di gelar pameran selama konferensi berlangsung. Peserta pameran adalah perusahaan-perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industry, seperti perusahaan sistem teknologi informasi, jasa konstruksi, maupun perakitan pabrik. (ics)