Ketika The Salemba Band Memeriahkan Pemeran Napi Craft 2013 di JCC

The Salemba Band in action

The Salemba Band in action

UNTUK kesekian kalinya The Salemba Band tampil keluar dari “sarang”nya, untuk unjuk kebolehan. Kali ini beraksi di gedung megah Jakarta Convention Center (JCC), pada tanggal 14 Desember 2013, mengumandangkan lagu-lagu indah ciptaanya sendiri dan juga beberapa ciptaan musisi lainnya.

Applaus pertama diterima The Salemba Band ketika sang vokalis Resoy menyanyikan lagu “Ampun Bui”. Getaran pesan yang terkanding dalam lirik lagu itu mampu masuk dalam relung hati penonton, menggambarkan asal keberadaan The Salemba Band saat ini yang membuahkan tepuk tangan yang tulus.

Tampil dengan formasi lengkap, The Salemba Band menunjukkan kemampuannya  untuk menghibur dan mampu meghidupkan suasana Pameran Napi Craft 2013 yang digelar atas kerjasama Departemen Perdagangan dan Departemen Hukum dan HAM, pada 11-15 Desember 2013.

Yang wajib disyukuri adalah kesan penonton terhadap performance The Salemba Band kali ini. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, berniat pula untuk mengundang The salemba Band bermain di tempatnya. Kegembiraan karena mendapatkan apresiasipun menyesakkan dada para anak band dari dalam penjara ini.

Berkumpul usai tampil

Berkumpul usai tampil

Dan bagi The Salemba Band, happy ending dari acara itu adalah kesempatan anak-anak band warga binaan ini, makan–makan di restoran bersama 12 orang bapak-bapak pengawalnya. “Usai tampil nyaris tanpa cacat, kemudian makan-makan bersama, adalah kebersamaan yang membuat kami bahagia. Ini bagian dari proses pembinaan yang tiada henti, sampai suatu hari kebebasan itu tiba,” kata Sutedi, SH Pembina The Salemba Band dengan wajah ceria.

Sebelumnya di tempat terpisah, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin menjelaskan bahwa Napi Craft menampilkan produk hasil kerajinan narapidana dalam rangka mengangkat harkat dan martabatnya ketika nanti berbaur kembali dengan masyarakat.

“Ini Napi Craft yang kedua yang pertama dulu di The East Tower. Saya harap kolaborasi penghujung tahun, pameran sukses dan manfaat bagi kita semua,” ucap Amir kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2013).

Amir berharap, semua pihak mulai dari pemerintah, pemberi modal dan pasar, mendukung produk hasil binaan ini. Produk karya narapidana antara lain baju, kain batik, produk aksesoris, makanan, dan lain-lain.

“Ikut mengembangkan keterampilan warga binaan, memperluas jangkauan pasar, modal dan pemerintah memberi dukungan penuh produk produk warga binaan kualitas baik dan mampu bersaing dengan produk produk lainnya,” kata Amir.

Penyelenggara Napi Craft Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham, Evi Amir Syamsudin mengungkapkan, ajang tersebut digelar sebagai wujud kepedulian serta apresiasi atas hasil karya narapidana Indonesia. Sebab kualitas hasil karya tersebut tidak hanya mencakup nasional, tapi juga internasional.

“Napi Craft ini bermuara dari program bengkel kerja produktif yang diusung Ditjen PAS. Tidak hanya sebagai pengisi waktu di Lapas atau Rutan saja. Tapi modal keterampilan juga,” ujarnya.

Evi berharap, Napi Craft 2013 menjadi bukti kepada masyarakat luas bahwa narapidana bukan predikat negatif. Narapidana juga bisa berkarya dan berinovasi. Isteri Menkum dan HAM ini juga berharap ada pihak swasta yang mau menjalin kerjasama, baik berdasarkan sisi produksi maupun pemasaran. (red)

“Nada dan Takbir Rutan Salemba”, Single Album Salemba Band

salemba band lebaranPuncak dari bulan Ramadhan ini adalah hari kemenangan di hari Idul Fitri 1434 H. Semua umat muslim merayakan kemenangan di hari yang fitrah, di mana suasana  suka dan cita mewarnai setiap sosok umat muslim.

The Salemba Band ingin suasana bahagia ini di malam takbir dan hari lebaran menjadi lebih syahdu dan bermakna dengan berlatarbelakang“ Single Album dari The Salemba Band Nada dan Takbir Rutan Salemba “

Lagu ini di buat secara khusus untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, seperti sepenggal lirik lagunya : Lebaran hari kemenangan. Lebaran saling memaafkan. Lebaran, yuk kita Lebaran. Minal A’idzin wal Fa’idzin.

Proses penciptaan lagu ini dilakukan 2 minggu dengan kerja keras tim kreatif The Salemba Band yang digawangi oleh : Vocal : Raditya, Drum : Bardoz, Bass : Kiki,  Arransemen : Novian, Vocal Takbir       : Ustadz Rahmat, Promotion : Rio

Akhirnya kami Team The Salemba Band mengucapkan MINAL  A’IDZIN  WALFA’IDZIN, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (Sumber : Bpk. Sutedi.SH )    

Berita terkait :  –   “Uje…Wajahmu Teduhkan Hati Kami” – Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band –  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara 

“Uje…Wajahmu Teduhkan Hati Kami”

ujeSATU LAGI lagi sisi kepedulian group musik dari dalam penjara The Salemba Band terhadap sosok ulama yang penuh kharismatik dan di cintai yaitu Almarhum USTAD JEFRY AL BUCHORY, di mana dakwah yang di sampaikannya selalu menyejukkan hati, bukan saja untuk umat muslim tapi juga non muslim.

USTAD JEFRY AL BUCHORY,  mampu di dalam dakwahnya mengajak umatnya untuk bersatu menghilangkan permusuhan dan mengedepankan perdamaian. Menyejukkan dan membuat bulu roma berdiri ketika membacakan Ayat-Ayat FirmanNya dan Hadist-Hadist Rasul serta piawai dalam membawakan Syair-Syair Shalawat, membuat umat yang mendengarkannya menjadi takjub.

Sisi inilah yang menjadi alasan kuat group musik asal penjara The Salemba Band, melihat sosok USTAD JEFRY AL BUCHORY di dalam berdakwah dan melantunkan syair-syair yang penuh dengan keindahan dan menyentuh qolbu dari vocal dan lantunan shalawatnya.

Semua itu tergambar indah, dalam lagu berjudul “Tentang UJE … WAJAHKU TEDUHKAN HATI KAMI “ di ciptaan SUTEDI.SH dengan Arransemen The Salemba Band semoga dapat menjadi obat kerinduan sebagaimana di kutip dalam syair lagunya.

“ KAU TIDAK PERGI MENINGGALKAN KAMI, KAU HANYA PINDAH KE ALAM YANG INDAH, BERISTIRAHAT DENGAN AMAL KEBAIKANMU “

Berita terkait :  – Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band –  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band

Ramadhanku Ramadhanku, Album Religi The Salemba Band

Ramadhanku Ramadhanku

SETELAH melalui perjuangan  dalam segala keterbatasan dan kesederhanaan serta setelah melalui berbagai kendala , maka The Salemba Band akhirnya berhasil menyelesaikan sebuah album religi bertajuk “Ramadhanku Ramadhanmu”.

Ramadhanku Ramadhanmu yang proses pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan ini didedikasikan untuk sahabat – sahabat  radio di seluruh indonesia stasiun televisi, wartawan cetak dan elektronik, serta umat muslim di seluruh dunia.  Semoga album religi The Salemba Band  ini mendapatkan respon yang positif  dari seluruh pencinta musik di tanah air maupun mancanegara.

Sebagai sebuah album religi “Ramadhanmu Ramadhanku” memberi banyak pengalaman bathin bagi pawa awak The Salemba Band. Radit sang vocalis, Kiki, Bardoz dan Vian bagian rekaman serta Pak Sutedi sebagai pencipta lagunya, menangis saat membawakan dan merekam lagu “Sayangi Mamaku Ya Allah”.

“Album religi ini adalah semangat kami sebagai umat muslim yang ingin mempersembahkan karya dari The Salemba Band dalam membina, menghibur dan mencoba  untuk memberikan nuansa baru bagi pencinta musik tanah air dan mancanegara”, kata Bpk Sutedi, SH selaku Pembina The Salemba Band.   (sumber : staf Keamanan Rutan Salemba dan Pembina The Salemba Band)

Berita terkait :  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

Semarak Musik Perdamaian Dari Rutan Salemba

Para penampil di Musik Perdamaian Rutan Salemba, di antaranya Well Willy No Limit, All In, Barock n Roll, Tas Band

Para penampil di Musik Perdamaian Rutan Salemba, di antaranya Well Willy No Limit, All In, Barock n Roll, Tas Band

SELALU ada saja hal yang menarik di musik perdamaian, sebagai sebuag program Program The Salemba Band, seperti di minggu ini guest star Well Willy (mantan vocalisnya Slank angkatan pertama), yang saat ini menggawangi band Neo Limit, tampil dengan lagu barunya dan mendapatkan applause luar biasa  dari narapidana penoton setia acara Musik Perdamaian.

Well Willy juga sempat memberikan baju dan kacamatanya untuk narapidana yang mampu menebak album dan judul lagu Neo Limit, diiringi ucapannya, “All right I love play Rutan Salemba…sukses”

Tak ketinggalan Tas Band yang di gawangi oleh Mas Braw dan kawan-kawan tampil prima serta Barock n Roll yang tak kalah menghiburnya. Demikian juga Bang Napi Band, yang merupakan wadah untuk orang-orang ex Rutan Salemba yang sudah bebas untuk berkreasi), juga tentu saja sang tuan rumah, The Salemba Band semauanya sangat menghibur.

“Keikhlasan dan ketulusan kamilah yang membuat acara Musik Perdamaian ini beraura dan semarak,” kata Bpk. Sutedi, SH, inisiator dan pembina Musik Perdamaian.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa semua penampil di acara ini sepenuhnya gratis. Rutan Salemba akan terus merangkul Event Organizer serta grup-grup band. “Tujuannya hanya satu yaitu untuk membina dan menghibur narapidana dan menjadikan musik Indonesia menjadi maju, untuk Indonesia Satu”, kata Bpk Sutedi.

Dengan segala keterbatasannya, Rutan Salemba bertekad agar dari dalam penjara ini lahir ide-ide dan program-program yang positif untuk semua, dalam bingkai Indonesia Satu.

Musik Perdamaian akan tetap hidup dan berjalan karena program ini lahir dari dalam tembok derita bersama dengan The Salemba Band, TSB Management, Bang Napi Band dan grup My Bony, semua ini adalah ajang kreatifitas narapidana Rutan Salemba.

Atas nama pimpinan Rutan Salemba Bpk Sutedi juga mengucapkan terima kasih kepada menejemen Efek Positif yang banyak membantu menghadirkan band-band ternama, rekan wartawan digital, media cetak dan televisi yang telah turut serta menyebarluaskan program Musik Perdaiaman produk Rutan Salemba ini.

“Untuk Indonesia Satu, bukti keikhalasan dan ketulusan terus kami buktikan”, tegas Bpk Sutedi. (nara sumber : Bpk. Sutedi, SH)

Berita terkait :   Surat Terbuka The Salemba Band di Hari Musik Nasional 2013 –  Willy Sket Beraksi di Musik Perdamaian Rutan Salemba   –  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

Willy Sket Beraksi di Musik Perdamaian Rutan Salemba

Mas Willy Sket and Friends,  Kartika with Demonic Band, Mariska Kay Sindy dan The Salemba Band dan seluruh pendukung acara berfoto untuk perdamaian

Mas Willy Sket and Friends, Kartika with Demonic Band, Mariska Kay Sindy dan The Salemba Band serta seluruh pendukung acara berfoto untuk perdamaian

MUSIK Perdamaian kembali bergema di Rutan Salemba, Minggu 21 April 2013. Kali ini gelar music yang selalu ditunggu-tunggu oleh Warga Binaan ini, juga dalam rangka memperingati Hari Kartini, sosok tokoh wanita yang telah membuka tabir “Habis Gelap Terbitlah Terang“, bagi bangsa Indonesia pada umumnya.

Penampilan meriah mampu diciptakan oleh grup band yang tampil dibawah bendera “Efek Positif“nya Mas Arie dan kawan–kawan. Semua narapidana terhibur bernyanyi dan menari tanpa ada benang pemisah inilah yang memaknai “Habis Gelap Terbitlah Terang“.

Guest star selanjutnya adalah Willy Sket, penyanyi era tahun 90an, seangkatan dengan Boomerang, Kahitna, Nugie dll, juga tampil memukau dengan lagu andalanya yang berjudul “Takan Kembali“ dan “Tuan Senja“, menghipnotis penonton dengan penampilanya yang ciamik. “Gue suka banget suasana ini. Gua biasa main di mana saja, tapi ini beda banget” kata Mas Willy Sket memberikan kesannya.

Penampil selanjutnya adalah Demonica Band dengan vokalisnya Kartika yang mebawakan lagu-lagu ciptaanya sendiri. Memukau pula penampilan mereka, sehingga ketika turun hujan, para penonton tidak beranjak dari tempatnya.

Acara ditutup dengan penampilan band tuan rumah The Salemba Band, bandnya anak penjara yang berfeaturing dengan Mariska Kay Sindy, membawakan albumnya The Salemba Band yang berjudul “ Belahan Jiwa“.

Kerjasama yang digagas The Salemba Band dengan Efek Positif diharapkan akan tetap terus berlangsung di kemudian hari. Melalui musik nan menghibur terbukti mampu membangun suasana untuk mengerti, memahami dan mengamalkan arti damai, di Rutan Salemba.

Berita terkait :  

Surat Terbuka The Salemba Band di Hari Musik Nasional 2013 – Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

Musik Perdamaian Bergema di Rutan Salemba

ZeroziX Park bersama Sutedi, SH (tengah), dan Say Hello Jakarta

ZeroziX Park bersama Sutedi, SH (tengah), dan Say Hello Jakarta

MUSIK PERDAMAIAN yang digelar hari Minggu 24 Maret 2013 yang lalu, benar-benar membawa sesuatu yang sangat berarti bagi warga binaan Rutan Salemba. Hal yang sama juga tampak dirasakan para pengisi acara di hari Minggu itu.

Betapa tidak? Kali ini The Salemba Band sebagai komunitas musik anak penjara Rutan Salemba sukses menggandeng “Efek Positif Entertaint” untuk membawa para group bandnya main di dalam Rutan Salemba yang dikemas dalam acara bertajuk Musik Perdamaian ini.

Sebut saja seperti “ZeroziX Park (asal Kalimantan) dan Say Hello Jakarta  tampil memukau di hadapan warga binaan Rutan Salemba. “Luar biasa”, kata Mas Arie, Efek Positif Etertain. “Mereka bisa main di mana saja, tapi kali ini beda banget. Saya merasakan aura permainannya tidak seperti biasanya”, katanya mengomantari permainan group band yang dibawanya.

Black Spider, Rolling Boys dan My Bone

Black Spider, Rolling Boys dan My Bone

“Black Spider” (group band asal Surabaya) juga tidak mau kalah dalam penampilannya. Maka serta merta group band dari Kota Pahlawan ini, mendapatkan hadiah applaus yang sangat meriah dari penonton yang tanpa di rekayasa. “Saya akan datang dan main lagi”, kata Mas Yoyo, Manager Black Spider bersemangat.

Rolling Boys, asal Jakarta, yang beraliran Rolling Stones, meskipun diawaki oleh pemain yang usianya tak muda lagi, mampu pula menampilkan perrfomanya yang sangat luar biasa di dalam membawakan lagu-lagu Rolling Stones dengan gaya nyanyi seperti Mick Jager.

Musik beraliran dangdut tak ketinggalan pula meramaikan gelar Musik Perdamaian ini. My Bone, grup dangdut satu-satunya pada acara ini juga membuat para warga binaan bergoyang ria.

Foto bareng para pengisi acara

Foto bareng para pengisi acara

Sedangkan Tuan rumah The Salemba Band tampil membawakan  lagu Ramadhanku-Ramadhanmu dan 200KM, menyempurnakan keseluruhan gelar Musik Perdamaian yang berkesan dalam hati warga binaan Rutan Salemba yang mendambakan suasana damai kondusif di lingkungan mereka. (sumber : Sutedi, SH)

Surat Terbuka The Salemba Band di Hari Musik Nasional 2013

KEPADA  YTH,

Bpk. PRESIDEN RI ; Bpk. MENTERI HUKUM DAN HAM; Bpk. WAMEN HUKUM DAN HAM; Bpk. KETUA KPK; Bpk. KEPALA BNN; Bpk. DIRJEN PEMASYARAKATAN ; Bpk. KA KANWIL DKI JAKARTA DEPKUMHAM RI

Dengat hormat,

Dalam rangka merayakan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tgl 9 maret 2013 dan telah di canangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Bpk. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, Kami dari The Salemba Band , group musik yang berasal dari dalam penjara RUTAN SALEMBA, dimana semua personil ( PEMAIN )nya masih menjalani hukuman, mempersembahkan “ KARYA EMAS ANAK PENJARA” dengan lagu-lagu yang bertema ‘’NASIONALISME’’.

Kami sebagai WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN bertekad untuk bangkit dan berkarya sambil menunggu hari kebabasan kami dan meninggalkan “NARKOBA’’ selama–lamanya.

Bpk . KA RUTAN, Bpk. KASIE PELAYANAN TAHANAN, Bpk. KEPALA PENGAMANAN RUTAN serta PETUGAS RUTAN SALEMBA terima kasih atas pembinaan, arahan dan kebebasaan untuk kami berkarya di jalan yang benar dan positif sehingga akan menjadi bekal yang berguna dan bermanfaat ketika kami kembali ke tengah masyarakat kelak bila hari kebebesaan itu tiba.

Proses terjadinya lagu ini mulai dari lirik, aransemen sampai menjadi sebuah CD ( Compact Disc ) adalah pruduk pembinaan di rutan salemba yang kami buat di ruangan kerja pembina kami.

Teristimewa lagu ini kami persembahkan untuk Bpk. PRESIDEN RI dan MANTAN PRESIDEN RI dengan judul album “ UNTUKMU PRESIDENKU” yang berisi lagu  :

  1. TAK AKAN PERNAH PUDAR KECINTAANKU PADAMU BUNG KARNO, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  2. MENGENANG BAPAK BANGSA H.M. SOEHARTO, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  3. NEGARAWAN DAN ILMUAN SEJATI Prof. DR. BJ HABIBIE, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  4. UNTUK YANG TERCIINTA BAPAKKU KH.ABDURRAHMAN WAHID, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  5. SRIKANDI INDONESIA IBU HJ. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  6. PRESIDENKU BAPAK DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band

Juga untuk KETUA KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan judul lagu  “JANGAN MENANGIS GARUDAKU ‘’  dan  “ THE KORUPTOR ‘’ serta Kepala BNN         (BADAN NARKOTIKA NASIONAL ) dengan lagu – lagu ‘’ NARKOBA’’ dalam album :

  1. JANGAN MENANGGIS GARUDAKU       cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  2. THE KORUPTOR                                            cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  3. NARKOBA                                                        cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  4. BELIEVE IN                                                     cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  5. THIS FEELING                                                cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band
  6. DREAM AWAY                                                cipt. Sutedi.SH/arr The Salemba Band

Mudahan- mudahan ‘’ KARYA EMAS ANAK PENJARA ‘’ dari balik jeruji terali besi RUTAN SALEMBA  mendapat tempat di hati pencinta musik INDONESIA

SELAMAT HARI MUSIK NASIONAL…MAJULAH MUSIK INDONESIA !!!

6 Album The Salemba Band

6 Album The Salemba Band

Berita terkait :  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

 

Suara Reggea Dari Dalam Penjara

The Salemba Band. Inzert : Sutedi, SH

BERAWAL dari ide seorang Staf Keamanan Rutan (Rumah Tahanan Negara) Salemba Jakarta, Sutedi, SH yang merasa bahwa sebuah Rutan tidak harus terkesan “angker” dank arena melihat beberapa warga binaan yang mengisi mengisi kekosongan waktu dengan bermain gitar sambil bernyanyi di lorong salah satu blok di dalam Rutan Salemba, maka berujung dengan sepakatnya sekelompok anak muda mendirikan sebuah grup band bernama The Salemba Band, yang saat sudah berkembang maju sedemikian rupa. Menyusul beberapa karya yang sudah dengan apik terciptakan, kali ini beberapa lagu dengan irama Reggea tercipta dari para wrga binaan Rutan Kelas 1 ini.

Dengan mengambil tema Reggea Nusantara, telah lahir I,m Coming to Jakarta, yang menceritakan tentang kota metropolitan Jakarta dan semua isi kehidupannya. Juga lagu yang berkisah tentang Kota Kembang Bandung yang bertajuk Paris van Jawa, serta sebuah gubahan yang menggambarkan keindahan alam Kota Hujan Bogor yang diberi judul Lets Go to Bogor.

Irama Reggea yang lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum Rastafaria) di Kingston, ibu kota Jamaika ini, dengan indah telah mampu diramu oleh The Salemba Band dengan memasukkan unsur Nusantara dalam irama dam liriknya, sehingga terasa akrab ditelingan yang mendengarkannya.

Irama yang sejak awalnya memang sarat dengan muatan ajaran Rastafari, yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, membuatnya menjadi cocok di telinga para Warga Binaan yang sedang menunggu hari kebebasannya. (sumber : Sutedi, SH)

Berita terkait :  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –  Surat Terbuka The Salemba Band di Hari Musik Nasional 2013

Ada yang Lain di Sunday Music Salemba

salemba 79

ADA yang lain di Sunday Music Salemba (SMS), pada hari Minggu, 3 Februari 2013. Acara yang digagas oleh Bapak Sutedi, SH sebagai sebuah acara yang diperuntukkan untuk menghibur warga binaan di Rutan Salemba, sukses menggandeng BEMMAGZ  FOUNDATIOUN TOUR, yang menampilkan band-band top seperti NATACHE OF MEMORY, YURIEHANA, QUINTER BAND dan group dangdut “MY BONE “.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB, tak terasa sudah berlangsung 3 jam yang berakhir pada pukul 17.00 WIB dan mendapatkan sambutan meriah serta applaus yang sangat luar biasa dari penonton.

Hikmah terbesar dari sesi SMNS kali ini adalah terjalinnya persahabatan yang hangat antara warga Rutan Salemba dengan  serta persahabatan yang hangat.

“Musik memanglah suara PERDAMAIAN yang tidak mengenal suku bangsa, kasta dan segala bentuk perbedaan. Musik adalah bahasa universal”, kata Bapak Sutedi, SH memberikan kesan dan tanggapannya. (rio)