Interpol Memuji Kinerja Tim DVI Indonesia

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Budiyono

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Budiyono

Surabaya (Sergap) – Polisi Internasional memuji kinerja tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia dalam menangani korban AirAsia QZ8501. Terobosan-terobosan yang dilakukan DVI Indonesia, dinilai bisa menjadi contoh bagi DVI negara lain.

Tim Interpol yang datang ke Mapolda Jatim dikomandani oleh Simon Djidrovski. Mereka memantau proses identifikasi jenazah. Kedatangan tim ini disambut Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf dan Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Budiyono, jajaran pejabat utama Polda dan tim DVI Indonesia.

“(Hasil penilaian DVI Interpol) kita sangat bagus. Prosedur-prosedur apa yang ditetapkan dalam interpol sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapannya. Banyak informasi-informasi tambahan atau terobosan kreatif yang dilakukan tim DVI Indonesia,” kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budiyono di Crisis Center di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (14/1/2015).

Budiyono yang juga Ketua Tim DVI Indonesia Regional Tengah ini menjelaskan, beberapa contoh terobosan yang dilakukan DVI dan mendapatkan apresiasi dari DVI Interpol, misalnya menyiapkan crisis center, pos pelayanan kesehatan, dan family assistance center. “Ada koordinasi cukup baik anta semua institusi mulai dari perguruan tinggi sampai pemerintah,” katanya menjelaskan.

Selain itu juga ada free wifi dan call centre sehingga menambah kualitas pelayana kepada keluarga dan masyarakat, termasuk call center yang membuat keluarga lebih tenang.

“Biasanya di negara lain kadang sulit mengelola keluarga, karena tidak nyaman dan panik. Kemudian terjadi protes komplain yang banyak. Di sini bisa dilihat, ketika ada Kepala Basarnas, beliau-beliau tepuk tangan semacam ada kegembiraan. Ini semua terjadi karena kami tim DVI mengelola posko antem mortem ini lebih humanis dan menghargai terhadap keluarga,” ujarnya.

DVI juga memberitahukan semua informasi terkait korban kepada keluarganya, sebelum jumpa pers dilaksanakan. Hal ini membuat keluarga korban merasa tidak dinomorduakan dalam menerima informasi.  “Inilah beberapa terobosan-terobosan yang tidak dilakukan di negara lain,” jelasnya.

Budiyono juga mengatakan, bahwa dirinya akan diundang sebagai narasumber di pertemuan tahunan DVI Internasional di Lyon, Prancis. “Iya, kita diminta, saya diminta sebagai narasumber di Lyon pada pertemuan tahunan atau rapat tahunan DVI Interpol. Dan saya diminta sebagai nara sumbernya,” katanya.

Selain terobosan di posko antem mortem, tim DVI juga mendapatkan apresiasi terkait penanganan identifikasi jenazah korban. “Kita diakui dan diapresiasi. Apalagi kita juga terbuka dengan melibatkan negara-negara luar. Kita dianggap bisa mengakomodir semua kekuatan untuk bekerjasama baik dari dalam maupun luar negeri. Ini tidak mudah mengkoordinasikan mereka semua, dan ini mendapatkan apresiasi,” jelasnya. (ang)

Irjenpol Anas Yusuf, Kapolda Baru Jawa Timur

Irjenpol Anas Yusuf dan Irjenpol Unggung Cahyono

Irjenpol Anas Yusuf dan Irjenpol Unggung Cahyono

Surabaya (Sergap) – Tongkat komando pimpinan tertinggi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah resmi diserahterimakan pada Kamis (04/09/2014) dari Irjenpol Unggung Cahyono ke Irjenpol Anas Yusuf.

Kedatangan Irjen Pol Anas Yusuf beserta istri ke Markas Polda Jatim langsung disambut Wakapolda Jatim Brigjen Pol Suprodjo dan pejabat utama Polda Jatim serta ratusan pasukan mulai dari Pedang Pora hingga kesenian tari tradisional.

Sebelum bertugas memimpin Polda Jatim, Irjenpol Anas Yusuf  menjabat sebagai Wakabareskrim Mabes Polri, sedangkan Irjenpol Unggung Cahyono selanjutnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Mutasi perwira tinggi mulai dari Wakabareskrim hingga beberapa kapolda lainnya seperti Irjen Pol Anas Yusuf dan Irjen Unggung Cahyono berdasarkan telegram rahasia (TR) Nomor ST/1717/IX/2014 tertanggal 1 September 2014.

Usai upacara serah terima jabatan, Unggung Cahyono mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Jawa Timur yang turut membantu menciptakan Jatim aman dan kondusif. Pelaksanaan pemilu kepala daerah, pemilu legislatif hingga pemilu presiden di Jawa Timur berlangsung damai, aman dan lancar. “Alhamdulillah selama kurang lebih 1 tahun 17 hari saya dipercaya menjabat sebagai Kapolda Jatim terbantu dalam mengembang tugas,” kata Unggung yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polda Jatim dan jajaran.

Unggung juga menyampaikan kepada Kapolda baru untuk terus memantau perkembangan situasi kasus Syiah di Omben, Kabupaten Sampang, Madura. “Sudah dua tahun di sana. Hingga kini masih ada satu kompi yang setiap bulan terus diganti. Itu yang Pak Anas akan ditindaklanjuti,” terangnya.

Selain pemantauan situasi di Madura, pemantauan persoalan jaringan terorisme dan ISIS (The Islamic State of Iraq and Syiria) di Jawa Timur juga menjadi pesan penting yang diberikan. “Jaringan Poso, ISIS, dan terorisme perlu terus diwaspadai di Jawa Timur,” lanjut Unggung Cahyono. Untuk momentum terdekat, di Jawa Timur juga bakal menggelar tradisi Suroan Agung yang juga memiliki potensi kerawanan tersendiri dengan adanya perseteruan antar perguruan silat. “Bulan depan Suroan Agung. Saya sudah melakukan pendekatan Winongo, Teratai, dan Kera Sakti. Semoga berjalan lancar,” katanya menambahkan.

Mendapat pesan tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol anas Yusuf menyatakan kesiapannya menjalankan seluruh program dan kebijakan yang telah dilakukan Irjen Pol Unggung Cahyono dalam mewujudkan keamanan di Jatim.

“Saya akan melanjutkan kebijakan Bapak Unggung selaku Kapaolda Jawa Timur yang lama,” tegas Anas Yusuf. Anas juga berjanji akan melanjutkan program-program kapolda sebelumnya. Sedangkan tentang program 100 hari, Anas akan melihat skala prioritas dari kegiatan yang ada. “Dilihat dari secara umum, yang tetap mendapatkan perhatian seperti kejahatan jalanan, curas (pencurian dengan kekerasan). Dan pelayanan kepada masyarakat akan kita lebih optimalkan. Kita ingin tetap memberikan suatu situasi yang kondusif, karena situasi kondusif itu merupakan modal di dalam melakukan pembangunan di Jawa Timur. Kita akan tetap melakukan antisipasi. Kita tidak ingin kecolongan. Kita harus all out,” tandasnya.

Pergantian Kapolda Jatim ini, merupakan rangkaian rotasi jabatan strategis Polri, di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan akan menempati tugas baru sebagai Ahli Sosbud Kapolri mengantikan Irjen Pol Eddy Sumantri yang dipercaya menjadi Widyaswara Utama Sespim Polri Lemdikpol. Jabatan Kapolda Sumut diisi oleh Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Akpol Lemdikpol. Kakorlantas Irjen Pol Pudji Hartanto akan mengisi jabatan Gubernur Akpol. Untuk jabatan orang nomor satu di jajaran korps lalulintas di Indonesia, diisi oleh Brigjen Pol Condro Kirono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Riau. Posisi yang ditinggalkan Condro Kirono diisi Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan dari Karodalpers SSDM Polri. Kapolda Kaltim Irjen Pol Dicky D A Totoy bertukar jabatan dengan dengan Irjen Pol Andayono yang semula menjabat WaIrwasum Polri. Disamping itu terdapat pula sejumlah Waka Polda yang berpindah tugas. Seperti Waka Polda NTT, Waka Polda Kalbar serta beberapa jabatan lainnya. Untuk Kombes Pol Imam Sugianto mantan ajudan Presiden SBY mendapatkan promosi sebagai Waka Polda DI Yogyakarta.

Sekilas Irjenpol Anas Yusuf

Irjenpol Anas Yusuf

Irjenpol Anas Yusuf

Nama lengkap, Irjen Pol. Drs. H. Anas Yusuf, Dipl. Krim., S.H., M.M. Lahir di Brebes, Jawa Tengah, 11 September 1960. Lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984. Berpengalaman dalam bidang reserse. Karirnya yang panjang di dunia Interpol membuat Polri mempercayainya sebagai ketua tim penjemput Muhammad Nazaruddin, buron dalam kasus suap Korupsi Wisma Atlet Hambalang ke Kolombia. Keberhasilan memulangkan Nazaruddin ke Indonesia membuat karirnya melesat. Ia kemudian menempati posisi Staf Ahli Bidang Sosial dan Politik Kapolri. Tidak lama sebagai Sahlisospol ia pun dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Timur mulai 2 Juli 2012 hingga 12 Juni 2013 dilanjutkan menjabat sebagai Wakabareskrim Polri dari 12 Juni 2013 hingga 1 September 2014. Komisi Kepolisian Nasional juga pernah menyebut namanya sebagai calon Kapolri potensial pengganti Jend. Pol. Timur Pradopo.

Riwayat Jabatan

Kapolres Kendal Polwiltabes Semarang Polda Jateng, Kapolres Pekalongan Polwil Pekalongan Polda Jateng, Karomisinter Div Hubinter Polri, Dirtipiter Bareskrim Mabes Polri (2011), Sahlisospol Kapolri (2012), Kapolda Kaltim (2012), Wakabareskrim Polri (2013), Kapolda Jatim (2014). (ang)

Sudah Praktek 15 Tahun, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

dokter gadungan wbSumenep (Sergap) – Mahmud Wuhaibi (51), warga Dusun Lebak, Desa Jungtorodaya, Kecamatan Ambunten Timur, Sumenep, Madura, sekitar pukul 21.00 WIB digerebek aparat Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim. Mahmud Wuhaib digelandang ke Mapolda Jatim katena telah membuka praktik layaknya dokter hanya berbekal pernah menjadi perawat selama dua tahun di RS Syaiful Anwar, Malang.

“Tersangka langsung dibawa dan sudah ditahan di Polda Jatim. Sejumlah peralatan medis, rekam medis pasien, beserta berbagai obat dari balai pengobatan tersebut juga disita sebagai barang bukti. Penggerebekan ini berdasar laporan masyarakat. Dan ternyata benar, bahwa praktik tersebut ilegal,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Senin, (08/09/2014). Saat penggerebekan, ada dua orang pasien yang sedang menjalani perawatan di sana. Keduanya pun harus dirujuk ke puskesmas setempat karena tempat ini digeledah polisi.

Kepada aparat, Mahmud Wuhaibi mengaku sudah melakukan praktik layaknya dokter selama 15 tahun.  Mahmud Wuhaibi mengakui, dirinya sama sekali tidak memiliki surat tanda resgistrasi dokter, karena memang dia bukan seorang dokter.

Tersangka juga Wuhaibi mengaku bisa mengobati pasien hanya bermodal pengalaman. Ia pernah kuliah di Akademi Perawat (Akper) Malang lulus tahun 1984, kemudian dua tahun di RS Syaiful Anwar, Malang. “Setiap saya pulang, tetangga yang tahu saya kerja di rumah sakit minta diperiksa. Dan ternyata banyak yang jodoh, banyak yang sembuh setelah saya periksa dan saya kasih obat,” ujarnya.

Balai pengobatan milik Mahmud Wuhaibi, selain melayani pengobatan umum, juga melayani rawat inap, karena itu berbagai peralatan medis dan beragam jenis obat juga disediakan di balai pengobatan itu. Praktik layaknya dokter dilakukannya sejak tahun 1999 dan semakin hari, praktiknya semakin laris, karena itu sejak tahun 2010, ia mulai melayani rawat inap.

Seakan menggambarkan “kesuksesannya” rumah dokter gadungan ini bertingkat menjulang tinggi, paling tinggi dibanding rumah tetangga sekitarnya. Usai penggrebekan rumah itu nampak sepi. Terlihat ada empat motor yang diparkir di depan ruang praktek dan dua mobil terparkir di sisi barat. Penerangan lampu dari berbagai sudut rumah, baik dilantai dasar maupun di lantai atas cukup banyak, sehingga kemegahan rumah dokter gadungan terlihat jelas.

Sebelumnya, petugas Polda Jatim membekuk Wahbi (43), warga Dusun Lebak, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, pukul 21.15 Wib, Senin (8/9/2014) yang diduga kuat menjalankan praktek penyembuhan pada pasien dengan cara menggunakan alat-alat medis. Wahbi akhirnya digelandang ke Polda Jatim berikut barang bukti, antara lain perangkat alat praktek dokter dan tabung oksigen

“Warga disini memang mengenal dia sebagai perawat. Tapi kabarnya, dia itu tidak sampai lulus sekolah keperawatan karena berhenti di tengah jalan,” kata Kadar, salah satu warga Ambunten, Selasa (09/09/14). Tetapi tempat praktiknya selalu dibanjiri pasien, meski tidak memasang papan resmi klinik pengobatan. Pasien yang datang tidak hanya warga Ambunten, tetapi juga dari kecamatan-kecamatan lain. Bahkan tidak sedikit pasien yang menjalani rawat inap di tempat praktek Wahbi.

“Setiap hari pasiennya banyak. Ada yang cuma rawat jalan, tapi tidak sedikit juga yang rawat inap. Kan di rumahnya itu memang ada banyak kamar untuk rawat inap,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga yang merasa cocok dan sembuh setelah berobat ke tempat praktek Mahmud Wuhaibi. “Orang sini bilang, banyak yang jodoh. Jadi orang-orang itu malah lebih suka berobat ke Wahbi daripada ke Puskesmas,” ungkapnya.

Kadar menambahkan, bahwa Mahmud Wuhaibi tidak sekedar untuk berobat biasa, tetapi juga melakukan operasi pengangkatan tumor. “Peralatannya lengkap kok. Obat-obatannya juga pakai resep,” paparnya. (hos)

Polres Lumajang Siap Amankan Pilpres 2014

AKBP Singgamata

AKBP Singgamata

Lumajang (Sergap) – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Polres Lumajang, semakin meningkatkan berbagai langkah persiapan, salah satunya adalah mengecek persiapan pasukan Pengendali Massa (Dalmas) dan Sabhara beserta peralatannya.

Untuk itu maka, Kapolres beserta puluhan anggotanya melakukan pemeriksaan, pengecekan, uji coba dan latihan peralatan yang biasa digunakan untuk menghadapi unjuk rasa, pada hari Sabtu, (5/7/2014).

Salah satu peralatan yang diuji adalah senapan pelontar gas air mata. Selain menguji peralatan tersebut, pasukan juga dilatih bagaimana cara menembak dengan arah yang benar, sesuai jarak massa dengan patugas. Misalnya, jika massa berada pada jarak 25 meter sudut tembaknya beda dengan massa yang berada di jarak 100 meter.

Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata usai memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan pengamanan Pilpres. “Hari ini saya melatihkan kepada anggota tentang penggunaan senjata untuk melontarkan gas air mata, hal ini sengaja dilakukan agar mereka dapat menggunakannya secara profesional, mengerti bagaimana cara menggunakannya, jarak tembakannya juga efektif,” katanya.

Penggunaan senapan pelontar gas air mata ini, dimaksudkan sebagai langkah persiapan apabila terjadi aksi massa yang melakukan tindakan anarkis, dan diperlukan tindakan untuk membubarkannya secara paksa. “Mudah-mudahan saja itu tidak terjadi, namun jika itu terjadi maka kami sudah siap untuk menghadapinya”, kata kapolres menegaskan.

Ditambahkan oleh AKBP Singgamata, bahwa dalam kondisi tertentu  anggota diperbolehkan untuk menembakkan gas air mata. “Jika massa sudah melakukan tindakan anarkis, merusak dan tidak terkendali, kami akan gunakan gas air mata. Namun semua itu harus ada perintah dari saya,” kata kapolres menegaskan.

Terkait dengan Pilpres 2014, jajaran Polda Jatim juga sudah menggelar  Operasi Simpatik 2014, pada 19 Mei sampai dengan 8 Juni 2014 yang lalu. Dalam pelaksanaan Operasi Simpatik 2014 yang digelar selama 21 hari itu melibatkan 3.600 personil kepolisian di semua jajaran. Fokus kegiatan ini sendiri terletak pada preventif dan pre-entive dalam penindakan pelanggaran lalu lintas.

“Sasaran lain dari kegiatan ini adalah menciptakan suasana kondusif, menurunkan pelanggaran lalu lintas, khususnya pada pengendara kendaraan bermotor, mencegah kemacetan dan meningkatkan disiplin masyarakat, “ kata Kapolda Jatim Irjenpol Unggung Cahyono saat itu.

Masih menurut Unggung, rangkaian kegiatan ini semua tidak lain sebagai bentuk cipta kondisi dalam rangka Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang akan dihelat bulan Juli, sebagaimana amanat Kapolri Jendral Polisi Sutarman.

“Dalam tahapan Pam (pengamanan, red) Pemilu nanti, dihimbau kepada seluruh personil, supaya melakukan kegiatan cipta kondisi dengan tetap memberi perhatian terhadap hal-hal yang berpotensi kerawanan dikuatirkan akan terjadi seperti kemacetan lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas, “ kata Kapolda. (kho/ang)

 

Call Center 500210 Layanan Baru Polda Jatim

Surabaya (Sergap) – Polda Jatim segera membuka layanan baru Call Center 500210, melengkapi Call Center 110 yang sudah ada sebelumnya. Bedanya, 110 bersifat emergency seperti laporan peristiwa dan sebagainya, sedangkan 500210 bersifat lebih informatif dan edukatif.

89 call center 110

Call Center Kepolisian

Call Center 500210 dapat dihubungi untuk melapor, menanyakan perkembangan penanganan kasus, tanya soal Tilang, SKCK, SIM, STNK, atau butuh informasi lain yang berhubungan dengan polisi.

Program Call Center ini merupakan yang pertama di Indonesia. Baru Polda Jatim yang memilikinya. Dan rencananya, program layanan Call Center tersebut bakal diluncurkan bulan depan.

Perangkatnya sudah ada. Termasuk di Polda Jatim dan di semua Polres jajaran. Dan sekarang ini, masih dalam proses mempersiapkan personilnya,” kata Kabid TI Polda Jatim, Kombes Pol Yoyok Subagyono, Kamis (17/4/2014).

Jika layanan 110 penangannya dilakukan secara outsorching, untuk CallCenter 500210 ditangani langsung personel polisi. Di masing-masing Polres, bakal ada tiga petugas yang khusus menerima telepon dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari warga.

“Selama 24 jam penuh. Ada tiga sift, dan masing-masing sift tiga personel. Saat ini, terhitung ada sekitar 500 personel dari semua Polres jajaran mengikuti pelatihan yang digelar di kantor PT. Telkom di Ketintang, Surabaya,” sambungnya.

Untuk mendukung kegiatan yang menjadi pilot project kepolisian di Indonesia itu, Polda Jatim memang menggandeng Telkom selaku penyedia fasilitas. Dan, dari setiap telepon yang masuk tetap akan dikenakan pulsa. Tetapi hanya dikenakan tarif lokal meski menghubungi dari luar kota.Menurut Yoyok, itu dilakukan untuk menghindari telepon “sampah” yang banyak diterima oleh agent 110.

Layanan ini tidak hanya bisa diakses oleh warga yang berdomisili di Indonesia saja, 500210 juga bisa diakses dari luar negeri. Misalnya oleh TKI dan TKW yang ingin mendapat informasi tentang kepolisian di daerah asalnya. Tarifnya sama, tetap lokal. (ang)

 

Lantai III Mapolda Jatim Terbakar

Lantai III Gedung Ditreskrimum Polda Jatim

Lantai III Gedung Ditreskrimum Polda Jatim

Surabaya (Sergap) – Sebuah ruangan Sub Direktorat (Subdit) Harta Tanah dan Bangunan yang terletak di Lantai III, gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya terbakar, Minggu sore, 12 Januari 2013, sekitar pukul 15.00 WIB. Untunglah, satu jam kemudian api berhasil dipadamkan, setelah dikerahkan sekitar tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkannya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Awi Setiyono mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ia belum bisa memastikan apa saja yang terbakar dan seberapa parah kebakaran yang terjadi. Saat ini, tim laboratorium forensik masih menyelidikinya.

Hingga kini, katanya, penyebab kebakaran belum diketahui, karena petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), namun sejumlah dokumen di ruang itu pun ludes terbakar.  “Api muncul dari salah satu ruang di lantai tiga sekitar pukul 15.00 WIB, tapi baru dapat dipadamkan satu jam kemudian. Tim Labfor Polri Cabang Surabaya masih olah TKP, maka berapa banyak berkas atau dokumen kasus-kasus di ruangan itu yang hangus terbakar juga belum diketahui,” kata Kabid Humas menambahkan.

Petugas pemadam kebakaran Pemkot Surabaya sudah melakukan pembasahan ruangan itu, sedangkan puluhan Sabhara terlihat siaga di lokasi kejadian. “Yang jelas, kebakaran terjadi pada saat liburan dan tidak kegiatan apapun di ruangan itu, sehingga kerugian materi saja yang ada, sedangkan korban jiwa tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Suprodjo WS terlihat memantau lokasi kebakaran di ruangan yang berukuran sekitar 3×4 meter persegi itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun mengatakan ruang yang terbakar berukuran sekitar 4×6 meter persegi yang berada di lantai III. “Sudah dilakukan pembasahan. Api sudah padam,” kata Chandra.
Dinas PMK Kota Surabaya langsung mengerahkan sembilan unit mobil PMK dan satu unit mobil tangga. Dari sembilan unit kendaraan yang diterjunkan, hanya tiga media saja yang terpakai. “Hanya tiga unit yang terpakai plus mobil tangga karena kebarakan berada di lantai III,” katanya.

Karena pembasahan sudah dilakukan, delapan mobil PMK telah ditarik dan hanya meninggalkan satu unit kendaraan saja untuk tetap berada di markas Polda Jatim untuk mengantisipasi api muncul kembali. (ang)

 

Kapolda Jatim Perintahkan Siaga I

Polisi tampak melakukan oleh TKP

Polisi tampak melakukan oleh TKP

Malang (Sergap) – Dalam upaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku peledakan ATM Bank Mandiri Karangploso, Kabupaten Malang, maka Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memerintahkan seluruh jajaran Polda Jatim untuk memberlakukan Siaga I. “Semua sudah saya instruksikan Siaga 1, pasca ledakan ini,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono usai mendatangi lokasi kejadian, Kamis (9/1/2014) malam.

Kapolda juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta kepada Mabes Polri untuk mendukung pengungkapan identitas pelaku peladakan ini. “Kami meminta Mabes Polri memback up penyelidikan ini, agar dapat mempercepat pengungkapan identitas pelakunya” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Kapolda juga menjelaskan bahwa terkait dengan pengungkapan polisi masih intensif mempelajari rekaman CCTV yang sempat merekam pelakunya. “Masih dipelajari terus rekaman CCTV sempat merekam pelaku. Hasilnya nanti kita sebar ke masyarakat untuk membantu kami,” jawab mantan Kepala Korps Brimob Polri ini menjelaskan.

Polisi berhasil memutar ulang rekaman CCTV kejadian bom yang meledak di ATM Bank Mandiri Karangploso, Kabupaten Malang pada Kamis (9/1/2014) pukul 02.30 WIB. Dari rekaman CCTV diketahui bom berdaya ledak rendah itu diletakkan oleh dua orang pengendara motor.  Pelaku tampak datang dan dengan santai meletakkan sebuah barang yang diduga kontainer berisi bom tersebut dengan mengendarai motor matic. Mereka mengenakan helm sehingga wajah keduanya tak terekam kamera. Setelah meletakkan sebuah barang di dalam mesin ATM, pengendara motor itu meninggalkan lokasi kejadian.

Tanpa jeda waktu lama setelah pengendara motor pergi, lanjut dia, ledakan keras terjadi hingga menghancurkan ruang ATM. “Pelaku ini mengenakan helm, memakai kaos putih dan celana biru, dan tinggi badan sekitar 165 centimeter,” ungkapnya.

Polisi berhasil mendapatkan rekaman aktivitas pelaku dari CCTV BPR Sukorejo Makmur yang berada tepat di seberang jalan lokasi ATM Bank Mandiri. Dalam rekaman itu, mencatat ledakan terjadi sekitar pukul 02.16 Wib. Dalam rekaman juga terlihat hancurnya ruang ATM, termasuk pintu terlempar sejauh 1 meter. CCTV ATM Mandiri ikut terlempar beruntung masih bisa disita untuk diselidiki.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono membenarkan hal ini. Menurutnya, dari rekaman CCTV yang diamankan. “Rekaman CCTV sempat merekam aktivitas orang yang diduga ketika datang dan meletakkan bom,” ujarnya terpisah.

Polisi berhasil mendapatkan rekaman aktivitas pelaku dari CCTV BPR Sukorejo Makmur yang berada tepat di seberang jalan lokasi ATM Bank Mandiri. Dalam rekaman itu, mencatat ledakan terjadi sekitar pukul 02.16 Wib. Setiap detil rekaman CCTV, sedang dipelajari termasuk diketahui pengendara motor itu meninggalkan lokasi menuju arah Kota Batu itu. (tim)

Penyidikan Kasus Jembatan Brawijaya Dikembalikan ke Polresta Kediri?

Proyek pembangunan Jembatan Brawijaya yang "resminya" dikerjakan oleh PT Fajar Parahiyangan.

Proyek pembangunan Jembatan Brawijaya yang “resminya” dikerjakan oleh PT Fajar Parahiyangan.

Kediri (Sergap) – AKBP Budhi Herdi Susianto yang resmi menjabat Kapolres Kediri Kota (Kapolresta) menggantikan AKBP Ratno Kuncoro pada Senin (16/09/2013), sesaat setelah serah terima jabatan memastikan akan tetap akan fokus terhadap penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi yang getol dilakukan oleh pejabat sebelumnya. AKBP Budhi Herdi Susianto yang pernah bertugas di KPK ini mengatakan, “Saya berjanji akan melanjutkan program kapolres lama, utamanya pemberantasan kasus korupsi dan tindak kriminal lainnya,” kata AKBP Budhi Herdi Susianto saat itu.

Sehari setelah pergantian Kapolresta tersebut, sempat beredar kabar bahwa kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya akan dikembalikan penanganannya ke Polresta Kediri. Menanggapi hal ini Kapolresta tidak banyak berkomentar. Kapolresta hanya menegaskan, pihaknya akan mentaati perintah pimpinan.

“Yang jelas, siapapun yang menangani, proses hukum kasus Jembatan Brawijaya akan tetap berjalan hingga tuntas. Siapapun yang menangani kasus tetap jalan karena baik Polda atau Polres Kediri Kota, sama–sama polisi,” kata Budhi Herdi Susianto, Selasa (17/09/2013)

AKBP Budhi Herdi Susianto

AKBP Budhi Herdi Susianto

Ditambahkan oleh Kapolres Kediri Kota, komunikasi dan koordinasi antara penyidik Polda Jatim dan Polres Kediri Kota dalam penanganan kasus itu terus berjalan. Polres Kediri Kota sendiri siap memberikan bantuan pada penyidik Polda Jatim terkait kasus tersebut. “Sebelum dilimpahkan ke Polda, penyidik Polrestalah yang menangani kasus itu dan menetapkan para tersangkanya. Dan kami sudah menerima penjelasan dari pihak penyidik tipikor Polda Jatim tentang kasus tersebut”, tambahnya.

Sebagaimana diketahui, AKBP Ratno Kuncoro yang menjabat Kapolresta Kediri hampir dua tahun menjabat Kapolres Kediri Kota, tercatat telah membuat gebrakan seperti mengungkap skandal korupsi Jembatan Brawijaya dan menyelesaikan sengketa kepemilikan Hotel Insumo.

AKBP Budhi Herdi Susianto sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagmut Jobpamen Bagmut Job Robinkar SSDM Mabes Polri. Juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metropolitan Tangerang dan Kapolsek Tanjung Priok Jakarta Utara.

Sedangkan Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro selanjutnya menjabat sebagai Kasubbag Prodsus Bagrod Roanalis Baintelkam Mabes Polri. (tkr)

Berita terkait : Nur Muhyar Terima Setengah Milyar dari Proyek Jembatan Brawijaya?  Gara-Gara Tidak Ditahan, Kasenan Cs Mengulangi Perbuatannya. Apa Kata Kejaksaan Negeri Kota Kediri? – Polda Jatim Tidak Main-Main Tangani Kasus Jembatan Brawijaya– Polda Jatim Dukung Penuh Penuntasan BAP Kasus Jembatan Brawijaya Kediri– Walikota Kediri Mengeluh Sakit, Polisi Hentikan Pemeriksaan   –  Ketua DPRD Diperiksa dan Walikota Kediri Segera Menyusul  –  Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, 4 Anggota DPRD Kota Kediri Diperiksa Polisi  –  Kasenan, Tersangka Dua Kasus Korupsi  –  Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, MOU Muncul Tiba-Tiba

Merekrut Model Bugil Dada Montok, Anthony Abraham Dilaporkan Polisi

Website resmi Models1 : http://www.models1.co.uk

Website resmi Models1 : http://www.models1.co.uk

Surabaya (Sergap) – Models1, sebuah Agensi Model dari Inggris, melaporkan sebuah rekrutmen model bugil yang diduga penipuan, yang dilakukan Anthony Abraham (20) warga Citraland Surabaya. Syarat umum dari model yang dicari adalah model harus memiliki dada yang montok. Demikian dikatakan Edwin Saputra (32th), sebagai pihak yang mewakili Models1 kepada wartawan, Kamis (12/9/2013) usai melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

“Korban rata-rata berasal dari Batam, Surabaya, Jakarta, dan Medan. Jumlahnya puluhan yang saya bisa pantau. Models1 tidak pernah melakukan perekrutan model bugil yang akan dipekerjakan sebagai penari di sebuah kapal pesiar, sebagaimana disebarkan oleh AA melalui broadcast BBM,” kata Edwin menambahkan. Edwin tak ingin, para korban ini nantinya merasa dirugikan oleh pihak Models1. Padahal, lanjut Edwin, Models1 yakin tidak pernah melakukan perekrutan semacam ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Sekarang kasusnya masih diproses di Fis Mondev Reskrimsus Polda Jatim,” tutur Awi.

Polisi serius mengusut kasus ini. Sang pelapor, Edwin Saputra, sudah diperiksa dan ditanya soal kasus oleh petugas Fiskal Moneter dan Devisa Reskrimsus Polda Jatim.Next

Edwin juga sudah menyerahkan semua barang bukti yang berhasil ia dapatkan dari terlapor Anthony Abraham. Seperti capture broadcast BBM yang disebar terlapor, transkrip email, dan foto-foto model sebagai korban.

Berikut isi email dan BBM yang diserahkan Edwin ke polisi: “Berikut saya jelaskan ketentuan ketentuan dalam audisi : 1. Model harus berani. 2. Model wajib mengikuti audisi yang sudah ditetapkan. 3. Model harus sexy dan memiliki dada montok. 4. Model harus selalu mengikuti setiap sesi. 5. Model wajib untuk hadir di acara ketika sudah tanda tangan kontrak dan diberi uang muka. 6. Model wajib mengirimkan sebanyak banyaknya foto untuk tahap audisi. 7. Model mendapatkan 2 free tiket untuk ikut selama event maupun di Bali.”

Email dan BBM selanjutnya : “Berikut saya jelaskan syarat foto yang harus dikirim untuk tahap audisi awal : 1. Tank top ketat tanpa bra. 2. Hot pants. 3. Bra. 4. Cd. 5. Bikini. 6. Lingerie. 7. Kemben. 8. Topless. 9. Nude. 10. Naughty pose. 11. Kain. 12. Swuimsuit. 13. Wet look. Untuk kriteria ini adalah foto yang harus dikirim. Dan foto bebas , tdk harus menggunakan fotografer atau foto studio. Camera bb/hp tidak masalah asal look sexy atau ada dikriteria.”

Dalam laporan polisi dengan nomer LPB/189/XI/2013/Sus/SPKT tertanggal 3 September, Anthony Abraham dilaporkan telah melanggar pasal menyebarkan berita elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan, pasal 27 ayat 1 junto pasal 45 ayat 1 UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik).  (ang)

Mutasi Kombes Pol dan AKBP di Jajaran Polda Jatim

LOGO POLDA JAWA TIMURSurabaya (Sergap) – Pergeseran jabatan di tingkatan perwira menengah (Pamen) setingkat Ajun Komisaris Besar (AKBP) dan Komisaris Besar (Kombes) di jajaran Polri sedang berlangsung, termasuk yang menjabat di jajaran struktural di Polda Jatim.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1727/VIII/2013 tertanggal 30 Agustus 2013, ada 388 Pamen di seluruh Indonesia terkena mutasi, termasuk 24 yang menduduki jabatan strategis di wilayah Jawa Timur.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif bergeser menjadi Kapolres Bondowoso menggantikan AKBP Bonny Djianto yang berpindah tugas menjadi Wadirreskrimum Polda Jatim. Bonny mengisi jabatan AKBP Prasetijo Utomo yang bergeser menjadi Dosen Akpol Lemdikpol Polri.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Probolinggo Kota AKBP Tulus Ikhlas Pamoji dimutasi sebagai Wadirlantas Polda Jateng. Sedangkan posisinya diisi oleh AKBP Yulia Agustin Selfa Triana yang selama ini menjabat sebagai Kabag Sumda Polrestabes Surabaya.

AKBP Eko Puji Nugroho, mantan Kapolres Mojokerto yang menjadi Pamen di Polda Jatim, bergeser menjadi Kanit III Bagresmob Robinops Bareskrim Polri. Posisinya digantikan oleh AKBP Muji Ediyanto yang sebelumnya menjadi Koorspripim Polda Jatim.

AKBP Ratno Kuncoro, AKBP Eko Puji Nugroho dan AKBP Tulus Ikhlas Pamoji

AKBP Ratno Kuncoro, AKBP Eko Puji Nugroho dan AKBP Tulus Ikhlas Pamoji

Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro dimutasi menjadi Kasubbag Prodsus Bagrod Roanalis Baintelkam Polri, digantikan oleh AKBP Budhi Herdi Susianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagmut Jobpamen Bagmut Job Robinkar SSDM Polri.

Kapolres Ngawi AKBP Eddy Djunaedi menjadi Wadirlantas Polda Sumatra Barat. Penggantinya adalah AKBP Valentino Alfa Tatareda yang selama ini sebagai Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim.

Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi bergeser jadi Wadirpolair Polda Jatim, digantikan oleh Kapolres Madiun AKBP Yusuf.

Jabatan Kapolres Madiun diisi oleh AKBP Rakhmad Setijadi yang selama ini menjadi Kapolres Bojonegoro. Sedangkan Kapolres Bojonegoro diisi AKBP Ady Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polrestabes Surabaya.

Kasat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Mashudi pindah jabatan menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Jabatannya diisi oleh Kombes Pol Rudi Kristantyo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Jambi.

Wakasat Brimob Polda Jatim AKBP Suhendri berpindah menjadi Kasat Brimob Polda Jambi, digantikan AKBP Selamat Topan, yang sebelumnya Kapolres Ternate.

Kabidkum Polda Jatim Kombes Pol Untung Widyatmoko pindah menjadi Pemeriksa Utama Roprovo Divpropam Polri, digantikan oleh Kombes Pol Hendi Handoko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan.

Wadirnarkoba Polda Jatim AKBP Samudi, bergeser menjadi Dir Narkoba Polda NTT, digantikan oleh AKBP R Andria Martinus yang selama ini menjabat sebagai Kapolres Bone Polda NTT.

Mutasi di wilayah Polda Jatim termasuk, AKBP Benedictus Aries Purnawan menjadi Kapolres Serdang Begadai Polda Sumatera Utara.

Pergeseran juga dialami oleh Kombes Pol M Nurdjajadi, Kasubditpam VVIP/VIP Dippamobvit Baharkam Polri, yang menjadi Pamen di Polda Jatim.

Dari para Pamen tersebut, beberapa di antaranya “sangat populer” di media massa tahun ini. Mereka adalah AKBP Ratno Kuncoro yang pada awal tahun 1013, secara fenomenal menyidik kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri, dengan memeriksa jajaran pejabat-pejabat di Pemkot maupun DPRD Kota Kediri. Saat ini kasus dugaan korupsi ini ditangani Polda Jatim.

AKBP Eko Puji Nugroho, yang dicopot sebagai Kapolres Mojokerto karena dalam kasus Briptu Rani, yang juga menyebabkan Polwan Cantik itu dipecat dari dinas Polri.

AKBP Tulus Ikhlas Pamoji, yang saat bertugas sebagai Kapolresta Probolinggo, sempat mengalami luka di kepala akibat kerusuhan Pilwali Probolinggo, di mana saat ini kasus hukumnya ditangani oleh Polda Jatim. (tkr)

______________________________________________________________________________________________________________

Data Mutasi Kombespol dan AKBP di Jajaran Polri selengkapnya (klik di sini) : ALIH TUGAS DI TUBUH POLRI