Polda Jatim Waspadai Serangan Sianida !!!

Kapolda Jatim

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji

Surabaya (Sergap) – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Anton Setiadji mengingatkan anggotanya untuk mewaspadai aksi terorisme dengan modus menyerang anggota polisi dengan sianida.

Sebuah bocoran surat telegram rahasia (TR) Kapolda Jatim yang ditujukan ke pejabat utama serta para Kapolres jajaran dan tersebar di broadcast, pada Minggu (14/2/2016). Dalam TR itu Kapolda Jatim menerangkan ada rencana dari kelompok teroris melakukan aksinya dengan memberi atau mengirim makanan yang sudah dicampur dengan sianida. “Serangan” racun sianida dengan sasaran anggota Polri yang melaksanakan tugas di lapangan maupun di markas komando kepolisian, karena terinspirasi kasus Jessica.

TR Kapolda Jatim yang ditandatangani Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol M Arief Pranoto, Kapolda Jatim meminta para Kapolres jajaran serta Pejabat Utama, untuk mengingatkan seluruh anggotanya yang bertugas di lapangan maupun Mako, agar waspada dengan rencana aksi teroris tersebut pada saat makan di warung atau diberi sesuatu oleh orang yang tidak dikenal.

TR yang bersifat perintah itu, juga meminta para pimpinan di Kepolisian, untuk mengarahkan anggotanya agar saling mengingatkan. Juga mensosialisasikan kepada masyarakat tentang adanya modus-modus baru aksi kelompok teroris ini, agar warga masyarakat memiliki daya cegah dan tangkal terhadap modus baru para teroris.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi melalui telepon tentang bocoran TR yang tersebar di broadcast, belum memberikan jawaban. Kemudian, saat dikonfirmasi ulang melalui pesan singkat, Argo tidak membantah maupun membenarkan. Dia tidak memberikan komentar terhadap TR tersebut. Namun dari sejumlah pemberitaan, polisi-polisi di Jatim sudah menerima edaran tersebut dan membenarkannya.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya menyetakan sudah menerima telegram rahasisa (TR) imbauan dari Kapolda sejak Jumat lalu. “Sudah kita terima TR arahan dari Kapolda Jatim. arahan itu buat anggota. Diarahkan kepada anggota,” kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, Minggu (14/2/2016).

 

Kerusuhan Tambang Emas Banyuwangi, Polda Jatim Tetapkan 2 Tersangka

demo tambang emas banyuwangi oke

Unjuk rasa warga di depan kantor PT BSI, pada 25 November 2015

Surabaya (Sergap) – Dua orang tersangka, yaitu GT, 19, dan SU, 45 telah ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan tambang emas PT Bumi Sukses Indo (BSI), Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, bahwa keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Keduanya diduga adalah orang yang harus bertanggung jawab atas pembakaran dan perusakan kantor PT BSI saat unjuk rasa pada 25 November lalu.

“Dua alat bukti sudah dikantongi penyidik dan keduanya memenuhi untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Senin (30/11/2015).

Penyidik juga masih mendalami unsur pidana lainnya dalam kasus ini. Sejumlah petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Laboratorium Forensik masih berada di Banyuwangi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan sejumlah saksi.

Sejumlah barang bukti yakni batu, pecahan kaca, dan benda lainnya disita penyidik. Polisi masih membidik pelaku lainnya dalam bentrokan polisi dan warga yang mengakibatkan empat orang terluka itu. “Dalam kasus ini selain Polda Jatim juga dibantu Polres Banyuwangi melakukan penyidikan,” ujar perwira melati tiga ini menambahkan.

Bentrok antara polisi dan warga pecah usai gagalnya mediasi antara PT BSI dan warga di Hotel Baru Indah. Warga mendesak aktivitas tambang emas di Gunung Tumpang Pitu itu ditutup. Namun, PT BSI mengklaim sudah mengantongi izin sehingga menolak melakukan penutupan.

Warga kemudian berunjuk rasa di depan kantor PT BSI, pada 25 November 2015. Tuntutan tak dutanggapi, sejumlah orang kemudian merusak dan membakar sarana perusahaan. Polisi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan yang mengakibatkan empat orang terluka. (win)

Kapolda Jatim Resmikan Brigadir Kampung Inggris

Brigadir kampung inggris2

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, saat memberikan sambutan dan arahan di Mapolres Kediri

Kediri (Sergap) – Kampung Inggris yang ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, saat ini sudah sangat terkenal. Pelajar dan masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara, berbondong-bondong membuat kampung pusat belajar Bahasa Inggris ini sedemikian ramainya, utamanya saat libur sekolah.

Keramaian ini, menimbulkan kerawanan Kamtibmas dan potensi tindak kejahatan yang dapat mengganggu keterkenalan Kampung Inggris, yang tidak diraih dalam waktu singkat ini. Untuk mengantisipasi hat itu, Kepala Polda Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Anton Setiadji, meresmikan program “Brigadir Kampung Inggris” yang dibentuk oleh Polres Kediri, yang akan ditempatkan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

“Tujuan pembentukan ini menciptakan suasana di Kampung Inggris menjadi harmonis serta kondusif. Anggota pun nanti bisa fasih Bahasa Inggris, sehingga jika ditugaskan pada misi internasional misalnya PBB, bisa berjalan,” katanya Mapolres Kediri, Senin (16/11/2015) yang lalu.

Kapolda sangat mengapresiasi Polres Kediri, yang menggagas Program Brigadir ini, mengingat segala bentuk kejahatan bisa saja terjadi. Apalagi di Kampung Inggris, di mana ribuan pelajar maupun masyaraka dari berbagai daerah di Indonesia belajar Bahasa Inggris.

Kapolda berharap dengan pengamanan yang ketat ini, baik anggota maupun masyarakat juga sigap mengetahui setiap tamu yang datang di daerah mereka. Pengamanan itu sebagai upaya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, misalnya menjadi korban kejahatan. “Dengan Brigadir Kampung Inggris ini, harapan kami baik anggota maupun masyarakat bisa menetralkan, bisa tahu siapa yang menginap di situ,” ujarnya.

Program Brigadir Kampung Inggris di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini menjadi program percontohan dari Polres Kediri. Sebanyak 21 anggota polisi diberi tugas untuk pengamanan di Kampung Inggris ini. Mereka akan berjaga di daerah itu, secara bergantian. Selain menggunakan sepeda motor, mereka juga mengendarai sepeda pancal saat melakukan patroli keamanan.

Di tempat yang sama, Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep menjelaskan bahwa, kerawanan tindak kejahatan bisa saja terjadi di daerah ini, seperti pencurian kendaraan bermotor, peredaran narkoba, hingga kecelakaan lalu lintas.

“Alasan utama program ini adalah keinginan kuat Polres Kediri untuk menciptakan keamanan di kampung inggris, mengingat daerah ini adalah ikon Kecamatan Pare yag sudah dikenal secara nasional sebagai kampung wisata pendidikan yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Selain Polres Kediri, Kapolda sebelumnya mengunjungi Polres Jombang. Kunjungan diteruskan ke Polres Kediri Kota dan Polres Tulungagung, Polres Trenggalek, Polres Blitar dan Polres Blitar Kota. (tkr)

HARI PAHLAWAN iklan Ayub oke

Pembunuhan Salim Kancil, Mantan Kapolres Akan Diperiksa

Para tersangka Kasus Salim Kancil di Mapolda Jawa Timur

Para tersangka Kasus Salim Kancil di Mapolda Jawa Timur

Surabaya (Sergap) – Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi berencana memanggil mantan Kapolres Lumajang terkait kegiatan penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, yang mencuat pasca kematian Salim Kancil. Desakan untuk memeriksa perwira menengah yang pernah menjabat di Polres Lumajang juga disuarakan Komisi III DPR RI usai berkunjung ke Lumajang.

Sebelumnya, anggota Komisi III Benny K Harman mendesak Kapolda untuk memeriksa eks Kapolres, Kapolres, dan beberapa anggota Polres itu disampaikan. “Kami menduga ada oknum aparat kepolisian setempat yang membekingi kegiatan penambangan pasir ilegal di Lumajang”, kata politisi Partai Demokrat.

Namun, Irjen Anton Setiadi mengatakan pihaknya masih fokus pada pengembangan beberapa anggota di Polres Lumajang. Langkah ini yang selanjutnya menjadi dasar untuk memanggil eks Kapolres maupun Kapolres Lumajang. “Kita fokus keterangan-keterangan dari bawahannya dulu. Apakah nanti mengarah ke sana atau ada ketelibatan, mendiamkan, kalau ada mengarah ke sana kita akan panggil,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini, Senin (5/10/2015).

Ditambahkan oleh Kapolda, bahwa pemeriksaan beberapa anggota Polres Lumajang langsung dibawah pengawasan Kepala Divisi Propam Irjen Raden Budi Winarso. “Kadiv Propam masih di Lumajang, mengawasi pemeriksaan,” kata Anton.

Sementara itu itu Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono, mengatakan sudah 37 orang ditetapkan sebagai tersangka yang terlibat dalam kasus pidana umum dan pidana khusus. Sebanyak 24 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Salim Kancil dan pengeroyokan terhadap Tosan. Untuk 13 tersangka lainnya, ditetapkan tersangka dalam kasus tambang ilegal. “Kalau bilang total jumlah tersangka adalah 31 orang,” kata Kombes Pol Argo.

Argo menjelaskan penyidik menjerat para pelaku ke dalam dua perkara pidana, yakni kasus pembunuhan, pengeroyokan masuk pidana umum. Kemudian kasus kepemilikan tambang ilegal (masuk pidana khusus). “Yang sudah dilakukan penahanan di Mapolda Jatim 25 orang, enam orang masih diperiksa di Lumajang. Kemudian dua masih anak di bawah umur tidak dilakukan penahanan,” ujarnya.

Dari 37 orang yang jadi tersangka salah satunya Kepala Desa Desa Selok Awar-Awar, Hariyono, yang diduga sebagai otak pembantaian terhadap Salim dan Tosan. Selain itu, seorang pengusaha berinisial R juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga terlibat dalam pertambangan pasir ilegal dan juga sebagai pemberi dana dalam pembunuhan dan penganiayaan aktivis yang menolak kegiatan tambang pasir ilegal di Lumajang,

Salim Kancil tewas dibantai, dan Tosan mengalami luka serius akibat dihantam berbagai benda keras pada Sabtu, 26 September 2015. Mereka dianiaya oleh puluhan orang yang dikenal dengan sebutan Tim 12. Tim inilah yang dikendalikan oleh Kepala Desa Hariyono.

Kepolisian juga telah menyita sejumlah alat berat di areal penambangan pasir besi ini. Siapa sesungguhnya pemilik alat berat itu masih diselidiki kepolisian. Pendalaman kasus pembunuhan dan penambangan ilegal juga tak menutup kemungkinan melakukan pemeriksaan terhadap Perhutani. Apalagi muncul dugaan tambang itu berada di lahan milik Perhutani. PT IMMS selaku pengelola tambang ini pertama kali, juga tak luput dari pemeriksaan nanti. (win)

Kapolda Jatim Baru, Lulusan Terbaik Akabri

Inspektur Jenderal Polisi Drs. Anton Setiadi

Inspektur Jenderal Polisi Drs. Anton Setiadi

Surabaya (Sergap) – Mengikuti tukar jabatan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso  dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, maka jabatan Kapolda Jatim juga mengalami pergeseran.

Berdasarkan Telegram Rahasia (TR) tertanggal 3 September 2015 bernomor ST/1847/IX/2015, Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf, diangkat dalam jabatan baru sebagai Gubernur Akpol dan posisinya digantikan oleh Irjen Anton Setiadji, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Sedangkan Gubernur Akpol, Irjen Pudji Hartanto Iskandar diangkat menjadi jabatan baru sebagai Kapolda Sulsel.

Beberapa Kapolda lain yang dimutasi adalah, Irjen Pol Andayono Kapolda Kaltim dimutasi sebagai Pati Yanma Polri dalam rangka pensiun. Posisi Kapolda Kaltim diisi oleh Irjen Safaruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabaintelkam Polri.

Irjen Sugeng Priyanto, Kadivhubinter Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Bali. Pengganti Sugeng yakni Brigjen I‎ Ketut Untung Yoga, Kasespimti Polri Lemdikpol.

Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo dimutasi menjadi Wakabaharkam. Pengganti Kapolda Sumut, Irjen Ngadino yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabaharkam.

Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, Sahli Sospol Kapolri dimutasi sebagai analis kebijakan utama bidang Sosek Sahli Kapolri.

Brigjen Basaria Panjaitan, Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol diangkat dalam jabatan baru sebagai Sahlisospol Kapolri.

Irjen Pol Syahrul Mamma Pati SSDM Polri penugasan pada Kemenkopolhukam sebagai Dep Bid Koordinasi Keamanan Nasional diangkat menjadi Wakabareskrim.

Brigjen Victor E Simanjuntak, Dirtipideksus Bareskrim dimutasi sebagai Pati Bareskrim dalam rangka pensiun. Penggantinya Brigjen Bambang Waskito, yang sebelumnya menjabat sebagai Karobinsops Sops Polri.

Brigjen Zulkarnain, Karowassidik diangkat sebagai KapoldaMaluku Utara menggantikan kapolda sebelumnya Brigjen Imam Budi Supeno yang dimutasi sebagai Wagub Akpol Lemdikpol.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Andjaja diangkat menjadi Irwil IV Itwasum Polri. Penggantinya sebagai Kapolda Gorontalo yakni Brigjen Bengkie Kaluara yang sebelumnya menjabat sebagai Dirbinmas Baharkam Polri.

Kapolda Sultra, Brigjen Arkian Lubis dimutasi menjadi Karorenmin Baharkam Polri. Posisi Kapolda Sultra diisi oleh Brigjen Angung Sabar Santoso yang menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri penugasan pada BNN sebagai Dirkerjasama Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama.

Kombes Imam Sugianto Wakapolda DIY diangkat dalam jabatan baru sebagai Karoninops Sops Polri.

Dalam siaran persnya Jumat (4/9/2015), Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan mutasi ini dilakukan di tubuh Polri untuk penyegaran dan kepentingan institusi Polri. “Ini mutasi biasa, karena ada beberapa Kapolda yang juga mau pensiun,” ucap Kapolri.

Riwayat Singkat

Irjen Pol. Anton Setiadi, lahir di Malang, Jawa Timur, 2 Januari 1959 (56 tahun). Anton Setiadi adalah lulusan terbaik Akpol 1983. Banyak pengalamannya di bidang lalu lintas.

Riwayat Pendidikan : Akabri (1983) (Lulusan terbaik), PTIK (1986), Sespim (1997), Sespati I (2007), Lemhanas PPSA (2012)

Riwayat Jabatan : Paur PD Dep Pengajaran Bhs PTIK (1983), Kabag Lantas Polwil Kediri Polda Jawa Timur (1992), Kabag Jianma Lantas pada Ditlantas Polda Sulsel (1997), Kapolres Ngawi Polwil Madiun Polda Jawa Timur (1999), Kapolres Banyuwangi Polwil Besuki Polda Jawa Timur (2000), Kabid Binkum Polda Kalimantan Timur (2003), Dirlantas Polda Jambi (2004), Dirlantas Polda Bali (2006), Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (2009), Karo Lantas Litbang Sderenbang Polri (2010), Kapuslitbang Polri (2010), Kadiv Hukum Polri (2012), Kapolda Sulawesi Selatan (2014)

(win)

Wakil Ketua Pengadilan Kota Kediri Dilaporkan ke Polda

Purnomo Amin Tjahja, SH  dan Bambang Sugeng Irianto

Purnomo Amin Tjahja, SH dan Bambang Sugeng Irianto

Kediri (Sergap) – Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Jawa Timur, Purnomo Amin Tjahjo, SH, dilaporkan oleh Bambang Sugeng Irianto, Direktur Lembaga Prokonsuma ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), karena dituduh dengan sengaja meminta bantuan Angkatan Bersenjata (TNI), untuk melawan hukum pelaksanaan ketentuan UU/Putusan atau Surat Perintah Pengadilan.

Laporan ke Polda Jatim itu tertuang dalam Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL/1140/IX/2014/UM/SPKT, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/1140/IX/UM/SPKT Polda Jatim, Senin 29 September 2014, yang diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim yang ditandatangani Kompol Santoso Albasor, SH.

Dalam Tanda Bukti Lapor itu, juga ikut dilaporkan Suharno, SH, MH, Panitera Muda Perdata dan Suwanto, SH, Juru Sita Pengganti yang bertugas di PN Kota Kediri.

“Melibatkan TNI dalam sebuah eksekusi adalah sebuah pelanggaran yang jelas diatur dalam KUHP Bab XVIII, pasal 414, ayat (1) yang tertulis Seorang pejabat yang sengaja minta bantuan Angkatan Bersenjata untuk melawan pelaksanaan ketentuan undang-undang, perintah penguasa umum menurut udang-undang, putusan atau surat perintah pengadilan, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”, kata Bambang di kantornya, Rabu (15/04/2015).

Terlibatnya TNI tersebut, terjadi pada saat Pelaksanaan Eksekusi, berdasarkan Penetapan Wakil Ketua PN Kota Kediri, Nomor : 05/Pdt.Eks/2012/Pdt.G/2006/PN.Kdr, tanggal 26 Nopember 2016 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua PN Kota Kediri, Purnomo Amin Tjahjo, SH.

Sedangkan eksekusi tersebut merupakan akibat dari sengketa utang-piutang yang terjadi antara Chandra Gunawan, yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto 16 Kota Kediri, dengan Yani Hermawan yang beralamat di jalan Yos Sudarso Nomor 177 Kota Kediri.

Obyek eksekusi adalah sebuah rumah toko di jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Jamsaren tercatat sebagai milik Candra Gunawan, Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 631 seluas 419m2 dan sebidang tanah di Kelurahan Pesantren, milik Erna Fransisca, SHM Nomor : 785 seluas 2.000m2.

Obyek Sengketa, Ruko di Jalan HOS Cokroaminoto Kota Kediri, lahan di  sebidang tanah di Kelurahan Pesantren

Obyek Sengketa, Ruko di Jalan HOS Cokroaminoto dan lahan di Kelurahan Pesantren Kota Kediri

Ketika dikonfirmasi usai memimpin sebuah sidang perdata, Rabu (15/04/2015), Wakil Ketua PN Kota Kediri, Purnomo Amin Tjahja, SH mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengundang TNI dalam eksekusi itu. “Saya tidak pernah mengundang TNI dalam eksekusi itu. Kalaupun ada personil TNI, itu bukan atas undangan saya”, kata Hakim kelahiran Pamekasan, 31 Juli 1962 ini menjelaskan.

Hakim Amin juga menjelaskan, bahwa dirinya sama sekali belum mendapat panggilan dari kepolisian, dalam hal ini penyidik Polda Jatim.

Dalam Surat Penetapan Hakim Amin, selaku Wakil Ketua PN Kota Kediri, pada alinea terakhir tertulis “Bila diperlukan dapat meminta bantuan alat keamanan negara baik POLRI maupun TNI”. Jika tidak pernah mengundang dan ada kehadiran TNI, lantas siapakah yang menghadirkannya? Tunggu hasil investigasi Tabloid Sergap selanjutnya………

Sementara itu Bambang Sugeng Irianto menambahkan, bahwa pihaknya juga akan melaporkan perihal ini ke Komisi Yudisial, Badan Pengawas Mahkamah Agung dan Ketua Mahkamah Agung. “Dalam waktu yang tak terlalu lama, Wakil Ketua akan saya akan adukan juga ke KY, Bawas MA dan Ketua MA”, kata Bambang menegaskan. (tkr)

Wakapolda dan 10 Kapolres di Polda Jatim Dimutasi

Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya

Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur di Surabaya

Surabaya (Sergap) – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Wakapolda Jatim) Brigjen Pol Drs. Suprojo WS digantikan oleh Brigjen Pol Drs Eddy Hariyanto yang sebelumnya menjabat Kapusjarah Polri. “Seperti pergeseran posisi, karena Brigjen Pol Drs Suprojo WS menggantikan posisi Eddy Hariyanto sebagai Kapusjarah Polri,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Jumat (03/04/2015).

Gerbong mutasi ini juga dibarengi dengan mutasi 10 Kapolres di jajaran Polda Jatim, sesuai dengan surat Telegram Polri nomor ST/735/IV/2015, ST/736/IV/2015, dan ST/737/IV/2015 tanggal 2 April 2015.

Para Kapolres yang pindah jabatan itu adalah Kombes Pol Setija Junianta Kapolrestabes Surabaya menduduki jabatan baru sebagai Kalemdianmas Binkermadianmas STIK Lemdikpol. Sedangkan tongkat komando Kapolrestabes Surabaya diserahkan ke Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah yang sebelumnya menjabat Kabagumum Rorenmin Lemdikpol.

AKBP Valentino Alfa Tatareda yang sebelumnya menjabat Kapolres Ngawi menduduki jabatan baru sebagai Wadirlantas Polda Metro Jaya. Posisinya Tatareda digantikan AKBP Suryo Sudarmadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden A Sat III Pelopor Korbrimob Polri.

Wadirlantas Polda Bali dijabat AKBP E Zulpan yang sebelumnya sebagai Kapolres Gresik. Posisinya digantikan AKBP Ady Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolres Bojonegoro. Sementara Kapolres Bojonegoro digantikan AKBP Hendri Fiuser yang sebelumnya menjabat Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jatim.

AKBP Yulia Agustin Selfa Triana, Kapolres Blitar pindah sebagai Kabagwatpres Rosdm Polda Jatim. Posisinya digantikan AKBP Yossy Runtukahu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden II Satbrimob Polda Jatim.

AKBP Iwan Kurniawan, Kapolres Ponorogo, menjabat sebagai Wadirkrimsus Polda Metro Jaya. Posisinya digantikan AKBP Ricky Purnama yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pasuruan. Sementara Kapolres Pasuruan dijabat oleh AKBP Sulistijono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bangkalan.

Kapolres Bangkalan yang baru dijabat oleh AKBP Windiyanto Pratomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Batu. Jabatan Kapolres Batu dipegang oleh AKBP Decky Hendarsono yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Jatim.

AKBP Asep Hikmana Kapolres Pasuruan Kota menjabat sebagai Wadirlantas Polda Jatim. Posisinya digantikan AKBP Yong Ferrydjon yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbaggassusdagri Baggassus Robinkar SSDM Polri.

AKBP Farman Kapolres Madiun Kota menjabat sebagai Kapolres Gianyar Polda Bali. Posisinya digantikan AKBP Agus Yulianto yang sebelumnya menjabat seagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Mutasi di tubuh Polri merupakan hal yang biasa. Kali ini Pak Wakapolda dan sejumlah Kapolres jajaran Polda Jatim mengalami mutasi,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setyono. (win)

Densus 88 Tangkap Terduga ISIS di Tulungagung

Tiga anggota Satuan Sabhara Polres Tulungagung berjaga di depan pintu gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung (foto : Antara)

Tiga anggota Satuan Sabhara Polres Tulungagung berjaga di depan mulut gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung (foto : Antara)

Tulungagung (Sergap) – Seorang warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang diduga anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditangkap Densus 88 Anti Teror di rumahnya, gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung.

Pria berinisial RS (40th), ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sekitar pukul 09.00 WIB, hanya beberapa saat setelah keluar dari rumahnya, ketika akan berangkat ke negara Suriah.

RS yang memiliki nama lain Abu Bilal alias Ewok ini diketahui pernah mengeyam pelatihan Jihad di Suriah, sebelum akhirnya kembali ke tanah air melakukan perekrutan anggota baru di Indonesia. “Seberapa jauh keterlibatannya, masih kami dalami. Tapi dia memang pernah beberapa lama (mendapat pendidikan dan pelatihan) di Suriah dan terkait ISIS,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Bastoni Purnama di Tulungagung, Jumat (27/3/2015).

Keberangkatan RS di salah satu negara Timur Tengah yang sedang dilanda konflik domestik dan menjadi basis gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tersebut juga diketahui sejumlah tetangganya.

Hanya, seperti diungkapkan Abdul Haris, Ketua RT 04/RW 04 setempat, RS saat itu hanya berpamitan bekerja di Malaysia. “Baru sekitar dua bulan lalu dia pulang. RS juga pernah ke Suriah dan di sana bergabung dengan ISIS,” kata Haris mengutip keterangan yang dia peroleh dari salah satu anggota Densus saat menjadi saksi penggeledahan rumah RS.

Di negara yang menjadi basis gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah itu RS diyakini menjalani serangkaian pelatihan kader jihad serta pembekalan mengenai negara kekhalifahan yang diusung ISIS.

Di Suriah, RS alias Abu Bilal menjalani pendidikan di sebuah kota bernama Gazyantab, Suriah, bersama kelompok ekstrimis lain dari Indonesia bernama Zamzam. RS sendiri diidentifikasi tim Densus 88 Antiteror sebagai bekas anggota Jamaah Islamiyah yang di Indonesia berpusat di Ngruki, Solo.

Kapolres Tulungagung juga menambahkan, bahwa penangkapan terduga ISIS berinsial RS ini merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan serupa di Malang. Densus 88 juga mendalami informasi tentang adanya satu teman RS dari Jawa Tengah, yang akan diajaknya berangkat bersama ke Suriah.

Dalam operasi penangkapan dan penggeledahan tersebut, tim Densus 88, menyita sejumlah barang bukti milik RS yang diindikasi berkaitan dengan faham jihad serta gerakan Islam radikal ISIS.

Setelah diperiksa beberapa saat di Mapolresta Tulungagung, selanjutnya RS dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif lagi.

Sekilas tentang ISIS

ISIS dibentuk pada April 2013 dan cikal bakalnya berasal dari al-Qaida di Irak (AQI), tetapi kemudian dibantah oleh al-Qaida. Kelompok ini menjadi kelompok jihad utama yang memerangi pasukan pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak.

Dalam konteks jihad global disebut Levant yang merujuk kepada wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki. Jumlah mereka tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan memiliki ribuan pejuang, termasuk jihadis asing.

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

Organisasi ini dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi. Hanya sedikit yang mengetahui tentang dia, tetapi dia diyakini lahir di Samarra, bagian utara Baghdad, pada 1971 dan bergabung dengan pemberontak yang merebak sesaat setelah Irak diinvasi oleh AS pada 2003 lalu. Pada 2010 dia menjadi pemimpin al-Qaida di Irak, salah satu kelompok yang kemudian menjadi ISIS.

Baghdadi dikenal sebagai komandan perang dan ahli taktik, analis mengatakan hal itu yang membuat ISIS menjadi menarik bagi para jihadis muda dibandigkan al-Qaeda, yang dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri, seorang teolog Islam.

Tak seperti pemberontak di Suriah, ISIS tampak akan mendirikan kekhalifahan Islam di Suriah dan Irak. Kelompok ini tampak berhasil membangun kekuatan militer. Pada 2013 lalu, mereka menguasai Kota Raqqa di Suriah – yang merupakan ibukota provinsi pertama yang dikuasai pemberontak.

Juni 2014, ISIS juga menguasai Mosul, yang mengejutkan dunia. AS mengatakan kejatuhan kota kedua terbesar di Irak merupakan ancaman bagi wilayah tersebut.

Kelompok ini mengandalkan pendanaan dari individu kaya di negara-negara Arab, terutama Kuwait dan Arab Saudi, yang mendukung pertempuran melawan Presiden Bashar al-Assad.

Saat ini, ISIS disebutkan menguasai sejumlah ladang minyak di wilayah bagian timur Suriah, yang dilaporkan menjual kembali pasokan minyak kepada pemerintah Suriah. (hen/tkr)

Rp. 12,2 Milyar Uang Palsu di Jember, Diduga Dicetak di Nganjuk

Anggota Polres Jember tunjukkan barang bukti Upal

Anggota Polres Jember tunjukkan barang bukti Upal

Jember (Sergap) – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur berhasil dengan gemilang membongkar peredaran uang palsu (upal) sebanyak Rp. 12,2 milyar dan mengamankan empat orang pelaku, berkat pengembangan penyelidikan atas kasus uang palsu yang sebelumnya ditemukan di Bondowoso.

“Konsentrasi kami antisipasi peredaran uang palsu, di waktu Pilkada. Apalagi sebelumnya sempat kami temukan upal di Bondowoso sebesar Rp. 5 juta, saya yakin peredarannya dari Jember,” kata Kapolres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sabilul Alif, Senin (26/1/2015).

Kronologi penangkapan berawal sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (24/1/2015), di Terminal Bus Tawangalun, Kecamatan Rambipuji, polisi menangkap tersangka Aman dengan barang bukti sebanyak Rp. 116 juta uang palsu.

Setelah melakukan introgasi terhadap Aman, polisi menangkap lagi tersangka Sugiyoto di Rumah Makan Pujasera, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates, dengan barang bukti Rp 1,8 milyar dan mobil Toyota Avanza.

Kemudian petugas kembali menangkap Karim dan Kasmari dengan barang bukti uang palsu senilai Rp12 miliar yang tersimpan di dalam mobil Toyota Innova yang diparkir, di Hotel Beringin Indah Kecamatan Ajung.

Sugiyoto mengaku baru membuat uang palsu itu pada awal Januari 2015 karena ada orang Jember yang memesan uang palsu itu. Ia membuat uang palsu sebanyak Rp. 12 milyar lebih dalam waktu dua minggu.

“Jadi total barang bukti yang berhasil kami secara keseluruhan sebesar Rp 12,2 miliar,” kata mantan Kapolres Jember yang sebelumnya menjabat di Bondowoso ini.

Polres Jember terus terus melakukan penyelidikan mendalam. Dari hasil pemeriksaan sementara, uang palsu sebanyak itu akan diedarkan ke wilayah Indonesia bagian timur.

“Jadi mereka ini diduga kuat merupakan sindikat nasional pelaku pemalsuan uang, sebab rencananya, Upal sejumlah Rp 12,2 miliar akan dikirimkan kepada seseorang di Bali, untuk kemudian diedarkan ke wilayah Indonesia timur,” ungkap Kapolres.

Menurut pengakuan pelaku, uang tersebut katanya untuk Ngaben, tetapi polisi tidak percaya begitu saja, sebab jumlahnya sangat besar. Untuk modus operandi para pelaku, Rp 100 juta uang palsu, ditukar dengan Rp 50 juta uang asli.

Kualitas Upal yang berhasil disita tersebut tergolong bagus. “Jika tidak seksama memeriksanya, pasti akan dikira uang asli, sangat mirip dengan uang asli,” tambah Kapolres. Terkait itu polisi kemudian mengejar keberadaan mesin pencetak Upal tersebut.

Kabar keberadaan mesin cetak itu, diungkapkan oleh Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Awi Setiyono, Kabid Humas Polda Jatim. “Masih dikembangkan, untuk mencari bukti baru yaitu mesin cetak, yang informasinya berada di daerah Nganjuk,” katanya kepada wartawan, Senin (26/1/2015).

Empat pelaku yang kini ditahan di Polres Jember itu, adalah Sugiyoto (48), pecatan polisi berpangkat AKP  yang merupakan warga Kabupaten Jombang, Aman (35) seorang guru honorer di Sumatera Selatan, Abdul Karim (46) warga Kabupaten Jombang, dan Kasmari (50) warga Kabupaten Kediri.

Polres Jember nantinya akan melakukan koordinasi dengan Polres Nganjuk. “Polda hanya membackup saja. Jika nantinya itu peredaran uang palsu sampai di luar Jawa Timur, tim Polda akan ikut membantu Polres Jember,” kata Awi Setiyono. (af/ang)

Penembakan Aktivis Anti Korupsi Bangkalan, Sebuah Aksi Teror

Mathur Husairi sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya

Mathur Husairi sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya

Bangkalan (Sergap) – Mathur Husairi (47th), Direktur LSM CIDe (Center for Islam and Democracy Studies) dan Sekjen Madura Corruption Watch ditembak di depan rumahnya di Jalan Teuku Umar, Kota Bangkalan, Selasa (20/1/2015) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, Mathur baru saja sampai dan sedang membuka pagar rumahnya.

Diperkirakan pelakunya 2 orang yang menghamoiri Mathur dari arah belakang. Tembakan itu mengenai pinggangnya. “Luka tembaknya ada di pinggang bagian kanan dan ususnya luka,” kata adiknya Rofi’i, Selasa (20/1/2015) pagi. Korban sempat dilarikan ke RSUD Bangkalan dan akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Saat ini, penyidik Kepolisian Resor Bangkalan dibantu Unit Kejahatan dan Tindak Kekerasan serta Tim Cobra Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mendalami keterangan saksi kunci peristiwa penembakan terhadap aktivis antikorupsi ini.

Kabid Humas Polda Jatim AKBP Awi Setiyono mengatakan, pelaku menembak satu kali dan mengenai perut korban, lalu pelaku lari ke arah selatan dengan menggunakan sepeda motor. “Pelaku dua orang, yang satu mengemudikan sepeda motor, yang dibonceng yang melakukan penembakan,” kata Awi, Rabu, (21/01/2014) kepada wartawan di Mapolda Jatim.

Ditambahkan oleh Awi, bahwa sejak Selasa lalu penyidik berurutan sudah memeriksa lima saksi, yaitu dua anggota keluarga korban dan tiga rekan korban. “Di antara lima saksi, ada satu orang yang melihat kejadian (penembakan). Itu yang akan kami dalami,” katanya.

Keterangan saksi kunci itu, kata Awi, sebenarnya telah diambil kemarin. Namun karena saat itu, para saksi masih dalam suasana ketakutan, maka polisi akan melakukan pemeriksaan ulang. “Kami melakukan pendekatan persuasif untuk mendapatkan data,” kata Awi.

Polisi masih belum dapat menemui Mathur Husairi yang sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya, karena belum mendapat izin dokter. Namun, berdasarkan laporan dokter, korban sudah siuman dan kondisinya berangsur-angsur membaik.

Senjata rakitan

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Sulistiyono memastikan bahwa Mathur Husairi ditembak dengan senjata api rakitan. “Dari hasil pemeriksaan, proyektil peluru di tubuh Mathur berasal dari senjata api rakitan,” katanya, Rabu, (21/10/2015). Namun Kapolres Sulistyono belum bisa memastikan kaliber peluru dan jenis senjata api itu karena belum menerima hasil penelitian proyektil itu secara resmi.

Para sahabat Mathur Husairi, menduga penembakan Mathur dilatarbelakangi status Mathur sebagai saksi kunci KPK dalam kasus Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron.  “Dia bercerita, KPK memintanya jadi saksi kasus Fuad dan dia siap untuk bersaksi,” kata rekan Mathur, Mahmudi Ibnu Khotib, Rabu, (21/01/2015).

Mahmudi juga menduga penembakan itu bertujuan untuk membungkam Mathur, dan membuat kawan-kawannya takut. “Mereka keliru, penembakan ini justru membuat kami tambah semangat membongkar korupsi di Bangkalan,” ucap Mahmudi bersemangat.

Bambang Widjojanto

Bambang Widjojanto

Mahmudi juga meluruskan, malam sebelum penembakan, Mathur memang melakukan pertemuan. Namun bukan dengan tokoh masyarakat, melainkan dengan para pegiat antikorupsi Bangkalan. “Kami bertemu dan ngopi di Citos, Surabaya.”

Atensi KPK dan Komnas HAM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku prihatin atas kekerasan yang dialami aktivis antikorupsi Bangkalan ini. “KPK turut berduka cita atas apa yang terjadi pada Mathur Husairi di Bangkalan Madura,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Selasa (20/01/2015).

“Kenapa hal ini menjadi perhatian KPK? Karena Mathur Husairi pernah memberikan pengaduan ke KPK dan kami sangat prihatin dan mudah-mudahan bukan karena aktivis dia, sekarang Kapolres di bangkalan sedang mencari tahu dibantu dengan Polda Jawa Timur, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa mengetahu apa motifnya,” harap  Bambang, sebagaimana ditulis Antara.

Maneger Nasution

Maneger Nasution

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) juga menyayangkan kejadian penembakan itu. “Komnas HAM berduka cita atas penembakan aktivis antikorupsi Bangkalan Jatim, Mathur Husyairi. Kami tengah mencari informasi lebih jauh lagi,” kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, Rabu (20/1/2015), sebagaimana dikutip Antara.

Kasus ini menjadi perhatian karena sejumlah hal penting yang dinilai Komnas HAM dapat membuat teror dan orang akan takut mengungkap kasus korupsi. “Pertama, ada upaya menghilangkan hak hidup orang lain, dan kedua ada pesan kuat menebar ketakutan dan rasa aman terhadap warga negara khususnya terhadap aktivis prodemokrasi. Dan ketiga, Komnas HAM memandang Tipikor adalah berimplikasi terhadap pelanggaran HAM,” kata Maneger Nasution menjelaskan.

“Ini bukan kriminal biasa karena tidak ada barang yang dicuri misalnya, ini adalah peristiwa kemanusiaan. Dengan demikian penembakan Mathur juga ancaman terhadap pegiat HAM. Untuk itu Polri harus mengusut dan menuntaskan kasus ini dengan profesional dan mandiri,” tambah Maneger.

Aksi teror

KH. Hasyim Muzadi

KH. Hasyim Muzadi

Terkait penembakan pegiat anti korupsi ini, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH. Hasyim Muzadi meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. “Aksi teror seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi. Polisi harus segera mengungkapnya,” ujarnya di sela menjenguk korban di lantai 3 IRD RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (21/01/2015).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang tersebut disambut sejumlah aktivis, antara lain Sukur (Madura Corruption Watch), Mahmudi (Poros Pemuda Jawa Timur), mantan Ketua DPRD Jatim Fathurrosyid dan mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf.

Menurut mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut, kondisi Mathur sampai saat ini masih tergolek lemah dan belum bisa diajak berbicara karena masih menggunakan bantuan alat pernafasan di ruang isolasi. (tim)