Kartu Pers Tabloid Sergap Milik Pelaku Curanmor Palsu!!!

kartu-pers-kapolres2-oke

Dalam foto yang ditayangkan Borneo News, tampak jelas beda design Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya (kanan), dengan Kartu Pers Tabloid Sergap (kiri)

Palangkaraya (Sergap) – Suksesnya jajaran Polri Polsek Pahandut, Kota Palangkaraya menangkap 3 orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), membawa dampak sampingan yang buruk bagi dunia jurnalistik, khususnya Tabloid Sergap.

Hal ini dikarenakan ketiga orang tersangka pelaku curanmor tersebut, yaitu Bima Yoga Haswiyanto (23), Kardiman alias Amang Opak (46) dan Adnan (25) warga Jalan Mendawai, diketahui membawa Kartu Pers yang mirip dengan Kartu Pers Tabloid Sergap.

Bahkan, sebagaimana diberitakan portal Borneo News pada tanggal Senin, 26 Desember 2016 (http://www.borneonews.co.id/berita/45905-wow-gembong-curanmor-itu-miliki-id-card-layaknya-wartawan), ditayangkan foto Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli memegang 3 Kartu Pers, dengan keterangan foto (caption) : “Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli, di Polsek Pahandut, Senin (26/12/2016), menunjukkan id card Tabloid Berita Independen Sergap, yang digunakan para gembong curanmor.”

Terkait hal tersebut, Pemimpin Redaksi Tabloid (Pemred) Sergap, Tukiran, BA memastikan bahwa Kartu Pers yang ditunjukkan oleh Kapolres Palangkaraya dalam berita Borneo News itu palsu dan para pemiliknya bukan wartawan Tabloid Sergap.

Semua kru Tabloid Sergap, dapat dilihat pada website bagian halaman Kru Tabloid Sergap. Dan nama-nama pelaku curanmor tersebut tidak tercantum sebagai Kru Tabloid Sergap.

“Saya menyatakan bahwa Kartu Pers Tabloid Sergap itu palsu. Tanpa melihat detilnya, jelas sekali bahwa Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya itu palsu. Designnya sangat berbeda dengan Kartu Pers Tabloid Sergap. Para pemiliknya bukan wartawan kami,” kata Tukiran, BA menjelaskan.

Sekaligus Pemimpin Redaksi hari ini, Selasa 27 Desember 2017 memerintahkan wartawannya untuk menelusuri proses terjadinya Kartu Pers palsu tersebut.

Ditambahkan pula oleh Pemred, bahwa keberadaan Biro Kalteng adalah Biro Persiapan, artinya dalam proses persiapan untuk menjadi Biro yang definitif. “Redaksi belum menerbitkan Surat Keputusan untuk Biro Kalteng, karena belum semua persyaratannya terpenuhi, salah satunya struktur organisasinya belum dikirim untuk diusulkan kepada redaksi,” kata Pemred Tabloid Sergap menegaskan.

Tentang kasus curanmor yang merupakan salah satu atensi Kapolri, Tabloid Sergap mendukung sepenuhnya tindakan Polri untuk memberantas sampai ke akar-akarnya, karena kejahatan jenis ini membawa dampak keresahan yang luas di masyarakat. (redaksi)

Iklan

Presiden Jokowi, Juga Bergelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit

raja-dayak-oke

Presiden Jokowi saat menerima gelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit, dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran. (foto: Setkab RI)

Palangkaraya (Sergap) – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat selama dua hari pada tanggal 20-21 Desember 2016. Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (20/12/2016) pagi dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Palangkaraya.

Sambutan hangat diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan saat tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa, sekitar pukul 09.40 WIB. Presiden Jokowi dan rombongan langsung disambut oleh tarian tradisional khas suku Dayak Kalimantan Tengah.

Setelahnya, Presiden dinobatkan sebagai Raja Haring Hatungku Tungket Langit. Gelar ini dapat dimaknai sebagai raja bijaksana yang berkepribadian luhur dan penopang keutuhan bangsa.

Upacara pemberian gelar dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran.

Agustiar Sabran menjelaskan bahwa penganugerahan gelar ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat Dayak kepada Presiden Joko Widodo yang dianggap mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini wujud masyarakat Dayak mendukung pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Sabran dalam keterangannya.

Selanjunya Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi Acara Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2016 di Stadion Sanaman Mentikei.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kesetiakawanan selama ini terlihat saat terjadi bencana alam, di mana seluruh komponen bangsa bergerak cepat membantu saudara-saudara yang menjadi korban.

“Namun, saya mengingatkan bahwa kesetiakawanan jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana. Kesetiakawanan seharusnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiakawanan sosial perlu dirasakan di kehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan,” tegas Presiden RI, sebagaimana dirilis Biro Pers Setkab RI.

Presiden juga menyebut bahwa memperingati hari kesetiakawanan sosial nasional, sejatinya memperingati nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Nilai yang telah tertanam dalam diri Bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Presiden Jokowi mengatakan nilai-nilai kesetiakawanan sosial kemudian dirumuskan para pendiri bangsa ke dalam Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

“Sekali lagi saya tegaskan kesetiakawanan sosial perlu dirasakan dikehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan. Nyata dalam arti benar-benar bertindak saling membantu dari diri sendiri dan setiap keluarga harus terus menanamkan, memupuk kesetiakawanan sosial, nilai-nilai pancasila, nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika,” katanya.

Di acara puncak HKSN tahun 2016 itu, Presiden juga memberikan sertifikat tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada 1.700 warga yang tersebar di Provinsi Kalteng, serta menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 18 orang dari seluruh Indonesia.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.

Selanjutnya Presiden dan rombongan menuju ke Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau untuk menghadiri acara Kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan Industri Kayu Terpadu, dan menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Sekolah Dasar.

Sore hari nanti Presiden Jokowi, Raja Haring Hatungku Tungket Langit akan kembali ke Palangkaraya untuk menginap, kemudian besok melanjutkan kunjungan ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat untuk meresmikan Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong. (Tim-AB)

AKBP Lili Wardi Kapolres Palangkaraya Yang Baru

kapolres palangkaraya baru

Kapolres Palangkaraya AKBP Lili Warli, diikuti Kapolres lama, AKBP Jukiman Situmorang, saat melewati tradisi Pedang Pora.

Palangkaraya (Sergap) – Hari Kamis (12/05/2016), sekitar pukul 08.00 WITA Kapolres Palangkaraya AKBP Lili Wardi yang sebelumnya menjabat Komandan Detasemen B Satuan Brimob Polda Kalteng, memasuki halaman Mapolres Palangkaraya. AKBP Liliwardi menggantikan AKBP Jukiman Situmorang yang mendapatkan tugas baru sebagai Kapolres Kapuas.

AKBP Lili Wardi disambut Tari Kahanjak dan menjalani acara Potong Pantan, sebuah tradisi adat istiadat Suku Dayak, di mana pejabat baru wajib memotong kayu Pantan yang melintang untuk memasuki tempat tugas yang baru.

Selanjutnya diikuti AKBP Jukiman Situmorang, Kapolres baru ini berjalan melintasi pedang yang dilintangkan dengan iringan puisi dan taburan bunga dari Bhayangkari

Turut dalam penyambutan Kapolres yang baru diantaranya dari Forum Kerukunan Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Palangka Raya.

Pagi sekitar pukul 08.00, AKBP Lili Wardi bergerak dari Hotel Swiss Bell Kota Palangka Raya menuju Mapolres Palangka Raya dengan dikawal vorijer. Sesampainya, dia disambut gerbang dengan kayu melintang yang disebut Gerbang Pantan, Kamis (12/5/2016).

Tari Kahanjak merupakan sambutan kepada pejabat baru, yang ditarikan dengan harapan Suku Dayak akan kepemimpinan yang bijak. (AB)

Ketika Panglima TNI Mengunjungi Palangkaraya

panglima tni

Panglima TNI mengajak bawahannya bernyanyi bersama sebelum pengarahan. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan)

Palangkaraya (Sergap) – Hari Senin (25/01/2016) yang lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Aspam Kasad Mayjen TNI Ibnu Darmawan,  Aster Kasad Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kolonel PMB Age (Kor spri), Letkol Inf Nugroho dan Sepri Panglima TNI  Mayor Arh Yogi, melakukan kunjungan ke Korem 102/Pjg dalam rangka melakukan pembinaan kepada seluruh prajurit TNI di jajaran Korem 102/Pjg yang dilaksanakan di Aula Korem.

Hadir pada acara tersebut adalah Danrem 102/Pjg Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Kasrem 102/Pjg, Para Dandim jajaran Korem102/Pjg, Danyonif 631/Atg, Para Dan/Kabalak Aju Korem 102/Pjg, Para Kasi Korem, Para Perwira, Danramil dan Babinsa serta Para Bintara dan Tamtama se-Garnizun Palangka Raya.

Pertama kali Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada para prajurit, dan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh Prajurit TNI yang berada di Kalimantan Tengah atas pengabdiannya selama ini dalam membantu pemadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu yang dilanjutkan dengan melaksanakan pengobatan gratis kepada warga yang terkena dampak kabut asap serta melaksanakan pemberian susu gratis kepada anak-anak dan balita serta Ibu hamil.

Tentang Pilkada Ulang di Kalteng, Panglima TNI juga menyampaikan agar prajurit TNI harus bersikap Netral. “Jangan sekali kali melanggar sumpah prajurit serta harus taat kepada norma-norma hukum dan Undang-undang yang berlaku. TNI  selama ini mendapat kepercayaan dari masyarakat, karena selama dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak beberapa waktu yang lalu dapat berjalan dengan lancar serta dapat menjaga keamanan, ketertiban dan Netral dalam pelaksanaannya”, kata Panglima menegaskan

Ditegaskan ulang oleh Jenderal Gatot Nurmantyo, bahwa seluruh prajurit TNI harus selalu bersikap Netral serta selalu menjaga hubungan baik dengan Kepolisian dan instansi pemerintah lainnya.

Usai pengarahan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para prajurit dan diakhiri dengan jumpa pers dengan awak media baik elektronik maupun media cetak yang ada di Kalimantan Tengah. (AB)

iklan natal 2015 PU Kalteng

iklan natal 2015 kopkkm

iklan natal 2015 disperindag

 

 

Jalan Mendawai, Dua Tahun Dibiarkan Rusak Parah

jalan mendawai

Kondisi Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya

Palangkaraya (Sergap) – Ibu kota Provinsi Kalimantan tengah adalah Kota Palangkaraya. Kota ini mengusung slogan Palangkaraya Kota Cantik. Tapi ironisnya, tidak semua bagian dari kota yang digadang-gadang untuk bisa menjadi ibukota NKRI ini terlihat indah.

Beberapa ruas jalan di jantung kota ini masih nampak becek dan tentu saja tidak sehat bagi lingkungan sekitarnya. Salah satunya Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya.

Kondisi jalan ini rusak parah dan banyak lobang di sana-sini, sehingga pengguna jalan harus berhati-hati melewatinya, karena banyaknya lubang membuat sulit untuk menghindarinya. Apalagi jika musim penghujan seperti saat ini. Lubang-lubang itu tertutup genangan air, bagaikan kolam sehingga makin berbahaya bagi pengendara kendaraan.

Kerusakan jalan di tengah-tengah kota ini sudah berlangsung lama. Namun rupaya Pemerintah Kota Palangkaraya, seakan menutup mata.

Salah seorang warga yang enggan namanya ditulis mengatakan bahwa, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung selama lebih dari 2 tahun. “Kami sebagai warga Mandawai, sangat berharap kepada Pemerintah Kota Palangkaraya untuk secepatnya memberbaiki jalan tersebut, agar kami bisa aman mengendarai motor maupun mobil meliwati jalan ini,” ujarnya kepada Tabloid Sergap. (AB)

Pendukung Ujang-Janawi Terus Demo KPU

relawan-UJ3

Pendukung pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalteng, Ujang-Jawawi saat berunjuk rasa di depan KPU Senin (23/11/2015)

Palangkaraya (Sergap) – Unjuk rasa massa pendukung Ujang-Jawawi (UJ) di kantor KPU Kalimantan Selatan, terus berlangsung. Para demonstran akan mengancam menduduki Kantor KPU sampai jagoan mereka pasangan UJ dikembalikan sebagai peserta dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2015.

Dalam orasinya massa akan mengancam akan datang dengan jumlah yang lebih banyak dan akan membuat Kalteng tidak kondusif, apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh KPU. ‘’Kami minta UJ tetap menjadi Pasangan Calon lagi. “Kami meminta agar KPU RI menarik kembali surat Nomor 196/KPTS/2015 tentang pembatalan pasangan Ujang-Jawawi menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Kalteng periode 2016-2021,” kata Setiawan, koordinator Relawan UJ, Rabu (25/11/2015).

Menurut dia, selama ini KPU RI tidak tegas dan telah melakukan pembiaran terhadap proses tahapan yang berjalan, karena tidak dari sejak awal KPU RI mengambil sikap menggugurkan pasangan calon kalau sekiranya bermasalah.

Dengan dibatalkannya pasangan Ujang-Jawawi sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalteng ini, menimbulkan kerugian material dan inmaterial serta berdampak pada psikologis bagi calon khususnya

Setiawan mengingatkan, pembatalan Pasangan UJ akan membuat situasi di beberapa Wilayah Kalteng semakin memanas. ‘”Intinya kami sangat serius dalam melakukan aksi demo dan merasa khawatir dengan keamanan Kalteng. Situasi saat ini sangat memanas,’’ kata Setiawan menambahkan.

Unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor KPU setempat dijaga ketat aparat kepolisian Polres dan tujuh orang perwakilan pengunjuk rasa diterima di ruang KPU. Setiawan juga meminta kepada pihak Kepolisian melakukan pengawalan yang sangat ketat. “Kami disini mengadaan aksi damai dan kami bukan teroris yang membuat rusuh,’’ tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Palangkaraya, AKBP Jukiman Situmorang, kepada wartawan mengatakan bahwa situasi Kota Palangkaraya dijamin kondusif. “Aksi damai yang dilakukan berjalan lancar. Masyarakat jangan terpancing dengan polimik isu yang beredar. Sampai sekarang masih aman dan kondusif, kita siap amankan kelancaran Pilkada,’’ tegasnya. (Ahmad Bakri)

 

 

Diperlakukan Tidak Adil, Warga Mendawai Akan Melakukan Pemekaran

Lurah Surya Omega, kanan sedang menulis

Lurah Surya Omega, kanan sedang menulis

Palangka Raya (Sergap) – Warga Mendawai Gang Permata Indah, RT 03,  RW VI, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang berjumlah hampir 100 Kepala Keluarga (KK), merasa bahwa segala bentuk bantuan dari pemerintah tidak pernah sampai ke tangan mereka.

Untuk memecahkan masalah itu, maka pada hari Selasa (27/10/2015) yang lalu, bertempat di rumah Kamal – salah satu Warga Mendawai – diadakan musyawarah dengan mengundang Hardi Taman, Ketua RT 03 RW VI Kelurahan Palangka, Lurah Surya Omega, Babinmas Yeni Sugiarto dan Babinsa Agus Wiyono, serta staf  Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dalam musyawarah yang dimulai sekitar jam 09.30 WITA itu warga menyampaikan keluh-kesahnya terkait tidak lancarnya penerimaan berbagai bantuan kepada mereka.

Pak Basri misalnya, mengeluhkan betapa bantuan-bantuan melalui Kelurahan Palangka, berupa beras, kompor gas dan sebagainya, tak pernah mereka terima. “Sudah 7 tahun, kami tak pernah menerima bantuan yang namanya Beras Raskin, Kompor Gas dan sebagainya,” kata Basri.

Warga lainnya, Kamaruddin juga mengeluhkan tentang motor roda tiga yang tak pernah dapat dimanfaatkan oleh warga Gang Permata I sampai dengan III. “Kami juga tak bisa memanfaatkan motor Tossa untuk mengakut sampah, menjaga kebersihan lingkungan. Bagi kami ini sungguh tidak adil,” keluh Kamaruddin.

Budi, warga lainnya menanyakan kepada Ketua RT 03 – RW VI Kelurahan Palangka tentang warga yang telah diperintah untuk mengumpulkan copy KTP dan KK untuk mendapatkan Kartu Sehat. “Kami sampai saat ini, belum menerima Kartu Sehat padahal fotokopi KTP dan KK sudah diminta oleh pak RT,” kata Budi dengan nada marah.

Ketua RT Hardi Taman menjawab dengan permintaan maaf dan akan segera dibereskan. “Saya minta maaf, semuanya akan segera kami selesaikan,” katanya.

Dari kiri ke kanan : Ketua RT Hardi Taman, Babinsa Agus Wiyono, Babinmas Yeni Sugiarto

Dari kiri ke kanan : Ketua RT Hardi Taman, Babinsa Agus Wiyono, Babinmas Yeni Sugiarto

Bahkan Ketua RT tidak tahu berapa banyak jumlah KK di wilayahnya. Hardi Taman saat ditanya, menyebut bahwa warga RT 03 – RW VI jumlahnya hanya 30 KK. Jawaban ini sempat menuai cercaan dari warga yang hadir.

Menanggapi hal itu semua Lurah Palangka, Surya Omega minta maaf jika selama ini ada yang tak berkenan dalam pelayanan Kelurahan Palangka kepada warga. “Saya minta maaf, jika dalam pelayanan kepada warga, Kelurahan Palangka belum bisa berkenan di hati. Tapi ke depan kami akan tingkatkan pelayanan dengan lebih baik lagi,” kata Surya Omega di depan musyawarah warga.

Sebenarnya warga hanya berharap agar jajaran Kelurahan Palangka bersama RT dan RWnya bisa menjalankan tupoksinya dalam melayani masyarakat. Dalam hal bantuan-bantuan berupa apapun dari pihak pemerintah, pengusaha, agar dikucurkan dan sampai ke tangan warga yang berhak menerimanya.

Tapi tampaknya warga sudah tidak percaya lagi, sehingga mereka merencanakan untuk membentuk kepengurusan RT baru. “Dari jumlah KK, kami sudah memenuhi syarat untuk bisa membentuk RT baru. Pemekaran RT ini perlu dilakukan agar tidak terulang lagi ketidakadilan yang menimpa kami”, kata salah satu warga kepada Tabloid Sergap. (ab)

LSR-PMT Palangkaraya Bagikan 1.500 Masker Gratis

Ketua Umum LSR-LPMT, Gatis Agatisansyah saat membagikan masker secara gratis di Bundaran Besar Palangkaraya

Ketua Umum LSR-LPMT, Gatis Agatisansyah saat membagikan masker secara gratis di Bundaran Besar Palangkaraya

Palangkaraya (Sergap) – Sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang selama ini bergerak di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, sosial dan kemanusiaan, bernama LSR-LPMT (Lembaga Swadaya Rakyat – Laskar Pembela Masyarakat Tertindas), tampak membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan.

Pembagian 1.500 masker secara cuma-cuma tersebut, dilaksanakan di sekitar Bundaran Besar Palangkaraya, dipimpin langsung oleh oleh Ketua Umum LSR-LPMT, Gatis Agatisansyah, pada Kamis pagi (10/9/2015).

Pembagian masker secara gratis ini, bertujuan untuk membantu masyarakat, untuk mengurangi dampak bencana kabut asap, sehingga terhindar dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kepada Tabloid Sergap, Humas LSR LPMT Gusti Pahriansyah mengatakan, bahwa kegiatan sosial ini adalah respon cepat LSR-PMT, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, sesuai dengan visi dan misi organisasi.

“Mengantisipasi dampak bencana kabut asap adalah tanggung jawab kita semua. Untuk itu LSR-LPMT melakukan koordinasi Kesbangpol dan Dinas Kesehatan Pemprov Kalteng, serta Polres Palangkaraya Kota, sehingga kegiatan sosial ini dapat berjalan lancar”, kata Gusti menjelaskan.

Sementara itu, Ketua LSR-LPMT Gatis Agatisansyah mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin, terhadap dampak kabut asap yang menimpa masyarakat. “Kabut asap ini telah nyata-nyata merugikan banyak orang, mengancam kesehatan masyarakat. Karena itu kami pemerintah untuk segera mencegah, mengatasi dan mengurangi dampak kabut asap ini. Semua pihak yang dengan sengaja membakar hutan atau kebun, harus ditindak dengan tegas”, kata Gatis.

Selanjutnya Gatis berharap, pembagian masker secara gratis ini, dapat memberi inspirasi kepada semua pihak, untuk melakukan tindakan nyata mengatasi bencana kabut asap yang sudah menjadi tragedi dan bencana nasional ini.

“Di masa mendatang, kami berharap bencana kabut asap tidak terulang kembali. Dibutuhkan kerjasama yang melibatkan pemerintah, pengusaha dan masyarakat secara gotongroyong”, pungkas Gatis. (AB)

Kalteng Quality Expo 2015 Diwarnai EO Tidak Profesional

Bu Tuti pedagang dari Jawa Timur dan Baliho Kalteng Quality Expo 2015

Bu Tuti pedagang dari Jawa Timur dan Baliho Kalteng Quality Expo 2015

Palangkaraya (Sergap) – Dalam rangka memeriahkan Harijadi ke 58 Provinsi Kalimantan Tengah, digelar Kalteng Quality Expo 2015 yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Mei sampai dengan 24 Mei 2015.

Sebanyak 208 pengusaha dari berbagai daerah turut ambil bagian di event yang digelar di arena pameran Jl. Temanggung Tilung Palangka Raya dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Agustin Teras Narang.

“Marilah bersama kita sukseskan Kalteng Quality Expo Tahun 2015, semoga tahun depan lebih sukses lagi, dengan semangat kebersamaan dan juga kerukunan kita”, kata gubernur saat memberikan sambutan peresmiannya.

Selanjutnya Gubernur Teras Narang mengingatkan agar masyarakat Kalteng segera bersiap menghadapi pasar bebas ASEAN yang dimulai pada 2015 mendatang. “Melalui Kalteng Expo ini ki­ta berharap bisa menjadi pin­tu bagi masyarakat agar siap menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan dimulai pada 2015. Mulai 2015 nanti semua produk-produk luar negeri akan bebas masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat harus siap dengan cara mulai memamerkan produk unggulannya pada Kalteng Expo ini,” kata gubernur.

Selanjutnya gubernur memukul gong sebagai tanda resmi telah dibukanya  Kalteng Quality Expo 2015, diikuti pengguntingan rangkaian bunga oleh Ny Moenartining Teras Narang.

EO tidak profesional

Jumlah stan pada Kalteng Expo tahun ini sebanyak 263 buah, meliputi indoor 113 buah dan outdoor 150 buah. Selain itu, disediakan pula lapak untuk pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 360 unit dan terkonsentrasi pada satu tempat.

Kalteng Quality Expo 2015 juga menggelar pasar rakyat yang diikuti oleh para pengusaha kecil (UMKM) yang ada di Palangka Raya, serta panggung hiburan rakyat di malam harinya.

Namun CV Putra Rafi Jaya, selaku event organizer/panitia penyelenggara dinilai telah bertindak tidak profesional. Misalnya, sebagaimana dikeluhkan oleh Bu Tuti, seorang pedagang dari Jawa Timur. “Sikap panitia kasar-kasar hanya gara-gara masalah kecil. Kami tidak boleh menggunakan meja lebih bari satu, tapi tidak seharusnya barang-barang kami diturunkan begitu saja di malam hari. Padahal banyak barang-barang berharga milik kami”, keluh Bu Tati kepada Tabloid Sergap.

Bu Tati juga mengkritik sering matinya AC di ruangan. “Kami juga menyayangkan pihak panitia yang memfasilitasi ruangan berAC, tapi sering mati dan tidak nyaman serta tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan”, kata Bu Tati menambahkan.

“Mewakili teman-teman saya pedagang, kami berharap pemerintah dapat memilih EO yang lain, yang lebih baik dan lebih profesional. Mampu memberikan pelayanan yang baik dan menjamin keamanan kami”, kata Bu Tuti berharap. (AB)

Menteri Sosial Tinjau Banjir di Palangkaraya

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Walikota Palangkaraya Mofit Saptono Subagio saat meninjau banjir di jalan Mendawai Palangkaraya

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Walikota Palangkaraya Mofit Saptono Subagio saat meninjau banjir di jalan Mendawai Palangkaraya

Palangkaraya (Sergap) – Banjir yang melanda Kota Cantik Palangkaraya tahun ini, lebih parah jika dibandingkan tahun yang lalu. Contohnya, pemukiman rumah warga di jalan Tjilik Riwut Komplek Pasar Kahayan, terendam air setinggi 50-80 cm. hal ini menyebabkan sekitar 60 KK terpaksa harus mengungsi.

Selain air yang tinggi, sudah sekitar satu minggu banjir juga tak kunjung surut. Sekolah-sekolahpun juga dengan terpaksa meliburkan para siswanya.

Terendamnya sejumlah kawasan permukiman di Palangkaraya, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk di antaranya, Menteri Sosial Chofifah Indar Parawangsa, yang pada hari Senin (23/2/2015), melakukan peninjauan ke Jalan Mendawai Palangkaraya yang cukup parah terdampak oleh banjir.

Pada kesempatan itu Menteri Sosial menyebut bahwa penggundulan hutan adalah penyebab utama musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, tidak terkecuali Kalimantan Tengah.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah daerah segera membuat pemetaan wilayah serta menggalakkan program reboisasi hutan dan lahan. “Untuk penyebab banjir mung­kin ada variabel lain, misalnya hutan kita sudah gundul, ini persoalan serius. Mulai sekarang pemerintah daerah harus melakukan pemetaan wilayah,” ujarnya

Selain penggundulan hutan, Khofifah menyebut pendangkalan sungai juga berpengaruh terhadap terjadinya banjir. “Banyak sungai mengalami pendangkalan, kalau tidak dikeruk, pendangkalan terjadi setiap hari dan air akan merembes ke permukiman penduduk.”

Selain meninjau banjir di jalan Mendawai, Mensos Jalan Pelatuk dan juga memberikan bantuan kepada warga.

Sementara itu Pemprov Kalimantan Tengah, dengan koordinator Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya meringankan beban warga yang menjadi korban banjir.

Dengan dibantu Tim-Tagana juga relawan BPK Damkar mendirikan posko dan tenda sebagai tempat evakuasi pengungsian dengan menyiapkan dapur umum dan tim medis. Tim medis dikerahkan, karena akibat banjir yang berkepanjangan ini, beberapa warga mulai terjangkiti diare dab gatal-gatal.

Para relawan dengan menggunakan perahu karet, juga tak kenal lelah masuk ke gang-gang untuk mengevakuasi warga beserta barang-barangnya, mengantar-jemput anak-anak sekolah yang sekolahnya kebetulan tak kebanjiran.

Sebelumnya, pada Jumat (20/2/2015) Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Achmad juga memberikan bantuan berupa 10 ton beras kepada korban banjir di Palangkaraya, langsung saat meninjau lokasi banjir.

“Ya bantuan yang diberikan hari ini, baru 10 ton, nanti jika diperlukan kami akan tambah sepuluh ton lagi. Saya minta jangan sampai korban banjir kelaparan, ” katanya saat mengunjungi korban banjir di Jalan Kalimantan, Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Palangkaraya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, berupaya untuk membantu korban banjir yang ada di bantaran Sungai Kahayan dengan menggunakan sistem tanggul. Namun, tentu dalam pelaksanaanya memerlukan banyak dana, sehingga perlu mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk membantu dalam penanggulangannya.

Hingga, Selasa (24/2/2015) kondisi banjir sudah semakin surut, sehingga semua warga yang rumahnya terendam saat ini, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Wakil Gubernur Kalteng, H Achmad Diran, mengatakan, selayaknya warga pinggiran sungai direlokasi, tetapi karena banyak yang tidak bersedia, pihaknya mengusahakan untuk meminta bantuan pusat untuk menanggulanginya dengan sistem tanggul.”Kami akan usulkan ke pusat bantuan itu,” katanya. (ab)