Moch. Anton-Sutiaji Unggul Hitung Cepat Pemilukada Kota Malang

Jumpa pers LSI hasil Quick Count Pilkada Kota Malang

Jumpa pers LSI hasil Quick Count Pilkada Kota Malang

Malang (Sergap) – Hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Malang, Jawa Timur, yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Muhammad Anton-Sutiaji (AJI) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra meraih 48,15 persen suara.

Manajer Riset LSI Setia Darma dalam  konferensi pers di Hotel Santika, Kota Malang, Kamis (23/5/2013) pada pukul 16.16 WIB, mengatakan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 223 TPS. “Sampelnya proporsional, tergantung banyaknya pemilih di masing-masing kelurahan. Adapun margin of error-nya, 1 persen,” jelasnya.

Pemilukada  Kota Malang diikuti enam pasangan yang memperebutkan 612.565 suara. “Hasil quick count LSI, untuk pasangan nomor urut 1, yakni Dwi Cahyono-M Uddin, mendapat 5,69 persen suara, pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo meraih 21,61 persen, pasangan Heri Pudji Utami (Dadi) meraih 18,14 persen suara, pasangan Mujais-Yunar Mulya (Raja) mendapatkan 2,44 persen suara, pasangan Agus Dono-Arif HS (Doa) meraih 3.97 persen suara. “Dan untuk pasangan AJI, meraih 48,15 persen suara,” kata Setia Darma.

Dari hitung cepat tersebut, hasil yang bisa berubah kemungkinan pada pasangan Mujais-Yunar Mulya dari calon independen, Agus Dono-Arif HS, dan Dwi Cahyono-M Uddin. “Hal itu melihat margin of error-nya,” katanya menjelaskan.

Setia menjelaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih sebanyak 62,81 persen dari 612.565 pemilih. “Adapun data yang masuk sampai pukul 15.25 WIB sebanyak 99.10 persen,” ungkap Setia seraya menambahkan bahwa pasangan AJI diketahui unggul di semua kecamatan di seluruh Kota Malang

Pada kesempatan yang sama, Direktur Strategi LSI Agus Tinus Budi Praseyo mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya, pasangan AJI unggul karena warga Kota Malang belum bersedia dipimpin seorang perempuan. “Tapi, menginginkan pemimpin laki-laki,” katanya.

Selain itu, hawa perubahan yang diusung pasangan AJI masih diharapkan warga Kota Malang. “Dan tingkat popularitas, Abah Anton mengungguli calon lain. Terakhir pada tingkat pengenalan cukup unggul dan warga juga menyukai karena Abah Anton banyak bukti,” katanya. (en)

Iklan

Massa Pendukung Geng Wahyudi Geruduk Rumah Sirmadji

Pendukung Geng Wahyudi saat mendatangi rumah Sirmaji

Pendukung Geng Wahyudi saat mendatangi rumah Sirmadji. Geng Wahyudi (kanan)

Malang (Sergap) – Ratusan pendukung Geng Wahyudi mendatangi rumah Sirmadji Tjondropragolo, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (25/4/2013). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan alasan Wahyudi tidak masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) DPR pada pemilhan anggota legislatif (pileg) 2014. Geng Wahyudi merupakan kader PDI Perjuangan Malang yang pernah mencalonkan diri sebagai bakal Bupati Malang pada 2010 lalu.

Sementara rumah Sirmadji sendiri, sejak pagi dikawal ketat ratusan aparat kepolisian serta massa pendukunngya. Sirmadji merupakan suami dari Calon Wali Kota Malang 2013, Sri Rahayu.

Koordinator aksi, Mulyono, meminta massa agar tidak membuat kerusuhan. “Kami di sini adalah tamu, jangan sampai ada tindakan yang mencoreng nama baik Pak Geng Wahyudi,” kata Mulyono di depan massa PDI Perjuangan.

Dia menegaskan tujuan utama kedatangannya untuk menuntut keadilan terkait tidak lolosnya Wahyudi dalam DCS DPR. Perwakilan massa Geng Wahyudi dan perwakilan Sirmadji menggelar rapat tertutup.

Geng yang datang belakangan mengatakan, bahwa pihaknya hanya ingin bersilaturahmi ke rumah Sirmadji. Ia mengaku tidak bermaksud menggelar aksi unjuk rasa di kediaman Sirmadji. “Saya hanya silaturahmi, berbicara langsung dengan Pak Sirmadji,” katanya, Kamis (25/4/2013).

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa awalnya ada isu yang menyebut dirinya tidak masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) untuk DPR RI dari Dapil Malang Raya. Padahal seharusnya dirinya masuk urutan kedua, di bawah seorang pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Isu tersebut yang membuat pendukungnya marah dan ingin mendengar penjelasan langsung dari Sirmadji. “Intinya kami ingin mendengar penjelasan langsung dari Pak Sirmadji. Meski DCS tersebut belum resmi dikeluarkan,” jelasnya.

Geng sempat menelpon Sirmadji, namun Sirmadji sedang rapat pleno di DPP PDIP di Jakarta.Sirmadji berjanji akan menginformasikan jika pleno sudah selesai. Alhasil Geng Wahyudi dan ratusan pendukungnya menunggu di halaman rumah Sirmadji. Mereka duduk-duduk hingga ke jalan raya. “Kami akan bubar setelah mendengar jawaban dari Pak Sirmadji,” tegasnya.

Geng mengaku legowo seandainya benar dicoret dari DCS PDIP, namun ia minta penjelasan kongkrit dari DPP dan DPD. (en)

Gaji Walikota Malang Hanya Rp 12 Juta, Mengapa Masih Banyak Peminatnya?

Walikota dan Ketua KPU saat launching Pemilukada Kota Malang

Walikota Peni Suparto dan Ketua KPU Hendry saat launching Pemilukada Kota Malang 2013

Malang (Sergap) – MCW (Malang Corruption Watch) Jawa Timur, mendesak KPUD Kota Malang untuk menekan seminimal mungkin ongkos politik para calon, karena berpotensi tindak pidana korupsi yang dilakukan calon terpilih dengan mengeruk uang negara.

“Ongkos politik para Calon Walikota Malang mencapai Rp. 6,4 miliar dan tidak sebanding dengan gaji Wali Kota Malang sebesar Rp. 12.189.925 per bulan dengan gaji pokok Rp. 3.900.000. Tak sebandingnya ongkos politik dengan gaji ini, maka patut diduga calon terpilih rawan dan patut diduga akan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Hayyi Ali, Koordinator Pendidikan Pemilih dan Pemantau Pilkada Kota Malang MCW, Rabu (13/03/2013) kepada wartawan.

Menurutnya, total ongkos politik tersebut meliputi serangkaian biaya pembuatan baliho, pembuatan kaos, operasional mobil kampanye, stiker, poster, biaya pertemuan dengan warga, membayar konsultan, biaya tim sukses, dan biaya untuk membayar saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Serangkaian biayai tersebut belum termasuk pemasangan dan biaya izin pasang baliho. Ia menilai, biaya tersebut merupakan harga minimal dan sangat mungkin menggelembung bila para calon melakukan praktik politik uang. “Dugaan dan temuan kami di lapangan saat ini sudah marak praktik politik uang,” kata Hayyi menambahkan.

Menurut Hayyi, pintu masuk praktik korupsi umumnya melalui proyek yang didanai oleh negara, dengan melakukan kongkalikong dengan pemodal di daerah yang membiayainya saat Pemilukada.  “Jelas jaminannya proyek, karena tak ada dana gratis yang diberikan pengusaha lokal kepadanya saat mencalonkan,” kata Hayyi.

Saat ini sudah tercatat 5 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Malang, yaitu Dwi Cahyono-M Nuruddin (Independen); Yunar Mulya- Ahmad Mujais (Independen); Sri Rahayu-Priyantmoko Oetoemo (PDI Perjuangan), Agus Dono-Arif HS (Partai Demokrat-PKS), Heri Pudji Utami-Sufyan Edi Jarwoko (Golkar-PAN) serta M Anton-Sutiadji (PKB). (en)

Super Tucano, Si Cocor Merah Modern Perkuat TNI AU

Super Tocano si Cocor Merah modern

Malang, Sergap – Kedatangan 4 pesawat tempur Super Tocano juga disambut oleh Kepala Daerah se Malang Raya. Super Tucano yang corat pengecatannya mirip dengan pesawat tempur Mustang yang terkenal saat Perang Dunia II ini mendarat dengan mulus pada hari Minggu (2/9/2012), sekitar pukul 11.00 WIB di Lanud Abdurahman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ketiga kepala daerah itu masing-masing Walikota Batu Eddy Rumpoko, Walikota Malang Peni Suparto dan Bupati Malang Rendra Kresna. Dari jajaran TNI tampak menyambut Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, Pangkoops AU II Makassar didampingi Danlanud Abd Saleh, Malang, Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat militer setingkat Danrem, Danramil dan Kepolisian se-Malang Raya.

Sebelum mendarat, empat pesawat buatan Brazil itu memamerkan aksinya dengan dikawal oleh pesawat Hercules. Begitu mendarat para pilot langsung disambut tarian di depan hanggar yang dulunya ditempati pesawat OV 10 Bronco.

Empat unit Super Tucano siang itu dipiloti oleh Kapten Almir Sumar De Azevedo, Kapten Carlos Moreira Chaster, Kapten Airton Manoel Rodrigues, dan Kapten William Souza, mereka para pilot dari Angkatan Udara Brazilia, negara di mana pesawat ini diproduksi.

Marsekal Muda TNI Agus Supriatna menyalami para pilot dari Brazilia

Pada wartawan, Agus Supriatna, Pangkoops AU II mengatakan bahwa pesawat Super Tucano itu untuk membantu operasi di darat maupun di laut. “Pada 17 September mendatang, baru akan akan diserahkan secara resmi ke negara atau ke pihak TNI AU,” katanya.

Saat ini baru tiba 4 unit pesawat dari totalnya ada 16 pesawat. Akhir tahun depan sisa Super Tucano bisa selesai dan tiba di Indonesia dengan selamat.

Ditambahkan oleh Agus Supriatna bahwa di tingkat Asean, baru Indonesia yang memakainya. “Negara di Asean baru Indonesia. Kalau di Amerika Latin, sudah lama pakai pesawat ini,”paparnya.

Saat ditanya keunggulan dari Super Tacano ini, katanya, punya jelajah jangkauan luar biasa. Contohnya, kalau dari Malang membawa bom atau alat tempur, bisa kuat sampai ke Balikpapan. Dan pesawat ini bisa membawa 6 bom sekaligus.

Dengan kemampuannya untuk membantu serangan darat dan laut, pesawat ini ideal untuk ditempatkan di wilayah perbatasan. Namun karena keterbatasab sarana pendukungnya, maka sementara di tempatkan di Skuadron 21 Malang. “Kita taruh di Skuadron 21 karena perawatan dan hanggarnya mumpuni. Sejak dua tahun lalu alat perawatan untuk pesawat ini kita pikirkan. Tapi kalau dibutuhkan bisa langsung diterbangkan ke lokasi,” katanya menjelaskan.

Dan Lanud Abd Saleh Malang, Marsekal Pertama TNI Gutomo menambahkan, para pilot sudah dipersiapkan sebelum kedatangan pesawat. “Sejak 2 tahun lalu, para pilot Super Tucano kita sudah dididik kualitasnya. Para penerbang sudah disebar untuk meningkatkan kualitas penerbangan militer,” pungkasnya. (enny)

Berita terkait :  Sekilas Tentang EMB-314 Super Tucano

Dua Ledakan Petasan di Malang, 4 Tewas dan 4 Luka Berat

Rumah Ponari yang hancur

Malang, Sergap –  Pengalaman 10 tahun sebagai pembuat petasan yang handal, tidak menyelamatkan Ponari (50th) dan isterinya Listiana (35th) serta keponakannya Sodikin (17th) selamat dari ledakan dahsyat yang menghebohkan warga Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang pada Selasa (14/08/2012) malam.

Ledakan tersebut bersumber di sebuah rumah Ponari yang terletak di Dusun Alas Gede, Desa Ngingit, RT 20 RW 06, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Peristiwa itu terjadi pada pukul 19.00 WIB di mana di dusun tersebut, umat Muslim sedang khusuk menjalankan ibadah Shalat Tarawih. Diketahui lebih kurang ada 13 rumah dan masjid mengalami kerusakan, berupa kaca pecah akibat kerasnya ledakan yang terjadi di rumah Ponari tersebut.

Akibat kerasnya ledakan, tubuh ketiga korban itu berantakan, sebagian potongan tubuh terlempar ke luar rumah, bahkan ada yang menyangkut di pohon di sekitar rumah.

Ponari dan istrinya, Listiana, sudah lama memperkerjakan Sodikin untuk membantu meracik bahan petasan yang dijual secara umum tapi rahasia, terutama kepada warga sekitar dan warga di Malang Raya. Selain tiga korban tewas, Senimah (65), mertua Ponari, mengalami luka bakar dan harus dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Yang jelas, saat ledakan terjadi layaknya bunyi bom. Pokoknya sangat keras,” jelas Nuri, Ketua RT 19 RW 05 Desa Ngingit kepada wartawan di sekitar puing rumah Ponari. Sesaat setelah ledakan, lanjut Nuri, warga yang sedang melaksanakan Shalat Tarawih di masjid langsung berhamburan menuju rumah Ponari. “Ternyata rumahnya sudah hancur, kita langsung lapor ke polisi dan pihak desa,” kata Nuri.

Menurut Nuri, saking kerasnya ledakan, warga sempat panik dan tak berani mendekati rumah Ponari yang sudah hancur berantakan. “Warga tak mau langsung mencari tubuh korban yang ada di dalam rumah karena warga takut,” katanya. Selain melumatkan rumah Ponari, ledakan bahan petasan juga menghancurkan atap tiga rumah di sebelahnya.

Sementara itu, adik ipar Ponari, Ahmad Basiri, menceritakan, anggota keluarganya termasuk Ponari merupakan anggota Pencak Silat di kampungnya. Dalam setiap atraksi, sering kali sejumlah petasan kecil dikalungkan di dadanya sambil diledakkan.

“Jadi Ponari dan keluarganya sudah biasa dengan petasan. Makanya tak ada yang ketakutan. Lagipula Pak Ponari itu hanya meracik saja di dalam rumahnya,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya terkait penyebab utama ledakan.

Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono, mengatakan, pihaknya belum menerima laporan hasil tim Labfor Polri Cabang Surabaya. “Kami belum bisa memastikan penyebab utamanya apa, berapa berat komposisi bahan petasan itu. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” urai Rinto, Rabu (15/8/2012).

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui jika petasan itu rencananya dipakai sendiri oleh korban. “Petasan itu dibuat bukan untuk diperjualbelikan, rencananya akan dipakai menjelang lebaran nanti,” lanjut Rinto.

Kepolisian juga menelusuri darimana bahan petasan itu didapat oleh korban. Apakah bahan serbuk petasan itu dibeli dari luar Malang atau di Malang, polisi masih menelusurinya. “Bisa saja beli di luar Malang. Makanya kita masih terus menyelidikinya darimana bahan petasan itu dibeli,” ucap Rinto.

Secepatnya juga akan dilakukan razia dan menindak tegas warga yang kedapatan membuat petasan. Jika nantinya ditemukan ada pembuat petasan, maka ditindak sesuai perundangan yang berlaku. “Anggota kami menelusuri pembuat petasan di Kabupaten Malang,” sambung Rinto.

Sekedar diketahui, terjadi ledakan bahan petasan di dua tempat berbeda di Kabupaten Malang pada Selasa (14/8) malam.. Peristiwa kedua terjadi di Dusun Trajen RT 01/RW 06, Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Dalam peristiwa itu, Sugianto (35), tewas dalam kondisi hangus terbakar. Sedangkan tiga orang lainnya yakni M Anwar (18), Saiful Anwar (30), dan Andika (11) mengalami luka berat dan harus dilarikan ke RSU Dr Saiful Anwar.

Dalam dua peristiwa berbeda itu, para korban diduga sedang meracik petasan di rumah masing – masing. Dugaan sementara, percikan api mengenai bahan petasan saat mereka sedang meracik. Percikan api diduga muncul dari gesekan logam atau dari rokok.

Tim Gegana Brimob Polda Jatim markas Ampeldento Tumpang, mengakui menyita 25 kilogram campuran serbuk potasium dan brons. Serta belerang dan potasium terbungkus plastik di lokasi ledakan petasan Desa Ngingit Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Sudah saat semua warga menyadari bahaya membuat petasan. Ledakan itu bisa terjadi di saat proses pembuatannya, pengangkutannya dan juga saat di tangan pembelinya yang rata-rata masih anak-anak. Dalam sehari saja 4 nyawa melayang dan 4 laiinnya luka berat.

Petasan bukan budaya kita. Mari kita jauhi penggunaannya, apalagi dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri. Jelas tidak benar menurut aturan apapaun. (en)

Di Malang, THR Harus Dibayar Seminggu Sebelum Labaran

Djaka Rintamtama

Malang, Sergap – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Tenagakerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Malang,akan menerjunkan personilnya untuk mengawasi sejumlah perusahaan yang dianggap sering bermasalah. Pengawasan ini terkait pemberian hak pada karyawan yakni Tunjangan Hari Raya (THR).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakersos Kota Malang, Wahyu Santoso, mengatakan, personilnya akan memonitoring ke beberapa perusahaan. “Terutama perusahaan yang selama ini bemasalah, sering melanggar. Tapi biasanya perusahaan yang melanggar ini adalah perusahaan menengah ke bawah,” kata Wahyu, Senin (30/7).

Jika terbukti ada perusahaan yang melanggar, maka diberi sanksi pada mereka. Sanksi itu hanya bersifat administrasi saja berupa teguran dan evaluasi izin usaha. “Tapi biasanya perusahaan memberikan THR di detik-detik terakhir ramadan,” ucap Wahyu.

Dia menambahkan, jika para pekerja sampai pada waktu yang ditentukan belum menerima THR, dipersilakan melapor ke posko pengaduan yang ada di Disnakersos. Posko ini bisa menerima pengaduan dari para pekerja dari 850 perusahaan yang ada di Kota Malang.

Pemerintah Kabupaten Malang, bahkan lebih tegas lagi, karena Bupati sudah menerbitkan Surat Edaran Bupati Malang No 568/3298/421.105/2012 mengenai Tunjangan Hari Raya. Untuk mengawal itu semua maka Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang, akan menurunkan 16 personelnya diturunkan untuk mengawasi 200 perusahaan dari total 807 perusahaan yang ada di Kabupaten Malang.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Malang, Djaka Rintamtama, mengatakan, pihaknya tidak mungkin mengawasi seluruh perusahaan yang ada. “Kami hanya mengambil sample untuk 200 perusahaan saja,” katanya.

“Kami juga menggandeng serikat pekerja/serikat buruh untuk melakukan pengawasan. THR harus diberikan maksimal seminggu sebelum lebaran,” kata Djaka. Disnakertrans beserta serikat pekerja/serikat buruh mendirikan 4 pos pengaduan. Keempat pos pengaduan itu tersebar di empat titik yakni di wilayah utara ada di kantor Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Malang di Kecamatan Singosari. Kemudian wilayah timur ada di sekretariat Asosiasi Pekerja Sejahtera Malang (APSM) di Kecamatan Pakis. Di wilayah Bululawang, pos pengaduan ditempatkan di Serikat Buruh Merdeka. Sedang di tengah kota, yaitu di posko Serikat Pekerja Sejahtera Indonesia (SBSI).  (enny)

Waspadalah, Anak-Anak Pelaku Curanmor

Pelaku Curanmor masih bocah (ill)

Malang, Sergap – Pencurian kendaraan bermotor (curanmor), ternyata juga melibatkan anak-anak di bawah umur. MF (17) dan temannya FA masing-masing Warga Buring, Kedungkandang, dan warga Kecopokan, Sumberpucung, FA ditangkap Polsek Kedungkandang, Rabu (6/6/2012) pukul 19.00 WIB.

Ditangkap pula bersama keduanya Zabur Anam, warga Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo,. Ketiganya ditangkap karena melakukan sejumlah pencurian motor di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Penangkapan ini bermula saat anggota Polsek Kedungkandang mendengar adanya transaksi motor hasil curian di Gedung Olahraga (GOR) Ken Arok. Saat datang ke lokasi, ternyata polisi menemukan ketiganya. Melihat ada polisi yang akan menghampirinya, mereka berusaha melarikan diri dengan naik motor, namun aksi itu digagalkan anggota Polsek.

MF yang masih di bawah umur itu ternyata bukan ‘pemain’ baru. Ia sudah beraksi di Sawojajar, Bunul, dan Klojen, sedangkan FA baru beraksi di Sumberpucung. Dan Zabur sudah beraksi di Kepanjen, Poncokusumo, Klojen, GOR Ken Arok, dan Cemorokandang. Selain berperan sebagai eksekutor, Zabur juga menjadi penghubung dengan salah satu penadah di Surabaya berinisial P.

]Dalam menjalankan aksinya, Zabur kadang melakukan bersama MF. MF juga kadang beraksi bersama tersangka lain berinisial Y dan A. Tersangka Y juga kadang beraksi bersama MF. Tapi tidak jarang para tersangka ini beraksi seorang diri.

Dari ketiga tersangka yang sudah ditangkap, hanya MF yang akan ditahan di Mapolsek Kedungkandang. Zabur akan diserahkan ke Polres Malang Kota karena sempat mencuri di Klojen. “Untuk tersangka FA akan dilimpahkan ke Polres Malang karena dia mencuri di wilayah hokum kabupaten,” kata Kapolsek Kedungkandang, Kompol Darmono. (enny)

Daftar Sekarang, 10 Tahun Lagi Baru Berangkat

Jemaah haji

Malang, Sergap  – Diperkirakan animo masyarakat yang tinggi, sehingga daftar tunggu keberangkatan warga Kota Malang, Jawa Timur, untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci diperkirakan mencapai 10 tahun. Jadi pendaftar saat ini baru bisa berangkat nanti tahun 2022.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang Abdul Manan, Kamis, mengemukakan, sebenarnya Kota Malang dijatah tiga kelompok terbang (kloter) setiap tahunnya.  “Setiap tahun kita dijatah tiga kloter dan tahun ini kuota Kota Malang sebanyak 1.199 calon jamaah haji (CJH). Namun, karena animo masyarakat yang mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji begitu besar, maka antreannya menjadi sangat panjang,” katanya. Hanya saja, lanjutnya, jatah pemberangkatan haji reguler hanya 70 persen, karena 30 persennya diisi oleh jamaah haji khusus (plus).

Ia mengatakan, kuota Kota Malang termasuk kecil dalam pemberangkatan haji setelah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, sehingga daftar tunggunya semakin lama juga semakin panjang.

Jika di Kota Malang daftar tunggu haji hingga 10 tahun, di Kota Batu justru lebih lama lagi, yakni 11 tahun. “Sebenarnya kondisi ini tidak hanya terjadi di Batu, tapi juga di kota/kabupaten lain di Jatim,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Syaifullah Ansori.

Ia mengatakan, kuota CJH Kota Batu tahun ini hanya 104 orang. Namun, kuota tersebut bisa bertambah atau berkurang tergantung mutasi, apakah banyak yang keluar atau masuk ke Kota Batu serta pelunasan biaya haji.

“Untuk biaya haji reguler tahun ini kami masih belum tahu berapa pastinya. Kami juga hanya bisa mendeteksi CJH reguler saja, sedangkan yang haji plus tidak kami ketahui karena kan diurusi pihak swasta,” tegasnya.

Hati-Hati Calo Berkedok Bimbingan Haji

Sementara itu, suarasurabaya.net menginformasikan adanya oknum-oknum yang dengan imbalan Rp10 juta sampai Rp15 juta, dengan berkedok Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menjanjikan sanggup memberangkatkan calon haji di luar daftar tunggu.

Dalam beroperasi calo haji itu sering membawa bawa nama pejabat Kementerian Agama dan pimpinan Parpol tertentu.

Suryadharma Ali Menteri Agama (Menag) saat dikonfirmasi atas ulah sejumlah KBIH itu mengatakan, sudah memiliki daftar KBIH yang nakal dan sudah diperingatkan

KBIH tugas utamanya membimbing manasik jamaah calon haji yang memerlukan. “KBIH tidak boleh mencampuri wewenang petugas haji. Silakan lapor ke kantor saya kalau ada anggota masyarakat yang dirugikan,” kata Menteri Agama.

Slamet Riyanto Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama menjelaskan juga sudah ada sekitar 22 KBIH yang dicabut izinnya karena merangkap jadi calon dan gagal memberangkatkan jamaahnya. “Dari Jatim ada juga yang telah dicabut izinnya” kata Slamet.

Jamaah calon haji yang masuk daftar tunggu diminta bersabar. “Sudah cukup banyak jamaah calon haji yang jadi korban penipuan,” kata Dirjen PHU.

Kuota haji Indonesia sebanyak 211.000 sudah dibagi habis untuk 33 provinsi. Jatim memperoleh kuota 33.935 orang. Kata Dirjen PHU kalau ihtiar pemerintah minta tambahan kuota berhasil, itupun diprioritaskan untuk jamaah usia lanjut, diatas 70 tahun dan petugas khusus tidak diobral. “Hati-hati jangan sampai jadi korban KBIH yang nakal!” pesan Slamet Riyanto. (enny)

5,5 Miliar Dana BOS Diselewengkan Buat Honor Guru

MARI KITA AWASI DANA BOS

Malang, Sergap – Duit Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dikucurkan agar pendidikan menjadi bermutu tetapi murah. Namun yang terjadi duit rakyat dat APBN ini justru sering diselewengakan oelh para birokrat pendidikan yang notabene adalah pegawai negeri sipil (PNS) itu.

Kota Malang yang disebut-sebut sebagai Kota Pendidikan ternyata tak lepas dari permasalahan itu. Setelah ditemukan kasus pungutan liar (pungli) di sekolah, kini Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Malang kembali melaporkan sejumlah lembaga pendidikan di Kota Malang, yang diduga menyelewengkan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) daerah. Kabarnya, dana yang diselewengkan itu untuk membayar honor guru.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara KMPP Malang, Muhammad Amrullah, Jumat (22/6). Menurutnya, guru yang berstatus PNS tersebut telah mendapat gaji dari Negara, sehingga tak ada alasan untuk mendapat honor mengajar. “Biaya operasional sekolah seharusnya diperuntukan untuk membiayai bahan ajar dan jasa, tak ada penjelasan penggunaan anggaran untuk honor guru,” tegasnya pada wartawan.

Tahun ini, Pemkot Malang menganggarkan dana BOS daerah sebesar Rp 27,9 miliar, yang diperuntukkan bagi 80 ribu pelajar siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kota Malang. “Kami mencatat sebesar Rp 5,5 miliar dana BOS daerah diselewengkan untuk membayar honor guru, selebihnya sekitar Rp 22,4 miliar digunakan untuk pengadaan barang pelajar dan jasa,” pungkasnya.

Amrullah menambahkan, Dinas Pendidikan juga melakukan pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS), dengan memotong biaya LKS melalui dana BOS. “Padahal LKS dikerjakan asal-asalan dan berkualitas rendah. Masing-masing LKS dijual seharga Rp 6.500. Jika dibandingkan dengan LKS di pasaran harganya Rp 4.500. Selisih Rp 2 ribu per lembar, untuk 80 ribu siswa,” paparnya.

Dengan begitu, KMPP memperkirakan dana yang diselewengkan untuk pembayaran LKS ini mencapai Rp 1,1 miliar. “Prihatin banyak dana yang diselewengkan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Malang Peni Suparto mengatakan, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan menurunkan tim untuk menelusuri masalah tersebut. “Jika ada pelanggaran segera dilaporkan, dan jika terbukti bersalah, akan mendapatkan sanksi tegas sesuai peraturan,” tegas Walikota. (enny)

Isteri Walikota Malang, Maju ke Arena Pemilukada

Hj. Heri Pudji Utami

Malang, Sergap – Semakin marak saja, isteri kepala daerah ikut pemilukada sementara suaminya masih aktif menjabat.  Hj. Heri Pudji Utami, istri Walikota Malang saat ini, Peni Suparto, akhirnya maju sebagai bakal calon walikota melalui PDIP. Heri Pudji mengambil formulir bakal calon di kantor DPC PDIP Kota Malang pada Minggu (13/5) malam.

Ia mengambil formulir pada batas hari terakhir pengambilan formulir. Sebelumnya, Sri Rahayu, anggota DPR RI dari PDIP sudah lebih dulu mengambil formulir bakal calon walikota melalui partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Malam ini adalah hari terbaik menurut hitungan Primbon Jawa,” katanya, usai mengambil formulir. Ia mengakui jika hitung-hitungan hari pengambilan formulir dilakukan oleh suaminya, Peni Suparto. Menurut primbon jawa, Minggu malam masuk Senin Pon. Dalam hitung-hitungan primbon jawa, Senin Pon menandakan sebagai orang yang tangguh, tampil kuat, ramah, sopan dan bertanggung jawab.

Meski pemilihan bakal calon walikota dari PDIP tidak menggunakan sistem konvensi, Heri optimis bisa maju dalam pemilukada 2013. Ia mengklaim mendapat dukungan 5 PAC dan 57 ranting PDI di Kota Malang. “Tentu optimis lolos untuk maju dalam pemilukada tahun depan,” tutur Heri.

Sekedar diketahui, dari delapan formulir yang disediakan DPC PDIP, ada lima formulir yang diambil. Diantaranya tiga formulir untuk bakal calon wakil walikota yakni Priyatmoko Oetomo, Puspo Harsono Asmoro, dan Nuruddin Huda. Dua formulir lainnya untuk walikota diambil oleh Heri Pudji Utami dan Sri Rahayu.

Sementara itu, setelah penutupan hari terakhir pengambilan formulir, DPC PDIP Kota Malang member batas sampai 27 Mei untuk pengembalian formulir. Anggota panitia pendaftaran DPC PDIP Kota Malang, Sri Untari, mengatakan, data nama-nama yang mengembalikan formulir masih harus diverifikasi kelengkapan datanya.

Selanjutnya, nama yang dinyatakan lolos dikirim ke DPD PDIP Jatim. “Selanjutnya diteruskan dikirim ke DPP PDIP. Pihak DPP juga melakukan survey untuk melihat elektabilitas calon yang akan dipilih, karena kami tidak menggunakan sistem konvensi,” kata Untari.

Menurutnya, semua masih bergantung pada hasil survey yang lembaga pelaksana survey langsung ditunjuk oleh DPP. Dengan demikian, mereka yang mengambil formulir jika dalam hasil survey terbukti tingkat elektabilitasnya rendah, bisa jadi tidak dipilih oleh DPP. “Ini sudah ketentuan organisasi partai dari pusat berdasarkan pengalaman sebelumnya,” tandas Untari. (enny)