4 Terpidana Dipindahkan ke Lapas Makassar

Lapas Kepulauan Selayar

Lapas Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar, Sulsel, Sergap – Tiga orang terpidana kasus kepemilikan narkotika jenis shabu-shabu secara resmi dipindahkan dari rumah tahanan Klas IIB Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Ketiga narapidana atas nama, Irma, Jack dan Caya  dipindahkan pembinaannya, ke Lapas wanita Makassar, di daerah Bolangi, Sungguminasa beberapa waktu lalu.

Selain ketiga narapidana tersebut, pihak Rutan Klas II B Kepulauan Selayar juga turut memindahkan terpidana kasus kekerasan dalam rumah tangga atas nama Dedy Arisandi. Oknum polisi, berpangkat Briptu yang divonis 20 tahun penjara atas dugaan kasus penembakan terhadap istrinya sendiri,  almarhumah Kartini.

Dedy dipindahkan dari Rutan Klas II B Kepulauan Selayar, ke Lapas Gunung Sari, Makassar, setelah dia sempat dikabarkan kabur dari rumah tahanan pada medio bulan November tahun 2012 silam.

Sementara itu, tiga tersangka kepemilikan narkoba baru yang belum lama ini berhasil dijaring aparat Sat Narkoba Polres Kepulauan Selayar, hingga saat ini masih mendekam di rumah tahanan setempat.

Tersangka, Patta Rawang Alias Andi Aco dan Murni Ningsih alias Muni, baru akan disidangkan kasusnya di Pengadilan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, dua pekan kedepan. Demikian penjelasan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari, Agus Darmawijaya, SH saat dikonfirmasi wartawan via telefon selularnya, hari, Kamis, (07/02/2013) siang.

Hal tersebut turut diaminkan Kepala Rutan Klas II B Kepulauan Selayar, Drs. Hasrullah, MM. Dikatakannya, belum ada kepastian tentang nasib kedua tersangka. Apakah, keduanya juga akan dikirim ke  lembaga pemasyarakatan Makassar atau tidak ?

Pasalnya, berkas perkara kedua tersangka ini, baru akan disidangkan dua pekan kedepan. “kita masih menunggu putusan Majelis hakim. Karena seorang tahanan, baru akan dapat dipindahkan penahanannya, bilamana, tahanan bersangkutan telah berstatus terpidana atau narapidana dan telah dijatuhi putusan  hakim berkekuatan hukum tetap, tandasnya di ujung telefon. (kontributor : fadly syarif)

Gubernur Incumbent Menang di Kepulauan Selayar

Zulfinas Indra dan hasil Real Count KPU Kep. Selayar

Zulfinas Indra dan hasil Real Count KPU Kep. Selayar

Kepulauan Selayar, Sulsel, Sergap – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Zulfinas Indra berpandangan, bahwa klaim kemenangan di sejumlah kabupaten/kota yang dilontarkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan, nomor urut satu, yakni pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar merupakan sebuah hal yang sah-sah saja. “Sepanjang klaim tersebut disertai dengan argumentasi mendasar, sah-sah saja”, katanya kepada Tabloid Sergap”, Jumat (25/1/2013)

Meski di dalam menyampaikan klaim kemenangannya masing-masing pasangan calon tentu akan memiliki argumentasi yang berbeda-beda. Dikatakannya, KPU Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri masih tetap menunggu hasil akhir perhitungan surat suara yang dilakukan oleh KPU Provinsi dan jajarannya.

Terhitung mulai hari ini Jumat, (25/1) pagi ini, PPK di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan telah memulai rekapitulasi perhitungan kembali surat suara hasil Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2013.

“Rekapitulasi ulang ini, dijadwalkan akan berlangsung hingga hari Minggu, (27/1) mendatang. Sementara, rekapitulasi perhitungan ulang ditingkat kabupaten/kota sendiri rencananya akan dimulai, pada tanggal,  27 Januari – 29 Januari 2013 ekan depan”, kata kata Zulfinas menjelaskan.

Baru setelah itu, rekapitulasi perhitungan ulang seluruh surat suara dari kabupaten/kota akan dilakukan secara bertahap di lembaga Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi-Selatan pada tanggal 30 Januari 2013.

Hasil perhitungan cepat dengan menggunakan metode real count di KPU Kepulauan Selayar sendiri, hingga dengan hari Rabu, (23/1) kemarin, secara sah menetapkan pasangan DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si.MH – Ir. Agus Arifin Nu’mang sebagai pemenang mutlak Pilgub Sulsel periode 2013-2018.

Pasangan cagub incumbent mengungguli dua rivalnya dengan presentase perolehan suara 66, 25 persen. Sedangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahar Muzakkar berada pada urutan kedua dengan presentase perolehan suara akhir sebanyak 29, 9 persen.

Disusul pasangan, Rudiyanto Asapa, SH. LLM-Andi Nawir Pasiringi, MP yang bertengger pada posisi ketiga dengan presentase perolehan suara terendah yakni 3 persen, jelas pria yang telah dua periode menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar ini.  kontributor : fadly syarif

 

Menyoal Banjir di Kota Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Penyakit Malaria dan penyakit kulit mengancam.

Penyakit Malaria dan penyakit kulit mengancam.

Kepulauan Selayar, Sulsel, Sergap – Program pengentasan banjir yang dipicu oleh tingginya curah hujan di sejumlah daerah di tanah air, terutama di awal tahun 2013, tak hanya menjadi pekerjaan rumah, bagi Gubernur DKI Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama.

Akan tetapi, hal serupa juga turut menjadi beban pemikiran, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di mana hingga saat ini, masih terdapat sejumlah lokasi pemukiman padat penduduk  yang sangat rawan terhadap bencana banjir, mulai dari rob (banjir air laut) sampai banjir yang diakibatkan oleh faktor tingginya curah hujan.

Salah satu di antaranya, kompleks pemukiman padat penduduk yang terletak di belakang, kantor PT. PLN (Persero) Ranting Selayar. Lalu apa dan bagaimana solusi yang ditawarkan pemerintah kabupaten untuk mengentaskan persoalan nasional ini ?

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. H. Arfan Arief yang sempat disambangi wartawan di rumah kediaman pribadinya pada hari Minggu, (20/1) sore dengan lugas menyatakan, “Dari hasil pengamatan secara visual, kompleks pemukiman padat penduduk di belakang Kantor PLN Selayar, secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari dua lokasi pemukiman padat penduduk yang lokasinya, berkategori rendah dan butuh solusi pengangkatan”.

Setelah beberapa tahun sebelumnya, kawasan kompleks Asrama Polisi di ruas Jl. Dr, Muchtar  juga sempat dinyatakan sebagai lokasi pemukiman yang kawasannya digolongkan berkategori rendah.

Dikatakannya, kedua lokasi ini memang sangat rawan menjadi langganan genangan banjir di musim penghujan dan berpotensi memicu laju pertumbuhan penyakit malaria atau pun penyakit kulit, sejenis gatal-gatal yang diakibatkan oleh kutu air.

Selain memang, Kabupaten Kepulauan Selayar telah ditetapkan sebagai daerah endemik Malaria di belahan provinsi Sulawesi-Selatan. Dalam kaitan itu, Pemkab Kepulauan Selayar merekomendasikan  warga masyarakat yang bermukim di kedua wilayah ini  untuk melakukan kegiatan gotong royong dengan cara mengangkat bangunan rumah dan mengadakan penimbunan di sekitar kompleks pemukiman mereka.

Catatan serupa diberlakukan, bagi siapa saja warga masyarakat yang baru akan melakukan aktivitas pembangunan rumah dan berencana untuk menempati kedua kompleks pemukiman padat penduduk itu.

Diakuinya, beberapa waktu lalu, persoalan genangan banjir di kompleks belakang kantor PLN Selayar, sempat mengemuka di dalam sebuah forum pertemuan yang turut dihadiri oleh salah seorang anggota DPRD Kepulauan Selayar, dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Muh. Husni, S.Ag.

Bahkan persoalan yang sama, sempat beberapa kali menjadi bahan perbincangan serius Pemkab di dalam forum koordinasi penanggulangan bencana. Berangkat dari dasar pemikiran tersebut, Pemkab, langsung membentuk tim survey yang secara khusus bertugas mengukur dan menyusun tata perencanaan pembangunan drainase  di dalam kawasan ibukota Benteng.

Sekaitan dengan hal tersebut, warga masyarakat di kedua kompleks rawan banjir tersebut diharapkan, dapat bersabar menunggu finalisasi hasil survey tim pengukuran dan perencanaan drainase kota Benteng.

“Hasil survey inilah yang nantinya, akan  memberikan gambaran secara umum  mengenai upaya dan langkah penanganan apa saja yang akan dilakukan oleh anggota tim untuk menuntaskan persoalan genangan banjir di kompleks belakang kantor PLN Selayar”, kata Kadis PU menjelaskan.

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri, tidak dapat berbuat banyak. Selain, ikut bersabar untuk tetap menunggu hasil survey tim pengukuran dan perencanaan drainase yang telah terbentuk dan mendapat legitimasi dari pemerintah kabupaten.

“Satu hal yang pasti, bahwa pada penyusunan APBD perubahan tahun anggaran 2012 kemarin, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah mengalokasikan anggaran senilai kurang lebih, 100 juta rupiah yang diperuntukkan untuk kegiatan pembangunan drainase di kompleks belakang kantor PLN”, kata Kadis PU menambahkan.

Sayang sekali, karena anggaran dimaksud, terpaksa  harus diplot ke pos dana luncuran tahun anggaran 2013. Disebabkan, karena proses pengesahan APBD perubahan tahun 2012 yang terlambat disahkan oleh lembaga DPRD Kepulauan Selayar.

“Oleh karenanya, sekali lagi masyarakat dimohon untuk tetap bersabar menantikan selesainya, proses pengesahan RAPBD TA. 2013 oleh lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,” pinta Arfan.

Setidaknya, pemerintah telah menunjukkan itikad baik dan perhatian seriusnya terhadap upaya penuntasan masalah genangan air hujan yang telah bertahun-tahun menimpa warga masyarakat di kompleks belakang kantor PLN. Sehingga dengan demikian, warga masyarakat telah memperoleh kepastian untuk dapat menikmati kehidupan yang lebih layak dan jauh lebih sempurna dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rentang waktu yang bersamaan, masyarakat akan menyonsong kehidupan baru yang lebih baik, maju, dan sejahtera.  Disamping itu, mereka juga dapat menghela nafas lega serta mengucapkan kata, “selamat tinggal kekumuhan”.

Lebih jauh, orang nomor satu di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar ini berharap, kiranya, langkah terobosan yang akan dilakukan jajaran aparat pemerintah kabupaten di tahun anggaran 2013 mendatang, sekaligus akan mementahkan asumsi sebahagian kalangan yang selama ini beranggapan miring tentang perencanaan drainase Kota Benteng yang dinilai tidak berkesinambungan dan acap kali dikerjakan sepotong-sepotong,

Senada dengan hal tersebut, Camat Benteng, Drs. Syafruddin, MH menandaskan, secara umum, pengentasan bencana banjir di dalam kawasan Kota Benteng memang harus diawali dari penyusunan dan perencanaan ulang design pembangunan drainase dengan terlebih dahulu, menyadarkan warga masyarakat untuk tidak lagi melakukan kegiatan penimbunan atau dengan sengaja menutup aliran drainase, seperti yang terjadi selama ini, cetusnya kepada wartawan.

Syafruddin juga menegaskan, penanganan bencana banjir dan genangan air hujan telah sejak lama menjadi program skala prioritas jajaran Pemerintah Kecamatan Benteng sebagai salah bentuk kepedulian pemerintah terhadap terciptanya tatanan kehidupan masyarakat berperilaku sehat, maju, cerdas dan sejahtera.

Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Benteng juga terus menggalakkan program penerapan dan penegakan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2009 tentang Penertiban ternak liar yang masih seringkali dijumpai berkeliaran dan menjadi keresahan bagi sebahagian warga masyarakat di seputaran, Kelurahan Benteng Selatan dan beberapa wilayah kelurahan lain di Kecamatan Benteng. (kontributor : fadly syarif)

Life Jacket dan Pelampung Tomba Kembali Ditemukan di Perairan Selayar

Pelampung dan Tomba yang ditemukan.

Pelampung dan Tomba yang ditemukan polisi.

Kepulauan Selayar, Sulsel, Sergap – Selama berlangsungya cuaca ekstrim, penyisiran daerah pesisir pantai terus diefektifkan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. Hasilnya, sejumlah barang terdampar yang diduga berasal dari kapal karam di beberapa daerah tetangga Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali ditemukan.

Hari Kamis, (17/1/2013), sekitar pukul 10. 00 Wita, sebuah life jacket dengan kombinasi warna orange, biru dan hijau kembali ditemukan mengapung di areal pesisir pantai sebelah selatan Selayar Beach Hotel.

Saat ditemukan, life jacket bermerk Atunas ini sudah dalam kondisi sobek dan sama sekali tidak dapat digunakan. Life jacket ditemukan dalam posisi mengapung dengan sebagian kain, terjepit bebatuan.

Life jacket ini, merupakan pelampung baju ke empat yang ditemukan terdampar di pesisir pantai kota Benteng, Selayar dalam satu pekan terakhir. Dari lokasi yang sama juga berhasil ditemukan sebuah pelampung bundar yang oleh masyarakat Kepulauan Selayar lebih akrab disebut Tomba.

Untuk kepentingan identifikasi dan proses penyidikan lebih lanjut, barang bukti life jacket berklasifikasi standar tersebut, langsung dievakuasi dari lokasi penemuan ke Mako Polres Kepulauan Selayar.

Usai dipersaksikan di ruang piket Polres setempat, barang bukti selanjutnya diamankan di ruang identifikasi. Barang bukti diterima, Kanit Identifikasi, Polres Kepulauan Selayar, Aipda Mustari Muchtar.

Menurut Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Setyadi, SH, MH, barang bukti ini, akan segera diidentifikasi untuk mencari kemungkinan adanya sidik jari korban yang masih melekat di kain life jacket, tandasnya.

Barang bukti Tomba jenis Trawlnet Bale, kini diamankan di salah satu perahu tradisional milik warga masyarakat setempat yang berdekatan dengan TKP. Pasalnya, barang seperti ini hampir setiap tahun ditemukan, di perairan Selayar, terutama pada musim barat.  (kontributor : fadly syarif)

KPU Kepulauan Selayar Jawab Kesangsian Warga Terhadap DPT

Ketua KPU Kepulauan  Selayar, Zulfinas Indra (kanan) saat diwawancarai.

Ketua KPU Kepulauan Selayar, Zulfinas Indra (kanan) saat diwawancarai.

Kep. Selayar, Sulsel, Sergap – Kesempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kian santer diperbincangkan, seiring dengan semakin dekatnya masa pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal, 22 Januari 2013 mendatang. Sejumlah pihak terus menyoroti masih banyaknya nama warga masyarakat yang telah meninggal dunia, namun masih tercantum di dalam DPT.

Bagaimana KPU Kepulauan Selayar, menanggapi persoalan kesangsian warga masyarakat terhadap kesempurnaan daftar pemilih tetap menjelang pilgub Sulsel ini?

Menanggapi fenomena ini, Ketua KPU Kepulauan  Selayar, Zulfinas Indra kepada wartawan menandaskan, potensi penulisan nama warga masyarakat yang telah meninggal dunia di dalam DPT, memang masih sangat dimungkinkan untuk terjadi.

KPU Selayar sendiri mencatat jumlah warga masyarakat wajib pilih yang meninggal dunia dari bulan November sampai bulan Januari 2013 masih sangat tinggi frekewensinya. Sehingga, kemungkinan masih akan adanya, nama warga masyarakat yang telah meninggal dunia di dalam daftar DPT, tidak dapat dipungkiri  KPU Selayar.

“Kendati demikian, selaku pihak penyelenggara Pemilukada, KPU Selayar akan tetap berkoordinasi dengan pihak PPS di masing-masing wilayah desa dan kelurahan, untuk menarik dan menahan kartu pemilih warga masyarakat yang telah meninggal dunia, sementara,  namanya masih tetap tercatat sebagai DPT,” tegas Finaz.

Zulfinas juga menampik kemungkinan adanya penyalahgunaan kartu pemilih atas nama warga masyarakat yang telah meninggal dunia di dalam penyelenggaraan Pemilukada, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel mendatang.

“Hal tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Sebab pemilih yang telah menyalurkan hak suaranya dan akan meninggalkan lokasi bilik suara, wajib mencelupkan jarinya ke dalam tinta yang telah disiapkan di TPS”, kata Ketua KPU Selayar, Zulfinas Indra di sela-sela kesibukan, pengiriman logistik pemilu ke lima wilayah kecamatan Kepulauan Selayar, pada hari Kamis, (17/1/2013) kemarin.  (kontributor : fadly syarif/editor : tkr)