Pesta Sabu-Sabu Anggota DPRD Ditahan Kejaksaan

M. Irwan Arfah

M. Irwan Arfah

Kepulauan Selayar (Sergap) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar, Didik Agus Suroto, SH, Senin (31/03/2014) mengaku telah menerima pelimpahan berkas perkara pesta sabu-sabu yang dilakukan Irwan Arfah oleh oknum anggota DPRD Kepulauan Selayar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bersama teman-temannya.

Berita acara pemeriksaan tersangka Irwan Arfah Cs tersebut telah diP21kan secara resmi oleh penyidik Unit Narkoba Polres Kepulauan Selayar dan saat ini telah memasuki tahap kedua.

Dengan demikian, M. Irwan Arfah, cs, telah resmi berstatus tahanan kejaksaan dan saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Klas IIB Kepulauan Selayar untuk menunggu proses pelimpahan berkas acara pemeriksaan ke Pengadilan Negeri Kepulauan Selayar.

Sebelumnya Irwan Arfah dan teman-temannya tersebut juga ditahan oleh Polres Selayar, terhitung sejak dirinya digrebek sedang pesta sabu-sabu bersama teman-temannya.

Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk digulirkan sidangnya, paling lambat, satu pekan kedepan, jelas mantan koordinatorKejati Kalimantan Timur yang sebelumnya, sempat menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Bondowoso tersebut.(fadly syarif)

Iklan

Pemilihan Dara dan Daeng Dimeriahkan 42 Kontestan

Pemilihan Dara dan Daeng sebagai salah satu agenda budaya dan pwriwisata Kepulauan Selayar

Pemilihan Dara dan Daeng sebagai salah satu agenda budaya dan pwriwisata Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Setelah sekian lama alpa dan nyaris tidak pernah disebut-sebut dalam event kebudayaan lokal Kabupaten Kepulauan Selayar. Pada bulan April 2013, Pemilihan Dara dan Daeng kembali digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar dengan menggandeng KSW Community,  Sampan Induk,  Bintang Management, DJ Laundry Express dan PT. Telkomsel sebagai sponsorship.

Kegiatan Pemilihan Dara dan Daeng yang diawali oleh sesi wawancara ini berhasil menjaring 42 pasangan peserta. Ke 42 pasangan ini kembali melalui proses seleksi hingga terpilih menjadi enam besar.

Para peserta yang terpilih memasuki babak enam besar, kembali ditampilkan di atas catwal pemilihan Dara dan Daeng yang dipusatkan di panggung rumah jabatan Bupati Kepulauan Selayar dengan menampilkan kebolehan masing-masing dalam menyajikan penguasaan materi tentang lokasi dan potensi obyek wisata Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penampilan keenam pasang peseta selanjutnya menjadi dasar penilaian para dewan juri untuk memutuskan tiga pasangan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Kepulauan Selayar  ke event pemilihan Dara dan Daeng tingkat Provinsi Sulawesi-Selatan pada hari Kamis, (25/4)  mendatang.

Kegiatan seleksi peserta Dara dan Daeng yang berlangsung hari Sabtu malam, (13/4/2013) ini tampak dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Nasional,  H. Patta Bone, SIP, MH bersama Sekretaris Diknas, Drs. Mustakim, dan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Nasional, Drs. Rusdy Syamsul.

Sementara unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) tampak diwakili Wakapolres Kepulauan Selayar, Kompol Rahmad Hidayat yang didampingi Kasat Lantas, AKP Sahabuddin, SE, MH

Di tengah kemeriahan acara, terlihat pula kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Norma Syahrir Wahab bersama segenap jajarannya. Norma Syahrir merupakan inisiator penyelenggara kegiatan pemilihan Dara dan Daeng yang banyak memberikan kontribusi berupa ide dan saran untuk suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.

Mendampingi Kehadiran ketua Tim Penggerak PKK, tampak ikut hadir, sejumlah kepala bidang serta  jajaran staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar diantaranya, Hj. Nur Asiya.

Kemeriahan acara pemilihan Dara dan Daeng yang diikuti oleh siswa-siswi SMA, SMK dan MAN sedaratan Kepulauan Selayar ini ikut dilengkapi oleh kehadiran dua orang tokoh pemerhati budaya lokal yakni, Adi Beta dan Muh Zukhri, S.Sos dari Sanggar Seni Teratai Passiana. (kontributor : fadly syarif)

Anggotanya Diancam, Kapolres Kepulauan Selayar Langsung Turun Tangan

Kapolres  AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH di TKP

Kapolres AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH di tempat anggotanya diancam  (TKP)

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Tindakan tegas jajaran Polres Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan (Sulsel) memberantas tindak kejahatan, utamanya penyalahgunaan narkoba dan illegal fishing, rupanya telah membuat pihak-pihak tertentu kebakaran jenggot.

Hal ini mereka wujudkan dalam sebuah ancaman kepada anggota Polres Kepulauan Selayar. Dengan cepat, Kapolres  AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH memimpin langsung gerakan identifikasi pengancaman tersebut dengan mendatangi TKP di rumah tempat tinggal anggota polisi itu di jalan Saparuddin, Benteng Selayar pada hari, Sabtu (6/4/2013) malam.

Kapolres juga memerintahkan unit Propam, Reserse dan Sabhara untuk menjaga rumah korban pengancaman. Ditegaskan oleh Kapolres, bahwa setiap orang atau warga negara yang mengetahui dan melihat kejadian tindak pidana kejahatan wajib untuk melapor kepada pihak berwajib. “Terlebih lagi jika ia seorang anggota korps Bhayangkara (anggota polisi,red)”, katanya menegaskan.

Kapolres Kepulauan Selayar juga berharap semua komponen masyarakat mendukung penuh tugas aparat kepolisian untuk melindungi dan mengayomi, termasuk melaksanakan penindakan tindak pidana kejahatan di lapangan yang dapat memicu terjadinya keresahan di tengah-tengah warga masyarakat.

“Melakukan penangkapan dan penindakan pelaku tindak pidana kejahatan mutlak menjadi tugas pokok seorang anggota Bhayangkara sejati. Demikian  pula halnya, bagi setiap warga negara lainnya”, jelasnya.

Kapolres menitipkan harapan agar warga masyarakat tidak menakut-nakuti atau mengancam anggota korps Bhayangkara yang sedang melaksanakan tugas. “Siapapun orang yang terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pengancaman atau menakut-nakuti anggota kepolisian, maka yang bersangkutan akan langsung dikenakan sanksi penahanan”, tegasnya.

Ditambahkannya bahwa, pelaku pengancaman akan dijerat dengan pasal 335 ayat (1) angka 1 yang bunyinya,  “Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, suatu perbuatan lain ataupun perbuatan tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain diancam pidana penjara paling lama satu tahun”.

“Negara tidak akan pernah takut pada ancaman dari siapapun, khususnya jaringan pengedar narkoba. Tugas menindak dan menangkap pelaku tindak pidana kejahatan sudah merupakan konsekuensi dan resiko tugas bagi seorang polisi. Dan masyarakat wajib mematuhi hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku”, kata Kapolres kepada wartawan di sela-sela olah TKP. (kontributor : fadly syarif)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Pasir Putih dan Surga Bawah Laut Pantai Samboang

Pantai Samboang

Pantai Samboang

Bulukumba, Sulawesi-Selatan (Sergap)— Pantai Samboang di Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan merupakan sebuah daerah tujuan wisata bahari berpasir putih eksotik. Pantai ini hadir menyuguhkan pesona panorama alam yang indah nun memukau. Keindahannya hampir mirip dengan Tanah Lot di Pulau Dewata Bali yang namanya sudah tersohor ke berbagai penjuru bumi.

Kawasan wisata Pantai Samboang adalah solusi bagi pengunjung yang penasaran dan ingin melihat eksotisme Tanah Lot. Tak perlu jauh-jauh ke Pulau Bali, bila hanya untuk sekedar menikmati panorama alam Tanah Lot.

Letak strategisnya membuat Pantai Samboang menjadi salah satu obyek wisata bahari primadona yang layak untuk dikunjungi. Di lokasi ini terdapat pulau batu berukuran kecil yang memiliki kemiripan dengan salah satu obyek wisata andalan ternama di Pulau Dewata Bali.

Suguhan pesona pulau batu akan terasa sangat kental di kala sore hari.  Di kala senja mulai bergelayut di atas langit Butta Panrita Lopi. Sementara pada pagi hari, wisatawan dapat menikmati keindahan sunrise serta perpaduan suasana alam yang serasa menyatu dengan alam di sekitarnya.

Secara administratif lokasi Pantai Samboang terletak di Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bonto Tiro dengan jarak tempuh sekitar 42 kilometer dari Ibukota Kabupaten Bulukumba dan 25 Kilometer dari arah Pantai Tanjung Bira.

Hamparan pasir putih, plus gugusan perbukitan yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan rindang terlihat sempurna di sisi kiri-kanan pantai dengan berbagai jenis satwa peliharaan warga masyarakat yang dibiarkan berkeliaran bebas di sekitar taman wisata andalan masyarakat Bonto Tiro itu.

Penamaan Pantai Samboang sendiri berasal dari kata Sembo yang dalam dialek Bahasa Konjo diartikan bersenang-senang. Penetapan kawasan Pantai Samboang sebagai obyek pariwisata turut didukung dengan keindahan panorama alam terumbu karang bawah lautnya yang tak kalah eksotik dari Pantai Tanjung Bira.

Lokasi obyek wisata Pantai Samboang terdiri atas dua kawasan yakni kawasan Samboang kiri dan Samboang Kanan. Pantai Samboang kiri terdiri dari kawasan berbukit dengan suasana alamnya yang sejuk dan teduh.

Pada ujung lekukan bibir pantainya yang landai terdapat sebuah tanjung yang diberi nama “Tanjung Tiro” lengkap bersama suguhan Pulau Batunya yang sepintas lalu sangat mirip dengan Tanah Lot.

Spot wisata ini sengaja disiapkan bagi para wisatawan yang memiliki kegemaran dan bakat memancing.  Untuk dapat mencapai lokasi ini telah disiapkan sebuah titian khusus sepanjang kurang lebih 20 meter.

Sementara pada arah Samboang kanan pengunjung dapat menyaksikan keindahan panorama alam desa Tritiro dan Kampung  Kalumpang. pasir putih Samboang kanan diperkirakan berketebalan 2-3 meter.

Garis pantainya datar dengan ukuran panjang mencapai empat meter. Garis pantai samboang kanan sewaktu-waktu akan berubah, terutama saat air laut sedang surut. Dikala air laut, surut panjang pantai samboang kanan dapat mencapai tiga ratus meter.

Bibir pantainya ramai ditumbuhi pohon kelapa yang tak pernah berhenti melambai karena terpaan tiupan angin laut. Konfigurasi pemandangan pantai Samboang kanan turut diwarnai oleh keberadaan beberapa kawasan industri pembuatan kapal berukuran kecil.

Di lokasi ini pengunjung tak hanya dapat menikmati indahnya panorama alam pantai. Karena tak jauh dari bibir pantai terdapat pula sejumlah situs makam tua yang oleh masyarakat setempat dinamai makam Karaeng Sapo Batu.

Hingga kini kelestarian makam yang dikeramatkan oleh warga masyarakat tersebut masih terpelihara dengan baik. Sebab pada waktu-waktu tertentu, tak sedikit warga masyarakat setempat yang datang untuk berziarah dan meminta berkah kepada si empunya makam.

Tidak jauh dari lokasi makam, sayup-sayup pengunjung dapat melihat pesona pantai Tanjung Bira dan Pelabuhan Ferry. Meski jarak pandangnya hanya dapat dilihat dari kejauhan.

Menyadari sajian karunia alam yang teramat sempurna, nyaman dan mengesankan ini, masyarakat dan segenap komponen pemerintah Kabupaten Bulukumba patut untuk bersyukur atas limpahan rahmat yang telah diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Sayangnya Pantai Samboang, belumlah terlalu dilirik baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Padahal, pesona pantai Samboang tak kalah indahnya, bila dibandingkan dengan obyek wisata ternama lainnya yang terdapat di Kabupaten Bulukumba.

Kelihatannya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat pemerintah kabupaten untuk terus menggalakkan upaya promosi, dibarengi dengan pengembangan sarana prasarana pendukung untuk menarik minat wisatawan.

Menanggapi masih sangat minimnya sarana prasaran penunjang pariwisata di kawasan Pantai Samboang ini, Kasubag Perencanaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba, Yusli Pandi, S.PdI, M.Si, menyatakan bahwa untuk tahun ini pihaknya telah menyiapkan master plan pengembangan Pantai Samboang sebagai kawasan wisata bahari dengan memberdayakan segenap potensi keindahan yang terdapat di area sekitarnya.

Keindahan bawah laut Pantai Samboang

Keindahan bawah laut Pantai Samboang

Pasalnya, lokasi kawasan wisata bahari Pantai Samboang ini, selain memiliki kemolekan pasir putih, juga potensi keindahan bawah laut yang jauh lebih memukau bila dibangdingkan dengan Taman Laut Nasional Takabonerate di Kepulauan Selayar.

Dinas Kelautan dan Perikanan setempat bahkan berencana untuk menyulap areal Pantai Samboang sebagai  spot diving melalui kegiatan pembangunan sarana prasana dive centre, serta fasilitas sarana olahraga bola volly pantai dan jogging.

Perencanaan ini sendiri, tetap akan mengacu pada master plant yang ada. Sebelumnya, masyarakat setempat telah membangun sekitar sepuluh unit sarana pendukung berupa bangunan cottage yang dibiayai dengan dana swadaya murni masyarakat, jelas Yusli kepada wartawan via  telefon selular hari Rabu, (13/03) pagi.

Bupati Kabupaten Bulukumba, H. Zainuddin juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata pantai Samboang sudah menjadi program skala prioritas pemerintah daerah. “Pengembangan obyek wisata  Pantai Samboang ini membutuhkan anggaran paling tidak,  Rp. 40 miliar”, kata bupati menjelaskan. (fadly syarif)

Pemuda Bungaiya, Dukung Wujudkan Daerah Tujuan Wisata Internasional

Andi Syamsuddin

Andi Syamsuddin

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Seiring dengan konsistensi aparat hukum Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan untuk memberangus tindak pidana illegal fishing, tokoh pemuda Desa Bungaiya, Andi Syamsuddin menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat. B, SH, SIK, MH.

Andi Syamsuddin juga mengaku telah memberikan peringatan keras terhadap salah seorang pelaku illegal fishing asal Dusun Patori, Desa Pamatata yang acap kali tertangkap tangan melakukan kegiatan pemboman ikan di kawasan Wisata Bahari Pantai Bonelohe, Desa Bungaiya, Kecmatan Bontomate’ne.

Andi Syamsuddin mengingatkan pelaku, untuk segera menghentikan kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara tidak ramah lingkungan di perairan laut Desa Bonelohe pada khususnya, dan Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya.

“Bila yang bersangkutan masih tetap melakukan aktivitas illegal fishing, saya tidak akan segan-segan melaporkan pelaku kepada aparat kepolisian”, tegasnya kepada wartawan di Warkop 79 Benteng, Selayar, Jumat, (15/03/2013) malam.

Lebih jauh Andi Syamsuddin berharap banyak, kiranya warga masyarakat juga dapat menjaga kelestarian situs pekuburan tua yang terdapat di wilayah Desa Bungaiya dengan menghentikan segala bentuk aktivitas penggalian benda-benda peninggalan cagar budaya di dalam areal situs pekuburan tua.

Untuk itu Andi Syamsuddin telah mempersiapkan naskah nota kesepakatan berisi, “Kesepahaman Bersama Dengan Masyarakat dan Aparat Hukum”, untuk menghentikan serta menindak tegas segala jenis kegiatan eksploitasi benda-benda cagar budaya dari dalam areal situs pekuburan tua.

Hal ini diakuinya merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mewujudkan Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi “Daerah Tujuan Wisata Internasional” di belahan Kawasan Timur Indonesia. (kontributor : fadly syarif)

Demo Dukung Pemberantasan Illegal Fishing

Unjuk rasa dukung pemberantasan illegas fishing dan protes listrik PLN yang sering padam

Unjuk rasa dukung pemberantasan illegal fishing dan protes listrik PLN yang sering padam

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Unjuk rasa kembali digelar oleh masyarakat nelayan pesisir yang turun ke jalan dan menuntut agar jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar bertindak lebih tegas lagi dalam memberantas illegal fishing yang tidak ramah lingkungan di perairan Laut Selayar.

Massa yang bernaung di bawah LSM Awarnes ini, bergerak dari halaman Kantor Dinas Kelautan & Perikanan menuju Mako Polres Kepulauan Selayar, lalu bergerak menuju gedung DPRD untuk menyampaikan orasi yang berisi aspirasi penuntasan kegiatan illegal fishing dari gabungan masyarakat nelayan pesisir daratan dan kepulauan.

Usai menyampaikan orasi yang dikawal ketat aparat Polres dan Polsek Benteng, perwakilan massa yang terdiri dari masyarakat nelayan pesisir, Dinas Kelautan & Perikanan Pusat, Provinsi dan Kabupaten, Forum Publik Awarnes serta Forum Jurnalis Bahari Indonesia Timur, langsung diterima oleh dua orang anggota DPRD Kepulauan Selayar dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Muh. Askin dan Muh. Rum.

Dalam penegasannya dihadapan perwakilan massa, anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, Drs. Muh. Askin menyatakan komitmen untuk mendukung secara moral kegiatan pemberantasan illegal fishing dan menjadikannya sebagai musuh bersama.

Asking berjanji untuk secepatnya menyampaikan dan menindaklanjuti aspirasi warga pemerhati lingkungan laut ini melalui penyelenggaraan rapat yang diperluas dengan pimpinan serta segenap anggota DPRD Kepulauan Selayar untuk melahirkan sebuah kesepakatan bersama.

“Kita segera berkoordinasi dan mengundang Kapolres Kepulauan Selayar bersama jajarannya agar mereka dapat menghadiri rapat diperluas yang akan segera dijadwalkan waktunya oleh lembaga perwakilan rakyat”, katan Muh Askin berjanji.

Keprihatinan ini lahir dari suara salah seorang perwakilan massa asal Desa Parak, Kecamatan Bontomanai yang secara tegas menandaskan bahwa saat ini rakyat Selayar sedang sakit, akibat santernya kegiatan illegal fishing.

Suara rakyat pesisir ini turut diperkuat dengan penekanan lima orang aspirator lainnya, termasuk dari unsur Kementrian Kelautan dan Perikanan Pusat, perwakilan publik awarnes, Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten, serta perwakilan Forum Journalis Indonesia Timur.

Listrik sering padam, PLN juga diprotes

Usai menerima tim pengunjuk rasa dari unsur nelayan pesisir, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menerima perwakilan massa dari Desa Tanete, Kecamatan Bontomate’ne, serta mahasiswa yang pada kesimpulannya menuntut PT. PLN (Persero) untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang penyebab pasti seringnya terjadi pemadaman listrik tiba-tiba tanpa disertai oleh alasan yang jelas dari pihak PLN Ranting Kepulauan Selayar.

Perwakilan massa ini dipimpin Andi Fajar dari Lembaga Swadaya Manusia Lingkar Hijau Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebelum menuju gedung DPRD, kelompok massa tersebut bergerak dari PT. PLN untuk menyampaikan aspirasi dan orasi di depan para pemegang kebijakan di lingkungan PLN. (kontributor : fadly syarif)

Polisi Berhasil Tangkap Penyelundupan Pupuk Bahan Pembuat Bom Ikan

AKBP Moh. Hidayat B, SH, SIK, MH

AKBP Moh. Hidayat B, SH, SIK, MH

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Sebuah prestasi kembali diukir jajaran aparat kepolisian Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan melalui keberhasilannya menangkap dan mengamankan tersangka pelaku penyelundupan Pupuk Matahari yang diduga kuat akan dijadikan sebagai bahan baku Bom Ikan.

Kapolres Kepuluan Selayar, AKBP Moh. Hidayat B, SH, SIK, MH mengatakan, operasi ini sebagai wujud komitmen aparat kepolisian di dalam memberangus tindak pidana kejahatan illegal fishing yang sudah sejak lama menimbulkan keresahan masyarakat nelayan pesisir di daerah itu.

Barang bukti berupa sedikitnya 1.000 zak Pupuk Matahari yang diperkirakan diselundupkan dari Pulau Batam, 10 unit kendaraan roda dua berbagai merk yang diduga masuk ke Selayar dengan cara illegal dan uang yang diperkirakan merupakan hasil penjualan Pupuk Matahari sebesar Rp. 191.871.000,-

Semua barang bukti tersebut, berhasil diamankan polisi dalam rangkaian kegiatan operasi penertiban pelaku illegal fishing di sekitar perairan Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu pada hari Rabu (13/3), sekira pukul 11.00 siang.

Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, juga disita sebagai barang bukti 1 unit kapal motor bernama KM. Batu Licin, asal Pulau Batam, yang digunakan untuk mengangkut barang illegal tersebut.

“Dari hasil pengembangan, sementara sudah ditetapkan 9 orang sebagai tersangka dan semua barang bukti berupa Pupuk Matahari diamankan di Mapolres Kepulauan Selayar”, kata Kapolres AKBP Moh. Hidayat. (kontributor : fadly syarif)

Peringati Maulid Nabi Pertama Setelah Listrik Menyala

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H di Dusun Pakkopiang, Desa Bonto Koraang, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan tahun ini, berlangsung lebih meriah. Di samping dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH. Juga karena peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan setelah listrik menyala di dusun ini.

Menurut Kepala Dusun Pakkopiang, Daeng Sirua, ini merupakan peringatan Maulid pertama yang digelar oleh warga masyarakat setempat pasca masuknya aliran listrik P

Suasana peringatan Maulid Nabi yang terang benderang

Suasana peringatan Maulid Nabi yang terang benderang

T. PLN di dua wilayah Dusun terisolir yang berada  di atas puncak perbukitan di ujung utara, Ibukota kabupaten, Benteng Selayar tersebut.

Ungkapan senada dilontarkan Ketua Panitia Pelaksana, Muh. Ridwan saat menyampaikan sambutan dihadapan Wakil Bupati Kepulauan Selayar dan rombongan.

Diakuinya, peringatan Maulid Nabi di Dusun Pakkopiang terpaksa harus molor dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Karena masyarakat Dusun Pakkopiang telah bersepakat untuk menunggu masuknya aliran listrik PT.  PLN.

Tahun 2013  adalah untuk kali pertamanya warga Dusun Pakkopiang memperingati Maulid pasca masuknya aliran listrik PLN ke Pakkopiang. Peringatan Maulid ini sekaligus merupakan simbol rasa syukur warga Dusun Pakkopiang yang telah ikut serta menikmati cahaya listrik PLN, tandas Ridwan menambahkan.

Lokasi Maulid dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin, Dusun Pakkopiang, dengan mengetengahkan tema bertajuk, “Maulid Nabi Muhammad Sebagai Momentum Perubahan Perilaku Ke Arah Yang Lebih Islami”.

Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH, turut menghadirkan pula sejumlah pejabat teras lainnya dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Para pejabat tersebut diantaranya, Kepala Seksi Trantib Satuan Polisi Pamong Praja, Andi Arung Gau, Kepala Seksi Transportasi Darat, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi kabupaten,  Abd. Wahab, serta Camat Bontomanai, Nur Salam, SE.

Mendampingi rombongan pejabat teras pemkab, tampak hadir pula sejumlah rombongan dari organisasi forsam diantaranya, Kepala sekolah MAN Bontoharu, Firman, S.Ag, Syarif Hidayat, ST, Muh. Usman, S.Sos.I, Abdullah, S.Pd, dan Andi Alamsyah.

Peringatan Maulid yang digelar oleh warga masyarakat Dusun Pakkopiang ini turut menghadirkan warga masyarakat dari luar kampung Pakkopiang serta beberapa kampung tetangga lain di sekitarnya.

Penyelenggaraan peringatan Maulid ini diawali dengan shalat magrib berjamaah di Masjid Nurul Yaqin, Dusun Pakkopiang. Usai menunaikan shalat Magrib, para tamu undangan diarahkan mencicipi jamuan makan malam yang dilanjutkan dengan shalat Isya secara berjamaah. (kontributor : fadly syarif )

 

Memiliki Shabu-Shabu, Murningsih Segera Diadili

Agus Trisa Putra Fadillah Burdan, SH

Agus Trisa Putra Fadillah Burdan, SH

Kepulauan Selayar, Sulsel, Sergap – Aparat kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam memberangus peredaran narkotika di wilayah hukum setempat. Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilan aparat Sat Narkoba Polres Kepulauan Selayar yang kembali meringkus satu lagi pemilik satu paket narkotika jenis shabu-shabu bernama Murningsih binti Musa.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil merampas barang bukti 1 (satu) paket shabu-shabu dan 1 (satu) bungkus plastik berisi plastik sachet yang diduga digunakan membungkus shabu-shabu. Kedua jenis barang bukti yang disita aparat Sat Narkoba Polres Kepulauan Selayar, saat ini telah diserah terimakan secara resmi kepada kejaksaan yang diterima Agung Trisa Putra Fadillah Burdan, SH  (penyidik berpangkat Ajun Jaksa).

Barang bukti diserah terimakan pada hari Senin, (18/2) kemarin, bertempat di lingkungan Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar dengan mendasari surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Selayar, No. Print-11/R.4.28/Euh.2/02/2013 tertanggal, 18 Februari 2013.

Atas perintah tersebut, jaksa penuntut umum, Agus Trisa Putra Fadillah Burdan, SH langsung melakukan tindakan penelitian terhadap benda sitaan/barang bukti yang diajukan dalam perkara terdakwa Murningsih binti Musa.

“Barang-barang tersebut telah sesuai dengan yang tercantum di dalam daftar benda sitaan/barang bukti. Karena telah sesuai daftar, barang-barang tersebut langsung di masukkan dan disimpan di kamar barang bukti”, kata Jaksa Penuntut Umum, Agung Trisa Putra Fadillah Burdan, SH, kepada wartawan, bertempat di ruang kerjanya pada hari, Senin (25/2) petang.

Sebelum disimpan, barang bukti telah disegel dengan menggunakan lembaran segel kejaksaan dan dicatat di buku registrasi No. 005/BT/Euh.2/02/2013, tandas JPU berpangkat Ajun Jaksa itu.

Murningsih akan mulai sidang perdana pembacaan dakwaan yang akan digulirkan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Kepulauan Selayar, pada hari Selasa, (26/2). Dan akan dilanjutkan kemudian, pada hari Kamis, (28/2) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Agung menjelaskan, terdakwa diancam dengan pasal 114 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dimana, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (kontributor : fadly syarif)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Pemerkosa Wanita Tuna Wicara Divonis 9 Tahun Penjara

Kep. Selayar, Sulsel, Sergap – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/2/2013) menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara kepada Herianto alias Heri Bin Nasir (23) terdakwa kasus pemerkosaan terhadap, Bunga (bukan nama sebenarnya) wanita penderita tunawicara berusia 20 tahun asal Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu. Terdakwa  dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kejahatan pemerkosaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 285 KUHP.

Herianto yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tersebut ditangkap aparat kepolisian atas laporan tindak pidana pemerkosaan terhadap Bunga, yang dilakukannya pada Kamis, 1 Nopember 2012 yang lalu di pantai Bonetaringang, Dusun Konawe, Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu.

Jaksa M. Uswah Ammar, SH, MH

Jaksa M. Uswah Ammar, SH, MH

“Majelis Hakim PN Kabupaten Kepulauan Selayar telah memvonis sesuai dengan tuntutan jaksa”, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Uswah Ammar, SH, MH saat ditemui usai sidang.

Putusan ini dijatuhkan majelis hakim dengan mempertimbangkan keterangan para saksi dan barang bukti yang diajukan di dalam persidangan. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi-saksi maupun keterangan terdakwa sendiri.

Maka unsur-unsur pembuktian tindak pidana sebagaimana yang didakwakan di dalam dakwaan tunggal berdasarkan ketentuan, pasal 285 “KUHP” telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Dalam kaitan itu, jaksa penuntut umum di dalam perkara ini, M. Uswah Ammar, SH. MH berkesimpulan, bahwa terdakwa Herianto alias Heri Bin Nasir telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pemerkosaan” dan telah sepantasnya dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya.

Menurut Uswah, kesimpulan ini didasarkan pada unsur “setiap orang”  yang secara tegas menekankan, setiap orang atau siapa saja yang menjadi subyek hukum sebagai pelaku tindak pidana yang perbuatannya dapat dipertanggung jawabkan menurut hukum dan tidak terdapat alas an pembenar dan pemaaf terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukannya

Terlebih lagi, selama proses persidangan berlangsung, tidak ditemukan adanya alasan pembenar, alasan pemaaf maupun alasan penghapusan penuntutan, maka perbuatan terdakwa dinilai telah sesuai dengan apa yang didakwakan dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dua pertimbangan lain, yakni hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Tiga hal yang memberatkan terdakwa, karena terdakwa telah melakukan perbuatan pemerkosaan terhadap saksi korban yang merupakan seorang penderita tunawicara (bisu,red).

Selain itu, di dalam kehidupan kesehariannya, terdakwa juga sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan nonton film porno melalui telefon selular.

Sementara hal yang meringankan diantaranya, karena terdakwa mengakui terus terang perbuatannya, terdakwa senantiasa berlaku sopan selama berlangsungnya proses persidangan, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, terdakwa menyesali perbuatannya dan terdakwa juga adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi  istri dan anaknya.

Atas vonis sembilan tahun penjara yang  memerintahkan terdakwa tetap dihukum sebagaimana yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, terdakwa menyatakan menerima.

Mengingat vonis ini jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan ketentuan pasal 285 KUHP yang menegaskan, “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun”. (kontributor : fadly syarif)