Kartu Pers Tabloid Sergap Milik Pelaku Curanmor Palsu!!!

kartu-pers-kapolres2-oke

Dalam foto yang ditayangkan Borneo News, tampak jelas beda design Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya (kanan), dengan Kartu Pers Tabloid Sergap (kiri)

Palangkaraya (Sergap) – Suksesnya jajaran Polri Polsek Pahandut, Kota Palangkaraya menangkap 3 orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), membawa dampak sampingan yang buruk bagi dunia jurnalistik, khususnya Tabloid Sergap.

Hal ini dikarenakan ketiga orang tersangka pelaku curanmor tersebut, yaitu Bima Yoga Haswiyanto (23), Kardiman alias Amang Opak (46) dan Adnan (25) warga Jalan Mendawai, diketahui membawa Kartu Pers yang mirip dengan Kartu Pers Tabloid Sergap.

Bahkan, sebagaimana diberitakan portal Borneo News pada tanggal Senin, 26 Desember 2016 (http://www.borneonews.co.id/berita/45905-wow-gembong-curanmor-itu-miliki-id-card-layaknya-wartawan), ditayangkan foto Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli memegang 3 Kartu Pers, dengan keterangan foto (caption) : “Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli, di Polsek Pahandut, Senin (26/12/2016), menunjukkan id card Tabloid Berita Independen Sergap, yang digunakan para gembong curanmor.”

Terkait hal tersebut, Pemimpin Redaksi Tabloid (Pemred) Sergap, Tukiran, BA memastikan bahwa Kartu Pers yang ditunjukkan oleh Kapolres Palangkaraya dalam berita Borneo News itu palsu dan para pemiliknya bukan wartawan Tabloid Sergap.

Semua kru Tabloid Sergap, dapat dilihat pada website bagian halaman Kru Tabloid Sergap. Dan nama-nama pelaku curanmor tersebut tidak tercantum sebagai Kru Tabloid Sergap.

“Saya menyatakan bahwa Kartu Pers Tabloid Sergap itu palsu. Tanpa melihat detilnya, jelas sekali bahwa Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya itu palsu. Designnya sangat berbeda dengan Kartu Pers Tabloid Sergap. Para pemiliknya bukan wartawan kami,” kata Tukiran, BA menjelaskan.

Sekaligus Pemimpin Redaksi hari ini, Selasa 27 Desember 2017 memerintahkan wartawannya untuk menelusuri proses terjadinya Kartu Pers palsu tersebut.

Ditambahkan pula oleh Pemred, bahwa keberadaan Biro Kalteng adalah Biro Persiapan, artinya dalam proses persiapan untuk menjadi Biro yang definitif. “Redaksi belum menerbitkan Surat Keputusan untuk Biro Kalteng, karena belum semua persyaratannya terpenuhi, salah satunya struktur organisasinya belum dikirim untuk diusulkan kepada redaksi,” kata Pemred Tabloid Sergap menegaskan.

Tentang kasus curanmor yang merupakan salah satu atensi Kapolri, Tabloid Sergap mendukung sepenuhnya tindakan Polri untuk memberantas sampai ke akar-akarnya, karena kejahatan jenis ini membawa dampak keresahan yang luas di masyarakat. (redaksi)

Presiden Jokowi, Juga Bergelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit

raja-dayak-oke

Presiden Jokowi saat menerima gelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit, dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran. (foto: Setkab RI)

Palangkaraya (Sergap) – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat selama dua hari pada tanggal 20-21 Desember 2016. Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (20/12/2016) pagi dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Palangkaraya.

Sambutan hangat diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan saat tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa, sekitar pukul 09.40 WIB. Presiden Jokowi dan rombongan langsung disambut oleh tarian tradisional khas suku Dayak Kalimantan Tengah.

Setelahnya, Presiden dinobatkan sebagai Raja Haring Hatungku Tungket Langit. Gelar ini dapat dimaknai sebagai raja bijaksana yang berkepribadian luhur dan penopang keutuhan bangsa.

Upacara pemberian gelar dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran.

Agustiar Sabran menjelaskan bahwa penganugerahan gelar ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat Dayak kepada Presiden Joko Widodo yang dianggap mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini wujud masyarakat Dayak mendukung pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Sabran dalam keterangannya.

Selanjunya Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi Acara Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2016 di Stadion Sanaman Mentikei.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kesetiakawanan selama ini terlihat saat terjadi bencana alam, di mana seluruh komponen bangsa bergerak cepat membantu saudara-saudara yang menjadi korban.

“Namun, saya mengingatkan bahwa kesetiakawanan jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana. Kesetiakawanan seharusnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiakawanan sosial perlu dirasakan di kehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan,” tegas Presiden RI, sebagaimana dirilis Biro Pers Setkab RI.

Presiden juga menyebut bahwa memperingati hari kesetiakawanan sosial nasional, sejatinya memperingati nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Nilai yang telah tertanam dalam diri Bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Presiden Jokowi mengatakan nilai-nilai kesetiakawanan sosial kemudian dirumuskan para pendiri bangsa ke dalam Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

“Sekali lagi saya tegaskan kesetiakawanan sosial perlu dirasakan dikehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan. Nyata dalam arti benar-benar bertindak saling membantu dari diri sendiri dan setiap keluarga harus terus menanamkan, memupuk kesetiakawanan sosial, nilai-nilai pancasila, nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika,” katanya.

Di acara puncak HKSN tahun 2016 itu, Presiden juga memberikan sertifikat tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada 1.700 warga yang tersebar di Provinsi Kalteng, serta menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 18 orang dari seluruh Indonesia.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.

Selanjutnya Presiden dan rombongan menuju ke Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau untuk menghadiri acara Kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan Industri Kayu Terpadu, dan menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Sekolah Dasar.

Sore hari nanti Presiden Jokowi, Raja Haring Hatungku Tungket Langit akan kembali ke Palangkaraya untuk menginap, kemudian besok melanjutkan kunjungan ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat untuk meresmikan Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong. (Tim-AB)

Persiapan Sambut Presiden Jokowi di Bumi Tambun Bungai

gladi-bersih

Gubernur H. Sugianto Sabran (baju putih) bersama Mayjen TNI Andika Perkasa saat meninjau persiapan di HKSN EXPO 2016 di Sanaman Mantikei, Tambun Bungai Palangka Raya. (foto : ADS/Sergap)

Palangkaraya (Sergap) – Jelang kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah, pada Selasa (20/12/2016) besok, persiapan pengamanan terus dilakukan oleh jajaran TNI/Polri, baik di lokasi puncak acara dan di titik-titik yang akan dilalui oleh rombongan Presiden.

Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Andika Perkasa langsung memantau di lapangan terkait persiapan personil dan keamanan wilayah. Kunjungan kerja Presiden Jokowi ini dalam rangka memperingati puncak acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016 yang dipusatkan di Sanaman Mantikei jalan Ahmad Yani, dan berikut akan dilanjutkan mengunjungi Institut Agama Islam Negeri di jalan G. Obos Kota Palangka Raya, diteruskan dengan meninjau pembangunan PLTU 2×60 MW di Kabupaten Pulang Pisau Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengatakan bahwa kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menyambut kedatangan Presiden RI sudah maksimal. “Saya bangga, senang dengan kunjungan kerja ini sehingga Presiden dapat langsung melihat antusiasme meriahkan kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016 di Kalimantan Tengah, sehingga ke depan Presiden dapat terus mendukung Pemprov dalam kegiatan pembangunan di Kalimantan Tengah ini,” kata Gubernur di sela-sela gladi bersih di Sanaman Mantikei Tambun Bungai Palangka Raya, Minggu (18/12/2016).

Sementara itu, Mayjen TNI Andika Perkasa juga menjelaskan bahwa seluruh personil TNI/POLRI sudah ditempatkan pada titik-titik yang akan dilalui oleh rombongan Presiden RI. “TNI/Polri terus meningkatkan keamanan agar saat kunjungan Presiden berjalan dengan baik dan seluruh personil pengamanan terus disiagakan 24 jam di masing-masing pos yang sudah ditentukan”, kata jenderal bintang dua mantan Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) ini menjelaskan. (ADS)

BNNP Kalteng Ungkap Peredaran Sabu yang Dikendalikan dari LP

jumpa-pers-bnn-kalteng

Kombes Pol Sumirat Dwiyanto saat gelar jumpa pers di gedung kantor BNNP Kalteng, Sabtu, 10 Desember 2016 (ads)

Palangkaraya (Sergap) – Sabu adalah narkoba golongan I, ternyata kini sudah marak beredar di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, salah satu daerah darurat narkoba dimana peredaran narkotika jenis shabu ini sudah cukup memprihatinkan.

Setelah melakukan operasi secara intensif, Badan Narkotika Nasioal (BNN) Provinsi Kalteng bekerjasama dengan BNN Kabupaten Kotawaringin Barat berhasil membekuk jaringan pengedar narkoba ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN Kalteng, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto dalam jumpa pers di kantornya Sabtu (10/12/2016) yang lalu.

“Berawal dari informasi dari masyarakat yang disampaikan kepada BNNK Kotawaringin Barat, selanjutnya diteruskan kepada BNNP Kalteng. Dan BNNP Kalteng langsung membentuk tim khusus untuk lakukan investigasi di lapangan guna pengumpulan data-data terkait peredaran narkotika yang ada di wilayah Kotawaringin Barat.” kata Kombes Pol Sumirat menjelaskan.

Setelah melakukan investigasi secara terus menerus, maka pada tanggal 5 Januari 2016, terpantau 2 orang tersangka yang terindikasi melakukan tindak pidana narkotika, kedua pelaku tersebut MS (30 thn) dan MK (23 thn).

“Sekitar pukul 18.30 WIB dilakukan penangkapan saat mereka sedang berada di sebuah barak di jalan Abdul Ancis, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kotawaringin Barat. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan di kediaman MS dan MK ditemukan barang bukti 7 paket narkotika jenis Sabu, 1 timbangan digital, 1 alat menghisap Sabu (bong) dan 2 handphone”, jelas Kombes Sumirat.

Terhadap kedua tersangka langsung dilakukan penahanan dan barang bukti langsung dibawa ke kantor BNNP Kalteng untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan penyidikan, diketahui narkotika jenis shabu tersebut mereka dapatkan dari ER (27 thn) yang ditangkap di rumah orangtuanya di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kotawaringan Barat. ER adalah istri dari salah satu narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kotawaringin Barat yang berperan sebagai pengendali dari dalam jeruji penjara.

MS dan SK dikenakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1), Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan ER, dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) di UU yang sama.

Selanjutnya BNN Kalteng terus akan mengembangkan kasus narkoba ini, dengan target menangkap pemasok barang haram ini ke wilayah Kalimantan Tengah.“Kami sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini sedang dalam proses pencarian. Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar operasi ini sukses,” kata Kombes Pol Sumirat menutup jumpa pers. (ads)

 

Kades Taringin Diduga Selewengan Dana ADD Setengah Milyar

lapangan badminton

Lapangan Badminton yang “katanya” dibangun menggunakan Dana ADD Desa Taringin, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Gunung Mas (Sergap) – Tidak pernah ada yang menyangka, seorang Kepala Desa (Kades) yang baru saja terpilih diduga telah berani melakukan perbuatan tidak terpuji. Dia adalah Kepala Desa Taringin, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Informasi yang dihimpun Tabloid Sergap bersama LSM Komite Penyelamat Aset Negara, menemukan dugaan penyelewengan dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.447 juta. Salah satu petunjuk penyelewengan yang beraroma korupsi ini adalah ketika Kepala Desa Taringin ini mencairkan dana ADD sebesar hampir setengah milyar rupiah itu, tanpa tanda tangan Badan Perwakilan Desa (BPD).

Dari hasil pantauan di lapangan dana sebesar itu, hanya berwujud gorng-gorong, lapangan voli dan lapangan badminton. Ulah Kades Taringin yang bernama Novenson ini, tentu saja membuat resah para perangkat desa dan juga warga desa lainnya.

Karena merasa risih atas perbuatan Kades tersebut, maka sekitar 30 Kepala Keluarga warga Desa Taringin kemudian membuat surat pernyataan bermeterai, yang menyatakan sangat keberatan terhadap cara Kades Novenson, mengelola dana milik rakyat ini.

Warga sangat menyayangkan seorang kepala desa yang belum dilantik sudah melakukan perbuatan tidak terpuji, bahkan berbau tindak pidana korupsi. “Kami sangat kecewa, seorang Kepala Desa terpilih yang belum dilantik sudah berani mencairkan dana ADD tanpa persetujuan dari ketua BPD” kata Ersa, salah satu warga kepada Tabloid Sergap.

Ersa juga menilai, bahwa pembangunan lapangan voli dan lapangan badminton itu tidak sesuai dengan rencana pembangunan desa. “Pembangunan lapangan vili dan badminton itu bukan kehendak warga, tidak jelas perencanaannya. Gorong-gorong yang dibangun juga tidak terbuka laporan keuangannya. Sehingga warga tidak tahu berapa sebenarnya biayanya. Sungguh ini sangat membuat masyarakat risih dan kecewa, “kata Ersa menjelaskan.

Ditambahkan juga oleh Ersa, pihaknya menginginkan agar penggunaan dana ADD tersebut dimusyawarahkan dengan warga dengan harapan Desa Taringin akan lebih maju pembangunannya. “Kita bukan menghambat program pemerintah. Kita justru sangat mendukung, tetapi harus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Ersa lagi.

Sementara itu Kepala BPD Taringin, Edius mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak dilibatkan dalam pengambilan dana ADD tersebut. “Saya tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam pencairan dana ADD itu. Dan saya sebagai Ketua BPD merasa keberatan karena tidak dilibatkan,“ kata Edison menjelaskan.

Edison juga menjelaskan bahwa Kades Novenson, baru akan dilantik pada tanggal 12 Agsustus 2016. “Dia memang sudah dinyatakan terpilih sebagai Kades Taringin, tapi pelatikkannya baru nanti pada tanggal 12 Agustus,” tambanhya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Said Ismail mengatakan, perihal dugaan-dugaan penyelewengan dana ADD tersebut memang harus dipantau. Bahkan Wagub memberi apresiasi kepada para pihak yang peduli terhadap penyaluran dana ADD.

“Itu (Dana ADD) memang harus dipantau semua, hanya di Palangka Raya, tetapi seluruh Kalteng juga harus dipantau. Saya berharap agar masyarakat turut serta memberi pengawasan dan informasi kepada pemerintah,” kata Wagub menegaskan. (ab)

Sabu Senilai Rp1,5 Milyar Dimusnahkan di Mapolda Kalteng

Kaplda Kalteng musnahkan sabu

Kapolda Kalteng saat memusnahkan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,1 kilogram, didampingi pimpinan BNN Kalteng, Kanwil Kemenkumham Kalteng, dan Ditjen Imigrasi Kalteng.

Palangka Raya (Sergap) – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum-HAM) Kalteng, memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,1 kilogram.

Kapolda Kateng Brigjen Pol Fakhrizal mengatakan, bahwa sabu-sabu tersebut, yang nilainya sekitar Rp1,5 miliar dan bisa dipergunakan sekitar 4.000 pengguna. “Ini adalah hasil tangkapan sejak Mei hingga Juni 2016. Pemusnahan ini untuk mengantisipasi hal-hal ataupun anggapan negatif dari berbagai pihak. Pemusnahan ini juga sudah mendapat persetujuan dari pengadilan dengan menyisakan sebagian sebagai barang bukti,” kata Kapolda menjelaskan dalam jumpa pers di Mapolda Kalteng, Rabu (29/06/2016) yang lalu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolda bahwa, narkoba yang beredar di Kalteng lebih banyak jenis sabu-sabu dibandingkan lainnya. Narkoba jenis ini banyak digunakan karena ada anggapan dapat memperkuat bekerja dan mampu membuat seseorang tidak tidur untuk waktu yang lama.

Semakin banyaknya pengguna sabu-sabu, bahkan hingga ke pedesaan maupun lahan perkebunan, membuat transaksinya semakin berkembang dan sulit untuk menjerat pengguna maupun pengedar serta bandar sekaligus.

“Sekarang ini pengguna dan pengedar dalam bertransaksi narkoba menggunakan telepon genggam dan tidak saling kenal wajah bahkan belum pernah bertemu secara langsung. Gerakan tutup mulut pengedar maupun pengguna sangat luar biasa. Ini cukup menyulitkan kita,” kata Kaplda menambahkan.

Tetapi walaupun cara transaksi maupun peredarannya semakin canggih, Kapolda tetap optimis dapat memberantasnya. Hal itu dikarenakan penegak hukum di Kalteng, baik Polda, BNN, Kanwil Kemenkum-HAM, Lembaga Pemasyarakatan dan lainnya telah berkomitmen dan bersatu padu memberantas narkoba.

Jendral Fakhrizal juga menegaskan, bahwa pihaknya terus berupaya memutus jaringan narkoba dari lembaga pemasyarakatan, serta mencegah masuknya barang haram tersebut dari provinsi lain.

“Sekarang ini kita tidak hanya memperketat jalur sungai di pelabuhan kecil, namun juga bandara yang ada di Kalteng. Kita tidak ingin narkoba dari provinsi bisa masuk ke Kalteng terjadi lagi. Kita akan melakukan apapun memberantas narkoba,” kata Kapolda Kalteng menegaskan. (AB)

Polres Kapuas oke

Polda Kalteng Sukses Tangkap Jaringan Narkoba Nasional

Polda Kalteng - Tangkap Sabu

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal (tengah) saat jumpa pers di Mapolda Rabu, 08 Juni 2016

Palangkaraya (Sergap) – Sabu seberat setengah kilogram lebih (515 gram), berhasil disita oleh Direktorat Satuan Narkoba Polda Kalteng, sekaligus menangkap tangan tiga pelaku jaringan nasional narkoba.

Para pelaku itu adalah Muhammad Nasir alias Puteh, Muhammad Yusuf alias Yusuf dan Zulfikar alias Ikhsan. Mereka sukses dibekuk di dua lokasi yaitu Palangkaraya dan Kasongan, pada hari Sabtu (04/06/2016).

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal, Rabu (08/06/2016), dalam jumpa pers di Mapolda Kalteng mengatakan bahwa tangkapan sabu ini merupakan tangkapan terbesar Polda Kalteng. Narkoba ini dibawa Puteh dari Aceh melalui darat sampai di Medan, kemudian dibawa menggunakan pesawat komersil menuju Palangka Raya.

“Ini tangkapan besar, mereka jaringan nasional, bila diuangkan Rp 1,5 miliar,” Kata Kapolda didampingi Direktur Satuan Narkoba, Kombes Pol Ahmad Sauhry.

Dijelaskan oleh Kapolda, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan Ikhsan dan Yusuf di rumah Ikhsan di Kasongan. Yusuf baru saja membeli sabu dari Puteh yang menginap di sebuah hotel di jalan RTA Milono Palangkaraya.

Polisi segera menyusun tim penyergapan yang dipimpin oleh AKBP Bagus Setiawan. Tim bergerak menuju hotel tempat menginap Muhammad Nasir alias Puteh. Tanpa kesulitan Puteh berhasil dibekuk bersama barang bukti sabu 5 Kg lebih itu.

Ditambahkan pula oleh Kapolda bahwa, sabu sebanyak itu rencananya akan diedarkan di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah. “Pengiriman sabu sudah dua kali dilakukan. Pertama kami kehilangan jejak. Yang kedua penangkapan berhasil yang  dipimpin oleh AKBP Bagus Setiawan,” kata Kapolda.

Polisi jendral bintang satu ini, juga menegarai masih ada jaringan lain yang masuk ke wilayah hukum Polda Kalteng. Menyikapi hal ini Kapolda mengatakan akan menindaknya dengan tegas. “Kami akan brantas ini semuanya.” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Bakri – Editor : Tekaer

 

Ketika Panglima TNI Mengunjungi Palangkaraya

panglima tni

Panglima TNI mengajak bawahannya bernyanyi bersama sebelum pengarahan. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan)

Palangkaraya (Sergap) – Hari Senin (25/01/2016) yang lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Aspam Kasad Mayjen TNI Ibnu Darmawan,  Aster Kasad Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kolonel PMB Age (Kor spri), Letkol Inf Nugroho dan Sepri Panglima TNI  Mayor Arh Yogi, melakukan kunjungan ke Korem 102/Pjg dalam rangka melakukan pembinaan kepada seluruh prajurit TNI di jajaran Korem 102/Pjg yang dilaksanakan di Aula Korem.

Hadir pada acara tersebut adalah Danrem 102/Pjg Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Kasrem 102/Pjg, Para Dandim jajaran Korem102/Pjg, Danyonif 631/Atg, Para Dan/Kabalak Aju Korem 102/Pjg, Para Kasi Korem, Para Perwira, Danramil dan Babinsa serta Para Bintara dan Tamtama se-Garnizun Palangka Raya.

Pertama kali Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada para prajurit, dan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh Prajurit TNI yang berada di Kalimantan Tengah atas pengabdiannya selama ini dalam membantu pemadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu yang dilanjutkan dengan melaksanakan pengobatan gratis kepada warga yang terkena dampak kabut asap serta melaksanakan pemberian susu gratis kepada anak-anak dan balita serta Ibu hamil.

Tentang Pilkada Ulang di Kalteng, Panglima TNI juga menyampaikan agar prajurit TNI harus bersikap Netral. “Jangan sekali kali melanggar sumpah prajurit serta harus taat kepada norma-norma hukum dan Undang-undang yang berlaku. TNI  selama ini mendapat kepercayaan dari masyarakat, karena selama dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak beberapa waktu yang lalu dapat berjalan dengan lancar serta dapat menjaga keamanan, ketertiban dan Netral dalam pelaksanaannya”, kata Panglima menegaskan

Ditegaskan ulang oleh Jenderal Gatot Nurmantyo, bahwa seluruh prajurit TNI harus selalu bersikap Netral serta selalu menjaga hubungan baik dengan Kepolisian dan instansi pemerintah lainnya.

Usai pengarahan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para prajurit dan diakhiri dengan jumpa pers dengan awak media baik elektronik maupun media cetak yang ada di Kalimantan Tengah. (AB)

iklan natal 2015 PU Kalteng

iklan natal 2015 kopkkm

iklan natal 2015 disperindag

 

 

Jalan Mendawai, Dua Tahun Dibiarkan Rusak Parah

jalan mendawai

Kondisi Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya

Palangkaraya (Sergap) – Ibu kota Provinsi Kalimantan tengah adalah Kota Palangkaraya. Kota ini mengusung slogan Palangkaraya Kota Cantik. Tapi ironisnya, tidak semua bagian dari kota yang digadang-gadang untuk bisa menjadi ibukota NKRI ini terlihat indah.

Beberapa ruas jalan di jantung kota ini masih nampak becek dan tentu saja tidak sehat bagi lingkungan sekitarnya. Salah satunya Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya.

Kondisi jalan ini rusak parah dan banyak lobang di sana-sini, sehingga pengguna jalan harus berhati-hati melewatinya, karena banyaknya lubang membuat sulit untuk menghindarinya. Apalagi jika musim penghujan seperti saat ini. Lubang-lubang itu tertutup genangan air, bagaikan kolam sehingga makin berbahaya bagi pengendara kendaraan.

Kerusakan jalan di tengah-tengah kota ini sudah berlangsung lama. Namun rupaya Pemerintah Kota Palangkaraya, seakan menutup mata.

Salah seorang warga yang enggan namanya ditulis mengatakan bahwa, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung selama lebih dari 2 tahun. “Kami sebagai warga Mandawai, sangat berharap kepada Pemerintah Kota Palangkaraya untuk secepatnya memberbaiki jalan tersebut, agar kami bisa aman mengendarai motor maupun mobil meliwati jalan ini,” ujarnya kepada Tabloid Sergap. (AB)

Tahun 2015, Kasus Narkoba Tertinggi di Kalteng

press release polda kateng oke

Kapolda Kalteng saat memimpin Press Release Situasi Kamtibmas 2015

Palangka Raya (Sergap) – Sepanjang tahun 2015, jumlah kasus dan penyesaian tindak kejahatan di wilayah hukum Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah  (Polda Kalteng) tercatat meningkat. Kejahatan Narkotika menempati posisi teratas jika dibandingkan jenis kejahatan lainnya.

Demikian disampaikan oleh Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum saat menggelar Press Release Akhir Tahun 2015 di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalteng, Kamis (31/12/2015).

“Untuk diketahui, bahwa Kasus Narkoba di Provinsi Kalteng selama tahun 2015 sebanyak 511 kasus, dengan penyelesaian perkara sebanyak 479 kasus atau 97,2%. Sedangkan kasus narkoba tahun 2014 sebanyak 476 kasus dan penyelesaian perkara sebanyak 457 kasus atau 96%. Dengan demikian jumlah tindak pidana narkoba tahun 2015 mengalami kenaikan 35 kasus atau 7,3% dan penyelesaian perkara naik 1,2%,” lanjut Kapolda menjelaskan.

Press Release akhir tahun yang dihadiri insan pers ini, selain membahas tentang Kasus Narkoba juga membahas tentang situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi sepanjang tahun 2015.

Di wilayah hukum Polda Kalteng, secara keseluruhan di tahun 2015, terjadi sebanyak 2.858 kasus tindak pidana, dengan penyelesaian sebanyak 2.444 kasus atau 86%. Sedangkan jumlah kejahatan konvensional pada tahun 2015, sebanyak 1.994 kasus dan penyelesaiannya sebanyak 1.612 kasus atau 81%.

Kasus Narkoba secara kuantitas menduduki rangking I, sedangkan kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah kasus korupsi yang melibatkan oknum anggota DPRD dan Bawaslu Kalteng. Dari kasus korupsi ini, Polda Kalteng berhasil menyelamatkan uang negara ± Rp. 12 Milyar.

Selanjutnya, Kapolda Kalteng menghimbau agar kepada seluruh tokoh masyarakat Kalteng, untuk tetap waspada terhadap isu-isu yang berbau SARA maupun Terorisme yang sengaja disebarluaskan melalui SMS maupun Media Sosial lainnya.

Untuk itu, diharapkan agar masyarakat bersedia melaporkan secara dini kepada satuan Polri terdekat atau kepada Kapolda Kalteng, yang dapat disampaikan melalui SMS Halo Polisi dengan nomor 085248153915 atau kontak pengaduan melalui 110. (AB/Humas Polda)