Kemiripan Antara Artis Berinsial AA dan Amel Alvi

Foto ini ungkap kemiripan antara artis berinsial AA dan Amel Alvi

Foto ini ungkap kemiripan antara artis berinsial AA dan Amel Alvi

Meski identitas dari artis inisial saat ini masih disembunyikan oleh pihak kepolisian dan yang bersangkutan juga masih membantahnya, nampaknya publik punya cara lain untuk membongkar identitas artis tersebut.

Melalui sebuah foto, wajah dari artis Amel Alvi dan artis inisial AA ditampilkan dalam satu frame untuk kemudian dicari kemiripannya. Dalam foto tersebut foto Amel yang tengah berbaring disandingkan dengan foto artis inisial AA yang dijaring oleh Polres Jakarta Selatan akibat kasus prostitusi beberapa waktu lalu.

Oleh akun @Adityanggasmara, foto tersebut disebar dengan caption yang mempertanyakan bantahan Amel Alvi, “Amel alvi membantah dirinya trtangkap?? So what this? @amelalvi28 #amelalvi” tulisnya. Foto tersebut pun dengan cepat tersebar melalui twitter.

Selain foto tersebut ada juga beberapa foto yang menunjukkan bahwa gaun yang dikenakan Alvi dan gaun yang dikenakan oleh artis inisial AA sama warna dan modelnya.

Tersebarnya foto tersebut tak pelak membuat nama Amel Alvi makin kerap disebut sebagai artis berinisial AA yang selama ini digaungkan.

Pihak kepolisian yang hingga saat ini masih merahasiakan artis dibalik inisial AA tersebut, rupanya menimbulkan aksi publik yang memutuskan untuk mengungkap sendiri sosok artis yang dimaksud kepolisian berdasarkan bukti-bukti seadanya.

Saat ini, artis AA telah dibebaskan dari penahanan polisi sejak hari minggu lalu. Statusnya sebagai saksi membuat pihak kepolisian enggan mengungkapkan namanya, berbeda hal dengan RA alias Obbie yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. (Tkr)

Sumber : Beranda

Iklan

Polisi Tangkap Artis AA Terkait Prostitusi Online. Benarkah Dia Amel Alvi?

Amel Alvi (kiri). Artis AA (tengah) saat diperiksa polisi. Bandingkan baju yang dipakai dengan baju Amel Alvi. Obbie sang Mucikari (kiri).

Amel Alvi (kiri). Artis AA (tengah) saat diperiksa polisi. Bandingkan baju yang dipakai dengan baju Amel Alvi. Obbie sang Mucikari (kiri). Foto : Rimanews

Seorang Artis Sinetron dan Foto Model berinisial AA serta seorang Mucikari jaringan prostitusi papan atas yang biasa dipanggil Obbie, ditangkap saat beraksi di sebuah hotel bintang lima yang terletak di Jakarta Selatan.

Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan pada Jumat (8/05/2015) malam. Artis tersebut terlihat dikawal sejumlah polisi saat keluar dari lift hotel dan dibawa menuju parkir basement hotel tersebut. AA yg terlihat menggunakan baju terusan warna coklat berusaha menutupi wajahnya saat dibawa ke mobil polisi.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi. “Iya, benar. Tapi ini masih dalam pengembangan,” jelas Audie singkat.

Artis sinetron AA memasang tarif Rp.80 juta untuk kencan selama satu jam. AA juga menentukan lokasi kencan di hotel berbintang lima. Tarif tersebut terungkap dari pengakuan Obbie  yang telah diincar polisi selama dua minggu ini di sejumlah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

“Untuk AA saya pasang harga sekali kencan all in Rp80 juta untuk short time,” kata Obbie beberapa saat setelah ditangkap.

Obbie dengan gayanya yang agak melambai ini tertunduk saat digelandang polisi di parkiran basement sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan ini. Obbie juga terus menundukkan kepalanya sambil sesenggukan dan memainkan borgol yang terpasang di tangannya.

Germo papan atas yang tertangkap bersama dengan artis sinetron berinisial AA ini, sempat menyebut nama Amel. “Namanya Amel,” sebut dia lirih beberapa saat setelah ditangkap aparat Polres Jakarta Selatan. Benarkah Amel tersebut adalah Amel Alvi?

Editing : Tkr.  Sumber : Rimanews

The Salemba Band Menembus TV Nasional

Ketika The Salemba Band diundang di Bukan Empat Mata dan Hitam Putih

Ketika The Salemba Band diundang di Bukan Empat Mata dan Hitam Putih

MELIHAT dengan kacamata normal, mungkin suatu hal yang sangat mustahil jika sekelompok narapidana tampil di layar televisi nasional, mengisi acara talk show yang ratingnya terbukti tinggi dari tahun ke tahun.

Namun, The Salemba Band mampu menunjukkan sebuah fenomena baru, bahwa warga binaan juga mampu tampil di event-event moncer bak selebritis.

“Bukan Empat Mata” yang legendaries dan “Hitam Putih” yang inspiratif, telah mengundang anak-anak asuhan Sutedi, SH untuk unjuk kebolehan menampilkan lagu-lagunya yang ternyata juga mendapatkan aprisiasi dari penonton di studio dan pemirsa di rumah.

Dalam acara talk show “Bukan Empat Mata”, selain unjuk kebolehan, The Salemba Band juga ditanya oleh Tukul Arowana tentang latar belakang para personel band dari dalam penjara ini. Terungkap dalam acara ini, semua awak grup musik ini tersandung masalah narkoba.

Terkait dengan eksistensi sebuah grup musik di dalam penjara, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, Rusdianto, Bc.IP, SH, MHum menjelaskan bahwa warga binaan adalah warga negara yang mengalami kealpaan dan tersesat sesaat dalam sebuah kasus pelanggaran hukum. “Karena itu negara dalam hal ini Kementrian Hukum dan HAM wajib melakukan pembinaan. Jadi, LP (Lembaga Pemasyarakatan/Penjara, red) adalah aktivitas pembinaan”, kata Kakanwil menjelaskan.

Dijelaskan pula oleh Rusdianto bahwa tujuan pembinaan tersebut adalah membentuk warga binaan untuk menjadi manusia yang mandiri. “Salah satunya adalah The Salemba Band. Masih banyak yang lain, mereka juga mampu membuat kerajinan tangan, roti, laundry”, ujar Kakanwil dengan  nada bangga.

Dalam acara talk show “Hitam Putih” yang juga dikemas dengan segar, The Salemba Band banyak bikin host Deddy Corbuzier terperangah karena ternyata The Salemba Band sudah menelurkan 8 Album lagu.

Foto bersama host, bintang tamu dan pembina The Salemba Band

Foto bersama host, bintang tamu dan pembina The Salemba Band

Vian, bassit The Salemba band menjawab pertanyaan host mengatakan, kisah terbentuknya band warga binaan ini, berawal ketika Pembina mereka Sutedi, SH mengumumkan semacam sayembara yang ditujukan kepada mereka yang punya nyali, untuk ikut audisi pembentukan band.

Sutedi, SH yang hadir bersama Kalapas Salemba langsung menjelaskan bahwa hidup di penjara itu terasa lebih lama daripada di luar. “Jadi dapat dibayangkan betapa jenuhnya. Jadi dalam rangka pembinaan band ini adalah untuk mengisinya dengan kegiatan yang positif. Secara berkala kita undang band dari luar untuk tampil bersama The Salemba Band”, kata Sutedi menjelaskan.

Tentu saja dalam perjalanannya The Salemba Band tidak langsung mulus. Di masa-masa awalnya banyak yang menganggapnya sebagai sebuah ide gila. Namun dengan semangat, keyakinan, usaha dan doa yang tak terputus kepada Tuhan YME, warga binaan terbukti mampu menyedot simpati berbagai kalangan, sehingga dapat tampil di acara TV Nasional yang terkenal. Tak terasa The Salemba Band telah menjadi sebagian dari selebritas yang lahir dari dalam tembok derita.  (red-sumber Bpk Sutedi, SH)

Ingin menonton kesuksesan The Salemba Band menembus TV nasional? Klik judul di bawah ini :

– Tayangan The Salemba Band di “Bukan Empat Mata”

– Tayangan The Salemba Band di “Hitam Putih”

Ketika The Salemba Band Memeriahkan Pemeran Napi Craft 2013 di JCC

The Salemba Band in action

The Salemba Band in action

UNTUK kesekian kalinya The Salemba Band tampil keluar dari “sarang”nya, untuk unjuk kebolehan. Kali ini beraksi di gedung megah Jakarta Convention Center (JCC), pada tanggal 14 Desember 2013, mengumandangkan lagu-lagu indah ciptaanya sendiri dan juga beberapa ciptaan musisi lainnya.

Applaus pertama diterima The Salemba Band ketika sang vokalis Resoy menyanyikan lagu “Ampun Bui”. Getaran pesan yang terkanding dalam lirik lagu itu mampu masuk dalam relung hati penonton, menggambarkan asal keberadaan The Salemba Band saat ini yang membuahkan tepuk tangan yang tulus.

Tampil dengan formasi lengkap, The Salemba Band menunjukkan kemampuannya  untuk menghibur dan mampu meghidupkan suasana Pameran Napi Craft 2013 yang digelar atas kerjasama Departemen Perdagangan dan Departemen Hukum dan HAM, pada 11-15 Desember 2013.

Yang wajib disyukuri adalah kesan penonton terhadap performance The Salemba Band kali ini. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, berniat pula untuk mengundang The salemba Band bermain di tempatnya. Kegembiraan karena mendapatkan apresiasipun menyesakkan dada para anak band dari dalam penjara ini.

Berkumpul usai tampil

Berkumpul usai tampil

Dan bagi The Salemba Band, happy ending dari acara itu adalah kesempatan anak-anak band warga binaan ini, makan–makan di restoran bersama 12 orang bapak-bapak pengawalnya. “Usai tampil nyaris tanpa cacat, kemudian makan-makan bersama, adalah kebersamaan yang membuat kami bahagia. Ini bagian dari proses pembinaan yang tiada henti, sampai suatu hari kebebasan itu tiba,” kata Sutedi, SH Pembina The Salemba Band dengan wajah ceria.

Sebelumnya di tempat terpisah, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin menjelaskan bahwa Napi Craft menampilkan produk hasil kerajinan narapidana dalam rangka mengangkat harkat dan martabatnya ketika nanti berbaur kembali dengan masyarakat.

“Ini Napi Craft yang kedua yang pertama dulu di The East Tower. Saya harap kolaborasi penghujung tahun, pameran sukses dan manfaat bagi kita semua,” ucap Amir kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2013).

Amir berharap, semua pihak mulai dari pemerintah, pemberi modal dan pasar, mendukung produk hasil binaan ini. Produk karya narapidana antara lain baju, kain batik, produk aksesoris, makanan, dan lain-lain.

“Ikut mengembangkan keterampilan warga binaan, memperluas jangkauan pasar, modal dan pemerintah memberi dukungan penuh produk produk warga binaan kualitas baik dan mampu bersaing dengan produk produk lainnya,” kata Amir.

Penyelenggara Napi Craft Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham, Evi Amir Syamsudin mengungkapkan, ajang tersebut digelar sebagai wujud kepedulian serta apresiasi atas hasil karya narapidana Indonesia. Sebab kualitas hasil karya tersebut tidak hanya mencakup nasional, tapi juga internasional.

“Napi Craft ini bermuara dari program bengkel kerja produktif yang diusung Ditjen PAS. Tidak hanya sebagai pengisi waktu di Lapas atau Rutan saja. Tapi modal keterampilan juga,” ujarnya.

Evi berharap, Napi Craft 2013 menjadi bukti kepada masyarakat luas bahwa narapidana bukan predikat negatif. Narapidana juga bisa berkarya dan berinovasi. Isteri Menkum dan HAM ini juga berharap ada pihak swasta yang mau menjalin kerjasama, baik berdasarkan sisi produksi maupun pemasaran. (red)

Ketika The Salemba Band Manggung Bersama Menteri Hukum dan HAM

TERIMA KASIH kepada Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Esa, karena ini pembuktian dari kerja keras, perjuangan kami yang semuanya kami dapat dari Bpk Sutedi, SH (Pembina The Salemba Band/Staf Keamanan Rutan Salemba) yang selalu berkorban dan berjuang untuk memotivasi, menyemangati kami anak-anak didiknya untuk selalu berusaha dan belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi dan tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah kami buat.

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin membawakan 2 lagu bersama The Salemba Band

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin membawakan 2 lagu bersama The Salemba Band

Hari ini, merupakan hari yang bahagia bagi teman- teman dari The Salemba Band di mana kami group band yang berasal dari Rutan Salemba Jakarta, diundang untuk tampil bersama di acara Kreasi Seni, dalam rangka HUT HARI DHARMA KARYA DHIKA KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM RI.

 Kami bisa menghadiri dan membuktikan hasil karya-karya dari The Salemba Band kepada  bapak Menteri Amir Syamsudin dan seluruh jajarannya serta kepada seluruh masyarakat luas dan keluarga kami serta warga binaan Rutan Salemba.

Dan pada puncak acara, tgl 27 Oktober 2013, kami anak-anak didik Rutan Salemba yang dibina oleh Bpk Sutedi,SH mendapatkan kesempatan bernyanyi bersama Bpk Amir Syamsudin yang membawakan 2 tembang lagu lawas di antaranya Massachusetts yang di populerkan oleh Bee Gees dan Fatwa Pujangga yang dipopulerkan oleh Victor Hutabarat.

Dalam sambutannya Bpk Amir Syamsudin, memuji The Salemba Band dalam sebuah artikell surat kabar tentang kegiatan band anak penjara ini yang sudah mengeluarkan banyak album.

“Walau dalam keadaan serba kekurangan tapi patut di jadikan contoh utk seluruh narapidana, bahwa semua itu dapat dan dilakukan bila ada niat dan kerja keras, pastinya band penjara The Salemba Band yang sudah dikenal masyarakat luas. Saya yakin akan mampu untuk berbicara di blantika musik Indonesia”, tulis Bpk Amir Syamsudin Menteri Hukum dan HAM RI.

Kami, The Salemba Band, group band Rutan Salemba mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan, media cetak maupun digital dan media televisi dalam membantu publikasi, peliputan, pemberitaan kami serta radio-radio yang sudah memutarkan lagu-lagu kami dan membantu kami dalam segalanya, tanpa kalian semua kami bukan apa-apa dan siapa-siapa.

Singkatnya semua ini berkat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa yang di barengi dengan kerja keras team The Salemba Band, sebab kita mempunyai dua motto :  Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang bila di tidak berusaha  dan Terus Mengalir Seperti Air .

The Salemba Band juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya : 1. Bapak Kepala Rutan Salemba, selaku penasehat The Salemba Band. 2. Bapak Kepala Pengamanan Rutan Salemba, selaku penanggung jawab. 3). Bapak Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Salemba, selaku Penanggung Jawab. 4). Seluruh pegawai Rutan Salemba. 5). Seluruh Warga Binaan Rutan Salemba. Atas doa dan restunya sehingga kami dapat menjadi mengenal arti kehidupan melalui The Salemba Band binaan Bpk. Sutedi, SH.

Ingin dengarkan lagu-lagu The Salemba Band?  KLIK DI SINI

“Nada dan Takbir Rutan Salemba”, Single Album Salemba Band

salemba band lebaranPuncak dari bulan Ramadhan ini adalah hari kemenangan di hari Idul Fitri 1434 H. Semua umat muslim merayakan kemenangan di hari yang fitrah, di mana suasana  suka dan cita mewarnai setiap sosok umat muslim.

The Salemba Band ingin suasana bahagia ini di malam takbir dan hari lebaran menjadi lebih syahdu dan bermakna dengan berlatarbelakang“ Single Album dari The Salemba Band Nada dan Takbir Rutan Salemba “

Lagu ini di buat secara khusus untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, seperti sepenggal lirik lagunya : Lebaran hari kemenangan. Lebaran saling memaafkan. Lebaran, yuk kita Lebaran. Minal A’idzin wal Fa’idzin.

Proses penciptaan lagu ini dilakukan 2 minggu dengan kerja keras tim kreatif The Salemba Band yang digawangi oleh : Vocal : Raditya, Drum : Bardoz, Bass : Kiki,  Arransemen : Novian, Vocal Takbir       : Ustadz Rahmat, Promotion : Rio

Akhirnya kami Team The Salemba Band mengucapkan MINAL  A’IDZIN  WALFA’IDZIN, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (Sumber : Bpk. Sutedi.SH )    

Berita terkait :  –   “Uje…Wajahmu Teduhkan Hati Kami” – Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band –  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara 

Tahun 2015 Guru Minimal Harus Strata 1

Setiawan Wangsaatmaja

Setiawan Wangsaatmaja

Jakarta – Pemerintah memberi waktu sampai dengan akhir tahun 2015 agar  guru memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hingga akhir tahun 2012, masih ada 1.034.080 orang guru yang kualifikasi pendidikannya di bawah S1 atau D4.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja  mengatakan hal itu sebagaimana ditayangkan di website resmi Setkab, Minggu (14/7/2013).

“Untuk memenuhi ketentuan kualifikasi minimal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru diberi waktu sampai dengan akhir tahun 2015 untuk memenuhi kualifikasi minimal S1 (strata satu) atau DIV,” ujar Setiawan.

Setiawan menjelaskan, guru dengan pendidikan di bawah S1 atau DIV khususnya yang telah menduduki pangkat Penata Tingkat I  golongan ruang III/d atau pangkat yang lebih tinggi, sampai dengan periode kenaikan pangkat Oktober 2015 dapat diberi kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi sepanjang memenuhi persyaratan angka kredit yang ditentukan.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat  pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8). Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8  diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat (Pasal 9).

Adapun mengenai sertifikat guru disebutkan dalam Pasal 11 UU No. 14/2005 itu, bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi  yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang  terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah (ayat 1,2).

Sementara ketentuan mengenai dosen tertuang dalam Pasal 45 UU No. 14/2005 itu, Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: a. Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan b. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana (ayat 2).

Pada Pasal 47 Ayat (1) ditambahkan, bahwa sertifikat pendidik untuk dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 diberikan setelah memenuhi syarat sebagai berikut: a.Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun; b.Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli; dan c. Lulus sertifikasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawa  Wangsaatmaja  juga mengemukakan, permasalahan yang kini melekat di lapangan, berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan fungsional tertentu dengan pendididikan tertinggi DIII, maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Unyuk jabatan fungsional tertentu dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 revisi dari Permenpan Nomor 84 Tahun 1993, dinyatakan bahwa kualifikasi pendidikan yang disyaratkan adalah paling rendah Sarjana.

Berdasarkan ketentuan Permenpan Nomor 16 tahun 2009, guru yang pendidikannya belum Sarjana maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. “Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi,” imbuh Setiawan.

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengatakan, penilaian dan penetapan angka kredit guru (prestasi kerja) dilaksanakan paling kurang satu tahun sekali. Dengan pertimbangan kebijakan pemerintah untuk menerapkan kurikulum baru tahun 2013, yang dimulai pada tahun ajaran baru yaitu Juli 2013.

Dalam rapat tersebut, dia mengusulkan agar Permenpan Nomor 16 tahun 2009 diterapkan mulai Juli 2013, sehingga secara normatif, penilaian komprehensif terhadap pelaksanaan tugas guru mengikuti tahapan kalender pendidikan, yaitu mulai Juli tahun berjalan sampai dengan akhir Juni tahun berikutnya.

Sejalan dengan hal itu, maka jabatan fungsional guru dan angka kreditnya sebagaimana diatur dalam Kepmenpan Nomor 84 tahun 1993 dapat diterapkan sampai dengan 30 Juni 2013. Sementara itu,guru yang akan naik pangkat periode Oktober 2013 hendaknya masih menggunakan angka kredit Kepmenpan Nomor 84 tahun 1993. (www.setkab.go.id)

 

Jalur Pantura Siap Dilalui Pemudik H-10

Jalur Pantura menghubungkan Pulau Jawa bagian barat dan timur

Jalur Pantura menghubungkan Pulau Jawa bagian barat dan timur

Jakarta (Sergap) – Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jalan nasional sepanjang 1.316 km antara Merak hingga Ketapang, Banyuwangi di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, khususnya antara Jakarta dan Surabaya. Jalur ini sebagian besar pertama kali dibuat oleh Daendels yang membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer ke Panarukan pada tahun 1808-an. Tujuan pembangunan Jalan Raya Pos adalah untuk mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris. Pada era perang Napoleon, Belanda ditaklukkan oleh Perancis dan dalam keadaan perang dengan Inggris.

Jalur Pantura melintasi 5 provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ujung paling barat terdapat Pelabuhan Merak, yang menghubungkannya dengan Pelabuhan Bakauheni di Pulau Sumatra, ujung paling selatan dari Jalan Trans Sumatera. Ujung paling timur terdapat Pelabuhan Ketapang yang menghubungkannya dengan Pelabuhan Gilimanuk di Pulau Bali.

Salah satu ruas Jalur Pantura

Salah satu ruas Jalur Pantura

Memasuki Bulan Ramadhan, Kementerian Pekerjaan Umum mulai memastikan tentang kondisi kesiapan jalur mudik lebaran 2013. Salah satunya, jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa yang pada H-10 nanti dinyatakan siap menyambut pemudik. Saat ini, Kementerian PU tengah menyiapkan konstruksi lebih permanen untuk jalan nasional di jalur Pantura Jawa yang memiliki panjang sekitar 1.100 kilometer sesuai dengan amanat pembangunan berkelanjutan.

“Kami berharap usia jalan bisa lebih panjang lagi meskipun untuk investasi awal membutuhkan biaya lebih besar,” kata Direktur Jenderal Bina Marga, Djoko Murjanto, Kamis (11/07/2013) dalam press realese yang dikirim melalui email.

Dikatakannya, saat ini lalu lintas harian perhari di jalur Pantura mencapai 45 ribu kendaraan perhari nya untuk 4 lajur. Padahal normal mak­simalnya adalah 25 ribu ken­daraan per hari. Untuk jalan Pantura Jawa telah ditetapkan kebijakan untuk meningkatkan kekuatannya menjadi MST (muatan sumbu terberat) 10 ton, dari kondisi sebelumnya MST 8 ton sehingga usia jalan ditargetkan bisa 20 tahun dibanding kondisi saat ini rata-rata 10 tahun.

Selama 2 minggu sebelum lebaran ia memastikan Pantura cukup keamanan untuk dilalui kendaraan, karena saat ini  jalur Pantura hanya tinggal menunggu keringnya cor-cor an saja. Mengahadapi lebaran, pihaknya menghimbau kepada pemerintah daerah untuk ikut menyiapkan jalur-jalur alternatif yang akan dilalui oleh pemudik. Jalur alternatif memang bukan jalur utama, tetapi jika terjadi kemacetan, pemudik biasanya mengambil jalur alternative  tersebut.

Djoko mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, mohon mengerti bahwa aturan tentang beban jalan bukan hanya akan merusak jalan, akan tetapi keselamatan bagi para pengendara, keuntungan dari beban berlebih tidak akan sebanding dengan keselamatan para pengguna jalannya.

Menurutnya, faktor beban lalu lintas yang paling mempengaruhi adalah beban lalu lintas yang berlebih (overloading) yang kerap ditemui di lintas utama Pantura. Berdasarkan ketentuan, kedua lintas tersebut masuk ke jalan kelas I dimana muatan sumbu terberat adalah 10 ton. Muatan sumbu terberat (MST) adalah muatan maksimum yang diijinkan untuk satu sumbu kendaraan, jika MST ini dilanggar maka akan menyebabkan kerusakan jalan yang lebih besar daripada daya rusak satu sumbu standar.

Djoko Murjanto, Dirjen Bina Marga Kementrian PU

Djoko Murjanto, Dirjen Bina Marga Kementrian PU

Sesuai data survei jalan tahun 2012, untuk Jalan Nasional dengan panjang 38.569,82 Km, sebesar 5,64% atau 2.174,34 Km dalam kondisi rusak ringan dan 3,54% atau 1.364,63 dalam kondisi rusak berat.

Menurutnya, peran serta dari masyarakat untuk tetap menjaga hirarki fungsi jalan sehingga jalan dapat berfungsi sebagaimana ditentukan. Hal yang mengganggu fungsi jalan ini misalnya gangguan samping, seperti adanya pedagang di sisi jalan, penyeberang yang tidak pada tempatnya, akses terhadap sisi jalan yang sangat bebas.

Masyarakat dapat membantu dengan tidak berjualan atau membuat akses sendiri di sisi jalan, dan menjaga struktur perkerasan jalan agar tetap sesuai dengan yang direncanakan, misalnya dengan tidak membuang air ke badan jalan, atau tidak membuang sampah ke saluran samping jalan, dan tidak menggunakan kendaraan dengan beban berlebih (red)

“Uje…Wajahmu Teduhkan Hati Kami”

ujeSATU LAGI lagi sisi kepedulian group musik dari dalam penjara The Salemba Band terhadap sosok ulama yang penuh kharismatik dan di cintai yaitu Almarhum USTAD JEFRY AL BUCHORY, di mana dakwah yang di sampaikannya selalu menyejukkan hati, bukan saja untuk umat muslim tapi juga non muslim.

USTAD JEFRY AL BUCHORY,  mampu di dalam dakwahnya mengajak umatnya untuk bersatu menghilangkan permusuhan dan mengedepankan perdamaian. Menyejukkan dan membuat bulu roma berdiri ketika membacakan Ayat-Ayat FirmanNya dan Hadist-Hadist Rasul serta piawai dalam membawakan Syair-Syair Shalawat, membuat umat yang mendengarkannya menjadi takjub.

Sisi inilah yang menjadi alasan kuat group musik asal penjara The Salemba Band, melihat sosok USTAD JEFRY AL BUCHORY di dalam berdakwah dan melantunkan syair-syair yang penuh dengan keindahan dan menyentuh qolbu dari vocal dan lantunan shalawatnya.

Semua itu tergambar indah, dalam lagu berjudul “Tentang UJE … WAJAHKU TEDUHKAN HATI KAMI “ di ciptaan SUTEDI.SH dengan Arransemen The Salemba Band semoga dapat menjadi obat kerinduan sebagaimana di kutip dalam syair lagunya.

“ KAU TIDAK PERGI MENINGGALKAN KAMI, KAU HANYA PINDAH KE ALAM YANG INDAH, BERISTIRAHAT DENGAN AMAL KEBAIKANMU “

Berita terkait :  – Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band –  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara

Ramadhanku Ramadhanmu, Album Religi The Salemba Band

Ramadhanku Ramadhanku, Album Religi The Salemba Band

Ramadhanku Ramadhanku

SETELAH melalui perjuangan  dalam segala keterbatasan dan kesederhanaan serta setelah melalui berbagai kendala , maka The Salemba Band akhirnya berhasil menyelesaikan sebuah album religi bertajuk “Ramadhanku Ramadhanmu”.

Ramadhanku Ramadhanmu yang proses pembuatannya membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan ini didedikasikan untuk sahabat – sahabat  radio di seluruh indonesia stasiun televisi, wartawan cetak dan elektronik, serta umat muslim di seluruh dunia.  Semoga album religi The Salemba Band  ini mendapatkan respon yang positif  dari seluruh pencinta musik di tanah air maupun mancanegara.

Sebagai sebuah album religi “Ramadhanmu Ramadhanku” memberi banyak pengalaman bathin bagi pawa awak The Salemba Band. Radit sang vocalis, Kiki, Bardoz dan Vian bagian rekaman serta Pak Sutedi sebagai pencipta lagunya, menangis saat membawakan dan merekam lagu “Sayangi Mamaku Ya Allah”.

“Album religi ini adalah semangat kami sebagai umat muslim yang ingin mempersembahkan karya dari The Salemba Band dalam membina, menghibur dan mencoba  untuk memberikan nuansa baru bagi pencinta musik tanah air dan mancanegara”, kata Bpk Sutedi, SH selaku Pembina The Salemba Band.   (sumber : staf Keamanan Rutan Salemba dan Pembina The Salemba Band)

Berita terkait :  Meriahnya Natal Bersama The Salemba Band dan Joy Tobing di Rutan Salemba  –   The Salemba Band, Bermusik dari Dalam Rutan  –   Ada yang Lain di Sunday Music Salemba  –  Asyiknya SMS Bersama Diego Michiels di Rutan Salemba  –   Sunday Music Salemba Menggoyang Rutan Salemba  –   Suara Reggea Dari Dalam Penjara