Pasar Comboran Akan Menjadi Pusat PKL

kebakaran-di-pasar-besar-malang

Pasar Comboran Malang saat terbakar pada 13 Oktober 2016

Malang (Sergap) – Pasar tradisional di Kota Malang yang dikenal sebagai pasar barang-barang bekas, yaitu Pasar Comboran di Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini bakal direvitalisasi dan dirancang lebih mewah dari pasar-pasar tradisional lainnya, setelah terjadi kebakaran belum lama ini.

Wali Kota Malang, Moch Anton, Minggu (27/11/2016), mengatakan bahwa untuk merevitalisasi dan membangun pasar tersebut, Pemkot Malang telah menganggarkan dana sekitar Rp10 miliar dari APBD 2017.

“Pembangunan pasar ini nanti dirancang lebih mewah dan kemungkinan besar tahun depan sudah dimulai pembangunannya,” kata Anton.

Menurut Anton, revitalisasi Pasar Comboran yang hangus terbakar itu cukup mendesak. Nantinya, akan ada pembangunan di lantai dua dan tiga yang rencananya dikhususkan untuk menampung para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di Jalan Juanda (pasar barang bekas) dan PKL di Jalan Halmahera serta pedagang yang ada di area luar Pasar Comboran.

Sedangkan pedagang asli pasar akan tetap menempati area semula, yakni di lantai satu. “Jadi semua pedagang (PKL) itu nanti terpusat di Comboran, sehingga konsumen yang akan berbelanja lebih mudah, tidak terpencar seperti sekarang.

Revitalisasi tersebut, lanjutnya, selain untuk memusatkan pedagang pada satu titik, juga bertujuan untuk menciptakan kawasan bebas kumuh serta untuk mengurai kemacetan di kawasan Comboran maupun Jalan Juanda (Boldy) yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

Jika pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di pinggir jalan, bahkan menggunakan trotoar dan sebagian jalan poros, bisa berdagang di dalam pasar. Harapannya, pendapatan mereka pun akan bertambah dan lebih terstruktur dan tertib.

Ia mengemukakan program revitalisasi tersebut sudah disosialisasikan kepada pedagang.

“Kami berharap kesepakatan dengan pedagang dapat segera diputuskan, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat, lancar dan segera terlaksana. “Tidak ada yang diubah karena hanya bersifat penataan dan sedikit asesoris yang lebih mewah dari pasar lainnya,” kata Anton.

Pedagang yang ada di Pasar Comboran yang hangus terbakar untuk yang ketiga kalinya, pada awal Oktober lalu mencapai puluhan. Jika ditambah dengan PKL yang berjualan di Jalan Halmahera, Juanda dan Irian Jaya bisa mencapai ratusan. Oleh karena itu, Pemkot Malang menambah satu lantai lagi di Pasar Comboran, yakni menjadi tiga lantai. (nen)

Iklan

UMK 2016 Jawa Timur, Berlaku 1 Januari 2016

layakkah upah

Buruh menuntut kalayakan upah

Surabaya (Sergap) – Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada hari, Sabtu (20/11/2015) yang lalu, secara resmi telah menetapkan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) untuk 38 kabupaten/kota yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari 2016.

Berikut besaran UMK 2016 di 38 kabupaten/kota di Jatim:

  1. Kota Surabaya Rp3.045.000
  2. Kabupaten Gresik Rp3.042.500
  3. Kabupaten Sidoarjo Rp3.040.000
  4. Kabupaten Pasuruan Rp3.037.500
  5. Kabupaten Mojokerto Rp3.030.000
  6. Kabupaten Malang Rp2.188.000
  7. Kota Malang Rp2.099.000
  8. Kota Batu Rp2.026.000
  9. Kabupaten Jombang Rp1.924.000
  10. Kabupaten Tuban Rp1.757.000
  11. Kota Pasuruan Rp1.757.000
  12. Kabupaten Probolinggo Rp1.736.000
  13. Kabupaten Jember Rp1.629.000
  14. Kota Mojokerto Rp1.603.000
  15. Kota Probolinggo Rp1.603.000
  16. Kabupaten Banyuwangi Rp1.599.000
  17. Kabupaten Lamongan Rp1.573.000
  18. Kota Kediri Rp1.494.000
  19. Kabupaten Bojonegoro Rp1.462.000
  20. Kabupaten Kediri Rp1.456.000
  21. Kabupaten Lumajang Rp1.437.000
  22. Kabupaten Tulungagung Rp1.420.000
  23. Kabupaten Bondowoso Rp1.417.000
  24. Kabupaten Bangkalan Rp1.414.000
  25. Kabupaten Nganjuk Rp1.411.000
  26. Kabupaten Blitar Rp1.405.000
  27. Kabupaten Sumenep Rp1.398.000
  28. Kota Madiun Rp1.394.000
  29. Kota Blitar Rp1.394.000
  30. Kabupaten Sampang Rp1.387.000
  31. Kabupaten Situbondo Rp1.374.000
  32. Kabupaten Pamekasan RP1.350.000
  33. Kabupaten Madiun Rp1.340.000
  34. Kabupaten Ngawi Rp1.334.000
  35. Kabupaten Ponorogo Rp1.283.000
  36. Kabupaten Pacitan Rp1.283.000
  37. Kabupaten Trenggalek Rp1.283.000
  38. Kabupaten Magetan Rp1.283.000

(win)

 

Pelindo III Gelar Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015

Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015

Konferensi Nasional Bisnis Maritim 2015, dengan tema “Peluang dan Investasi Pengembangan Industri di Wilayah Timur Indonesia”

Surabaya (Sergap) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai salah satu BUMN Kepelabuhanan bersama-sama menggandeng PPM Manajemen menggelar Konferensi Bisnis Maritim, 28-29 Oktober 2015. Dengan mengusung tema “Peluang dan Investasi Pengembangan Industri di Wilayah Timur Indonesia”. Adapun tempat penyelenggaraan di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak.

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Oktober 2014 silam seolah menjadi momentum baru bagi gelanggang maritime Indonesia. Betapa tidak, saat ini pemerintahan Indonesia mempunyai program unggulan, yakni pembangunan di bidang kemaritiman khususnya logistik maritim.

Semangatnya adalah ingin membawa kembali kejayaan Nusantara dari lautan yang memang berpotensi sangat besar. Seolah lupa dengan potensi lautannya, Indonesia terlalu sibuk di darat sembari mengacuhkan lautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam berbagai kesempatan juga menyatakan kekayaan laut sejatinya bisa menggantikan penerimaan dari sektor oil and gas. Ibu Menteri berpenampilan nyentrik ini memegang data yang menyatakan pendapatan dari sektor laut bisa mencapai 18,7 miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 200 triliun.

Sekarang berbagai kebijakan pemerintah maritim sudah di tetapkan. Dari sisi pengusaha dengan dunia usahanya perlu mengenali dan memanfaatkan dengan jeli peluang imbas kebijakan pemerintah ini.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, berpendapat selama ini arus logistik di Indonesia berpusat di wilayah tertentu. “Pak Jokowi sepertinya menginginkan adanya pemerataan sehingga tidak ada ketimpangan antara barat dan timur,” ujarnya menyoal pengaturan investasi dan pengaturan arus lalu lintas barang melalui laut dan pengembangan kawasan timur Indonesia.

Sebagai pembicara Konferensi Bisnis Maritim ini antara lain, Direktur Kawasan Industri Morowali Tsingshan (KIMT) Dedi Mulyadi; juga Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang mempresentasikan Kawasan Industry Bantaeng (KIB) dan tentu saja Djarwo Surjanto selaku Dirut PT. Pelindo III (Persero) yang menampilkan geliat di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE), sebagai proyek fenomenal PT. Pelindo III, sebuah kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan di kawasan Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Sebagai Negara yang sebagian besar wilayahnya lautan, seharusnya Pelabuhan di Indonesia menjadi sarana paling krusial untuk menghubungkan antar pulau maupun antar Negara. Pelabuhan harus memacu petumbuhan ekonomi wilayahnya di sekitarnya bahkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Konferensi ini menjadi penting untuk di ikuti para pelaku industri maupun calon investor yang ingin mengembangkan industry di wilayah timur, karena juga di gelar pameran selama konferensi berlangsung. Peserta pameran adalah perusahaan-perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industry, seperti perusahaan sistem teknologi informasi, jasa konstruksi, maupun perakitan pabrik. (ics)

Memanfaatkan Facebook Untuk Memajukan UMKM

Talk Show Wirausaha bareng Pikukuh Pambudhito, Selasa (26/05/2015) di Gedung UMKM Centre

Talk Show Wirausaha bareng Pikukuh Pambudhito, Selasa (26/05/2015) di Gedung UMKM Centre

Semarang (Sergap) – Menggunakan media sosial Facebook untuk pemasaran produk, menjadi bahasan dalam acara Talk Show yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Jawa Tengah, Rirektorat Jendral Pajak dan Kantor Wilayah DPJ Jawa Tengah, digelar Selasa (26/05/2015) yang lalu di Gedung UMKM Centre jalan Setiabudi 192 Srondol Jawa Tengah.

Tampil sebagai pembicara Marina, T Nugroho Hanto (BRI), Pikukuh Pambudhito (UKM Guest Online) dan Rizal Pokji. Audiennya adalah para pelaku UMKM Jawa Tengah. Para pelaku UMKM Jateng diajak untuk menggunakan media sosial Facebook dalam memasarkan produk barang dan jasanya. Alasanya pengguna Facebook di Indonesai sangatlah besar, mencapai  85 juta orang di tahun 2015 ini.

“Sangat mudah memulai bisnis menggunakan Facebook. Mudah mencari sumber traffic untuk berbisnis, low cost sangat kecil sehingga menguntungkan dari segi permodalan. Menu-menu pendukung untuk berjualan sangat banyak sekali, tidak membutuhkan tempat yang luas  untuk membuka bisnis online, bisa memilah target penjualan kita”, kata Pikukuh Pambudhito menjelaskan.

Ada pula fitur FbAds yang bisa digunakanoleh  semua orang, dengan tarif mulai dari Rp 10 ribu per 1 kali ads. Bisa mentargetkan usia dan aktifitas yang sangat relevan dengan bisnis kita, semua orang hampir setiap hari online dengan Facebook. Pelaku UMKM yang menggunakan tehnologi online akan tumbuh dua kali lipat, dibanding dengan yang  tidak memanfaat kan tehnologi online.

“Bukan berarti tidak punya toko, tidak bisa usaha. Pakai cara kreatif memanfaatin online”, ajak Kukuh kepada para pelaku UMKM. “Jangan kita yang dimanfaatkan oleh Facebook,  tapi Facebook kita manfaatkan. Sayang banget kalau belum punya akun Facebook. Sudah ada 7 juta netizen di Indonesia yang rajin belanja online, tapi sayang nya pelaku UKM yang memanfaatin online masih kurang”, kata Kukuh menambahkan.

Netizen adalah pengguna internet di atas tiga jam. Aplikasi yang dimiliki orang Indonesia paling banyak adalah Facebook, Blackberry Messenger dan WhatsApp. (Ans)

Diskusi Bareng UMKM Jawa Tengah, Modal Lancar Usaha Digelar

Suasana diskusi di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, Jumat (24/O4/2015)

Suasana diskusi di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, Jumat (24/O4/2015)

Semarang (Sergap) – Pelaku usaha di wilayah Provinsi Jawa Tengah, didominasi oleh para pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), yang tentu saja punya kemampuan yang terbatas dalam berbagai bidang.

Dalam rangka peningkatan kemampuan para pelaku usaha UMKM itu, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), melalui Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng, melakukan diskusi bareng, pada Jumat (24/O4/2015), bertempat di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, jalan Setia Budi Nomor 192 Srondol, Banyumanik, Semarang.

Tampil dalam diskusi bareng tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan KSP, Dinas Koprasi dan UMKM Jateng, Hana Rohaiti; Pengarah Forum CSR Kesejahteraan Sosial Jateng, Ferry Firmawan; Sales Manager Bank BNI Jateng Joko Pamungkas.

Hana Rohaiti mengatakan, data BPS tahun 2006, mencatat bahwa pelaku UMKM di Jateng, di bidang pertanian ada 4,27 juta orang dan non pertanian 3,06 juta orang. “Jika semua dibina melalui pelatihan secara bertahap dan menyeluruh, UMKM kita tidak kalah dengan Malaysia,” katanya.

“Ketika krisis ekonomi melanda negara kita pada tahun 1997, usaha menengah ke atas banyak yang kolap. Namun mikro kecil tetap eksis. Ini menunjukkan betapa uletnya para pelaku usaha UMKM kita,” kata Hana menegaskan.

Ditambahkan oleh Hana bahwa, permodalan merupakan masalah klasik dan riil di lapangan yang dialami UMKM. Untuk masalah modal itu, pemerintah sudah memfasilitasi, dengan mempertemukannya dengan pihak perbankan.

“Ternyata masalah yang muncul, rata-rata UMKM belum mempunyai pembukuan. Semestinya para pelaku UMKM mempunyai pembukuan yang benar, di mana pembukuan yang benar bisa sebagai acuan untuk mengetahui kondisi keuntungan atau kerugian, untuk mendapatkan sarana permodalan,”jelas Hana.

Manfaatkan Media Sosial

Sementara itu, Ferry Firmawan menyoroti lemahnya metode pemasaran para pelaku usaha UMKM. Sejatinya potensi usaha UMKM, mempunyai propek yang besar, namun terkendala oleh keterbatasan mengakses dan memperluas customer/pelanggan.

“Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan internet untuk memperluas pemasarannya, misalnya lewat Facebook dan Twitter,” utur Ferry.

Lemahnya akses informasi pelaku UMKM ini juga digarisbawahi oleh Joko Pamungkas. Ketertinggalan informasi ini juga termasuk informasi tentang permodalan melalui perbankan. “UMKM minim informasi misalnya tentang syarat-syarat untuk bisa mendapatkan pinjaman modal dari bank. Tapi jangan khawatir, semua perbankan akan berlomba-lomba menjemput bola dalam memasarkan program pinjaman modalnya,” tegas Joko Pamungkas. (Ans)

Ribuan Pengunjung Serbu Pameran Akik di Madiun

Semakin menggoda.....

Semakin menggoda…..

Madiun (Sergap) – Ribuan pengunjung menyerbu pameran dan kontes Batu Akik yang digelar Paguyuban Penggemar Akik dan Permata Madiun “Selo Aji Mataraman”, di halaman Kantor Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) I Madiun di Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/04/2015).

Pameran akan berlangsung dari tanggal 16 April hingga 19 April 2015,melibatkan sekitar 106 perajin, pehobi, dan kolektor batu akik dan mulia dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, dan juga Bengkulu.

“Awalnya kami prediksi pesertanya hanya wilayah Jawa Timur. Di luar dugaan, animo masyarakat akan pameran tersebut sangat luar biasa. Ini bisa juga merupakan pameran batu akik tingkat nasional yang pertama di Madiun dan sekitarnya. Baru hari pertama digelar, jumlah pengunjung sudah ribuan,” ujar Yoyok Suharmadi, Ketua Panitia Pameran.

Ditambahkan oleh Yoyok, pameran tersebut merupakan ajang bagi para perajin, pehobi, dan kolektor Batu Akik di wilayah Bakorwil I (dulu disebut Karesidenan) Madiun untuk mengenalkan batu mulia agar semakin digemari masyarakat. “Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi para Perajin Akik dan mengenalkan potensi Batu Mulia yang ada di wilayah Jawa Timur,” tambahnya.

Contohnya, Batu Mulia asli yang berasal dari wilayah Sungai Catur di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, dan Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun yang diberi nama “Blue Kresek”, “Badar Mas”, dan “Badar Perak”.

“Kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk mengenalkan Batu Mulia asli dari Kabupaten Madiun kepada masyarakat. Batu mulia asli Kabupaten Madiun dari segi kualitas tidak kalah dengan Akik dari Pacitan, Ponorogo, dan wilayah lainnya,” kata Darsiyanto, salah satu peserta.

Dijelaskan oleh Darsiyanto, bahwa motif dari Batu Mulia asli Kabupaten Madiun adalah terdapat guratan garis pada seratnya yang melambangkan tempat asalnya yakni di aliran Sungai Catur. Selain itu, unsur batu tersebut juga terbuat dari gabungan besi, emas, dan perak.

Jika sudah diolah menjadi bulatan cincin, harganya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bijinya. Sedangkan jika masih batu bongkahan, berkisar antara Rp550 ribu hingga Rp600 ribu per Kilogramnya.

“Proses pembuatannya semuanya alami. Mulai dari cara mendapatkannya yang tidak merusak lingkungan hingga pengolahannya yang dilakukan secara manual,” kata Darsiyanto berpromosi.

Batu Mulia Serendibite, dibandrol Rp20 Milyar

Batu Mulia Serendibite, dibandrol Rp20 Milyar (foto : vivanews.com)

Batu Mulia Dikawal Brimob

Salah seorang peserta, Lim Saputra, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, membuat gempar dengan membanderol Batu Mulia miliknya yang berjenis Serendibite dengan kadar karat 4,85 miliknya dengan harga Rp 20 miliar. Batu itu telah dipoles dan siap diletakkan pada tempatnya alias emban cincin.”Harga tersebut terbilang murah karena harga per karat secara internasional Rp 24 miliar,” kata Lim.

Tingginya harga yang dipatok itu, menurut dia, karena Serendibite termasuk batu mulia langka di dunia. Bahkan, hanya bisa ditemukan di Sri Lanka dan Myanmar Utara. Adapun keunikannya memiliki penyerapan cahaya yang sangat tinggi. Saat disenteri, serendibite mampu mengeluarkan warna hijau kekuningan hingga hijau kebiruan dan violet pada permukaannya.

Karena nilai jual dan keunikan yang tinggi, Batu Mulia itu dikawal oleh aparat Satuan Brigade Mobil Detasemen C Pelopor Madiun. (to2k)

Menhub Resmikan Kereta Api Angkutan Peti Kemas Pertama di Indonesia

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, saat menyiramkan air bunga ke lokomotif, sebagai tanda diresmikannya Kereta Api Angkutan Peti Kemas milik PT. Terminal Peti Kemas.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, saat menyiramkan air bunga ke lokomotif, sebagai tanda diresmikannya Kereta Api Angkutan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Surabaya (Sergap) – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignasius Jonan, Kamis (09/04/2015) secara resmi meluncurkan Kereta Api (KA) Angkutan Petikemas Surabaya. Dengan masuknya moda transportasi KA ke Pelabuhan Tanjung Perak, maka Surabaya merupakan satu-satunya kota saat ini yang ada layanan kereta api masuk pelabuhan.

“Yang Kami senang mengenai masuknya KA melayani Pelabuhan Tanjung Perak. Ini penting, karena pengguna jasa memiliki banyak pilihan, bukan mematikan (operasional truk atau trailer). Kami percaya, dengan makin banyaknya pilihan itu operator angkutan akan makin kompetitif,” ujar Ignasius Jonan dalam sambutannya.

Setelah Tanjung Perak, Jonan mengintruksikan kepada seluruh pelabuhan di Indonesia agar wajib untuk memanfaatkan atau mengoperasikan kembali, khususnya pelabuhan yang sudah memiliki jalur kereta api. “Kemenhub mewajibkan semua pelabuhan besar yang ada jalur kereta apinya, harus bisa KA masuk supaya bisa mengurangi kepadatan di jalan raya,” terangnya.

Dua karyawan PT. Terminal Peti Kemas tampak memeriksa rangkaian gerbong kereta peti kemas

Dua karyawan PT. Terminal Peti Kemas tampak memeriksa rangkaian gerbong kereta peti kemas

KA Angkutan Petikemas Surabaya juga akan memanfaat jalur kereta api double track Surabaya-Jakarta yang baru dibangun pemerintah sehingga nantinya bisa digunakan untuk menambah frekuensi angkutan barang.

Humas PT. Terminal Peti Kemas (TPS) M. Soleh mengatakan, jalur rel yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak adalah milik PT Kereta Api Logistik (Kalog), yang pernah digunakan selama tahun 1992-2004, namun kurang maksimal. Setelah itu, jalur tersebut mati dan rel nya sendiri sudah tertimbun tanah dan areal sekitar rel berdiri bangunan-bangunan liar.

Dengan adanya layanan ini, lama peti kemas mengendap di pelabuhan (dwelling time) bisa ditekan setidaknya hingga dua hari untuk peti kemas berpendingin. Saat ini di TPS, dwelling time bisa mencapai 7 hari lamanya.

“Untuk tahap awal, akan ada dua rangkaian kereta dalam sehari yang melayani pengangkutan peti kemas. Satu rangkaian terdiri dari 30 gerbong,” ujar Soleh.

Soleh merincikan, dari 30 gerbong itu, 20 gerbong muatan peti kemas berpendingin akan dimuat di PTS menuju Stasiun Kalimas. Dan 10 gerbong akan dimuat di Stasiun Kalimas menuju Stasiun Lagoa Jakarta. (win)

Gubernur Jatim Perintahkan Polisi Tangkap Pengedar Gula Rafinasi

Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur

Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur

Surabaya (Sergap) – Membanjirnya stok gula rafinasi di pasaran membuat Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengambil langkah tegas. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, memerintahkan pihak kepolisian untuk menangkap pengedar gula rafinasi di pasaran.

“Kalau sampai ada pihak industri dan importir gula mentah yang menjual gula rafinasi di pasar Jatim harus ditangkap. Saya sudah meminta pihak kepolisian menindak tegas dan menangkap pelaku jika sampai benar terjadi,” kata Soekarwo, Rabu (08/04/2015).

Sejatinya, gula rafinasi peruntukannya hanya diperbolehkan bagi industri makanan dan minuman. Dengan harga yang lebih murah, dikhawatirkannya gula rafinasi menghancurkan harga gula kristal putih  yang berbahan dasar tebu dari petani.

Dengan sendirinya, membanjirnya gula rafinasi membuat gula kristal petani di Jatim sulit terjual. Setidaknya, gula Kristal Jatim  yang biasanya dipasarkan di wilayah Indonesia Timur kini menjadi kurang diminati.

Kondisi terkini, saat memasuki musim giling tebu pada bulan Mei iini, stok gula Jatim masih menunpuk di gudang-gudang pabrik guka karena belum laku. “Hal ini menimbulkan keresahan bagi petani, dan untuk melindungi petani dari serbuan gula rafinasi yakni dengan lebih memperketat distribusi dan pengawasannya”, tegas gubernur.

Data Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mencatat, kebutuhan konsumsi gula masyarakat Indonesia dalam setahun hanya sekitar 4,5 juta ton. Dari kebutuhan itu, produksi gula kristal putih dari tebu petani mampu memenuhi 2,5 juta. Sisanya sebanyak 2 juta ton dipenuhi dari impor gula mentah yang diolah menjadi gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman.

Dengan kapasitas terpasang dari 11 pabrik gula rafinasi di Indonesia mencapai 5 juta ton, jika produksinya optimal masih menyisakan 3 juta ton gula rafinasi dalam setahun. Surplus 3 juta ton gula rafinasi tersebut yang diduga beredar di pasaran dan membuat gula kristal putih petani tidak laku.

Arum Sabil, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan Gula Rafinasi

Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan Gula Rafinasi

“Kalau gula rafinasi ini terus membanjiri seluruh wilayah Indonesia, maka Indonesia bisa alami Tsunami Gula. Gula rafinasi ini memang menjadi momok bagi petani tebu. Di Jawa Timur, gula kristal putih petani sempat tersendat penjualannya sehingga banyak menumpuk di gudang bahkan mau masuk musim giling masih ada gula produksi tahun lalu di gudang,” kata Ketua APTRI, Arum Sabil.

Masih menurut Arum Sabil, semua ini terjadi tak lepas dari HPP yang ditentukan sebesar Rp 8.500 tidak bisa terpenuhi saat lelang gula karena pengaruh harga gula rafinasi yang jauh lebih murah. Agar tidak sampai produski gula rafinasi berlebih, ia meminta pemerintah lebih selektif. “Kalau perlu diaudit berapa banyak kebutuhan rafinasi bagi industri makanan dan minuman. Jangan sampai lebih dan merembes ke pasar, sehingga gula petani tidak laku,” katanya berharap. (win)

Nelayan Lamongan Minta Menteri Susi Tunda Larangan Kapal Pukat

Kapal nelayan di Pantai Lamongan

Kapal nelayan di Pantai Lamongan

Lamongan (Sergap) – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Lamongan, Jawa Timur, Agus Mulyono mengatakan bahwa aturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merugikan nelayan. Jika dipaksakan maka nelayan akan melawan. “Kalau kapal pukat tarik ditangkap, kita akan lawan,” ujarnya, Kamis (02/04/2015).

Agus menambahkan, bahwa hasil tangkapan laut mereka akan berkurang sekitar 75%, jika pemerintah tetap memaksakan Peraturan Menteri Kalutan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Pengoperasian Beberapa Jenis Kapal Tangkap. “Tidak hanya membunuh kehidupan nelayan, tetapi juga akan mengurangi pendapatan Pemerintah Kabupaten Lamongan,” kata Agus yang juga Kepala Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Brondong ini.

“Tempat Pelelangan Ikan Brondong rata-rata menghasilkan sekitar 80-100 ton ikan per hari. Sebagian besar ikan yang dibawa adalah hasil tangkapan nelayan di Brondong dan Paciran yang menggunakan kapal pukat tarik serta dogol. Ini serius, kami meminta untuk sementara larangan itu ditangguhkan dulu, sebelum pemerintah mempunyai solusinya” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Suyatmoko, membenarkan bahwa hasil tangkapan ikan di daerahnya terancam hilang sekitar 75 persen bila larangan menggunakan pukat tarik dan dogol oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan.

Suyatmoko merujuk data di dinas yang dipimpinnya, di mana tercatat bahwa sebagian besar nelayan di daerahnya menggunakan kapal pukat tarik dan dogol. Dari sekitar 6.300 kapal dan perahu nelayan yang beroperasi di Kabupaten Lamongan, 80% di antaranya didesain menggunakan pukat tarik dan dogol.

Sedangkan data di HNSI Cabang Lamongan menyebutkan jumlah nelayan di kabupaten ini sebanyak 31 ribu orang. Sebagian besar dari mereka bermukim di 17 desa di Kecamatan Paciran dan Brondong. Kampung-kampung nelayan itu tersebar di Desa Kandang Semangkon, Kelurahan Belimbing, Desa Kranji di Kecamatan Paciran, dan Desa Lohgung, Kecamatan Brondong. (win)

Tarif Listrik di Jawa Timur Kembali Diturunkan

Loket pembayaran rekening listrik PLN

Loket pembayaran rekening listrik PLN

Surabaya (Sergap) – Ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sembako dan beberapa komoditas lainnya mengalami kenaikan akibat dampak inflasi serta naiknya harga dolar maupun harga minyak mentah dunia, justru PT. PLN Distribusi Jawa Timur menurunkan tarif listriknya.

PT. PLN Distribusi Jawa Timur kembali menurunkan Tarif Tenaga Listrik (TTL), kendati saat ini PLN menurunkan tarif di golongan R-2/TR 3.500 VA-5.500 VA, R-3 / TR 6.600 VA ke atas, B-2/ TR 6.600 VA-200 KVA, B-3 / TM di atas 200 KVA, B-3/TM di atas 200 KVA, B-4/TT 30.000 KVA ke atas, P-1/TR 6.600 VA-200 kVA dan P-2/ TM di atas 200 KVA.

“Penurunan tarif dasar listrik ini sudah sesuai surat edaran Direksi PT. PLN Distribusi Jatim. Di mana masalah tata cara penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Tarif Adjustment) soal penurunan tarif diberlakukan mulai Maret ini,” kata Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Senin (9/3/2015).

Pinto menjelaskan, tahun ini ada pengecualian dari beberapa golongan di antara golongan R-1/TR 1.300 VA dan R-1 / TR 2.200 VA belum ada penurunan. Dua golongan tersebut, bukan berarti turun tarif akan tetapi masih penundaan saja. “Keputusan kedua golongan ini belum ada penetepan penurunan tarif masih ditunda dulu saja,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan tarif dasar listrik di Indonesia termasuk Jatim terpengaruh turunnya  harga minyak dunia yang kian merosot. Hal ini, membuat perusahaan listrik nasional mengambil kebijakan untuyk menurunkan harga tarif listrik.

“Indikator harga minyak dunia turun kala itu, tarif listrik juga alami penururnan. Pada bulan ini (Maret) harga minyak dunia dan nilai tukar dolar naik, tetapi PLN tetap menurunkan tarif listrik. Hal ini sesuai kebijakan dari pemerintah pusat. Kenaikan maupun penurunan tidak menentu artinya, setiap bulan PLN terus monitoring mulai dari harga minyak dunia, inflasi dan kurs rupiah,” kata Pinto menjelaskan.

Selain penurunan tarif  listrik, hingga saat ini jumlah pelanggan listrik di wilayah area kerja PT. PLN distribusi Jatim sudah mencapai 9,6  juta pelanggan. Sementara tahun ini perusahaan plat merah akan menargetkan jumlah pelanggan 540 ribu pelanggan yang difokuskan pada daerah.

“Penambahan jumlah pelanggan ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni, 600 ribu pelanggan. Dari angka itu kami bisa mencapai 570 akhir tahun 2014. Sementara untuk tahun ini kami sengaja fokus pada daerah saja. Hal ini dikarenakan area kota  pertumbuhan kurang begitu baik,” tegasnya.

Sementara kebutuhan listrik di Jatim saat ini masih surplus 800 ribu Mega Watt (MW). Sedangkan kebutuhan listrik  Jatim beban puncak  saat ini sudah mencapai mencapai 5000 MW dan sisanya 3000 MW. “Kondisi surplus kami berharap jumlah pelanggan di Jatim akan alami kenaikan pada tahun ini,” pungkas Pinto.  (ang)