Ketika Sumur Minyak Pertamina-Petrochina Bocor

Pekerja di sumur Pertamina-Petrochina East Java

Pekerja di sumur Pertamina-Petrochina East Java

Bojonegoro (Sergap) – Sebuah sumur minyak berlokasi di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang dikelola perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) Blok Tuban, mengalami kebocoran, hari Sabtu (24/04/2015).

Menyengatnya bau gas membuat warga yang tinggal pada jarak sekitar 100 meter dari sumur panik. Mereka berhamburan melarikan diri. Bau itu menyengat hidung muncul dari arah utara. “Banyak yang merasa mual-mual dan muntah setelah mencium bau itu. Saya tidak tahu itu bau apa, tapi pasti dari lokasi pengeboran,” kata Wati salah seorang warga yang sempat panik, kepada Tabloid Sergap.

Senior Security and Public Relations JOB-PPEJ Blok Tuban, Yoga Santoso Utomo kepada wartawan membenarkan terjadinya kebocoran yang membuat panik warga tersebut. “Kebocoran terjadi di sumur Sukowati petak 21 pada Jumat, tanggal 24 April 2015, sekitar pukul 19.30 WIB”, kata Yoga menjelaskan, Sabtu (24/04/2015).

Dijelaskan oleh Yoga, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, baik dari internal perusahaan maupun eksternal. Eksternal yang dimaksud adalah dampak kepada warga sekitar.

Menurutnya, saat kebocoran terjadi, warga mengungsi seperti kegiatan pelatihan evakuasi yang pernah dilaksanakan oleh pihak perusahaan kepada warga sekitar. Meski tidak ada korban jiwa yang meninggal, tapi ada satu warga dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina. “Namun, itu karena usianya sudah uzur. Waktu itu kondisinya kurang baik, lalu kami bawa ke rumah sakit,” tambah Yoga.

Sekitar pukul 10.00, pihak  JOB-PPEJ Blok Tuban bersama anggota Polres Bojonegoro menyelidiki penyebab kebocoran, sesuai standar operasional pemeriksaan (SOP) pihak kepolisian maupun perusahaan.

“Secara teknis masih dalam tahap penyidikan. pihak polisi punya SOP, kami punya SOP menyelidiki peristiwa itu, sehingga nanti ketemu akar masalahnya dan tidak terjadi inteprestasi yang lain,” terangnya.

Peristiwa kebocoran sumur, lalu mengeluarkan bau gas mirip gas H2S itu terjadi ketika dilakukan pengecekan secara rutin oleh pekerja perusahaan untuk mengetahui tingkat produktifitas sumur. “Pengecekan tersebut dilakukan setahun sekali. Ada sensor gas H2S di tiap-tiap sumur, namun, sensor tidak mendeteksi keberadaan gas tersebut”, tambah Yoga.

Yoga juga menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang sifatnya teknis, misalnya peningkatan produksi atau sifatnya teknis itu selalu dilakukan evaluasi. “Sekarang kondisinya sudah terkendali dan (kebocoran) tertutup dan kegiatan produksi sedang berjalan”, pungkasnya. (sbs)

Waspadalah, Jalur Rawan di Tuban-Bojonegoro-Lamongan

Jalur rawan di Pantura

Jalur rawan di Pantura

Bojonegoro – Para pemudik harus mewaspadai Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Jalur Tengah Tuban-Bujonegoro-Lamongan, Jawa Timur. Di sejumlah jalur, kerap terjadi macet, rawan kecelakaan, dan juga tindak kriminalitas.

Di Bojonegoro terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu kilometer 9 di Kecamatan Kapas, kilometer 13, dan kilometer 14 di Desa Balen, Kecamatan Balen. Di jalur yang menghubungkan antara Bojonegoro-Babat, Lamongan, dikenal padat lalu lintas serta jalan sempit dan lurus. “Pemudik mesti hati-hati,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Ajun Komisaris Polisi Oscar Samsudin, Sabtu (13/07/2013).

Selain jalur rawan kecelakaan, ada juga tiga rawan macet, yaitu Pasar Boureno, Pasar Sumberejo, dan Pasar Kalitidu. Jika pagi hingga siang, terjadi pasar tumpah yang aktivitasnya memakan setangah badan jalan.

Di jalur Pantura Kabupaten Tuban juga perlu diwaspadai, karena rawan lalu lintas dan tindak kriminalitas. Tiga titik rawan tersebut semuanya berada di jalur Pantura dan penghubung jalur antarkabupaten. Pertama, Alas Jati Peteng yang berlokasi di Kecamatan Jenu sekitar 17 kilometer arah barat Kota Tuban. Di jalur padat lalu lintas ini kerap terjadi tindak kriminalitas. Di sisi kiri-kanan badan jalan terdapat hutan jati yang kerap terjadi tindak kriminal, seperti “bajing loncat”.

Kedua, di jalur perbatasan antara Bancar, Tuban dengan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jalur padat lalu lintas tapi lebar jalan yang terbatas, sekitar 10 meter, mengakibatkan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Ada lagi, jalur rawan lalu lintas, terutama di Pos Jaga Temangkar, Kecamatan Widang. Meski relatif lebar, tapi jalannya lurus dan pemakai kendaraan kerap melaju dengan kecepatan tinggi.

Di Lamongan, polisi juga mengaktifkan razia malam hari selama bulan Ramadan di jalur Pantura. Razia malam hari juga digelar di jalur antar kecamatan yang dikoordinir 27 Kantor Kepolisian Sektor di seluruh Lamongan.

Ketiga, jalur Pantura Lamongan, yaitu mulai dari sepanjang jalan antara Kecamatan Palang, Tuban, yang berbatasan dengan Kampung Lohgung, juga di daerah Sedayu Lawas, Kecamatan, Brondong. Kemudian jalur sepi berlokasi di antara Kecamatan Brondong hingga ke Kecamatan Paciran. Pada malam hari, sejumlah titik di jalan peninggalan Gubernur Jenderal Daendles di jaman Pemerintah Hindia Belanda itu, memang sepi. (sule)

Gaji ke 13 PNS Bojonegoro Sudah Cair

Pegawai Negeri Sipil

Pegawai Negeri Sipil

Bojonegoro (Sergap) – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, hari Selasa (02/07/2013) itu tampak sumringah. Hal ini dikarenakan telah turunnya gaji ke-13 yang diterima tak kurang dari 11.505 PNS dari berbagai SKPD, pasca penaikan harga BBM, yang menyerap anggaran Rp 45,3 miliar.

Apalagi, sebelumnya para PNS ini juga telah menerima tambahan rapelan kenaikan gaji sebesar 7 % terhitung sejak Januari 2013 lalu. Total anggaran untuk rapelan ini Rp 14,9 miliar.

“Diharapkan, gaji tambahan tersebut bisa membantu para PNS dalam menghadapi dampak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Semuanya sudah tuntas dicairkan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bojonegoro, Ibnu Suyuti.

Dijelaskan, gaji ke-13 yang nominalnya satu bulan gaji tanpa potongan dibayarkan setiap awal di bulan tahun ajaran baru. Tujuannya membantu orang tua murid yang berprofesi sebagai PNS untuk memenuhi kebutuhan sekolah putra-putrinya. Gaji ini juga sebagai pengganti THR (tunjangan hari raya) yang sudah beberapa tahun ditiadakan.

“Kita berharap para penerima gaji itu bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Tak kalah penting, mereka yang masih aktif juga terus meningkatkan kinerja. Sebab, mereka abdi negara dan pelayan masyarakat,” pungkas Ibnu. (gus)

 

Incumbent Menangi Pemilukada Bojonegoro

Suyoto-Setyo Hartono

Bojonegoro, Sergap – KPU Bojonegoro masih menghitung perolehan suara, namun dua tim pemenangan M Choiri-Untung Basuki dantim pemenangan Suyoto-Setyo Hartono  sudah mendapatkan hasil real count (penghitungan riil) tim pemenangan yang menunjukkan pasangan petahana Toto unggul dalam Pilkada Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (10/11/2012). Namun demikian, hasil resmi masih menunggu penghitungan manual dan rekapitulasi dari KPUD Kabupaten Bojonegoro.

Berdasar penghitungan tim Toto, pasangan itu meraih 319.066 suara (44,34 persen), sementara M Thalhah-Budiyanto 104.068 (14,46 persen), M Choiri-Untung Basuki (Choirun) 225.563 suara (31,35), Syarif Usman-Syamsiah Rachim (Sasa) 21.610 suara (3 persen), dan Andromeda Qomariah-Sigit Budi Isnu Harianto (Dadi) 49.268 suara (6,85 persen).

Berdasar real count tim Choirun, Toto meraih 287.818 (44,19 persen), Thalhah Budiyanto 94.227 (14,47 persen), Choirun 204.864 (31,45 persen), Sasa 19.693 (3,02 persen), dan Dadi 44.761 (6,87 persen). (pon)

H. Moh. Choiri Calon Bupati Bojonegoro Terkaya

H. Moh. Choiri, SH, MSi

Bojonegoro, Sergap – Penentuan nomor urut dalam Pemilukada untuk memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2013-2018 sudah dilaksanakan, pada Rabu (26/2012) yang lalu. Hasilnya, pasangan Suyoto-Setyo Hartono (Toto) yang diusung parpol PAN, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, mendapat nomor urut 1. Pasangan M Thalhah-Budiyanto yang diusung Partai Golkar dan PKPB, mendapat nomor urut 2. Pasangan Moch. Choiri-Untung Basuki yang diusung Partai Hanura, PKB, PKS, PPP, PDIP dan Partai Pelopor mendapat nomor urut  3. Pasangan independen Sarif Usman-Syamsiyah Rachim mendapat nomor urut  4. Pasangan independen Andromeda Qomariyah-Sigid Budi mendapatkan nomor urut 5.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bojonegoro juga sudah mengumumkan daftar kekayaan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Dari kelima pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, M. Choiri yang mempunyai harta kekayaan tertinggi.

Pengumuman itu sesuai dengan surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor B–3599/12/10/2012 tentang Pengumuman Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah.

Perincian harta kekayaan masing-masing calon, yakni Suyoto mempunyai harta kekayaan senilai Rp 6.879.593.448 dan pasangannya Setyo Hartono mempunyai harta kekayaan senilai Rp 16.520.860.000.

Selanjutnya, calon bupati Muhammad Thalhah dilaporkan mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 8.467.262.510 dan pasangannya Budiyanto hanya mempunyai kekayaan sebesar Rp 125.878.032. Budiyanto merupakan pensiunan TNI Angkatan Laut dan terakhir berpangkat kolonel.

Calon bupati M Choiri tercatat mempunyai harta kekayaan paling banyak yakni mencapai Rp 20.318.185.405 dan pasangannya Untung Basuki mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 9.232.888.090.

M Choiri terakhir menjabat sebagai Kepala Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Namun, ia lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses yang bergerak di bidang jasa konstruksi di Papua.

Calon independen Sarif Usman tercatat mempunyai harta kekayaan senilai Rp 13.364.000.000 dan pasangannya Nur Syamsiah Rahim mempunyai harta kekayaan senilai Rp 6.143.500.000.

Sedangkan, calon independen Andromeda Qomariah mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 2.505.801.590 dan pasangannya Sigit Budi mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 599.676.000.

Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Mundzar Fahman, mengatakan, laporan harta kekayaan itu meliputi uang tunai, aset berupa barang bergerak dan barang tidak bergerak, serta harta kekayaan lain yang sah. “Laporan harta kekayaan itu telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan sudah dipublikasikan,” ujarnya. (pon)

Djarum Kudus Belum Beli Tembakau di Bojonegoro

Tembakau Jawa

Bojonegoro, Sergap – Kesulitan petani tembakau dalam menjual hasil panennya juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Tembakau Virginia Voor Osgt (VO) dan Tembakau Jawa sejak awal September masih menumpuk di petani dan pedagang, belum bisa dijual ke pabrikan yang biasa melakukan pembelian tembakau.

Seorang pedagang tembakau di Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem, hari Sabtu (01/09/2012) mengatakan, belum ada pabrik rokok besar yang melakukan pembelian tembakau, kecuali PT Noroyono yang membuka pembelian di Desa Medalem, Kecamatan Baureno. Pembelian yang dilakukan PT Noroyono itupun terbatas, hanya memilih tembakau yang kualitasnya bagus. “Tembakau yang kualitasnya rendah tidak dibeli,” katanya.

Saat ini panen tembakau berlangsung secara merata di sejumlah sentra, baik yang sudah diproses petani maupun yang sudah dibeli pedagang lokal. Namun, menurut dia, pedagang masih kesulitan menjual tembakaunya, karena belum ada pabrik rokok besar yang melakukan pembelian tembakau.

Ia yang memiliki 1 ton tembakau rajangan yang belum bisa terjual, karena belum ada pembeli. Bahkan, enam bal tembakau Virginia VO rajangan, dengan berat sekitar 50 kilogram/bal, yang disetorkan ke PT Noroyono, hanya dibeli dua bal dengan harga rata-rata Rp. 10.000 per kilogram.

“Harga tembakau Rp. 10 ribu per kilogram itu, jauh lebih rendah dibandingkan harga tahun lalu yang bisa mencapai Rp. 25 ribu per kilogram, untuk kualitas yang sama,” kata Suhadak.

Sementara ini, harga tembakau daun basah petikan tengahan yang merupakan kualitas paling bagus di tingkat petani hanya sekitar Rp. 700/kilogram, sedangkan rajangan maksimal hanya Rp. 10.000/kilogram.

Sarif Usman, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bojonegoro, mendesak, pabrik rokok besar, seperti PT Djarum Kudus, juga pabrik tokok lainnya, secepatnya melakukan pembelian tembakau, untuk mengamankan harga.

Sebab, lanjutnya, panen sudah berlangsung merata, namun pembelinya baru sebuah perusahaan rokok yaitu PT Noroyono. “Penyebab rendahnya harga tembakau, disebabkan pabrik besar belum melakukan pembelian tembakau,” ujarnya.

Sebelum itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro Achmad Djuparti, optimistis produksi tanaman tembakau di wilayahnya yang luasnya mencapai 9.000 hektare lebih bisa terserap pabrikan.

Pertimbangannya, lanjutnya, pabrik rokok lokal di daerahnya melaporkan akan melakukan pembelian tembakau kering sekitar 12.000 ton.”Kebutuhan tembakau itu, paling tidak membutuhkan areal tanaman tembakau seluas 10.000 hektare,” ucapnya. (pon)

Pasangan Independen Andromeda-Sigit Lolos Verifikasi Pemilukada Bojonegoro

Pasangan Independen Andromeda -Sigit

Bojonegoro, Sergap  – Pasangan calon perseorangan/independen Andromeda Qomariah-Sigit Budi Ismu Hariyanto, dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilukada Bojonegoro, setelah sukses melalui proses verifikasi dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 43.666 penduduk.

Ketua KPU Bojonegoro Mundzar Fahman, Jumat (03/08/2012), mengatakan, dukungan awal yang disetorkan pasangan Andromeda-Sigit Budi Ismu Hariyanto sebanyak 49.671 penduduk, tapi setelah dilakukan verifikasi faktual diketahui bahwa dukungan sebanyak 6.055 penduduk tidak memenuhi syarat.

Meski demikian, lanjutnya, dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 43.666 penduduk itu, sudah melampaui persyaratan pasangan calon perseorangan di dalam Pemilukada yang ditetapkan minimal sebanyak 43.100 penduduk.

“Pendaftaran peserta Pemilukada dari jalur perseorangan dan parpol dibuka mulai 6 hingga 12 Agustus, sedangkan calon perseorangan yang persyaratan dukungannya belum memenuhi syarat diberi waktu memperbaiki selama dua pekan,” paparnya.

Ditambahkan pula bahwa pasangan Sarif Usman-Syamsiah Rahim, belum dinyatakan lolos, sebab dukungan yang memenuhi syarat baru 33.409 penduduk dari dukungan yang dimasukkan sebanyak 51.032 penduduk.

Menurut dia, sesuai ketentuan pasangan Sarif Usman-Syamsiah Rahim, harus melengkapi kekurangan batas minimal dikalikan dua, sehingga harus menambah dukungan sebanyak 19.382 penduduk lagi.

“Kekurangan dukungan pasangan Sarif Usman-Syamsiah Rahim sekitar 19 ribu penduduk dengan catatan harus pendukung baru,” katanya, menegaskan.

Mengenai pasangan Harmono-Sukemi, menurut dia, karena ada permasalahan surat dukungan yang hanya foto kopi, masih dalam proses verifikasi faktual ulang.

Verifikasi faktual dilakukan setelah surat dukungan foto kopi sebanyak 46.914 penduduk, terpaksa harus dilegalisir di Kantor Pos.

Ia menjelaskan, dukungan calon perseorangan yang dinyatakan gugur di antaranya, identitas tidak cocok atau pendukung merasa tak pernah memberikan dukungan termasuk identitas yang sudah tidak berlaku.

Secara terpisah calon perseorangan Sarif Usman didampingi pasangannya Syamsiah Rahim menyatakan optimistis bisa lolos sebagai peserta pilkada. “Kami sudah mempersiapkan sekitar 22 ribu dukungan baru sebagai penggantinya,” katanya. (pono)

Jelang Pemilukada Bojonegoro, Incumbent Masih Berhitung

illustrasi

Bojonegoro, Sergap – Pemilukada di Kabupaten Bojonegoro tinggal menghitung hari. Hanya tinggal 146 hari lagi perhelatan untuk memilih kepala daerah ini akan digelar. Namun hingga kini, Bupati Incumbent Suyoto masih juga belum mau ‘buka mulut’ tentang maju atau tidaknya dia sebagai kandidat calon Bupati kembali.

Demikian pula Wakil Bupati, Setyo Hartono, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra, Sabtu (09/06/2012) kepada wartawan mengatakan belum tahu, apakah dirinya akan maju ataukah tidak. “Belum tahu pak. Saya masih mempersiapkan untuk Pileg DPR RI. Sambil melihat perkembangan politik di Bojonegoro dan melihat peluang dalam pilkada,” katanya.

Kabarnya, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang menang Pilkada tahun 2007 yang diusung koalisi PAN, PPP, dan PNBKI itu, dikabarkan bakal maju lagi dalam Pilbup Bojonegoro mendatang. Namun, belum diketahui apakah keduanya akan kembali berpasangan atau tidak.

Calon lainnya yang bakal maju dalam Pilkada Bojonegoro juga sedang memegang jabatan. Di antaranya, Thalhah, Ketua DPRD Bojonegoro yang dicalonkan Partai Golkar; Ali Mahmudi, anggota DPRD Bojonegoro yang diusung PKS; Sukur Priyanto, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro yang diusung Partai Demokrat; Nafik Sahal, anggota DPRD Bojonegoro yang diusung PKB dan Budi Irawanto, anggota DPRD Bojonegoro yang diusung PDI Perjuangan.

Sementara itu Kades Plesungan Kec. Kapas, M Choiri juga sudah mengadakan roadshow ke berbagai daerah dengan memakai bendera NU, karena selama ini sudah ada komitmen antara pengurus NU Jatim dengan M Choiri untuk mengusungnya menjadi Bupati Bojonegoro. Untuk diketahui, bahwa M Choiri diusung oleh PKNU, PPP dan Partai Hanura. Ia juga melamar lewat PDIP, namun rekom PDIP masih dalam proses rekomendasi.

Yang menarik, muncul pula nama mantan Bupati Tuban, Ny. Haeny Relawati Rini Widyastuti, juga disebut-sebut sebagai calon wakil bupati (bacawabup) yang akan digandeng oleh bacabup yang ingin menjadikannya sebagi icon baru. Hanya saja, sampai sejauh ini belum diperoleh konfirmasi pasti.

Wacana munculnya Ny. Haeny, sesungguhnya sudah mulai disebut-sebut oleh masyarakat di akar rumput pasca lengsernya Bupati Tuban dua periode ini. Ada impian warga Bojonegoro agar pencapaian Ny. Haeny semasa menjadi Bupati Tuban, terutama di bidang infrastruktur jalan pedesaan, bisa dikembangkan di Bojonegoro.

Akan Habiskan Rp. 31 Milyar Uang Rakyat

Tetapi, kemungkinan bisa tidaknya Ny. Haeny ‘mencoba’ Pemilukada Bojonegoro 2012 di kota tetangga terwujud masih sebuah tanda tanya besar.

Pelaksanaan Pilkada di Bojonegoro akan dibayar mahal oleh dana yang digali dari hasil keringat rakyatnya. Pasalnya, kebutuhan KPUD untuk pelaksanaannya secara keseluruhan dengan perhitungan dua putaran akan “mengeruk” uang APBD sebesar Rp 31 miliar.

Kepala Bakesbang Linmas Bojonegoro, Luqman Wafi, pada Sabtu (21/4) mengatakan, bahwa untuk tahap awal pihaknya akan ikut memverifikasi dana awal Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 10 November 2012 ini sebesar Rp 20 miliar. Sedangkan kebutuhan KPUD untuk dua putaran sebesar Rp 31 miliar.

“Yang jelas, dana tersebut adalah dana hibah. Sedangkan KPUD nantinya juga harus membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) terkait dengan dana yang telah dikeluarkan,” tandas Luqman.

Begitu juga untuk kebutuhan Bakesbang Linmas, nantinya ada sekitar kurang lebih Rp 2 miliar. Dana sebesar itu untuk biaya keamanan, seperti keamanan lingkungan masyarakat yang dulu dikenal dengan Hansip mulai dari pelosok Desa yang ada TPSnya hingga sampai di perkotaan dan serta kebutuhan lainnya,” pungkas Luqman. (monop/sule)

Berita terkait :
PAN Bojonegoro Usung Suyoto Maju Pilkada