Kerusuhan Tambang Emas Banyuwangi, Polda Jatim Tetapkan 2 Tersangka

demo tambang emas banyuwangi oke

Unjuk rasa warga di depan kantor PT BSI, pada 25 November 2015

Surabaya (Sergap) – Dua orang tersangka, yaitu GT, 19, dan SU, 45 telah ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan tambang emas PT Bumi Sukses Indo (BSI), Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, bahwa keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Keduanya diduga adalah orang yang harus bertanggung jawab atas pembakaran dan perusakan kantor PT BSI saat unjuk rasa pada 25 November lalu.

“Dua alat bukti sudah dikantongi penyidik dan keduanya memenuhi untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Senin (30/11/2015).

Penyidik juga masih mendalami unsur pidana lainnya dalam kasus ini. Sejumlah petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Laboratorium Forensik masih berada di Banyuwangi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan sejumlah saksi.

Sejumlah barang bukti yakni batu, pecahan kaca, dan benda lainnya disita penyidik. Polisi masih membidik pelaku lainnya dalam bentrokan polisi dan warga yang mengakibatkan empat orang terluka itu. “Dalam kasus ini selain Polda Jatim juga dibantu Polres Banyuwangi melakukan penyidikan,” ujar perwira melati tiga ini menambahkan.

Bentrok antara polisi dan warga pecah usai gagalnya mediasi antara PT BSI dan warga di Hotel Baru Indah. Warga mendesak aktivitas tambang emas di Gunung Tumpang Pitu itu ditutup. Namun, PT BSI mengklaim sudah mengantongi izin sehingga menolak melakukan penutupan.

Warga kemudian berunjuk rasa di depan kantor PT BSI, pada 25 November 2015. Tuntutan tak dutanggapi, sejumlah orang kemudian merusak dan membakar sarana perusahaan. Polisi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan yang mengakibatkan empat orang terluka. (win)

Gunung Raung yang Sedang Meraung

Asap tampak keluar dari kawah Gunung Raung (foto : Antara)

Asap tampak keluar dari kawah Gunung Raung (foto : Antara)

Banyuwangi – Gunung Raung pada Jumat, tgl 3 Juli 2015 petang, tampak mengelauarkan semburan lava pijar terlihat keluar dari kawah gunung. Hujan abu masih terasakan cukup deras mengguyur beberapa dusun di lereng gunung berketinggian 3.332 mdpl itu, hingga Sabtu 4 Juli 2015.

“Semburan abu lebih tebal hari ini dibandingkan kemarin, biasanya hanya pagi saja, tapi sekarang sampai pukul 09.00 masih pekat,” kata Ahmad warga Bondowoso yang sedang berada di Lapangan Kecamatan Sumber Wringin.

Menurutnya, hujan abu itu dirasakan cukup deras pada warga yang menghuni yaitu Dusun Legan dan Dusun Sipanas, dua dusun di Kecamatan Sumberwringin yang dekat dengan kawah Raung.

Di dua dusun itu, dampak aktivitas Raung lebih terasa dibandingkan dusun lain. Dua dusun itu ada di radius 7 km dari kawah, dari sini semburan lava dan abu vulkaniknya paling terasa dibandingkan dusun lain.

Laporan  kondisi terkini Gunung Raung menyebutkan asap kelabu dalam status sedang, yang berlangsung sejak Sabtu dini hari hingga pukul 06.00. Asap membumbung dengan ketinggian hingga 400 meter ke arah Tenggara. Gunung Raung juga mengeluarkan suara gemuruh lemah, dengan tremor menerus dengan amplitudo antara 6 hingga 32 mm.

“Sampai saat ini status kami masih siaga, hingga 14 hari terhitung sejak naik status dari 29 Juni 2015,” kata Hendri Widotono, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono juga mengatakan, status Gunung Raung tetap Siaga. Hingga pukul 18.00 WIB, Sabtu, 4 Juli 2015, secara visual cuaca terang, angin tenang dan puncak Gunung Raung jelas meski kadang tertutup kabut.

“Tampak asap putih tipis, tekanan lemah, tinggi 100 meter, condong ke Tenggara. Terdengar suara gemuruh sedang,” katanya, Sabtu (04/07/2015).

Sementara, hasil pengamatan secara seismik terjadi tremor vulkanik terus menerus. Ini menandakan aktivitas tremor vulkanik masih tetap tinggi. “Kesimpulan, aktivitas tremor vulkanik masih tinggi. Gunung Raung tetap Siaga,” kata Surono menambahkan.

Akibat semburan abu vulkanik Gunung Raung pada tanggal 3 dan 4 Juli 2015, berdampak pada terganggunya jalur penerbangan domestik dan mancanegara. Direktur Manajemen Lalu Lintas Penerbangan AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan, abu vulkanik Raung bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 10 knots.

Dengan begitu, jalur penerbangan yang perlu menjadi perhatian adalah Jalur W-33 dan W-13 yaitu penerbangan yang melayani rute atau jalur-jalur domestik. Seperti, Denpasar-Jakarta, Denpasar-Surabaya, juga Denpasar-Yogyakarta.

Selain jalur penerbangan domestik, jalur penerbangan internasional atau dengan kode rute M 635 juga ikut mengalami kendala. Jalur itu, ialah jalur penerbangan Denpasar-Singapura, Denpasar-Malaysia.

Sementara itu BPBD Jawa Timur menyebut, sudah melakukan pemetaan daerah potensi terdampak dan menyiapkan 33 jalur evakuasi bagi warga yang bermukim di sekitar Gunung Raung tepatnya di Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. ‎( arif)

Festival Kali Bersih, Program Baru Pemkab Banyuwangi

Bupati Azwar Anas memberikan sambutan pembukaan Festifal Kali Bersih di Sungai Lo, Banywangi

Bupati Azwar Anas memberikan sambutan pembukaan Festifal Kali Bersih di Sungai Lo, Banywangi

Banyuwangi (Sergap) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, meluncurkan Festival Kali Bersih, sebuah program terbaru yang juga mampu melibatkan berbagai kalangan masyarakat, untuk peduli dan menjaga kebersihan lingkungan. Festival ini dimulai dari Sungai Lo yang terletak di pusat kota yang dipimpin oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pada Minggu (26/4/2015).

Bupati Anas dalam sambutannya mengatakan bahwa, Festival Kali Bersih ini melengkapi gerakan peduli kebersihan lingkungan yang sudah dicanangkan sebelumnya, yaitu Festival Toilet Bersih pada Januari lalu. “Kedua kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Banyuwangi Festival 2015,” katanya.

Ditambahkan oleh Bupati Anas, Festival Kali Bersih merupakan sebuah cara baru untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai, sehingga sungai bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Bersih-bersih sungai ini sengaja dikemas dengan nama festival karena festival identik dengan rasa senang. Dengan rasa senang akan tumbuh semangat untuk terus membersihkan sungai dari segala sampah maupun limbah dari rumah tangga ataupun industri. “Lewat gerakan ini sekaligus kami juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Anas menambahkan, bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya membangun budaya masyarakat untuk terbiasa menjaga kebersihan sungai. Ia ingin sungai bisa menjadi bagian dari wajah daerah yang dibanggakan oleh seluruh warga.

“Karena itu, selain di Sungai Lo, di tempat lain juga serentak dilaksanakan pembersihan sungai se-Kabupaten Banyuwangi. Warga masyarakat berlomba untuk membersihkan sungai-sungai yang ada di lingkungannya masing-masing”, kata Bupati.

Agar lebih Festival Kali Bersih digelar berkelanjutan dalam bentuk lomba. Setelah festival tidak mungkin sungai-sungai langsung bersih, karena itu dibuat festival agar berkelanjutan. “Nanti kelurahan atau desa dengan sungai terbersih akan mendapat penghargaan. Hadiahnya ada sapi, kambing, dan peralatan elektronik,” ujar Anas.

Sedangkan Festival Toilet Bersih digelar salah satu tujuannya untuk menunjang pengembangan tujuan wisata dengan melibatkan semua unsur masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan tempat-tempat ibadah. Guna menunjang festival itu, semua tema khutbah di tempat-tempat agama, mulai masjid hingga gereja, adalah soal kebersihan.

Tidak hanya tokoh semua agama, Festival Toilet Bersih juga melibatkan pengelola tempat wisata dan perhotelan sebagai pihak yang akan merasakan langsung dampak dari kegiatan tersebut jika sudah menjadi budaya mengakar di masyarakat. Pondok pesantren, sekolah, kantor swasta, hingga instansi publik juga dilibatkan dalam kegiatan itu.

“Lewat kegiatan kegiatan itu akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa selain untuk menjaga kesehatan, kebersihan adalah bagian yang tak terpisahkan dari iman,” tegas Bupati Anas.

Bupati berbaur dengan warga memunguti sampah-sampah yang menggenang maupun yang hanyut terbawa arus air. Bersih-bersih sungai itu juga dihadiri bintang comedian dan penulis dan sutradara muda Raditya Dika.
“Selain bisa membuat warga kompak, dampak lainnya dari program bersih-bersih sungai ini adalah kebersihan lingkungan. Anak muda Banyuwangi harus ikut menyukseskan program lingkungan seperti ini,” kata Dika memberikan apresiasinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengemukakan festival ini digelar dengan beberapa kategori. Di antaranya kategori sungai yang sudah bersih dari sampah limbah domestik maupun pembuangan industri. “Selain itu, juga ada kategori pemanfaatan sempadan sungai untuk penanaman pohon. festival ini, kami ingin sungai-sungai ini bisa meningkat kualitasnya,” katanya. (arif)

Bupati Banyuwangi Himbau Warganya Tak Terpancing Isu Negatif

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, MSi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, MSi

Banyuwangi (Sergap) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta warganya agar tidak terpancing isu negatif, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati pada Desember 2015 ini. Hal ini disampaikan bupati dalam acara pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (16 April 2015).

“Apalagi ini tahun politik, jangan sampai masyarakat terpancing dengan isu-su yang muncul dari dinamika politik yang semakin dinamis,” katanya bupati menegaskan. Bupati juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif.

Pertemuan ini digagas Bupati Azwar Anas untuk mendapatkan masukan dan evaluasi kinerja sebelum penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) ke DPRD. Bupati menjelaskan bahwa dirinya ingin mendengar evaluasi kinerjanya dari masyarakat melalui para tokoh dari berbagai elemen, sebelum menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara formal kepada dewan, dirinya “Melalui forum ini kami ingin agar masyarakat menveluasi kinerja kami selama lima tahun,” katanya.

Sementara itu, KH. Yusuf Nur Iskandar yang akrab disapa Gus Yus juga mengingatkan Bupati Anas di akhir masa jabatannya ini akan banyak terjadi dinamika politik yang terjadi. Berbagai isu negatif maupun positif, katanya, pasti akan menerpa. Sebagai mantan wakil bupati, dia mengaku juga pernah mengalaminya.

“Kalau akhir-akhir Bupati diisukan negatif sudah biasa. Jangan sampai isu negatif ini mempengaruhi kinerjanya dalam membangun daerah yang sudah banyak kemajuannya. Kita hanya bisa mendoakan yang menghembuskan isu-isu negatif akan diberi kesadaran dan rahmat,” kata Gus Yus.

Dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Bupati 2015 ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan anggaran sebesar Rp. 49,8 miliar. Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Da Silva di Banyuwangi, Senin (13/4/2015) menjelaskan anggaran itu akan diserahkan ke KPU sebagai dana hibah untuk membiayai semua keperluan hajatan pemilihan pemimpin di daerah itu.

“Dalam APBD 2015, dana sejumlah itu memang dianggarkan untuk keperluan pilkada. Namun dalam perkembangan selanjutnya ternyata hasil konsultasi bersama KPU ada penambahan biaya-biaya seperti biaya kampanye dan lainnya yang belum terakomodasi,” katanya. Oleh karena itu, pemerintah daerah, kata dia, kemungkinan akan menambahi anggaran tersebut lewat APBD perubahan yang dijadwalkan dibahas sekitar bulan Juni mendatang. (arif)

Memikatnya Festival Gandrung Sewu 2014 di Banyuwangi

Gerak tari yang dinamis dan pakaian merah menyala, memikat yang melihatnya

Gerak tari yang dinamis dan pakaian merah menyala, memikat yang melihatnya

Banyuwangi (Sergap) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, kembali menggelar Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom pada Sabtu (29/11/2014) yang melibatkan lebih kurang 1.200 penari gandrung.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Gandrung Sewu akan menyuguhkan pemandangan yang memukau, di mana ribuan penari dengan busana dominan merah tampak menawan terkena semburan sinar sunset (matahari saat tenggelam),” kata Yanuarto Bramuda, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi.

Tari Gandrung adalah salah satu tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Bukan Benda” oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013.

Pada penyelenggarannya yang ketiga, Festival Gandrung Sewu mengangkat tema “Seblang Subuh” yang dikemas lebih lengkap dengan iringan musik rancak dan sentuhan teatrikal. Adapun Seblang Subuh bermakna permohonan ampun kepada yang maha kuasa.

Pertunjukan kolosal itu akan diawali dengan munculnya beberapa lelaki yang membawa penjor. Mereka adalah mantan prajurit-prajurit Blambangan yang tengah berusaha mengumpulkan rekan-rekan seperjuangannya di masa lalu.

Setelah terkumpul beberapa orang, mereka menasbihkan diri sebagai Gandrung Marsan (Gandrung laki-laki). Kemunculan Gandrung Marsan ini tepat pada masa pemerintahan Bupati ke-5 Banyuwangi, yakni Bupati Pringgokusumo.

Pada awalnya, penari Gandrung memang dibawakan seorang laki-laki atau yang biasa disebut Gandrung Marsan. Lambat laun Gandrung berkembang dan lebih banyak dibawakan perempuan. Penari Gandrung perempuan pertama adalah Gandrung Semi.

Dalam Festival Gandrung Sewu ini, adegan munculnya Gandrung Semi diikuti ribuan penari gandrung berkostum merah yang menghambur dari berbagai arah dan kemudian menyatu di satu titik juga dipentaskan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Dengan menggelar Festival Gandrung Sewu secara rutin setiap tahun, Pemkab Banyuwang Provinsi Jawa Timur, akan lebih intensif menggarap pariwisata budaya untuk menggaet kunjungan wisatawan.

Pariwisata budaya akan membuat orang ingin mencari tahu mengenai seni budaya yang ada di suatu daerah. “Salah satu tren wisata yang semakin berkembang adalah pariwisata budaya, yakni jenis pariwisata yang mengandalkan kebudayaan khas sebuah tempat, mulai dari tradisi, kesenian, upacara, hingga kuliner, yang bisa memberikan pengalaman tentang keanekaragaman dan identitas dari sebuah masyarakat. Ini yang sedang kami garap di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di lokasi acara.

Selain Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, Batik Festival, atau Festival Kebo-Keboan dan Festival Rujak Soto, adalah potret secara lengkap tentang kebudayaan Banyuwangi. “Pendekatan pariwisata budaya memberi titik tekan pada inisiatif lokal untuk diangkat ke skala nasional dan global, yang nantinya bisa berujung pada peningkatan pergerakan ekonomi rakyat berbasis seni budaya,” kata bupati menambahkan. (af/adv)

Gunung Raung Berstatus Waspada

Puncak Raung dengan kalderanya yang dalam dan luas

Puncak Raung dengan kalderanya yang dalam dan luas

Banyuwangi (Sergap) – Gunung Raung yang berada di perbatasan Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember naik statusnya dari normal menjadi waspada, sejak hari ini, Kamis (13/11/2014) mulai pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan rilis PVMBG tercatat Sejak Selasa (11/11/2014) pada pukul 21.09 WIB hingga Kamis pukul 06.00 WIB, telah terekam 140 kali gempa tremor dengan amplitudo 13-32 milimeter (mm) dan lama gempa 97-5295 detik dan 27 kali tremor harmonik dengan amplitudo 6-31 mm dan lama gempa 64-358 detik. Kesimpulannya, aktivitas kegempaan vulkanik gunung yang memiliki ketinggian 3.332 mdpl itu mengalami peningkatan yang ditandai oleh mulai terekamnya gempa-gempa tremor dan tremor harmonik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, telah terjadi kenaikan aktivitas vulkanologi sejak Rabu (12/11/2014) malam. Aktivitas vulkanologi yang dimaksud adalah munculnya gempa tremor, yaitu gempa terus-menerus terjadi di sekitar gunung api. “Gempa tremor melonjak hingga 99 kali sejak Rabu pukul sembilan malam,” kata kepala
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Raung PVMBG, Balok Suryadi.

Gunung setinggi 3.332 meter tersebut juga mengeluarkan asap putih pekat setinggi 50-100 meter. Asap secara visual terlihat jelas dari pos pengamatan Gunung Raung yang berada di Desa sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. “Asap keluar sejak pukul tujuh pagi, embusan asap menuju arah Jember dan Bondowoso,” kata Suryadi.

Meski demikian Balok Suryadi meminta masyarakat di kaki Raung untuk tetap tenang. Desa terdekat dengan puncak raung yang berjarak 7 kilometer juga belum perlu untuk evakuasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram, mengatakan pihaknya akan mensosialisasikan larangan pendakian ke puncak Gunung Raung kepada masyarakat. “Untuk saat ini, pendakian ke puncak Raung ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ucapnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Mahmud Rizal mengakui sudah menerima informasi terkait naiknya status gunung berketinggian 3.332 Mdpl itu. BPBD Jember mendapatkan informasi itu dari Kepala Pusat Badan Geologi Kementerian ESDM Surono melalui telepon.

‘Setelah mendapatkan informasi ini, kami akan kembali menyosialisasikan kepada warga di lereng Gunung Raung. Selama ini kami sudah rutin melakukan sosialisasi, termasuk juga sudah membuat peta evakuasi. Kami juga melengkapi warga dengan pengetahuan apa yang harus dibawa ketika harus mengungsi. Namun sekarang ini, kami akan sosialisasi saja dulu tentang status Raung,” kata Rizal.

Sosialisasi informasi itu juga bertujuan agar warga tidak panik dengan kenaikan status tersebut. Warga hanya diminta waspada dengan kondisi salah satu gunung berapi aktif di Jatim itu. “Kami menghimbau agar warga tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Petugas akan siaga 24 jam,” tegasnya.

Setidaknya sejumlah desa di tiga kecamatan di Jember berada di daerah terdampak Gunung Raung yakni Sumberjambe, Ledokombo, dan Silo. Namun Desa Rowosari dan Gunungmalang Kecamatan Sumberjambe yang berjarak paling dengan Raung.

Gunung Raung terakhir meletus pada 21 Oktober 2012. Tetapi warga yang berada di kaki gunung tak sampai mengungsi karena material letusan raung kembali jatuh ke kaldera.

Hal ini dikarenakan Gunung Raung memiliki kawah yang sangat dalam mencapai 400 meter dan kaldera yang sangat luas. Sehingga, ketika saat meletus, baik lava maupun material lainnya tumpah lagi kedalam kaldera tersebut. Setelah letusan tersebut, status Gunung Raung dinyatakan normal pada 18 Januari 2014. (af)

Berita terkait :  Ternyata Gunung Raung Sudah Meletus

Kapal Rudal Cepat Trimaran Terbaru Akan Lebih Canggih

Ilustrasi Kapal Rudal Cepat TNI AL sedang beraksi dalam sebuah operasi

Ilustrasi Kapal Rudal Cepat TNI AL sedang beraksi dalam sebuah operasi

Banyuwangi (Sergap) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio memastikan kapal perang jenis trimaran (berlunas tiga) yang dipesan TNI AL dari PT. Lundin Industry Invest akan lebih canggih dari kapal KRI Klewang yang terbakar pada 28 September 2012. Kapal Republik Indonesia (KRI) Klewang dengan nomor lambung 625, adalah tipe Kapal Rudal Cepat (KRC) yang juga berjenis trimaran tersebut, terbakar saat bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi.

Berbicara kepada wartawan di Banyuwangi saat mengunjungi PT Lundin Industri Invest, Jumat (24/10/2014) Laksamana Marsetio mengatakan, kapal trimaran ini menggunakan beberapa spek baru sehingga lebih canggih dari pendahulunya.

Tanpa merinci detail kecanggihan dan keunggulan terbaru tersebut, Laksamana Marsetio memastikan kapal trimaran, selain juga mengusung teknologi siluman (tak terdeteksi radar), juga dilengkapi  beberapa teknologi tingkat tinggi dan persenjataan canggih lainnya.

“Desainnya juga akan ada perubahan struktur. Yang lama kan desain tahun 2011. Ini juga menggunakan material baru yang lebih canggih, lebih tahan api dan lebih siluman,” kata KSAL menambahkan.

Dalam pembuatan kapal ini, selain PT Lundin Industri Invest dan perusahaan Swedia yakni Saab, TNI juga meminta bantuan PT PAL dan PT Pindad dalam proses desain dan beberapa hal lainnya.

Seperti rencana awal, TNI AL akan memesan empat buah kapal. Belum ada kepastian kapan kapal jenis tiga lambung ini selesai. Namun, satu kapal sudah dalam proses pembuatan.

“Kita akan buat empat. Dan kapal pertama  sudah dibangun dengan desain baru yang lebih bagus dan canggih. Ini Indonesia yang pertama di Asia, bahkan Amerika lihat ini desai baru,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Laksamana Marsetio menjelaskan, Indonesia harus mampu membuat produk unggulan dalam hal ini, produk pertahanan. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produk tersebut harus memiliki keunggulan agar bisa dijual ke luar negeri.

Sementara itu pihak PT Lundin enggan memberikan komentar apapun terkait kapal pesanan TNI AL ini. Kasus kebakaran KRI Klewang pada September 2012 lalu membuat perusahaan ini tidak mau memberikan komentar apapun.

Berdasarkan data KRI Klewang yang pernah diliris oleh PT Lundin, spesifikasi KRI Klewang adalah sebagai berikut : Panjang keseluruhan (length overall) 63 meter. Panjang kapal di permukaan air (lenght on waterline) 61 meter. Panjang total 63 meter, water draft 1,2 meter. Beam overall 16 meter. Bobot 219 ton. Berat bobot mati: 53,1 GT. Kecepatan maksimum 35 knot. Jangkauan (range) 2000 nm (mill laut). Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK [3]+ 4x waterjet MJP550. Memiliki tiga dek, mempu mengangkut pasukan hingga 29 orang, termasuk tim pasukan khusus. (af)

 

 

Kredit PNS Banyuwangi Capai Rp. 300 Milyar

Bank Jatim Cabang Banyuwangi

Bank Jatim Cabang Banyuwangi

Banyuwangi (Sergap) – Kredit multiguna yang disalurkan kepada kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Banyuwangi terhitung bulan Juni 2013 sudah mencapai Rp 300 milyar. Kredit multiguna itu sebagian besar dipakai PNS untuk membeli rumah, kendaraan, dan ongkos berhaji. Realisasi kredit multiguna itu ternyata menempati posisi tertinggi dibandingkan kredit yang diajukan nasabah non-PNS. Selain itu, realisasi kredit multiguna juga lebih besar 60 persen dibandingkan kredit produktif untuk modal usaha yang hanya 40 persen.

Kredit multiguna adalah kredit yang diberikan Bank Jatim kepada PNS, CPNS, pegawai/calon pegawai BUMN/BUMD, anggota TNI, anggota legislatif, karyawan perusahaan swasta, pensiunan, dan purnawirawan. Kredit ini tanpa jaminan, melainkan hanya menyerahkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai. “Ini termasuk kredit konsumtif,” kata Riyanto, pimpinan Bank Jatim Banyuwangi Rabu (10/07/2013).

Jumlah kredit yang diambil, kata Riyanto, tidak ada batasan. Namun, angsuran kredit paling besar adalah 70 persen dari gaji yang diterima tiap bulan. “Karena bayar kreditnya dengan potong gaji,” kata dia.

Menurut Riyanto, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, pengajuan kredit konsumtif akan dibatasi menjadi 35 persen pada  2018 mendatang. Sebaliknya, kredit produktif untuk modal usaha ditingkatkan hingga 65 persen.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Slamet Kariyono membenarkan bila banyak PNS yang mengajukan kredit konsumtif. Meski begitu, dia memaklumi atas perilaku PNS itu. “PNS butuh kendaraan untuk menunjang pekerjaannya,” kata dia.

Menurut Slamet, kredit tersebut menjadi urusan pribadi setiap PNS. Sehingga, PNS sendiri yang bisa mengukur apakah sanggup menyelesaikan seluruh pinjamannya. (ba)

Lumbung Padi Dihidupkan Lagi di Banyuwangi

Panen padi

Panen padi

Banyuwangi (Sergap) – Lumbung Padi yang merupakan sebuah sistem menabung hasil panen, akan dihidupkan lagi di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Rencananya, tahun ini, kabupaten yang dijuluki Bumi Blambangan ini, akan membangun 8 lumbung padi di beberapa kecamatan sentra pangan.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwang, Made Wicaksana, mengatakan, lumbung padi diyakini efektif untuk mengatasi masa paceklik atau gagal panen padi. “Targetnya, lumbung padi ada di 24 kecamatan di Banyuwangi,” kata Made, Selasa, (19/2/2013) di kantornya.
Menurut Made, pemerintah menyiapkan dana pendirian lumbung padi itu sebesar Rp 800 juta atau masing-masing lumbung Rp 100 juta. Anggaran itu berasal dari Dana Alokasi Khusus APBN Tahun 2013. Delapan lumbung itu akan dibangun di daerah sentra pangan, yakni Kecamatan Srono, Pesanggaran, Tegaldlimo, dan Purwoharjo.
Selain bangunan penyimpan padi, anggaran itu termasuk untuk membuat lantai jemur. Lantai jemur ini berfungsi untuk proses pengeringan gabah. “Kapasitas lumbung hingga 20 ton,” kata Made.
Made menjelaskan, lumbung padi tersebut nantinya dikelola oleh gabungan kelompok tani. Dengan lumbung padi, diharapkan petani tak menjual seluruh hasil panennya dan menyisihkan untuk disimpan di lumbung. Dengan demikian, saat masa paceklik, padi yang tersimpan bisa dijual.
Dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa, kebutuhan beras di Banyuwangi mencapai 13 ribu ton per bulan. Banyuwangi menjadi salah satu lumbung padi nasional dengan surplus beras setiap tahun mencapai 12 ribu ton.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Banyuwangi, Sapuan, mendukung program pemerintah. Namun, ia meminta pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap kelompok tani yang mengelola lumbung padi. “Harus diserahkan sepenuhnya ke petani,” kata dia.
Lumbung padi, kata dia, sebelumnya menjadi tradisi petani Indonesia. Tradisi itu akhirnya rusak setelah pemerintah memberlakukan kebijakan koperasi unit desa (KUD) yang menyingkirkan lumbung padi. Namun, setelah KUD mati, kesadaran petani untuk membuat lumbung padi kembali tumbuh. (smj)

Proyek Digital Society Pertama di Indonesia Dilaunching di Banyuwangi

Menkominfo, Bupati dan Kepala Dinas Kominfo Jatim saat launching Digital Society di Banyuwangi

Menkominfo, Bupati dan Kepala Dinas Kominfo Jatim saat launching Digital Society di Banyuwangi

Banyuwangi (Sergap) – Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai daearah pertama yang menikmati Proyek digital society atau masyarakat berbasis teknologi informasi di Indonesia. Salah satu alasannya, karena Kabupaten Banywangi mempunyai pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoninfo) RI, Ir H Tifatul Sembiring meresmikannya dengan ditandai dimulainya akses kolosal 3.000 pelajar SMA di Gedung Olahraga Tawang Alun Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (9/3/2013) sore.

Tifatul Sembiring mengatakan, pemerintah menargetkan tahun 2045 Indonesia harus menjadi 8 besar dunia bidang teknologi. Kini, PT Telkom telah aktif dalam percepatan pembangunan teknologi Indonesia. Ini artinya ada visi, strategi dan langkah konkret yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan itu..

Ini target tidaklah berlebihan, karena pada tahun 2011 bangsa Indonesia mampu berada di posisi 16 besar dunia. Kemajuan teknologi kini telah dan terus berkembang dengan baik dan pesat. Dirinya memberi apresiasi kepada PT Telkom yang nyata nyata adalah anak bangsa dan berbendera merah putih yang mau berjuang dan membangun bangsa menjadi negara maju.

“Bagi anak anak muda, bermimpi hari ini, pasti akan terbukti di hari esok. Jadilah petarung dan petarung. Saya tegaskan, bangsa besar lahir tidak dengan cara bermalas-malasan. Bangsa ini besar dengan perjuangan yang keras dan kompetisi yang berat. Saya yakin kalian semua bisa,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Menkoninfo, bahwa melalui Banyuwangi Digital Society, teknologi informasi dan komunikasi menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing masyarakat yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi warga setempat. “Ada keyakinan klasik bahwa mereka yang menguasai pengetahuan dan informasi akan mampu menggenggam masa depan. Contoh sederhana saja, kita bisa mengakses perkembangan teknologi terbaru dari berbagai cabang ilmu pengetahuan melalui internet dan hal itu bisa dimanfaatkan oleh para pelajar, mahasiswa, dan warga Banyuwangi,” paparnya.

Membacakan sambutan gubernur, Kadis Kominfo Jatim, Haryogi, SH, MSi mengatakan, teknologi informasi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan di era globalisasi, salah satunya dengan munculnya era cyber termasuk munculnya e-commerce, e-government, internet banking, mobile internet, e-mail, newspaper dan lainnya.

Dipilihnya Banyuwangi sebagai pilot project digital society, bagi pemerinah Provinsi Jawa Timur adalah sebuah langkah cerdas sebagai sebuah framework yang mengintegrasikan ekosistem masyarakat dan pemerintah dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta menciptakan pengelolaan pemerintahan yang lebih efektif.

Gubernur berharap, program digital society yang sudah dicanangkan dapat diwujudkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Jawa Timur harus menjadi model pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di pemerintah kabupaten/kota yang dimotori oleh Dinas Kominfo atau yang menangani TIK di masing masing daerah. Sehingga selain dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah, juga dapat menumbuhkan industri kreatif di daerahnya masing masing.

Perwakilan pelajar serentak memposting ke situs ilovebanyuwangi.com.

Perwakilan pelajar serentak memposting ke situs ilovebanyuwangi.com.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengata-kan, digital society di Banyu-wangi akan memudah-kan berbagai urusan mulai dari pelayanan publik hingga perkembangan ekonomi. Kepengurusan KTP akan lebih cepat, karena terinte-grasi semua. Zakat juga lebih mudah dan langsung terpan-tau. Pihaknya menyatakan sepenuhnya sadar bahwa masa depan hanya akan dimiliki oleh mereka yang menguasai teknologi infor-masi, sehingga harus disiapkan sejak sekarang sebagai bagian dari “human investment” di kabupaten setempat untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan.

Ia menegaskan, teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi pilar dalam berbagai pengembangan sektor kehidupan di Banyuwangi, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan khususnya pembayaran zakat, hingga berbagai macam pelayanan pemkab ke masyarakat. “Kami mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik untuk memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tertinggi di Jatim

Tentang pertumbuhan ekonomi Banyuwangi, Azwar Anas mengatakan, data Bank Indonesia menyebutkan pada 2012, simpanan masyarakat (dana pihak ketiga/DPK) di perbankan Banyuwangi meningkat sekitar 23,5 persen menjadi Rp 4,2 triliun dan tingkat pertumbuhan simpanan masyarakat melampaui pertumbuhan rata-rata seluruh Jatim yang hanya 16 persen. Sementara untuk penyaluran kredit meningkat sekitar 18,5 persen menjadi Rp 5,7 triliun pada 2012 dan lebih tinggi dari sejumlah kota/kabupaten lain di Jatim.

Pada kesempatan launching, ribuan pelajar bersama-sama memposting harapan dan ungkapan kecintaannya terhadap Banyuwangi ke situs ilovebanyuwangi.com yang sekaligus juga merupakan acara peluncurannya.

Menkominfo juga mengukuhkan pengurus  relawan TIK yang ditandai penyematan PIN. Selain itu, juga diberikan bantuan CSR oleh PT Telkom berupa tourism information center, pojok laktasit puskesmas, bantuan pembangunan masjid, pembangunan TPQ, pembangunan pantiasuhan, ponpes, dan pembangunan laboratorium multi media sekolah. (smd)