GMDM dan LSR-LMPT Kalteng Bersinergi Memerangi Narkoba

GMDM Kalteng oke

STOP NARKOBA, GUE BENCI NAROBA. Ketua dan Pengurus GMDM bersama Ketua dan Pengurus LSR-LMPT Kalteng kompak memerangi penyalahgunaan narkoba.

Palangkaraya (Sergap) – GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati), adalah sebuah gerakan masyarakat yang peduli terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Tengah (Kalteng). Tujuan GMDM adalah berkegiatan secara aktif, untuk berperan serta dalam mewujudkan tercapainya Indonesia yang bersih dari narkoba dan HIV/AIDS, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam rangka mencapai tujuannya itu, pengurus GMDM mengunjungi sekretariat Lembaga Swadata Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR-LMPT) yang beralamatkan di jalan Cilik Riwut Palangkaraya, pada Senin pagi (16/10/2017) yang lalu.

Dipimpin oleh ketuanya, Jeftha Syukur Anton, pengurus GMDM tiba sekitar jam 10.30 WITA yang disambut dengan hangat oleh pengurus dan ketua LSR-LMPT, Agatisansyah.

Dalam pertemuannya, GMDM dan LSR-LMPT sepakat untuk konsisten mendukung pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang makin marak ini. GMDM mengajak LSR-LMPT untuk bersama-sama melakukan sosialisasi terhadap utamanya generasi muda, agar mereka benar-benar memahami, betapa berbahayanya narkoba bagi masa depan mereka dan keluarganya.

“Bersama GMDM, kami LSR-LMPT bertekad tetap konsisten mendukung pemerintah yang sudah mencanangkan Indonesia Darurat Narkoba. Penyalahgunaan narkoba jelas-jelas merusak generasi muda masa depan bangsa,” kata Agatisansyah, Ketua LSR-LMPT Kalteng.

Sementara itu, Ketua GMDM Jeftha Syukur Anton sambil mengangkat telapak tangannya, dengan singkat dan tegas mengatakan, “Stop narkoba, gue benci narkoba!!!”. (AR)

 

Iklan

BNNP Kalteng Ungkap Peredaran Sabu yang Dikendalikan dari LP

jumpa-pers-bnn-kalteng

Kombes Pol Sumirat Dwiyanto saat gelar jumpa pers di gedung kantor BNNP Kalteng, Sabtu, 10 Desember 2016 (ads)

Palangkaraya (Sergap) – Sabu adalah narkoba golongan I, ternyata kini sudah marak beredar di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, salah satu daerah darurat narkoba dimana peredaran narkotika jenis shabu ini sudah cukup memprihatinkan.

Setelah melakukan operasi secara intensif, Badan Narkotika Nasioal (BNN) Provinsi Kalteng bekerjasama dengan BNN Kabupaten Kotawaringin Barat berhasil membekuk jaringan pengedar narkoba ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN Kalteng, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto dalam jumpa pers di kantornya Sabtu (10/12/2016) yang lalu.

“Berawal dari informasi dari masyarakat yang disampaikan kepada BNNK Kotawaringin Barat, selanjutnya diteruskan kepada BNNP Kalteng. Dan BNNP Kalteng langsung membentuk tim khusus untuk lakukan investigasi di lapangan guna pengumpulan data-data terkait peredaran narkotika yang ada di wilayah Kotawaringin Barat.” kata Kombes Pol Sumirat menjelaskan.

Setelah melakukan investigasi secara terus menerus, maka pada tanggal 5 Januari 2016, terpantau 2 orang tersangka yang terindikasi melakukan tindak pidana narkotika, kedua pelaku tersebut MS (30 thn) dan MK (23 thn).

“Sekitar pukul 18.30 WIB dilakukan penangkapan saat mereka sedang berada di sebuah barak di jalan Abdul Ancis, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kotawaringin Barat. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan di kediaman MS dan MK ditemukan barang bukti 7 paket narkotika jenis Sabu, 1 timbangan digital, 1 alat menghisap Sabu (bong) dan 2 handphone”, jelas Kombes Sumirat.

Terhadap kedua tersangka langsung dilakukan penahanan dan barang bukti langsung dibawa ke kantor BNNP Kalteng untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan penyidikan, diketahui narkotika jenis shabu tersebut mereka dapatkan dari ER (27 thn) yang ditangkap di rumah orangtuanya di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kotawaringan Barat. ER adalah istri dari salah satu narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kotawaringin Barat yang berperan sebagai pengendali dari dalam jeruji penjara.

MS dan SK dikenakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1), Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan ER, dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) di UU yang sama.

Selanjutnya BNN Kalteng terus akan mengembangkan kasus narkoba ini, dengan target menangkap pemasok barang haram ini ke wilayah Kalimantan Tengah.“Kami sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini sedang dalam proses pencarian. Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar operasi ini sukses,” kata Kombes Pol Sumirat menutup jumpa pers. (ads)

 

Komjen Buwas Siap Tembak Mati Pengedar Narkoba

buwas

Ketua Badan Narkotika Nasional Komjenpol Budi Wasesa

Surabaya (Sergap) – Dalam acara ‘Ngopi Bareng Buwas-Pimred Media’ di Surabaya, Rabu malam (09/11/2016), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menegaskan, bahwa pihaknya siap menembak mati pengedar narkoba, karena tindakannya sudah merusak jutaan generasi muda dan mengancam masa depan negara.

“Kami tidak ngawur, karena tindakan tegas itu juga terukur, sebab akan kami lakukan pada pengedar yang kami sudah punya data pelanggaran hukumnya. Kalau sudah begini masih direhabilitasi justru kita yang kalah, karena mereka pasti cari mangsa lagi,” tegasnya. Mantan Kabareskrim Polri ini juga menjamin, bahwa tindakannya tidak akan melanggar hukum dan HAM.

“Pernyataan Presiden bahwa Indonesia berstatus darurat narkoba itu sudah di atas UU, bahkan Presiden menyatakan perang pada narkona. Selain itu juga ada Perkap (Peraturan Kapolri). Tindakan mereka yang merusak jutaan generasi muda itu justru lebih melanggar HAM,” katanya.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang akan bertindak tegas pada pengedar narkoba yang merusak jutaan generasi muda itu. “Kami tinggal menunggu senjata standar yang kami pesan dan akan datang pada bulan November,” katanya.

Alasannya, katanya, saat ini tercatat 40-an orang per hari yang meninggal dunia akibat menjadi pengguna narkoba yang menggerogoti sistem metabolisme pada organ tubuh mereka, sedangkan bandar besar yang diuntungkan umumnya ada di luar negeri.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengakui kendala paling berat dalam penegakan hukum untuk kasus narkoba adalah melawan ‘musuh’ dari dalam. “Kalau musuh di luar itu gampang mengatasi, tapi kalau ‘musuh’ itu ada di dalam itulah yang paling sulit, karena setiap tindakan kita bisa bocor kepada musuh di luar, sehingga penegakan hukum pun bisa berantakan (gagal). Mereka juga layak ditembak mati, karena merusak citra Polri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir menilai Komjen Buwas dalam penegakan hukum di Tanah Air merupakan sosok yang memiliki daya kejut. “Bagi wartawan, tentu hal itu sangat layak untuk diberitakan, apalagi untuk pemberantasan narkoba yang patut mendapat dukungan media,” katanya.

Tampak juga hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Jatim H. Saifullah Yusuf, Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Rahmad Pribadi, Kepala Staf Armada Timur, Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan dan Kepala Staf Garnisun Tetap III Surabaya, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Amiruddin Harun. (win)

Sabu Senilai Rp1,5 Milyar Dimusnahkan di Mapolda Kalteng

Kaplda Kalteng musnahkan sabu

Kapolda Kalteng saat memusnahkan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,1 kilogram, didampingi pimpinan BNN Kalteng, Kanwil Kemenkumham Kalteng, dan Ditjen Imigrasi Kalteng.

Palangka Raya (Sergap) – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum-HAM) Kalteng, memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,1 kilogram.

Kapolda Kateng Brigjen Pol Fakhrizal mengatakan, bahwa sabu-sabu tersebut, yang nilainya sekitar Rp1,5 miliar dan bisa dipergunakan sekitar 4.000 pengguna. “Ini adalah hasil tangkapan sejak Mei hingga Juni 2016. Pemusnahan ini untuk mengantisipasi hal-hal ataupun anggapan negatif dari berbagai pihak. Pemusnahan ini juga sudah mendapat persetujuan dari pengadilan dengan menyisakan sebagian sebagai barang bukti,” kata Kapolda menjelaskan dalam jumpa pers di Mapolda Kalteng, Rabu (29/06/2016) yang lalu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolda bahwa, narkoba yang beredar di Kalteng lebih banyak jenis sabu-sabu dibandingkan lainnya. Narkoba jenis ini banyak digunakan karena ada anggapan dapat memperkuat bekerja dan mampu membuat seseorang tidak tidur untuk waktu yang lama.

Semakin banyaknya pengguna sabu-sabu, bahkan hingga ke pedesaan maupun lahan perkebunan, membuat transaksinya semakin berkembang dan sulit untuk menjerat pengguna maupun pengedar serta bandar sekaligus.

“Sekarang ini pengguna dan pengedar dalam bertransaksi narkoba menggunakan telepon genggam dan tidak saling kenal wajah bahkan belum pernah bertemu secara langsung. Gerakan tutup mulut pengedar maupun pengguna sangat luar biasa. Ini cukup menyulitkan kita,” kata Kaplda menambahkan.

Tetapi walaupun cara transaksi maupun peredarannya semakin canggih, Kapolda tetap optimis dapat memberantasnya. Hal itu dikarenakan penegak hukum di Kalteng, baik Polda, BNN, Kanwil Kemenkum-HAM, Lembaga Pemasyarakatan dan lainnya telah berkomitmen dan bersatu padu memberantas narkoba.

Jendral Fakhrizal juga menegaskan, bahwa pihaknya terus berupaya memutus jaringan narkoba dari lembaga pemasyarakatan, serta mencegah masuknya barang haram tersebut dari provinsi lain.

“Sekarang ini kita tidak hanya memperketat jalur sungai di pelabuhan kecil, namun juga bandara yang ada di Kalteng. Kita tidak ingin narkoba dari provinsi bisa masuk ke Kalteng terjadi lagi. Kita akan melakukan apapun memberantas narkoba,” kata Kapolda Kalteng menegaskan. (AB)

Polres Kapuas oke

Polda Kalteng Sukses Tangkap Jaringan Narkoba Nasional

Polda Kalteng - Tangkap Sabu

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal (tengah) saat jumpa pers di Mapolda Rabu, 08 Juni 2016

Palangkaraya (Sergap) – Sabu seberat setengah kilogram lebih (515 gram), berhasil disita oleh Direktorat Satuan Narkoba Polda Kalteng, sekaligus menangkap tangan tiga pelaku jaringan nasional narkoba.

Para pelaku itu adalah Muhammad Nasir alias Puteh, Muhammad Yusuf alias Yusuf dan Zulfikar alias Ikhsan. Mereka sukses dibekuk di dua lokasi yaitu Palangkaraya dan Kasongan, pada hari Sabtu (04/06/2016).

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal, Rabu (08/06/2016), dalam jumpa pers di Mapolda Kalteng mengatakan bahwa tangkapan sabu ini merupakan tangkapan terbesar Polda Kalteng. Narkoba ini dibawa Puteh dari Aceh melalui darat sampai di Medan, kemudian dibawa menggunakan pesawat komersil menuju Palangka Raya.

“Ini tangkapan besar, mereka jaringan nasional, bila diuangkan Rp 1,5 miliar,” Kata Kapolda didampingi Direktur Satuan Narkoba, Kombes Pol Ahmad Sauhry.

Dijelaskan oleh Kapolda, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan Ikhsan dan Yusuf di rumah Ikhsan di Kasongan. Yusuf baru saja membeli sabu dari Puteh yang menginap di sebuah hotel di jalan RTA Milono Palangkaraya.

Polisi segera menyusun tim penyergapan yang dipimpin oleh AKBP Bagus Setiawan. Tim bergerak menuju hotel tempat menginap Muhammad Nasir alias Puteh. Tanpa kesulitan Puteh berhasil dibekuk bersama barang bukti sabu 5 Kg lebih itu.

Ditambahkan pula oleh Kapolda bahwa, sabu sebanyak itu rencananya akan diedarkan di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah. “Pengiriman sabu sudah dua kali dilakukan. Pertama kami kehilangan jejak. Yang kedua penangkapan berhasil yang  dipimpin oleh AKBP Bagus Setiawan,” kata Kapolda.

Polisi jendral bintang satu ini, juga menegarai masih ada jaringan lain yang masuk ke wilayah hukum Polda Kalteng. Menyikapi hal ini Kapolda mengatakan akan menindaknya dengan tegas. “Kami akan brantas ini semuanya.” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Bakri – Editor : Tekaer

 

Jackie Chan Dukung Hukuman Mati Kasus Narkoba

Jackie Chan

Jackie Chan

Duta Besar Anti Narkoba Singapura yang baru, aktor kung fu kenamaan Jackie Chan, mengatakan dirinya mendukung hukuman mati bagi para penyelundup dan pedagang narkoba. “Untuk beberapa kasus, saya jelas mendukung hukuman mati,” kata Jackie Chan.

“(Anak-anak muda mengatakan) tak masalah dengan narkoba, ini seperti rokok. Saya tak sependapat dengan pandangan tersebut … (narkoba) tak boleh masuk ke keluarga saya,” katanya.

Anak Jackie Chan, Jaycee (32 tahun), dijatuhi hukuman penjara enam bulan di Cina karena memiliki obat-obatan terlarang dan menampung beberapa pengguna narkoba yang lain. Jackie Chan mengatakan sangat marah dan malu begitu mengetahui anaknya sendiri terlibat narkoba. Ia mengatakan dirinya tak pernah membayangkan anggota keluarganya akan terlibat kasus narkoba.

Jackie Chan adalah selebriti pertama yang diangkat menjadi Duta Antinarkoba Pemerintah Singapura, setelah kepolisian Cina mengangkatnya untuk jabatan yang sama pada 2009. Baik Singapura maupun Cina menerapkan hukuman mati untuk penyelundup dan pengedar obat-obatan terlarang. Negara Asia Tenggara lain yang menerapkan hukuman mati termasuk Indonesia dan Malaysia.

Eksekusi delapan orang yang dilakukan akhir April lalu di Nusakambangan menuai kritikan internasional.

Sumber : BBC Indonesia

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Perang Terhadap Narkoba dan HIV/AID di Desa Dorolegi, Kabupaten Grobogan

Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, sedang melakukan penyuluhan.

Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, sedang melakukan penyuluhan.

Grobogan (Sergap) – Epidem HIV/AIDS di Indonesia sudah berlangsung selama kurang lebih 15 tahun dan diduga masih akan berkepanjangan karena masih banyak faktor yang memudahkan penularannya. Cara penularan infeksi HIV/AIDS adalah melakukan seks yang tidak aman dan mengkonsumsi napza ((Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) melaui jarum suntik yang tidak steril, dan saat transfusi darah. Pengaruh modernisasi berupa pergaulan bebas, adalah salah satu gaya hidup remaja, patut diduga menimbulkan dampak negatif, terjadinya penularan HIV/AIDS di masayarakat.

Untuk membentenginya maka Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Negeri (STAIN) Kudus yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dorolegi Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, didukung oleh Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, menggelar penyuluhan melawan efek negatif Narkoba dan HIV/AID.

Penyuluhan dilaksanakan pada hari Minggu malam (22/3/2015), bertempat di Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, diawali dengan pemaparan oleh Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan.

Dikatakan oleh Puryanto, bahwa HIV/AIDS mulai ditemukan di wilayah Kabupaten Grobogan pada tahun 2002. Sedangkan data sementara pada tahun 2015, penderitanya sebanyak 590 orang. Pada tahun 2014, sebanyak 142 orang, sedangkan di Kecamatan Godong tercatat sudah ada 39 orang penderita HIV/AID.

“Terjadi peningkatan yang sangat tajam, pada data tahun 2014 jika dibanding tahun 2015. Karena itu untuk pecegahannya, janganlah melakukan hubungan seks secara bebas berganti-ganti pasangan, setia pada pasangan masing-masing, gunakan kondom untuk penyegah penularan, tidak memakai narkoba suntik,” tutur Puryanto menjelaskan.

Sebagai petugas Pemerintah Kabupaten Grobogan, Puryanto meminta agar tidak melakukan hubunagn seks sebelum menikah. “Dan saya ingatkan, agar jangan coba-coba untuk mengobati sendiri, jika terkena penyekit ini, karena bisa mengakibatkan kekebalan terhadap obat-obatan sehingga semakin sulit untuk disembuhkan,” kata Puryanto wanti-wanti.

Diingatkan pula bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang menular dan menyerang sistem kekebalan tubuh dan sulit untuk disembuhkan, karena belum ditemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Obat antiretroviral (ARV) yang ada saat ini, hanya bisa untuk menghambat perkembangbiakan virus HIV saja. Puryanto juga menjelaskan bahwa, mayoritas penularan HIV/AID di wilayah Kabupaten Grobogan, diakibatkan oleh hubungan seksual.

Sedangkan gejala klinis HIV/AIDS adalah demam berkepanjangan lebih dari 1-3 bulan, diare kronik 1 bulan terus-menerus, penurunan berat badan, batuk kronik 1 bulan berkelanjutan, serta terjadinya infeksi pada mulut dan tenggorokan yang disertai pembengkakan, serta munculnya bercak-bercak gatal di seluruh tubuh.

Pemuda, Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, serta mahasiswa STAIN Kudus saat mengikuti penyuluhan

Pemuda, Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, serta mahasiswa STAIN Kudus saat mengikuti penyuluhan

Maulida Fajeria, salah satu mahasiswa STAIN Kudus yang sedang KKN di Desa Dorolegi, melihat penyuluhan ini sangat penting bagi masyarakat, pemuda dan mahasiswa. “Dari data yang disampaikan tadi, Kecamatan Godong termasuk sangat tinggi potensi penularan HIV/AIDnya. Semoga dengan penyuluhan ini, kita semua, khususnya para pemuda Karang Taruna dan semua warga Dorolegi ini bebas dari HIV/AIDS”, katanya kepada Tabloid Sergap seusai acara.

Pemerintah Desa Dorolegi juga menyambut positif acara penyuluhan HIV/AIDS ini. “Saya merasa senang karena Karang Taruna bersama mahasiswa mengadakan kegiatan penyuluhan ini, agar masyarakat bisa tahu tentang betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS ini. Saya sangat berharap agar kita semua selalu menghindari perbuatan yang tidak baik yang bertentangan dengan norma agama,” kata Kepala Desa Widjanarko, SH sembari mengacungkan jempolnya.

Pada acara penyuluhan ini, juga diputar beberapa film tentang dampak penyakit HIV/AIDS, di mana menggambarkan dengan jelas para penderita HIV/AIDS. ”Saya ngeri melihat orang terkena HIV/AIDS dalam film tadi. Semoga para pemuda Karang Taruna kita terbebas dari penyakit yang berbahaya dan sangat menular itu. Kita harus perang melawan HIV/AIDS, setelah kita tahu dan faham penyebab dan bahayanya”, kata Purwinto, Ketua Karang Taruna  Rukun menegaskan. (ans)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Pesta Sabu-Sabu Anggota DPRD Ditahan Kejaksaan

M. Irwan Arfah

M. Irwan Arfah

Kepulauan Selayar (Sergap) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar, Didik Agus Suroto, SH, Senin (31/03/2014) mengaku telah menerima pelimpahan berkas perkara pesta sabu-sabu yang dilakukan Irwan Arfah oleh oknum anggota DPRD Kepulauan Selayar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bersama teman-temannya.

Berita acara pemeriksaan tersangka Irwan Arfah Cs tersebut telah diP21kan secara resmi oleh penyidik Unit Narkoba Polres Kepulauan Selayar dan saat ini telah memasuki tahap kedua.

Dengan demikian, M. Irwan Arfah, cs, telah resmi berstatus tahanan kejaksaan dan saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Klas IIB Kepulauan Selayar untuk menunggu proses pelimpahan berkas acara pemeriksaan ke Pengadilan Negeri Kepulauan Selayar.

Sebelumnya Irwan Arfah dan teman-temannya tersebut juga ditahan oleh Polres Selayar, terhitung sejak dirinya digrebek sedang pesta sabu-sabu bersama teman-temannya.

Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk digulirkan sidangnya, paling lambat, satu pekan kedepan, jelas mantan koordinatorKejati Kalimantan Timur yang sebelumnya, sempat menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Bondowoso tersebut.(fadly syarif)

10 Ribu Pelajar Jawa Timur, Deklarasi Anti Narkoba

Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar dan Wagub Saifullah Yusuf saat bersama 10 ribu pelajar deklarasikan anti narkoba

Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar dan Wagub Saifullah Yusuf saat bersama 10 ribu pelajar deklarasikan anti narkoba

Surabaya (Sergap) – Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba dilingkungan pelajar cukup tinggi yakni 4,7 persen. Angka ini semakin menghawatirkan, mengingat pelajar dan anak muda merupakan calon generasi penerus bangsa. Atas keprihatinan ini, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mendukung kegiatan Deklarasi Anti Narkoba yang dilakukan pelajar seluruh Jatim.

“Tidak hanya dirinya, tapi juga mengajak kader-kadernya untuk tidak menggunakan narkoba,” kata Wagub usai Deklarasi 10 Ribu Pelajar Anti Narkoba di Ballroom PTC Surabaya, Kamis (23/5/2013).

Wagub memandang, kegiatan semacam ini bisa diadakan secara rutin, karena dia melihat kasus narkoba yang melibatkan pelajar khususnya, cenderung naik. Harus ada upaya pencegahan untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran.

Pencegahan tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. “Ada beberapa target daerah yang menunjukkan trend naik, seperti Surabaya, Kediri dan Malang,” tandasnya.

Sebenarnya, deklarasi ini melibatkan 100 ribu pemuda dan pelajar se Jatim yang diwakili pelajar dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Sisanya, 90 ribu menyampaikan anti narkoba lewat berbagai media sosial seperti facebook, twitter dan media sosial lainnya.

Momen deklarasi ini selain dihadiri Wagub Saifullah Yusuf, hadir juga Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar, pejabat BNN Pusat hingga Kota, dan para pelajar dari 135 sekolah di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Kepala BNNK Surabaya, AKBP Wuwuh Priwobowo menjelaskan, acara ini dihelat untuk mencegah dan membentengi para remaja dari penyalahgunaan narkoba. Terkait dengan acara deklarasi, pihaknya tak akan berhenti sampai disini saja. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan rencana menggelar lomba lingkungan sekolah anti narkoba. Dalam lomba itu akan digelar berbagai acara, seperti lomba majalah dinding, pidato dan puisi tentang narkoba. “Ini cara agar pelajar berkreasi dalam pemberantasan narkoba,” pungkasnya. (ang)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Anggotanya Diancam, Kapolres Kepulauan Selayar Langsung Turun Tangan

Kapolres  AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH di TKP

Kapolres AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH di tempat anggotanya diancam  (TKP)

Kepulauan Selayar, Sulsel (Sergap) – Tindakan tegas jajaran Polres Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan (Sulsel) memberantas tindak kejahatan, utamanya penyalahgunaan narkoba dan illegal fishing, rupanya telah membuat pihak-pihak tertentu kebakaran jenggot.

Hal ini mereka wujudkan dalam sebuah ancaman kepada anggota Polres Kepulauan Selayar. Dengan cepat, Kapolres  AKBP Moh. Hidayat, SH, SIK, MH memimpin langsung gerakan identifikasi pengancaman tersebut dengan mendatangi TKP di rumah tempat tinggal anggota polisi itu di jalan Saparuddin, Benteng Selayar pada hari, Sabtu (6/4/2013) malam.

Kapolres juga memerintahkan unit Propam, Reserse dan Sabhara untuk menjaga rumah korban pengancaman. Ditegaskan oleh Kapolres, bahwa setiap orang atau warga negara yang mengetahui dan melihat kejadian tindak pidana kejahatan wajib untuk melapor kepada pihak berwajib. “Terlebih lagi jika ia seorang anggota korps Bhayangkara (anggota polisi,red)”, katanya menegaskan.

Kapolres Kepulauan Selayar juga berharap semua komponen masyarakat mendukung penuh tugas aparat kepolisian untuk melindungi dan mengayomi, termasuk melaksanakan penindakan tindak pidana kejahatan di lapangan yang dapat memicu terjadinya keresahan di tengah-tengah warga masyarakat.

“Melakukan penangkapan dan penindakan pelaku tindak pidana kejahatan mutlak menjadi tugas pokok seorang anggota Bhayangkara sejati. Demikian  pula halnya, bagi setiap warga negara lainnya”, jelasnya.

Kapolres menitipkan harapan agar warga masyarakat tidak menakut-nakuti atau mengancam anggota korps Bhayangkara yang sedang melaksanakan tugas. “Siapapun orang yang terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pengancaman atau menakut-nakuti anggota kepolisian, maka yang bersangkutan akan langsung dikenakan sanksi penahanan”, tegasnya.

Ditambahkannya bahwa, pelaku pengancaman akan dijerat dengan pasal 335 ayat (1) angka 1 yang bunyinya,  “Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, suatu perbuatan lain ataupun perbuatan tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain diancam pidana penjara paling lama satu tahun”.

“Negara tidak akan pernah takut pada ancaman dari siapapun, khususnya jaringan pengedar narkoba. Tugas menindak dan menangkap pelaku tindak pidana kejahatan sudah merupakan konsekuensi dan resiko tugas bagi seorang polisi. Dan masyarakat wajib mematuhi hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku”, kata Kapolres kepada wartawan di sela-sela olah TKP. (kontributor : fadly syarif)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA