Revolusi Belum Selesai

Pemred

SETELAH sekian lama dengan sengaja akan dihilangkan dari sejarah, terutama ketika rejim Orde Baru berkuasa, kini nama Bung Karno kembali mulai terangkat. Bahkan, pada bulan Juni ini, seperti juga bulan Juni sebelumnya, ada banyak organisasi, perkumpulan, ataupun partai politik yang berniat merayakannya sebagai “Bulan Bung Karno”.

Pernah, dalam tahun 1984, ketika Nugroho Notosusanto menerbitkan buku “pejuang dan prajurit”, wajah Bung Karno tidak nampak dalam gambar pengibaran bendera merah putih saat proklamasi 17 Agustus 1945. Ini sangat ironis, seorang proklamator kemerdekaan bangsa, justru hendak dihapus dari buku-buku sejarah. Inilah sebagian kecil dari praktek de-sukarnoisme di jaman Soeharto.

Kita patut mengapresiasi usaha-usaha tersebut. Karena, bagaimanapun, kita tidak bisa berbicara Indonesia tanpa berbicara Bung Karno. Dalam sejarah perjuangan melawan kolonialisme dan mencapai Indonesia merdeka, Soekarno adalah orang yang telah mengabdikan seluruh kehidupannya untuk perjuangan tersebut. Dan tentu saja sangat aneh, jika orang yang namanya selalu dikenang sebagai proklamator dalam setiap peringatan 17 Agustus 1945, tetapi tidak mendapat tempat khusus dalam sejarah bangsa Indonesia.

Hanya saja, terlepas siapapun dan golongan politik manapun yang terlibat dalam peringatan bulan Juni sebagai bulan Bung Karno, kita berharap bahwa peringatan itu tidak hanya sekedar sebagai seremoni belaka dan berakhir tanpa ingatan sedikit pun kepada nilai-nilai kepahlawanan dan gagasan dari tokoh yang bersangkutan. Perayaan seremonial sah-sah saja. Akan tetapi, ada hal yang lebih penting, yaitu bagaimana mengambil semangat Bung Karno sebagai api pembakar semangat untuk perjuangan rakyat Indonesia sekarang ini; adalah lebih penting untuk melanjutkan cita-cita perjuangan Bung Karno yang belum selesai. Itulah yang dimaksud Bung Karno dengan : “Revolusi belum selesai.”

Gerakan Kebangkitan Nasional telah melahirkan para pejuangnya yang terkemuka, salah satunya Bung Karno. Adalah penting, dan tentu saja ini menjadi kewajiban, dalam upaya membangkitkan kembali semangat itu, maka perlu dibangkitkan pula ingatan sejarah rakyat atau bangsa Indonesia mengenai sejarah perjuangan di masa lalu. Dan, dalam bagian itu, adalah penting pula untuk mengingat kembali para tokoh-tokohnya: Bung Karno, Bung Hatta, Amir Sjarifuddin, Tan Malaka, Sjahrir, dan lain-lain.

Dalam kancah perjuangan itu, Bung Karno telah melahirkan begitu banyak gagasan-gagasan politik dan strategi perjuangan. Sebut saja; Pancasila, Marhaenisme, Persatuan Nasional, Sosialisme Indonesia, dan lain-lain. Kita perlu menggali kembali gagasan-gagasan politik atau fikiran-fikiran Bung Karno tersebut, bukan untuk tujuan gagah-gagahan atau fanatisme buta, melainkan untuk mengambil hal-hal yang relevan dalam teori-teori tersebut untuk dipergunakan dalam melawan penjajahan asing atau imperialisme saat ini.

PIGURA 73Sekarang ini, saat rakyat kita digempur habis-habisan oleh sebuah sistem penjajahan baru bernama neoliberalisme, upaya pencarian tokoh bangsa menjadi penting. Ini akan terdengar “miring” di telinga intelektual didikan barat, namun menjadi aspek sangat penting bagi ratusan juta rakyat yang sedang terjajah dan diabaikan pemimpinnya sendiri.

Saat ini, dari sosok pemimpin nasional yang ada sekarang, kita hampir tidak menemukan satupun sosok yang pantas dijadikan panutan, apalagi menjadi inspirasi dalam perjuangan nasional untuk melawan penjajahan asing. Kekosongan figur bangsa ini, apalagi bagi bangsa yang sedang berjuang melawan penjajahan asing, akan menyulitkan penyatuan seluruh kekuatan nasional. Oleh karena itu, sangat pantas dan relevan pula untuk menjadi Bung Karno sebagai icon perjuangan nasional melawan hegemoni asing yang saat ini sudah menggurita menguasai berbagai bidang, misalnya ekonomi, industry, perdagangan, pendidikan, teknologi, kebudayaan dan sebagainya.

Oleh karena itu, pantaslah kiranya jika kita menaruh harapan, bahwa kemunculan kembali Bung Karno ini tidak sekedar di baliho, spanduk, dan poster-poster. Apa yang lebih penting, bahwa Soekarno kembali bersama gagasan-gagasan perjuangan, yang menurut kami masih sangat relevan untuk perjuangan rakyat Indonesia saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s