GMDM dan LSR-LMPT Kalteng Bersinergi Memerangi Narkoba

GMDM Kalteng oke

STOP NARKOBA, GUE BENCI NAROBA. Ketua dan Pengurus GMDM bersama Ketua dan Pengurus LSR-LMPT Kalteng kompak memerangi penyalahgunaan narkoba.

Palangkaraya (Sergap) – GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati), adalah sebuah gerakan masyarakat yang peduli terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Tengah (Kalteng). Tujuan GMDM adalah berkegiatan secara aktif, untuk berperan serta dalam mewujudkan tercapainya Indonesia yang bersih dari narkoba dan HIV/AIDS, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam rangka mencapai tujuannya itu, pengurus GMDM mengunjungi sekretariat Lembaga Swadata Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR-LMPT) yang beralamatkan di jalan Cilik Riwut Palangkaraya, pada Senin pagi (16/10/2017) yang lalu.

Dipimpin oleh ketuanya, Jeftha Syukur Anton, pengurus GMDM tiba sekitar jam 10.30 WITA yang disambut dengan hangat oleh pengurus dan ketua LSR-LMPT, Agatisansyah.

Dalam pertemuannya, GMDM dan LSR-LMPT sepakat untuk konsisten mendukung pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang makin marak ini. GMDM mengajak LSR-LMPT untuk bersama-sama melakukan sosialisasi terhadap utamanya generasi muda, agar mereka benar-benar memahami, betapa berbahayanya narkoba bagi masa depan mereka dan keluarganya.

“Bersama GMDM, kami LSR-LMPT bertekad tetap konsisten mendukung pemerintah yang sudah mencanangkan Indonesia Darurat Narkoba. Penyalahgunaan narkoba jelas-jelas merusak generasi muda masa depan bangsa,” kata Agatisansyah, Ketua LSR-LMPT Kalteng.

Sementara itu, Ketua GMDM Jeftha Syukur Anton sambil mengangkat telapak tangannya, dengan singkat dan tegas mengatakan, “Stop narkoba, gue benci narkoba!!!”. (AR)

 

Iklan

Kartu Pers Tabloid Sergap Milik Pelaku Curanmor Palsu!!!

kartu-pers-kapolres2-oke

Dalam foto yang ditayangkan Borneo News, tampak jelas beda design Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya (kanan), dengan Kartu Pers Tabloid Sergap (kiri)

Palangkaraya (Sergap) – Suksesnya jajaran Polri Polsek Pahandut, Kota Palangkaraya menangkap 3 orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), membawa dampak sampingan yang buruk bagi dunia jurnalistik, khususnya Tabloid Sergap.

Hal ini dikarenakan ketiga orang tersangka pelaku curanmor tersebut, yaitu Bima Yoga Haswiyanto (23), Kardiman alias Amang Opak (46) dan Adnan (25) warga Jalan Mendawai, diketahui membawa Kartu Pers yang mirip dengan Kartu Pers Tabloid Sergap.

Bahkan, sebagaimana diberitakan portal Borneo News pada tanggal Senin, 26 Desember 2016 (http://www.borneonews.co.id/berita/45905-wow-gembong-curanmor-itu-miliki-id-card-layaknya-wartawan), ditayangkan foto Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli memegang 3 Kartu Pers, dengan keterangan foto (caption) : “Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli, di Polsek Pahandut, Senin (26/12/2016), menunjukkan id card Tabloid Berita Independen Sergap, yang digunakan para gembong curanmor.”

Terkait hal tersebut, Pemimpin Redaksi Tabloid (Pemred) Sergap, Tukiran, BA memastikan bahwa Kartu Pers yang ditunjukkan oleh Kapolres Palangkaraya dalam berita Borneo News itu palsu dan para pemiliknya bukan wartawan Tabloid Sergap.

Semua kru Tabloid Sergap, dapat dilihat pada website bagian halaman Kru Tabloid Sergap. Dan nama-nama pelaku curanmor tersebut tidak tercantum sebagai Kru Tabloid Sergap.

“Saya menyatakan bahwa Kartu Pers Tabloid Sergap itu palsu. Tanpa melihat detilnya, jelas sekali bahwa Kartu Pers yang dipegang Kapolres Palangkaraya itu palsu. Designnya sangat berbeda dengan Kartu Pers Tabloid Sergap. Para pemiliknya bukan wartawan kami,” kata Tukiran, BA menjelaskan.

Sekaligus Pemimpin Redaksi hari ini, Selasa 27 Desember 2017 memerintahkan wartawannya untuk menelusuri proses terjadinya Kartu Pers palsu tersebut.

Ditambahkan pula oleh Pemred, bahwa keberadaan Biro Kalteng adalah Biro Persiapan, artinya dalam proses persiapan untuk menjadi Biro yang definitif. “Redaksi belum menerbitkan Surat Keputusan untuk Biro Kalteng, karena belum semua persyaratannya terpenuhi, salah satunya struktur organisasinya belum dikirim untuk diusulkan kepada redaksi,” kata Pemred Tabloid Sergap menegaskan.

Tentang kasus curanmor yang merupakan salah satu atensi Kapolri, Tabloid Sergap mendukung sepenuhnya tindakan Polri untuk memberantas sampai ke akar-akarnya, karena kejahatan jenis ini membawa dampak keresahan yang luas di masyarakat. (redaksi)

Presiden Jokowi, Juga Bergelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit

raja-dayak-oke

Presiden Jokowi saat menerima gelar Raja Haring Hatungku Tungket Langit, dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran. (foto: Setkab RI)

Palangkaraya (Sergap) – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat selama dua hari pada tanggal 20-21 Desember 2016. Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (20/12/2016) pagi dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Palangkaraya.

Sambutan hangat diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan saat tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa, sekitar pukul 09.40 WIB. Presiden Jokowi dan rombongan langsung disambut oleh tarian tradisional khas suku Dayak Kalimantan Tengah.

Setelahnya, Presiden dinobatkan sebagai Raja Haring Hatungku Tungket Langit. Gelar ini dapat dimaknai sebagai raja bijaksana yang berkepribadian luhur dan penopang keutuhan bangsa.

Upacara pemberian gelar dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran.

Agustiar Sabran menjelaskan bahwa penganugerahan gelar ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat Dayak kepada Presiden Joko Widodo yang dianggap mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini wujud masyarakat Dayak mendukung pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Sabran dalam keterangannya.

Selanjunya Presiden dan rombongan langsung menuju lokasi Acara Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2016 di Stadion Sanaman Mentikei.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kesetiakawanan selama ini terlihat saat terjadi bencana alam, di mana seluruh komponen bangsa bergerak cepat membantu saudara-saudara yang menjadi korban.

“Namun, saya mengingatkan bahwa kesetiakawanan jangan hanya dilakukan saat terjadi bencana. Kesetiakawanan seharusnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiakawanan sosial perlu dirasakan di kehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan,” tegas Presiden RI, sebagaimana dirilis Biro Pers Setkab RI.

Presiden juga menyebut bahwa memperingati hari kesetiakawanan sosial nasional, sejatinya memperingati nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Nilai yang telah tertanam dalam diri Bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Presiden Jokowi mengatakan nilai-nilai kesetiakawanan sosial kemudian dirumuskan para pendiri bangsa ke dalam Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

“Sekali lagi saya tegaskan kesetiakawanan sosial perlu dirasakan dikehidupan sehari-hari secara nyata, bukan hanya nyata dibicarakan. Nyata dalam arti benar-benar bertindak saling membantu dari diri sendiri dan setiap keluarga harus terus menanamkan, memupuk kesetiakawanan sosial, nilai-nilai pancasila, nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika,” katanya.

Di acara puncak HKSN tahun 2016 itu, Presiden juga memberikan sertifikat tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada 1.700 warga yang tersebar di Provinsi Kalteng, serta menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 18 orang dari seluruh Indonesia.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.

Selanjutnya Presiden dan rombongan menuju ke Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau untuk menghadiri acara Kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan Industri Kayu Terpadu, dan menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Sekolah Dasar.

Sore hari nanti Presiden Jokowi, Raja Haring Hatungku Tungket Langit akan kembali ke Palangkaraya untuk menginap, kemudian besok melanjutkan kunjungan ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat untuk meresmikan Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong. (Tim-AB)

Jumat Bersih, LSR-LPMT Kalteng Kerja Bhakti di Bantaran Sungai

jumat-bersih

Anggota LSR-LPMT Kalteng saat membersihkan sampah di sungai Pangaringan

Palangkaraya (Sergap) – Lembaga Swadaya Rakyat- Laskar Pembela Rakyat Tertindas (LSR-LPMT) Kalteng melaksanakan kegiatan bakti sosial, pembersihan tumpukan sampah di bantaran sungai Pangaringan lingkungan komplek Pasar Kahayan, Jum’at, 25/11/2016.

Suryan,  Sekretaris Umum LSR-LPMT Kalteng mengatakan, kegiatan yang diberi nama Jumat Bersih Bhakti Sosial ini, membersihkan penumpukan sampah ini berasal dari pembuangan sampah yang hanyut dari daerah lain melalui selokan dan mengalir melalui bantaran sungai Pengaringan yang ada di lingkungan komplek Pasar Kahayan.

Sesuai visi misi LSR-LPMT Kalteng mewujudkan Kamtibmas, Sosial dan Kemanusiaan, walaupun tidak semua anggotanya berdomisili di lingkungan Pasar Kahayan, namun solidaritas bersama dengan membersihkan tumpukan sampah, sehingga tidak kumuh dan kotor.

“Limgkungan yang kotor akan berdampak kepada kesehatan warga, dapat menyebabkan demam berdarah, diare dan penyakit kulit. Dengan lingkungan bersih terciptalah yang sehat sehingga berbagai penyakit bisa dihindari”, kata Suryani kepada Tabloid Sergap.

jumat-bersih2

Foto sejenak bersama Lurah Palangka, Surya Omega

Sementara itu Lurah Palangka, Surya Omega menginformasikan bahwa, Pemerintah Kota Palangkaraya melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menyampaikan agar warga melaksanakan kerja bakti dan melibatkan seluruh Ketua RT dan warga setempat.

Surya Omega juga menghimbau semua Ketua RT yang ada di wilayah kerjanya, agar terus menggalakkan antisipasi rawan banjir, gangguan kesehatan akibat pembuangan sampah sembarangan.

”Kami juga berharap kepada Pemerintah Kota Palangkaraya agar dapat membantu kami memberikan bantuan alat sarana dan prasarana angkutan sampah, seperti Tossa agar dapat mengangkut sampah untuk menunjang terwujudlah Kota Palangkaraya sebagai Kota Cantik. (adv)

Palangkaraya Diselimuti Asap Kuning, Pemerintah Harus Cepat Bertindak

Asap kuning membuat mata pedih dan sesak napas

Asap kuning membuat mata pedih dan sesak napas

Palangkaraya (Sergap) – Kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah kembali memburuk. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat indeks partikulat pada Jumat (16/10/2015) pukul 09.00 WIB mencapai 1.889. Padahal indeks di atas 350 sudah dikategorikan sebagai bahaya.

Ahmad Bakri, wartawan Tabloid Sergap di Palangkaraya melaporkan, cahaya matahari tidak dapat menembus angkasa Palangkaraya. Jarak pandang diperkirakan hanya mencapai 30 meter, bau menyengat lahan gambut yang terbakar menusuk hidung.

Bukan hanya itu, ketika keluar rumah, sangat terasa membuat mata perih, dan hidung sesak. Palangkaraya, sudah tidak memiliki udara sehat lagi. Tengah. Ini akibat dari kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan makin tebal. Yang terlihat hanyalah warna kuning.

Warga Palangkaraya tetap beraktifitas di tengah selimut asap kuning

Bahaya….warga Palangkaraya tetap beraktifitas di tengah selimut asap kuning

Radio Evella FM, dalam siarannya melaporkan bahwa kondisi ini sudah dalam taraf menyiksa warga. “Tak ada udara bersih, udara yg kami menghirup sudah beracun. Sesak sekali, mata pedih. Di dalam ruangan pun harus menggunakan masker,” kata Ninit, seorang warga di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Pemerintah telah membangun kanal bersekat sepanjang 14 kilometer di Desa Tumbang Nusa, wilayah rawan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap pekat di Kalimantan Tengah. Namun, banyak yang masih meragukan apakah kanal tersebut dapat menjadi solusi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri pekan lalu menyatakan ada lima negara yang akan membantu Indonesia dalam upaya memadamkan kebakaran hutan serta mengatasi kabut asap. Namun, bantuan sementara ini dipusatkan di Sumatera.

Sudah sewajarnya, jika pemerintah pusat segera mengerahkan semua potensinya untuk mengatasi hal ini. Kondisi sudah sangat darurat, diperlukan tindakan luar biasa untuk mengatasinya. (ab)

Pasangan Cagub Cawagup H. Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail Kunjungi Pasar Kahayan

Cagub Kalteng H Sugianto Sabran tampak akan menyuapi nasi bungkus kepada salah satu pedagang di Pasar Kahayan

Cagub Kalteng H Sugianto Sabran tampak akan menyuapi nasi bungkus kepada salah satu pedagang di Pasar Kahayan

Palangka Raya (Sergap) – Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail mengunjungi Pasar Kahayan, pada Senin pagi, (10/08/2015) yang lalu.

Pasar Kahayan merupakan salah satu pusat kegiatan perdagangan yang dimiliki Pemerintah di Kota Palangka Raya. Pasar Kahayan letaknya yang strategis berada di tengah Kota Palangka Raya, tepatnya di jalan Tjilik Riwut, Mendawai, Palangka Raya.

Pasangan terpopuler dalam Pemilihan Gubernur Kalteng 2015 ini, datang untuk menyapa sekaligus memperkenalkan diri dan meminta doa restu kepada masyarakat Kalteng khususnya pedagang yang ada di Pasar Kahayan.

Tampak menyambut H. Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail dan rombongannya, Ketua Pasar Kahayan, H. Noor J Aini. Selanjutnya pasangan Cagub dan Cawagub, dengan didampingi H. Noor J Aini berkeliling ke penjuru pasar.

Tidak henti-hentinya pasangan Cagub dan Cawagub menyapa dan menyalami para pedagang. Seorang padagang bernama Ana, mendapatkan rejeki nomplok, karena Cagub H. Sugianto Sabran, memborong beberapa jenis barang dagangannya.

“Siapapun nantinya yang akan menjadi Gubernur Kalteng 2015-2020, harapan kita jujur, bersih, adil, dan amanah”, kata ibu Ana dengan wajah berseri.

Selanjutnya, pasangan Cagub dan Cawagub dan rombongan juga berkunjung ke Warga Mendawai yang tinggal di di Gang Permata Indah. Di sini pasangan Cagub dan Cawagub dan memberikan bantuan kepada warga yang saat itu sedang melakukan sibuk melaksanakan persiapan acara HUT RI yang ke 70. (AB).