Bom Non Nuklir Terbesar, Dijatuhkan di Afganistan

the mother off all the bomb

Bom GBU-43, “ibu dari segala bom”, bom non nuklir terbesar, dilengkapi GPS untuk mengarahkan ke sasaran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melancarkan serangan besar militer ke kawasan Timur Tengah. Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan bom terbesar non-nuklir digunakan untuk menghantam posisi pertahanan ISIS di dalam gua dan bunker di sebelah timur Afganistan.
Juru bicara Pentagon, Adam Stump, menerangkan kepada media, AS menjatuhkan bom GBU-43 pada Kamis, 13 April 2017 dari pesawat tempur MC-130 di Ditsrik Achin, Propinsi Nangarhar, dekat perbatasan Pakistan.
GBU-43 dikenal sebagai “ibu dari segala bom” yang memiliki berat 9.79 kilogram dilengkapi GPS -alat penuntun sasaran- itu diuji coba pertama kali pada Maret 2003, beberapa hari sebelum Perang Irak.

Bom dijatuhkan oleh pesawat MC-130 yang ditempatkan di Afghanistan dan dioperasikan oleh Komando Operasi Khusus Angkatan Udara.
Menurut CENTCOM serangan udara ini sengaja dilakukan untuk meminimalisir risiko terhadap pasukan Afganistan dan AS yang sedang melakukan operasi pembersihan di kawasan tersebut. Demikian juru bicara Pentagon, Adam Stump, menjelaskan kepada CNN.

Presiden Donald Trump memuji serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “pekerjaan yang sukses”. “Kami sangat bangga pada militer kami, ini misi yang sangat sukses,” ujar Trump kepada wartawan, di Gedung Putih.

Para pejabat mengatakan target bom itu adalah gua dan terowongan di komplek ISIS di distrik Achin provinsi Nangarhar, daerah terpencil di timur negara itu yang berbatasan dengan Pakistan.

“Amerika Serikat memerangi ISIS dengan sangat serius dan untuk mengalahkan kelompok itu, kita tidak boleh memberi ruang. Itu yang kami lakukan,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer.
Namun ledakan besar setara dengan 11 ton TNT dengan radius 1,8 kilometer itu dapat berpotensi merenggut nyawa warga sipil.
Al Jazeera dalam laporannya mengutip keterangan pejabat Afganistan, Jumat, 14 April 2017, melaporkan, bom non-nuklir yang dijatuhkan AS itu menewaskan sedikitnya 36 militan dan menghancurkan kompleks terowongan ISIS.
“Tempat persembunyian dan terowongan yang dibangun ISIS hancur dan menewaskan 36 militan ISIS,” kata kantor Kementerian Pertahanan Afganistan.
Gubernur Propinsi Nangarhar,  Esmail Shinwari, mengatakan, bom tersebut mendarat di kawasan Momand Dara, Distrik Achin.
AL JAZEERA

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s