Kabupaten Magetan, Upaya Menggali Potensi Gemah Ripah Loh Jinawi

dari kiri ke kanan Sumantoro, S.Sos, MSi, Muryono, SE dan Santosa Sabar

Kiri ke kanan Sumantoro, S.Sos, MSi, Muryono, SE dan Santosa Sabar

Indonesia sering dikatakan sebagai  Jamrud Katulistiwa, negeri yang gemah Ripah Lohjinawi, ibaratnya tongkat bambu bisa jadi tanaman dan orang juga bilang tanah kita adalah tanah sorga. Artinya Indonesia mempunyai potensi pertanian yang luar biasa.

Keaneka ragaman hayati yang didukung dengan sebaran kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi; limpahan sinar matahari dan intesitas curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun di sebagian wilayah; serta keaneka ragaman jenis tanah memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman dan ternak asli daerah tropis.

Jumlah luasan dan sebaran hutan, sungai, rawa dan danau serta curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun sesungguhnya merupakan potensi alamiah untuk memenuhi kebutuhan air pertanian.

Terkait dengan itu Pemerintah Kabupaten Magetan dalam hal ini, Sekretariat Daerah Kabupaten, melalui Bagian Admininistrasi Sumber Daya Alam, Sub Bagian Pertanian melakukan Sosialisasi sekaligus Pembekalan Tim Pelaksana Penyusunan Database Potensi Potensi Pertanian dan Perkebunan, pada hari Senin, 9 Juni 2014 bertempat di Balai Kecamatan Ngariboyo. Pesertanya adalah para Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kepala Dusun se Kecamatan Ngariboyo.

Selain tuan rumah, Camat Ngariboyo, Sumantoro, S.Sos, MSi, hadir sebagai nara sumber Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam, Muryono, SE dan Kasubbag Pertanian, Santosa Sabar.

Sosialisasi dibuka oleh Camat Ngariboyo, Sumantoro, S.Sos, MSi yang mengatakan bahwa maksud dan tujuan Penyusunan Database Potensi Areal Komoditas Pangan ini antara lain adalah untuk mendapatkan data primer potensi area komoditas pangan, sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan di bidang pertanian. “Data primer ini dibutuhkan, selain kita juga menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik yang ada”, kata Camat Ngariboyo dalam sambutannya.

Sementara itu Kepala Bagian Admininistrasi Sumber Daya Alam, Muryono, SE juga menjelaskan bahwa sasaran pendataan antara lain, SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), PBB (Pajak Bumi dan Bagunan), Peta Sismiop (Sistem Informasi dan Manajemen Objek Pajak).

SPPT adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) mengenai pajak terutang yang harus dibayar dalam 1 satu tahun pajak. PBB adalah pajak negara yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994. Sedangkan Sismiop adalah sebuah sistem yang dipakai oleh Ditjen Pajak dalam Mengelola Pajak atas Bumi dan/atau Bangunan dengan bantuan komputer.

“Dari data-data tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan menyusun kebijakan dan strategi pembangunan di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pengelolaan potensi sumber daya air”, kata Muryono, SE menambahkan.

Selanjutnya, adalah penyampaikan materi yang lebih teknis oleh Kasubbag Pertanian, Santosa Sabar. Pada tahapan ini juga dilakukan dialog/tanya-jawab untuk memperdalam hal-hal yang sekiranya belum jelas.

Data yang mumpuni, akan menghasilkan kebijakan yang tepat guna dan berhasil guna. Kebijakan yang demikian itu, tentunya akan menghasilkan kebijakan yang mampu menggali potensi pertanian Kabupaten Magetan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di bumi yang gemah ripah loh jinawi. (hs/adv)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s