Bersama Petani Diperta Tulungagung Kendalikan Hama Tikus

Petani siap basmi hama Tikus dengan Petrokum dan Tiran

Petani siap basmi hama Tikus dengan Petrokum dan Tiran

Tulungagung, Sergap –  Tikus sawah (Rattus Argentiventer) banyak dijumpai merusak tanaman pangan khususnya padi sawah. Tubuh bagian atas (punggung) berwama coklat kekuningan dengan bercak hitam di rambut- rambutnya, sehingga memberi kesan seperti berwana abu-abu, dada berwama putih. Panjang badan tikus sawah dewasa dari hidung sampai ujung ekor berkisar antara 270- 70 mm, dengan berat sekitar 130 g. Panjang ekor biasanya sama atau lebih pendek dari pada badan dari ujung hidung sampai pangkal ekor. Panjang telapak kaki belakang dari tumit sampai ujung kuku jari terpanjang adalah 32-36 mm. Sedangkan panjang telinga 18-21 mm. Tikus sawah mempunyai enam pasang puting susu yang terletak di kiri dan kanan pada bagian perut memanjang sepanjang badan.

Selama satu tahun seekor betina dapat melahirkan 4 kali, sehingga dalam satu tahun dapat dilahirkan 32 ekor anak, dan populasi dari satu pasang tikus tersebut dapat mencapai + 1.200 ekor turunan.

Mengantisaipasi hama Tikus Sawah ini, pada tanggal 26 Desember 2012 Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung bersama-sama dengan Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Kiping Kecamatan Gondang, melakukan gerakan pengendalian Hama Tikus di lokasi hamparan sawah seluas 40 ha, dengan tujuan untuk menekan populasi hama tikus sebelum musim tanam tiba.

“Gerakan ini melibatkan 50 orang yang terdiri dari para petani, PPL, POPT, Mantri Tani, Aparat Kecamatan dan Desa, Tokoh Masyarakat dan Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung”, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Dewan Hari Purnomo, SP melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kemi Durachman, SP.

Para petani mendapat bantuan berupa Petrokum 10 Kg dan Tiran 3 box. Di samping lokasi tersebut juga di daerah-daerah endemis serangan hama tikus dilaksanakan pula gerakan pengendalian hama tikus. Daerah endemis Hama Tikus di Kabupaten Tulungagung tersebar dalam  5 kecamatan yaitu Pakel, Besuki, Bandung, Gondang dan Boyolangu.

“Dengan gerakan pengendalian hama tikus secara bersama-sama ini diharapkan tanaman padi dapat diamankan dan petani dapat menikmati hasil panennya”, kata Kemi Durachman berharap. (pur/adv)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s