Setelah Didemo, Sidang PK Sony Sandra Akan Dibuka Terbatas

demo kompilasi

Pengunjuk rasa menuntut sidang terbuka untuk umum, agar aman dari upaya rekayasa. Paling kanan : Habib dan Jeannie Latumahina

Kediri (Sergap) – Akhirnya LSM Kekuatan Hati, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kediri Raya dan para aktivis mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri untuk mennyampaikan aspirasinya menanggapi jalannya Sidang PK Sony Sandra yang berlangsung tertutup untuk umum, Kamis (26/10/2017).

Melalui pamflet-pamflet dan orasinya, mereka menyampaikan kecurigaan terhadap novum-novum yang diajukan dalam Sidang PK yang juga digelar pada hari yang sama. Pamflet-pamflet tersebut bertuliskan antara lain : SS (Sony Sandra) Bebas Berati Negara Gagal Melindungi Anak, Menuntut Sidang PK Terbuka, Pak Hakim Jangan Ragu Tolak PK Sony Sandra, Jangan Jual Martabat Aparat Penegak Hukum.

demo kompilasi2

Para pendemo mengingatkan, Indonesia Darurat Kekerasan Anak. Presiden Jokowi bahkan sudah mengeluarkan Perppu Perlindungan Anak.

Di tengah teriknya matahari, pendemo dengan tetap penuh semangat menyuarakan agar PN Kota Kediri menegakkan keadilan dan mengutamakan rasa keadilan masyarakat. Sebagai warga Kediri, mereka mencurigai PK ini adalah upaya dari Sony Sandra, sang predator anak untuk lepas dari jeratan hukum.

“Kami menduga adanya rekayasa novum dan saksi-saksi palsu dalam persidangan ini. Hal ini dapat menghalangi upaya dari pemerintah dalam melindungi anak-anak dari tindak kejahatan,” kata Jeannie Latumahina, koordinator lapangan (korlap) unjuk rasa dalam orasinya.

Sementara itu Habib, aktivis pemerhati hukum mengatakan bahwa pengajuan PK oleh terpidana Sony Sandra ini telah melukai rasa keadilan masyarakat Kediri. “Kami berharap agar para hakim yang mulia mengutamakan azas keadilan dalam proses persidangan. Hukum tanpa keadilan adalah hukum rimba,” kata Habib berorasi.

Orator lainnya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengawal sidang PK kasus pedofilia yang patut diduga masih banyak korban lainnya yang belum masuk dalam ranah hukum.

Bahkan Asrorun Niam, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat itu, mengatakan bahwa, korban yang sudah teridentifikasi, diketahui nama, alamatnya ada 11 anak, sedangkan yang baru hanya diketahui namanya saja antara 21-37 anak. (baca : KPAI : Pencabulan Anak di Kediri, Massif, Terstruktur dan Sistematis)

Akhirnya, dua orang perwakilan pendemo – Jeannie Latumahina dan Habib – bertemu dengan Humas PN Kota Kediri di dalam gedung pengadilan. Usai pertemuan itu kepada Tabloid Sergap, Jeannie Latumahina mengatakan bahwa dalam sidang berikutnya Satgas PPA Kediri Raya diperbolehkan untuk masuk dalam ruang sidang untuk memantau proses sidang PK yang kontroversial ini. “Sidang berikutnya kita boleh masuk. Satgas PPA boleh ikut mengikuti persidangan,” kata Jeannie menjelaskan.

Sidang PK kedua di hari yang sama, pihak pemohon mengajukan saksi baru. “Saksi itu bernama Khoiril Roju. Dia pendamping saat dibuatnya pernyataan-pernyataan”, kata Eko Budiono penasehat hukum Sony Sandra usai sidang.

Sidang PK ketiga akan digelar hari Senin, 30 Oktober 2017. Kelihatannya pers tetap tidak bisa mengikuti jalannya sidang. Apakah ini yang disebut persidangan setengah tertutup dan setengah terbuka? Tampak makin menarik untuk diikuti prosesnya. (Tkr/Bud)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s