Hakim, Jaksa dan Pengacara PK Sony Sandra Dilaporkan ke KPK

ss eko edy

Kiri ke kanan : Sony Sandra, Eko Budiono, Edy Subhan

Kediri (Sergap) – Kasus pedofilia dengan pelaku Sony Sandra (63th) sejak awal memang bikin heboh. Baik itu saat di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan. Maklum pelakunya juga bukan orang sembarangan.  (baca : Hendak Kabur, Tersangka Sony Sandra Ditangkap di Bandara)

Sony Sandra dikenal luas sebagai pengusaha kontraktor kaya raya yang malang-melintang puluhan tahun sebagai rekanan pemerintah daerah di berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya di Jawa Timur bagian selatan. (baca : Kajari Berjanji Tidak Ada Lagi Perlakukan Istimewa Buat Sony Sandra)

Selama ini pengusaha kontraktor utamanya aspal hotmix ini, juga dikabarkan sebagai orang yang kebal hukum. Sehingga ketika masih dalam status tersangka dan terdakwa, timbul kecugiaan yang kuat bahwa Sony Sandra akan lolos dari jeratan hukum. Karena itu, timbul reaksi keras dari masyarakat Kediri secara massal dan berkelanjutan agar aparat penegak hukum bekerja dengan professional dan tak tergoda oleh pengaruh apapun. (baca : Pelaku Pedofilia Berantai di Kediri, Pantas Dihukum Mati)

Reaksi kencang ini, berdampak sampai Jakarta sehingga tak kurang dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise datang ke Kejaksaan Negeri Kota dan Kabupaten Kediri dan juga bertemu dengan para aktivis LSM, serta pemerhati perlindungan anak dan perempuan dari Kediri dan sekitarnya.  (baca : Menteri Yohanna Minta Terdakwa Pencabulan Anak Dituntut Maksimal)

Sebelumnya, Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Asrorun Niam, Ketua Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyambangi Kota Tahu ini. (baca : KPAI : Pencabulan Anak di Kediri, Massif, Terstruktur dan Sistematis)

Maka ketika Sidang Peninjauan Kembali (PK) perdana dengan pemohon Sony Sandra, digelar secara tertutup pada Kamis, (19/10/2017) para aktivis tersebut bereaksi keras. Mereka menilai sidang secara tertutup ini patut untuk dicugigai, sebagai bentuk pelanggaran terhadap keterbukaan informasi publik dan memberi peluang terjadinya manipulasi dalam prosesnya.

Jeannie Latumahina, Ketua LSM Kekuatan Hati Kediri yang aktif mendampingi para korban pedofilia sejak dari awalnya, adalah salah satu aktivis yang langsung bereaksi keras dengan melaporkan secara tertulis, para aparat hukum yang terlibat Sidang PK Sony Sandra.

“Bagaimana mungkin sebuah sidang yang isinya menguji novum (bukti baru), dilakukan di sebuah ruangan tertutup tanpa ada kontrol dari publik? Tidak salah jika sidang tertutup ini menimbulkan kecurigaan terhadap novum-novum yang diajukan Sony Sandra. Selain melapor ke KPK, kami juga akan unjuk rasa ke pengadilan”, kata Jeannie Latumahina, Sabtu (21/10/2017).

majelis pp

Imam Khanafi Ridwan; Charni Wati Ratu Mana; Dwi Melangningsih Utami; Novita Ningtyastuti

Kecurigaan ini membuatnya melaporkan secara tertulis, hakim, jaksa dan pengacara yang menangani Sidang PK itu ke Komis Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada surat dengan kop LSM kekuatan Hati tertanggal 19 Oktober 2017 itu, tercantum nama-nama majelis hakim : Drs. H. Imam Khanafi Ridwan, SH, MH; Charni Wati Ratu Mana, SH; Dwi Melangningsih Utami, SH, MHum dan Novita N, SH, Panitera Pengganti.

Dilaporkan juga Edy Subhan, SH, Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri dan tak ketinggalan pula pengacara Eko Budiono, SH, MH, penasehat hukum Sony Sandra.

Dalam surat tersebut LSM Kekuatan Hati memita KPK untuk melakukan pemantauan terhadap perkara peninjauan kembali (PK) nomor perkara: 01/PID PK/2017/ PN KDR, dengan pemohon atas nama Sony Sandra yang telah di vonis oleh Mahkamah Agung dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 250.000.000 ( Dua ratus lima puluh juta rupiah )

LSM Kekuatan Hati menyebut, Sony Sandra adalah seorang pengusaha konstruksi  yang kaya raya dan sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony Sandra dikenal sebagai orang yang mempunyai hubungan dekat dengan Para Pejabat di kota dan kabupaten Kediri.

Karena itu LSM Kekuatan Hati meminta KPK melakukan pengawasan/penyadapan terhadap nomor telepon dan nomor rekening para hakim, jaksa, panitera dan pengacara tersebut di atas.

Ditemui di ruang kerjanya Kasipidum (Kepala seksi Pidana Umum) Kejari Kediri Edy Subhan, SH mengatakan pihaknya menyambut positif peranserta masyarakat dalam bidang hukum ini. “Dengan adanya laporan (ke KPK) tersebut, kejaksaan berharap (sidang PK Sony Sandra) bisa lebih obyektif. Kami mendukung”, kata Edy Subhan menegaskan.

Kasipidum menambahkan, dia berharap semua bentuk pengawasan oleh masyarakat tentunya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, apakah itu laporan ke berbagai pihak dan juga unjuk rasa.

Sementara itu Eko Budiono, SH, MH, pengacara/penasehat hukum Sony Sandra mengatakan, “Mereka (LSM Kekuatan Hati) kawan-kawan saya yang terbaik. Mereka sedang mengingatkan saya untuk tidak main yang aneh-aneh. Tidak ada maksud lain dalam surat (laporan ke KPK) tersebut. Saya diberi laporan (tembusan) surat itu,”, kata Eko Budiono, Rabu (25/10/2017) melalui Whattshap.

Para hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri, tidak diketahi apa tanggapannya. Sebagaimana diketahui Humas PN Kota Kediri, Dwi Hananta, SH, MH pada hari Selasa 24 Oktober 2017 tidak bersedia ditemui dengan alasan sibuk. (baca : Misteri PK Sony Sandra yang Serba Tertutup).

Siapa saja pasti sepakat, bahwa praktek peradilan di negeri tercinta ini masih jauh dari ideal. Keadilan seringkali masih terasa mahal bagi utamanya warga negara yang di bawah garis kemiskinan. Walau sulit dibuktikan dugaan tentang Mafia Peradilan masih dapat dirasakan. (Tkr)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s