Diduga Dicekik, Mayat Bocah 9 Tahun Ditemukan di Belakang Sekolah

pembunuhan-bocah

Kakek korban Haji Samsiwal saat mengantar jenazah cucunya untuk diotopsi. Almarhum Ahmad Habibie masih keponakan wartawan Tabloid Sergap Ahmad Bakri (paling kanan).

Palangkaraya (Sergap) – Sesosok mayat bocah usia 9 tahun ditemukan di semak belukar 30 meter di belakang Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Miftahuddin, hari Jumat (11/11/2016), di Desa Handiwong, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Selatan.

Kondisi mayat bocah itu, saat ditemukan dalam posisi telungkup dan pakaiannya tampak terlepas dari tubuhnya serta tampak memar-memar ada di sekujur tubuhnya. Korban meninggal kemudian diketahui bernama Ahmad Habibie, duduk sebagai siswa kelas 3 di sekolah di mana mayatnya ditemukan.

Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang menunggu kepulangan korban dari sekolah hingga pukul 19.00 WIB. Setelah dicari ke sekolahnya, korban sudah tidak ada disekolah.

Karena korban tak juga diketemukan, pihak keluarga kemudian memutuskan untuk melaporkan kehilangan anak ini ke Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Petak. Mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian.

Terkait hilangnya Ahmad Habibie ini, Haji Samsiwal, kakek korban mengatakan, bahwa ia terakhir kali melihat korban pergi bermain bersama dengan Syahrul sekitar pukul 10.30 WIB. Waktu itu, Sang Kakek sempat curiga, mengapa hingga siang begitu korban tidak pulang dari bermain untuk berangkat ke sekolah.

“Atas kecurigaan saya itu, saya kemudian mendatangi Syahrul, teman bermain cucu saya itu. Saya mendatangi Syahrul, karena saya sempat melihat bahwa cucu saya itu terakhir kali bermain bersama Syahrul, “kata Haji Samsiwal kepada Tabloid Sergap.

Begitu bertemu Syahrul, Samsiwal kemudian menanyakan keberadaan korban. Syahrul mengatakan jika ia membawa korban ke belakang sekolah. Namun ketika ditanya, siapa saja teman korban yang berada di belakang MI Miftahuddin, Syahrul hanya diam tak menjawab pertanyaan kakek korban.

“Perasaan saya makin tidak enak mendengar penjelasan Syahrul. Saya kemudian melaporkan hal ini ke Kepala Desa. Bersama Kepala Desa dan keluarga, kami kemudian melakukan pencarian ke belakang halaman MI Miftahuddin, “ kata Haji Samsiwal.

Masih menurut Samsiwal, sesampainya di belakang halaman sekolah, orang-orang yang mencari korban dikejutkan dengan sosok tubuh bocah yang tertelungkup di sebuah semak belukar yang jaraknya 30 meter di belakang sekolah. Setelah didekati, ternyata sosok manusia yang sudah tak bernyawa tersebut adalah Ahmad Habibie.

Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk diotopsi, dalam rangka untuk mengetahui penyebab kematian korban. Dokter Rika, kepada Tabloid Sergap mengatakan peyebab kematian korban adalah cekikan di lehernya. “Pada leher korban terdapat bekas tanda pencekikan dengan tangan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Wiwin mengatakan, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Ahmad Habibie. “Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan telungkup dan kondisi pakaian sudah terlepas, badan memar akibat bekas pukulan.

Di tempat terpisah, Kapolsek Pulau Petak Iptu H. Warlita mengatakan, saat ini polisi mengamankan seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Dia adalah Syahrul bin Puadi, salah satu siswa kelas enam MI Miftahuddin, Desa Handiwong Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas, yang masih satu sekolah dengan korban.

Untuk mengetahui apakah Syahrul pelaku tunggal dan apakah motivasinya sehingga tega membunuh teman sepermainan dan satu sekolah ini, Unit Reskrim Polsek Pulau Petak dan Polres Kapuas masih malakukan penyelidikan secara intensif. (AB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s