Kades Taringin Diduga Selewengan Dana ADD Setengah Milyar

lapangan badminton

Lapangan Badminton yang “katanya” dibangun menggunakan Dana ADD Desa Taringin, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Gunung Mas (Sergap) – Tidak pernah ada yang menyangka, seorang Kepala Desa (Kades) yang baru saja terpilih diduga telah berani melakukan perbuatan tidak terpuji. Dia adalah Kepala Desa Taringin, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Informasi yang dihimpun Tabloid Sergap bersama LSM Komite Penyelamat Aset Negara, menemukan dugaan penyelewengan dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.447 juta. Salah satu petunjuk penyelewengan yang beraroma korupsi ini adalah ketika Kepala Desa Taringin ini mencairkan dana ADD sebesar hampir setengah milyar rupiah itu, tanpa tanda tangan Badan Perwakilan Desa (BPD).

Dari hasil pantauan di lapangan dana sebesar itu, hanya berwujud gorng-gorong, lapangan voli dan lapangan badminton. Ulah Kades Taringin yang bernama Novenson ini, tentu saja membuat resah para perangkat desa dan juga warga desa lainnya.

Karena merasa risih atas perbuatan Kades tersebut, maka sekitar 30 Kepala Keluarga warga Desa Taringin kemudian membuat surat pernyataan bermeterai, yang menyatakan sangat keberatan terhadap cara Kades Novenson, mengelola dana milik rakyat ini.

Warga sangat menyayangkan seorang kepala desa yang belum dilantik sudah melakukan perbuatan tidak terpuji, bahkan berbau tindak pidana korupsi. “Kami sangat kecewa, seorang Kepala Desa terpilih yang belum dilantik sudah berani mencairkan dana ADD tanpa persetujuan dari ketua BPD” kata Ersa, salah satu warga kepada Tabloid Sergap.

Ersa juga menilai, bahwa pembangunan lapangan voli dan lapangan badminton itu tidak sesuai dengan rencana pembangunan desa. “Pembangunan lapangan vili dan badminton itu bukan kehendak warga, tidak jelas perencanaannya. Gorong-gorong yang dibangun juga tidak terbuka laporan keuangannya. Sehingga warga tidak tahu berapa sebenarnya biayanya. Sungguh ini sangat membuat masyarakat risih dan kecewa, “kata Ersa menjelaskan.

Ditambahkan juga oleh Ersa, pihaknya menginginkan agar penggunaan dana ADD tersebut dimusyawarahkan dengan warga dengan harapan Desa Taringin akan lebih maju pembangunannya. “Kita bukan menghambat program pemerintah. Kita justru sangat mendukung, tetapi harus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Ersa lagi.

Sementara itu Kepala BPD Taringin, Edius mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak dilibatkan dalam pengambilan dana ADD tersebut. “Saya tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam pencairan dana ADD itu. Dan saya sebagai Ketua BPD merasa keberatan karena tidak dilibatkan,“ kata Edison menjelaskan.

Edison juga menjelaskan bahwa Kades Novenson, baru akan dilantik pada tanggal 12 Agsustus 2016. “Dia memang sudah dinyatakan terpilih sebagai Kades Taringin, tapi pelatikkannya baru nanti pada tanggal 12 Agustus,” tambanhya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Said Ismail mengatakan, perihal dugaan-dugaan penyelewengan dana ADD tersebut memang harus dipantau. Bahkan Wagub memberi apresiasi kepada para pihak yang peduli terhadap penyaluran dana ADD.

“Itu (Dana ADD) memang harus dipantau semua, hanya di Palangka Raya, tetapi seluruh Kalteng juga harus dipantau. Saya berharap agar masyarakat turut serta memberi pengawasan dan informasi kepada pemerintah,” kata Wagub menegaskan. (ab)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s