Sony Sandra Dituntut 13 Tahun Penjara di Pengadilan Kota Kediri

SS PN Kota

Terdakwa Sony Sandra saat akan memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Kota Kediri

Kediri (Sergap) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, akhirnya menuntut pengusaha kontraktor terkenal Sony Sandra, dengan hukuman 13 tahun penjara, denda Rp.250 juta, subsider 6 bulan kurungan, dalam sidang lanjutan yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Kamis (14/04/216) siang.

“Tim JPU sudah membacakan tututan, meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara, ditambah denda Rp.250 juta. Jika terdakwa tidak membayar denda, bisa diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan, “ kata Yudi Hermanto, SH salah satu Tim JPU kepada Tabloid Sergap, usai sidang.

Menjawab pertanyaan, Yudi menambahkan dalam persidangan Tim JPU mencatat beberapa hal yang memberatkan terdakwa Sony Sandra, yaitu terdakwa telah merusak generasi muda masa depan bangsa dan terdakwa juga berbelit-belit saat memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan.

Jadwal persidangan selanjutnya adalah pembelaan terdakwa, yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 April 2016 yang akan datang.

Sebagaimana diketahui, Sony Sandra didakwa telah melanggar pasal 81 dan 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah menjadi UU RI No 35 tahun 2014. Kontraktor ini terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp.300.000.000,- dan paling sedikit Rp.60.000.000,-.

Kasus pencabulan anak dibawah umur dengan terdakwa boss kaya raya  berusia 62 tahun, warga Jalan Kombes Pol Duryat, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri ini digelar di dua pengadilan negeri, Kota dan Kabupaten Kediri. Masing-masing pengadilan, menyidangkan perkara dengan dua orang korban. (Baca : Jaksa Semakin Yakin Bahwa Sony Sandra Bersalah)

Peristiwanya sendiri terjadi kira-kira sekitar bulan September 2014 bertempat di hotel Bukit Daun Kediri. Dalam setiap pencabulan Sony Sandra membawa dua anak di bawah umur sekaligus, untuk kemudian dia setubuhi secara bergantian.

Dalam kesaksiaannya, semua korban mengatakan selalu diberi suatu obat sebelum dilakukan persetubuhan itu kurang kesadarannya saat terjadi persetubuhan. (Tkr)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s