Berpotensi Cacat Hukum, Gabungan LSM dan Ormas Tolak Pelantikan Bupati dan Wabup Kediri Terpilih

demo bupati terpilih 2015

Taufik Dwi Kusuma dan Khoirul Anam, saat orasi dalam demo tolak pelantikan Bupati dan Wabup Terpilih 2015

Kediri (Sergap) – Massa gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Massa (Ormas), hari Kamis (11/2/2016) melakukan unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Kediri untuk menuntut penundaan pelantikan pasangan Bupati Terpilih Hariyanti – Drs. H. Masykuri Ikhsan, MM.

Aksi demo yang mendapat pengamanan super ketat dari pasukan Dalmas Polres Kediri, dengan ujung tombak pengamanan adalah barisan Polwan dengan rompi kuning ini, berjalan tertib.

Di sepanjang jalan mulai Simpang Lima Gumul sampai dengan kantor DPRD, massa menyerukan penolakkan terhadap pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Terpilih, hasil Pilkada serentak 2015, karena dianggap tidak memberi kepastian hukum dan pembelajaran politik yang benar kepada warga Kabupaten Kediri.

Dalam tuntutannya gabungan LSM dan Ormas ini berpendapat bahwa Pilkada Kabupaten Kediri 2015, masih menyimpan permasalahan-permasalahan hukum, karena terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan Bupati Terpilih. Sehingga secara hukum dimungkinkan dapat mengakibatkan Pilkada Kabupaten Kediri 2015 tersebut cacat hukum, bahkan dapat batal demi hukum.

Taufik Dwi Kusuma, Ketua LSM Apel Kediri mengatakan, masih ada sidang-sidang di pengadilan yang mempermasalahkan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, jadi sudah seharusnya pelantikan ditunda. “Jika kita ingin hukum ditegakkan, maka pelantikan harus ditunda,” katanya.

Ander Sumiwi salah satu pengurus GR-MKLB juga mengatakan menjaga supremasi hukum adalah tugas semua komponen masyarakat, termasuk dalam hal ini DPRD Kabupaten Kediri.

“Jika DPRD Kabupaten Kediri tetap ngotot melantik Balon Terpilih, itu berarti DPRD Kabupaten Kediri dengan sengaja meruntuhkan supremasi hukum di Indonesia. Bagaimana tidak, jelas-jelas pasangan yang terpilih ini masih berperkara dan belum memiliki putusan tetap (inkracht)  di PN Kabupaten Kediri dan Polres Kediri,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Kabupaten Kediri 2015 menuai banyak protes. (baca : Laporan dan Gugatan Warnai Pilbup Kediri). Pada hari Senin, tanggal 24 Agustus 2015, Ormas MKLB (Menuju Kediri Lebih Baik), mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Gugatan itu diajukan karena MKLB melihat ada kejanggalan dari Calon Bupati dokter Ari Purnomo Adi, yang diduga merupakan perbuatan melawan hukum.

Selanjutnya dua hari kemudian, Rabu tanggal 26 Agustus 2015, Khoirul Anam, warga Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri juga mengajukan gugatan perdata menyangkut kontroversi ijazah Cabup Haryati Sutrisno.

Berikutnya, pada hari Senin, tanggal 31 Agustus 2015, Calon Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, juga dilaporkan ke Polres Kediri terkait dengan berkas persyaratan pencalonannya.

Gugatan MKLB masih berjalan, gugatan Khoirul Anam sedang banding di Pengadilan Tinggi, sedangkan laporan ke Polres Kediri, dan belum ada penghentian perkara secara resmi oleh polisi.

Gugatan Baru

Yang terbaru, Agustianto, warga Desa Donganti, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri juga menggugat KPU Kabupaten Kediri, KPU Provinsi Jawa Timur dan KPU Republik Indonesia ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2016, terkait dengan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Kediri 2015, terdaftar dengan Nomor Perkara : 04/Pdt.G/2016/PN.Gpr.

Agustianto demo

Agustianto saat demo tunggal di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, tanggal 29 Desember 2015

Agustianto berpendapat bahwa KPU Kabupaten Kediri seharusnya tidak melaksanakan Pilkada Kabupaten Kediri 2015, karena masih ada dua perkara hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, terkait dengan Pilkada tersebut.

Kepada Tabloid Sergap, Agustianto mengatakan sebagai penyelenggara Pilkada, KPU Kabupaten Kediri dinilai tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Untuk lebih jelasnya datang saja ke PN Kabupaten Kediri, sidang perdana akan digelar pada hari Rabu, tanggal 17 Februari 2016,” kata Agus, Kamis (11/02/2016).

Sementara itu perwakilan massa LSM dan Ormas akhirnya ditemui oleh 3 anggota DPRD Kabupaten Kediri. Mereka itu adalah Antox Prapungka Jaya dari Partai Nasdem, Yakup dari Partai Demokrat dan Sumaryo dari Partai Gerinda.

Mewakili kedua temannya, Antox menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan aspirasi penundaan pelantikan bupati terpilih ini kepada pimpinan DPRD Kabupaten Kediri. “Baiklah teman-teman, keinginan dan tuntutan teman-teman akan segera saya sampaikan pada Ketua DPRD, dan kami berjanji akan melakukan koordinasi dengan teman-teman DPRD lain dan mengambil sikap tentang hal ini dalam waktu dekat,” katanya.

Setelah didesak, akhirnya gabungan LSM dan Ormas dipersilahkan datang lagi untuk bertemu dengan pimpinan dewan pada hari Senin, tanggal 15 Februari 2016 mendatang.

Aliansi LSM dan Ormas ini, menyerahkan tuntutan secara tertulis perihal penundaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Terpilih, dalam sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua MA, Ketua KPU-RI, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur jawa Timur, Bawaslu Jawa Timur, KPU Kabupaten Kediri dan Panwaslih Kabupaten Kediri.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara hukum. Maka menjadi kewajiban semua komponen bangsa untuk mendukung sepenuhnya penegakkan hukum yang bermartabat di negeri tercinta. Sekalipun Langit Akan Runtuh, Hukum Harus Ditegakkan (Fiat Justitia Ruat Coelum).

Liputan : Mud/Dick   Editor : Tkr

2 thoughts on “Berpotensi Cacat Hukum, Gabungan LSM dan Ormas Tolak Pelantikan Bupati dan Wabup Kediri Terpilih

  1. Ping-balik: Akhirnya, Kantor DPRD Kabupaten Kediri Disegel Rakyat | TABLOID SERGAP

  2. Ping-balik: Diduga Menyalahgunakan Jabatan, Pimpinan DPRD Dilaporkan ke Kejaksaan | TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s