Proyek Alkes RSUD Kota Madiun Dibidik Kejaksaan

RSUD Kota Madiun oke

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun

Madiun (Sergap) – Proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Kota Madiun, Jawa Timur sedang dibidik Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Proyek senilai Rp. 2 Milyar tersebut patut diduga sarat dengan penyalahgunaan dalam pelaksanaannya.

“Ada atau tidaknya penyimpangan, masih diselidiki. Sejauh ini baru pemanggilan perdana sejumlah pihak dari RSUD Kota Madiun,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kota Madiun Madiun, Paris Pasaribu, kepada wartawan, Rabu (20/01/2016).

Ditambahkan oleh Paris Pasaribu, bahwa kasus tersebut masih memasukki tahap awal penyelidikan dan butuh proses pendalaman lebih lanjut. Sejauh ini telah memasuki tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Sejumlah pihak yang telah dipanggil dan dimintai keterangan antara lain, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sri Marhaendra Datta, Kasi Pelayanan Medik drg. Priyo Rahardjo, Kasi Keuangan Yuda K, dan Apoteker Yusuf.

Namun sejauh ini, Kejaksaan Negeri Kota Madiun masih belum menyimpulkan apakah laporan masyarakat terkait proyek alat kesehatan dan proyek fisik tahun 2013, 2014 dan 2015 itu, memang telah ditemukan adanya kerugian negara atau tidak.

“Ada beberapa yang kita dalami, termasuk Alkes. Mungkin ada juga bangunan fisik. Yang kita klarifikasi adalah proyek anggaran mulai tahun 2013, 2014 dan 2015. Ini baru awal saja, semuanya masih kita dalami,” kata dia.

Tentang kemungkinan pemanggilan terhadap Direktur RSUD Kota Madiun, Resty Lestantini, Paris Pasaribu mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik. “Siapa menurut mereka para penyidik yang dibutuhkan keterangannya, ya akan kita panggil,” tambah Pasaribu.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Bambang Irianto menyatakan pihaknya yakin jika tidak ada masalah di RSUD Kota Madiun. Pihaknya mengaku telah memanggil Direktur RSUD Kota Madiun, Resty Lestantini, guna diminta keterangannya.

Menurutnya, pengadaan semua alkes di rumah sakit milik pemkot tersebut sudah masuk dalam sistem elektronik katalog (e-katalog). “Jika pengadaan alkes sudah terdaftar di E-katalog, anggaran tidak dapat diselewengkan. Saya yakin tidak ada penyelewengan anggaran dalam pengadaan Alkes di RSUD Kota Madiun,” kata Bambang Irianto.

Meski demikian, Walikota menghormati proses hukum yang dilakukan Kejari Madiun untuk mengusut dugaan penyelewengan anggaran di lingkup Pemkot Madiun. Ia tidak akan melakukan intervensi dalam hal itu karena bukan pemegang anggaran. (HS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s