UMK Dianggap Tinggi, Perusahaan Besar di Jombang Ajukan Relokasi

demo buruh tolak pp 15-2015

Demo buruh menuntut pencabutan PP No. 15 Tahun 2015 tentang Pengupahan

Jombang (Sergap) – Paling tidak ada tiga perusahaan besar akan segera melakukan memindahkan lokasi (relokasi) pabriknya wilayah Kabupaten Jombang. Hal ini terjadi setelah ditetapkannya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jombang 2016 sebesar Rp 1.924.000. untuk tahun 2015 ini, UMK Jombang Rp 1.725.000

UMK tersebut dinilai terlalu tinggi untuk ukuran Kabupaten Jombang, sehingga memberatkan perusahaan. Lebih-lebih jika dibandingkan daerah lain yang selevel dengan Jombang.

Sesuai data di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang, tercatat ada tiga perusahaan yang mengajukan relokasi itu PT Volma, PT Sohei dan PT Venezia. Ketiga perusahaan tersebut adalah perusahaan sepatu ekspor, dengan total karyawan 6.000 orang.

Selain tiga perusahaan sepatu tadi, sebelumnya terdapat sebuah perusahaan pengolah kayu yang sudah memastikan segera rekolasi. Perusahaan itu PT Sejahtera Usaha Bersama (SUB), akan relokasi ke Kabupaten Jember, dengan estimasi karyawan 2.000 orang.

Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang, Heru Wijayanto membenarkan adanya pengajuan relokasi dari tiga perusahaan tersebut, menyusul penetapan UMK Jatim 2016 dan untuk Jombang sebesar Rp 1.924.000.

Heru menjelaskan, alasan pengajuan relokasi dari tiga perusahaan-perusahaan tersebut ialah karena UMK Jombang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah selevel.

“Sebagai contoh saja di Kabupaten Nganjuk UMK-nya hanya Rp 1,5 juta. Dengan perhitungan bisa menghemat Rp 500.000 untuk setiap karyawan pabrik, mereka lebih memilih relokasi daripada bertahan di Kabupaten Jombang.

Penetapan UMK tahun 2016 sebesar Rp 1.924.000, untuk Kabupaten Jombang memang dinilai tidak menarik bagi investor. Maspion Group yang sebelumnya sudah mengincar Jombang untuk pengembangan pabrik, juga sudah membatalkan diri.

“Padahal Maspion Group ini yang sudah mulai membebaskan tanah. Tapi begitu ada tanda-tanda UMK di Jombang naik lagi, mereka bergeser ke wilayah Kertosono. Kertosono tak jauh dari Jombang, tapi masuk wilayah Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Sementara itu, buruh getol melakukan demo menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, termasuk di Jombang. Hal ini memang persoalan yang tak mudah. Sementara buruh dan pekerja menuntut perbaikan nasib, pengusaha belum mampu memenuhinya karena kondisi ekonomi yang belum stabil, di perbagai penjuru dunia. (yus)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s