Produktivitas Rendah Upah Naik Terus, Investor Bisa Lirik Tetangga

problema UMKSurabaya (Sergap) – Menanggapi tuntutan buruh atas besaran upah minimum kota/kabupaten setiap tahun, akan membuat investor ketar-ketir. Menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah investor yang semula ingin menanamkan modal di Indonesia mulai melirik negara tetangga.

Kepala Badan Penanaman Modal Jawa Timur Lili Sholeh mengatakan, kabupaten dan kota di Ring 1, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan memang menawarkan infrastruktur yang lengkap. “Tapi jika dilihat dari segi produktivitas, investor mulai membandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Mereka sudah melirik ke Vietnam,” katanya Rabu (25/11/2015).

Menurut Lili, upah minimum di Vietnam, bisa sampai sepertiga dari buruh Indonesia. Dibandingkan upah minimum Surabaya dan sekitarnya yang mencapai Rp 3 juta, maka upah buruh Vietnam hanya sekitar Rp 1,5 juta. “Kita harus hati-hati kalau misalkan upah kita dua sampai tiga kali lipat sana, tetapi produktivitas kita lebih rendah,” ujarnya.

Maka agar Jawa Timur tetap dinilai menarik bagi investor, pihaknya berupaya menawarkan berbagai kemudahan. Dukungan dari pemerintah, terutama pada Badan Penanaman Modal ialah fasilitasi penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan pertanahan dan kemudahan perizinan.

Para perusahaan calon investor itu juga meminta kepastian apabila setiap tahun upah harus naik, “Mereka minta kepastian naiknya berdasarkan apa, besarannya berapa. Karena mereka khawatir tiap tahun selalu ada demo buruh, tetapi dihitung juga apakah produktivitas buruh-buruh itu tetap atau meningkat,” ujar Lili.

Meski dihantui ancaman relokasi pabrik hingga investor yang melirik negara lain, Badan Penanaman Modal optimistis Indonesia menangguk untung dari MEA. Sebab, MEA memungkinkan pengusaha dalam negeri melakukan ekspansi usaha dengan lebih luas ke negara lain akibat adanya aliran bebas uang dan investasi.

“Ini harus dijadikan pengusaha kita sebagai tantangan sekaligus kesempatan membuat pabrik di Vietnam. Myanmar, atau Kamboja yang ibaratnya masih Ring 2 atau Ring 3 kita,” kata Lili.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengumumkan ada 14 perusahaan yang siap menyerap 51.767 tenaga kerja tahun depan. Sebanyak 12 perusahaan di wilayah Jawa Timur dan dua perusahaan di Jawa Tengah itu kini sedang dalam tahap konstruksi. “Untuk 12 perusahaan di Jawa Timur akan merekrut sebanyak 49.557 orang, sedangkan 2 perusahaan di Jawa Tengah akan merekrut 2.210 orang tenaga kerja,” kata Frangky menambahkan. (win)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s