Sosialisasi Pembangunan Jalan, Tingkatkan Peranserta Warga Magetan

Warga Desa Temboro secara sukarela bergotongroyong membantu perbaikan ruas jalan Temboro-Taji

Warga Desa Temboro secara sukarela bergotongroyong membantu perbaikan ruas jalan Temboro-Taji

Magetan (Sergap) – Kabupaten Magetan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Magetan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di utara, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah). Kabupaten Magetan terbagi atas 18 kecamatan, yang terdiri dari 208 desa dan 27 kelurahan.

Luas Kabupaten Magetan adalah 688,85 km²,yang terdiri dari 18 kecamatan, 208 desa, 27 kelurahan, 822 Dusun/Lingkungan, dan 4.575 Rukun Tetangga. Kecamatan- Kecamatan tersebut adalah : Kecamatan Barat, Kecamatan Bendo, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Karas, Kecamatan Kartoharjo, Kecamatan Kawedanan, Kecamatan Lambeyan, Kecamatan Magetan, Kecamatan Maospati, Kecamatan Ngariboyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Panekan, Kecamatan Parang, Kecamatan Plaosan, Kecamatan Poncol, Kecamatan Sidorejo, Kecamatan Sukomoro, dan Kecamatan Takeran.

Pemerintah Kabupaten Magetan mempunyai visi “Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil, Mandiri dan Bermartabat. Sedangkan misinya adalah Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatan sumberdaya manusia yang profesional dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah; Menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit dan optimalisasi pengembangan SDM serta pengelolaan SDA yang berwawasan lingkungan; Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai guna menunjang pertumbuhan perekonomian daerah; Mewujudkan suasana aman dan damai melalui kepastian, penegakan dan perlindungan hukum.

Sistem Pendekatan Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Magetan adalah Pendekatan manusia (people centre); Pendekatan berkemampuan (empowering); Pendekatan partisipasi (partisipatif); Pendekatan berkelanjutan (sustainable).

Dalam rangka mensinergikan Sistem Pendekatan Pembangunan tersebut, salah satu langkahnya adalah sosialisasi pembangunan. Sosialisasi Pembangunan adalah penyebarluasan informasi (progam, peraturan, kebijakan) dari satu pihak (pemilik progam) ke pihak lain (masyarakat umum) dan proses pemberdayaan, dimana diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis, menumbuhkan perubahan sikap, dan perilaku masyarakat. Oleh sebab itu, sosialisasi harus terintregasi dalam aktifitas pemberdayaan dan dilakukan secara terus menerus untuk memampukan masyarakat menanggulangi masalah–masalah secara mandiri dan berkesinambungan.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi, diharapkan menerapkan beberapa pendekatan yang didasarkan atas perbedaan khalayak sasaran, pendekatan yang dilakukan, diharapkan bisa membangun keterlibatan masyarakat melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman untuk menemukan kesepakatan – kesepakatan bersama yang berpijak pada kesetaraan, kesadaran kritis dan akal sehat.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (Dinas PU-BMCK) Kabupaten Magetan, sudah melaksanakan Sosialisasi Pembangunan ini dalam program-programnya. Salah satunya dalam pembangunan ruas jalan Temboro-Taji, di Desa Temboro, Kecamatan Karas.

Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2015, dimulai pada jam 19.30 WIB bertempat di Balai Desa Temboro. Dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas PU-BMCK, Mohtar Wahid, ST dan Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Jembatan dan Keciptakaryaan Wilayah V, H. Aziz, ST, serta Kapala dan Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga Desa Temboro.

Dalam sosialisasi yang berlangsung lesehan, suasananya santai tapi serius. Kabid Bina Marga, Mohtar Wahid, ST menyampaikan dengan bahasa Jawa beberapa point penting dengan nada akrab, beberapa hal yang bisa menjadi kendala pembangunan, seperti misalnya persoalan ganti rugi terkait pelebaran jalan.

“Nek saget kula ambakne sami kalih lebare jembatan, langkung sae. Dipun wiyaraken kados jembatan setuju, nggih?, Tanya Mohtar Wahid. Dijawab yang hadir, “Setujuuu…..”

Dengan sosialisasi yang efektif, kegotongroyongan sebagai budaya lelulur bangsa muncul dalam bentuk yang sangat membanggakan

Dengan sosialisasi yang efektif, kegotongroyongan sebagai budaya lelulur bangsa muncul dalam bentuk yang sangat membanggakan

Pola sosialisasi di mana pejabat turun ke bawah dan langsung berdialog dengan penuk kekeluargaan dan keakraban seperti ini, membawa dampak yang sangat baik. “Warga terlibat sejak awal dan akan membawa akibat melok andharbeni (ikut memiliki), sehingga meminimalkan kendala dalam program pembangunan setempat. Sosialisasi seperti ini kita lakukan bebrapa kali, sesuai kebutuhan,” kata Mohtar Sahid di sela-sela acara kepada Tabloid Sergap.

Suksesnya sosialisasi tampak nyata dalam pelaksanaan pembangunan ruas jalan Temboro-Taji. Di lokasi pembangunan jalan yang melewati pemukiman ini, warga secara sukarela membantu.

Tampak puluhan warga turut mengusung pasir, aspal panas dan menebar kerikil di jalan yang diperbaiki itu. Mereka melaksanakan itu dengan gembira dan penuh kegotongroyongan.

Martono, salah seorang warga mengungkapkan rasa gembiranya, Karena jalan di depan rumahnya diperbaiki lagi. “Saya merasa bersyukur, karena jalan sudah diperbaiki. Gotongroyong ini sangat menyenangkan. Terima kasih kepada Dinas PU,” katanya dengan wajah berseri.

Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Jembatan dan Keciptakaryaan Wilayah V, H. Aziz, ST juga berharap kegotongroyongan ini akan berdampak kepada meningkatnya tanggungjawab warga dalam menjaga agar jalan agar tidak mudah rusak lagi. “Warga iku menjaga dengan membatasi kendaraan yang lewat, sesuai dengan kekuatan kelas jalan ini,” kata H. Aziz menutup perbincangan dengan Tabloid Sergap. (hadi/adv)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s