Gelar Budaya Kerja Untuk Tingkatkan Kinerja Aparatur Pemerintah di Pemkab Magetan

Plt Sekdakab Mei Sugiartini, SH dan peserta Gelar Budaya Kerja Pemkab Magetan 2015

Plt Sekdakab Mei Sugiartini, SH dan peserta Gelar Budaya Kerja Pemkab Magetan 2015

Magetan (Sergap) – Sebagai upaya peningkatan kinerja aparatur pemerintah dan mendukung program reformasi birokrasi yang tengah gencar gencarnya dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan telah melaksanakan Gelar Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan pada tanggal 30 September 2015 yang lalu.

Bertempat di Gedung PPI Kabupaten Magetan, Jl Jaksa Agung Suprapto, Magetan, berlangsung pada jam 08.00 wib s/d selesai dibuka dan oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan Mei Sugiartini, SH, dengan tim juri instruktur gugus kendali mutu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, Ir. Putro Triono dan Nur Avida.

Maksud penyelenggaraan Gelar Budaya Kerja ini adalah,  1) Untuk meningkatan profesionalisme kinerja aparatur pemerintah. 2) Sebagai ajang seleksi pengiriman peserta Gelar Budaya Kerja tingkat provinsi. 3). Merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 340 Kabupaten Magetan Tahun 2015.

Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan penerapan budaya kerja di lingkungan instansi pemerintah.

Kegiatan ini ini diikuti oleh 8 Kelompok Budaya kerja (KBK), yaitu KBK Cheerful (SMPN 2 Magetan), KBK Mustika (SMAN 1 Parang), KBK Kopling Gas (SMAN 1 Karas), KBK Senyum (SMKN 2 Magetan), KBK Tunas Cendekia (SMAN 1 Magetan), KBK Sembada (SMKN 1 Bendo), KBK Kanesma (SMKN 1 Magetan), KBK Formasi (Badan Kepegawaian Daerah).

Dalam sambutan pembukaannya, Plt Sekdakab Magetan Mei Sugiartini, SH mengatakan, bahwa tujuan dan kondisi birokrasi yang diinginkan oleh pemerintah telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010–2025.

“Reformasi birokrasi adalah kerja berat yang hasilnya baru terlihat nyata dalam jangka panjang, dan ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan pemerintah”, kata Plt Sekdakab Magetan menegaskan.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, diperlukan upaya luar biasa untuk menata ulang proses birokrasi dan aparaturnya dari tingkat tertinggi hingga terendah. Diperlukan suatu perubahan paradigma yang memberikan kemungkinan ditemukannya terobosan atau pemikiran baru, di luar kebiasaan/rutinitas yang ada.

Peserta menyimak penyajian dari instruktur Gugus Kendali Mutu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, Ir. Putro Triono

Peserta menyimak penyajian dari instruktur Gugus Kendali Mutu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, Ir. Putro Triono

Selain terobosan atau pemikiran baru, juga diperlukan perubahan pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set). Untuk menjaga keberlanjutan hasil terobosan atau pemikiran baru tersebut. Penekanan pola pikir dan budaya kerja dalam kebijakan reformasi birokrasi, dinyatakan sebagai salah satu area dari area perubahan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“Perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam konteks reformasi birokrasi inilah yang menjadi sebuah pertaruhan besar bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong tantangan abad ke-21”, kata Plt Sekdakab menambahkan.

Birokrasi pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakterilstik adaptif, berintegritas tinggi, berkinerja profesional, bersih dan bebas dari KKN, mampu melayani publik, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Pemkab Magetan berharap, ke depan Program Budaya Kerja dapat diterapkan di setiap unit kerja dan lembaga sekolah, sehingga setiap permasalahan yang ada, bisa dicari jln keluarnya dengan cepat, tepat dan logis. Di samping itu diharapkan terwujudnya peningkatan produktivitas kerja, dapat membuka seluruh komunikasi keterbukaan, cepat menemukan kesalahan dan cepat pula memperbaikinya, serta mengurangi kesalahan laporan dan informasi yang kurang akurat.

Pelaksanaan Program Budaya Kerja di jajaran Pemkab Magetan ini juga berperan sebagai pendorong terhadap kualitas kinerja untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).  (hadi/adv)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s