Tradisi “Sedhekah Bumi” Desa Pepe, Grobogan Diakhiri Gelar Wayang Kulit

Suprianto, Kepala Desa Pepe memberikan sambutan sebelum pagelaran wayang kulit dimulai

Suprianto, Kepala Desa Pepe memberikan sambutan sebelum pagelaran wayang kulit dimulai

Grobogan (Sergap) – Warga masyarakat Desa Pepe, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melaksanakan tradisi budaya Sedhekah Bumi, pada hari Sabtu, tanggal  5 September 2015 yang lalu, bertempat di halaman rumah Suprianto, Kepala Desa Pepe.

Sedhekah Bumi merupakan tradisi Budaya Jawa yang turun-temurun dilakukan dengan tujuan mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas panen hasil bumi yang melimpah dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar di tahun berikutnya juga akan menghasilkan panen raya yang berlimpah-ruah serta dijauhkan dari segala kendala apapun, termasuk hama tanaman maupun kemarau yang panjang.

Dalam rangkaian tradisi Sedhekah Bumi tahun ini, juga ditampilkan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, dengan mendatangkan dalang kondang Jawa Tengah, yaitu  Ki Bayu Aji Pamungkas asal Kartosuro. Lakon yang dipilih adalah Pandhawa Mbangun Praja (Kisah Lima Kesatria Pandawa Membangun Negaranya)

”Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, sebagaimana kita ketahui menghabiskan dana yang tidak sedikit.  Ini belum termasuk acara-acara sebelumnya. Tapi kami meyakini tradisi Sedhekah Bumi, ini penting untuk menjaga lekaestarian Budaya Jawa,” kata Mukiban anggota panitia, kepada Tabloid Sergap.

Kepala Desa Pepe, Suprianto dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegotongroyongan warga Desa Pepe dan panitia yang telah menyukseskan acara Sedhekah Bumi yang dipuncaki dengan pagelaran Wayang Kulit tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih seluruh warga atas peransertanya dan juga kepada panitia yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga acara demi acara berjalan dengan lancar, dimulai malam sebelumnya berupa Slametan dan Tirakatan,” kata Pak Kades Suprianto.

Ditambahkan oleh pak Kades, bahwa pagelaran wayang kulit bukan sekedar tontonan tapi juga tuntunan (nasehat dan teladan) yang bermanfaat dalam hidup dan kehidupan masyarakat. “Saya berharap pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandhawa Mbangun Praja ini, dapat memberi hiburan positip bagi kita semua dalam rangka meningkatkan masyrakat yang ayem tentrem dan gemah ripah loh jinawi,” kata Kades Suprianto disambut tepuk tangan hadirin. (Ans)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s