Laporan dan Gugatan Warnai Pilbup Kediri 2015

Dari kiri ke kanan : Bambang Sumaji HS, Taufiq Dwi Kusuma dan Mustain saat menunjukkan ijasah Haryanti di Polres Kediri, Jawa Timur.

Dari kiri ke kanan : H. Bambang Sumaji HS, Taufiq Dwi Kusuma dan Mustain saat menunjukkan ijasah Haryanti di Polres Kediri, Jawa Timur.

Kediri (Sergap) – Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri 2015, diwarnai berbagai protes dalam bentuk laporan ke Polisi dan gugatan ke pangadilan. Pada hari Senin (31/08/2015), Calon Bupati Kediri dokter Haryanti Sutrisno, dilaporkan ke Polres Kediri terkait dengan berkas persyaratan pencalonannya, yang didampingi Drs. H. Masykuri, MM sebagai Calon Wakil Bupati.

Tiga orang pelapor tersebut adalah Mustain, Taufik Dwi Kusuma dan H. Bambang Sumaji HS, Warga Kabupaten Kediri menyebut dirinya sebagai warga yang peduli terhadap Pilkada bersih dan transparan.

Mereka memasuki Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPK) Polres Kediri di Pare, sekitar jam 11.00 WIB dengan berbekal berkas laporan dan ditemui oleh staf SPK. Setelah berbincang beberapa saat, staf tersebut membawa berkas ke luar menuju ruang Kapolres.

H. Bambang Sumaji HS, aktivis Forum Pengajian Politik Islam (FPPI) Kediri, kepada wartawan menjelaskan, bahwa tujuan dari laporan ke polisi ini sama sekali tidak mengandung muatan politik, walaupun dilakukan di tengah-tengah berlangsungnya Pilbup Kediri.

“Kami hanya ingin mempunyai pemimpin yang bersih dan tidak tercela. Kami melihat, bahwa ijasah Calon Bupati Kediri meragukan, karenanya kami minta kepada Kepolisian untuk memdalami data yang kami laporkan. Bilamana terdapat perbuatan melanggar hukum, maka harus diproses sebagaimana peraturan yang berlaku”, kata Bambang Sumaji menjelaskan.

Sedangkan, Taufiq Dwi Kusuma menambahkan, bahwa pihaknya mempunyai data yang diperoleh dari website resmi KPUD Kabupaten Kediri, yang salah satunya adalah ijasah dokter Haryanti Sutrisno, sang petahana dalam Pilbup tahun ini.

Dijelaskan oleh Taufiq, yang diunggah KPUD Kabupaten Kediri tersebut bukanlah ijasah, tetapi salinan ijasah yang banyak terdapat kejanggalan-kejanggalan mencurigakan. Nama pemegang ijasah, misalnya tertulis Harjanti Hadi Koesworo. Sementara dalam Surat Ketetapan KPUD Kabupaten Kediri Nomor : 34/Kpts/KPU.Kab-014.329738/Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Perserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2015, nama dokter Haryanti Sutrisno, tertanggal 24 Agustus 2015, tertulis Haryanti.

“Padahal, kita semua tahu bahwa pergantian nama secara hukum baru sah, jika mendapat penetapan dari pengadilan. Nama tersebut, menurut kami tidak sah untuk didaftarkan sebagai Calon Bupati”, kata Taufiq.

Ditambahkan pula oleh Taufiq, foto yang tertempel pada Salinan Ijazah tersebut tidak tertindih oleh stempel. Padahal pada ijasah yang sama, jelas tertulis ketentuan, bahwa foto pemegang ijasah harus distempel. “Kami menduga telah terjadi perbuatan pemalsuan dokumen, sebagaimana tercantum dalam pasal 263,264 dan 266 KUHP”, katanya menegaskan.

Menanggapi hal ini, Ketua KPUD Kabupaten Kediri, Sapta Andaruisworo, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa, dengan telah ditetapkannya dua pasangan Cabup dan Cawabup Pilbup Kediri 2015, maka semua persyaratan para calon dianggap sudah benar.

Adapun tentang penulisan nama pada Surat Keputusan KPUD Kabupaten Kediri, tentang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Sapta Andaruisworo mengatakan bahwa acuannya adalah Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, pasal 70, bahwa penulisan nama calon mengacu kepada nama di KTP. “Nama calon penulisan, pada surat ketetapan maupun kartu suara mengacu pada nama di KTP. Pada intinya KPUD telah memutuskan dan berpendapat bahwa putusan tersebut adalah benar”, katanya.

Seminggu sebelumnya, pada hari Senin, tanggal 24 Agustus 2015, Ormas MKLB (Menuju Kediri Lebih Baik), juga telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Gugatan itu diajukan karena MKLB melihat ada kejanggalan dari Calon Bupati dokter Ari Purnomo Adi, yang gelar dokternya pada ijazah ditulis dengan huruf besar DR.

“Penulisan DR itu, merupakan salah satu contoh kejanggalan pada ijasah dokter Purnomo Adi. Kami menduga ada perbuatan melawan hukum pada penerbitan ijasah tersebut. Karena itu kami mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Kabupaten Kediri, untuk menguji keabsahan ijasah tersebut”, kata Drs. Sumaji, SH, MH yang di dampingi Ander Sumiwi Budi Prihatin, SH, di kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Kediri, Senin (24/8/2015) yang lalu. Keduanya adalah kuasa hukum Ormas MKLB dalam kasus perdata ini.

Sementara itu, santer terdengar kabar bahwa minggu depan juga akan ada gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), terhadap Surat Ketetapan KPUD Kabupaten Kediri Nomor : 34/Kpts/KPU.Kab-014.329738/Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Perserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2015.

Surat Ketetapan KPUD Kabupaten Kediri ini, dianggap tidak sah karena dibuat berdasarkan data dan dokumen yang tidak sah dan melawan hukum. Padahal KPUD Kabupaten Kediri sudah terlanjur menetapkan dua pasangan Cabup dan Cawabup, yaitu dengan nomor urut 1, DR Ari Purnomo Adi berpasangan denga Arifin dan nomor urut 2, pasangan Haryanti dan Drs. H. Masykuri, MM.

Lantas, bagaimanakah jika ternyata laporan dan gugatan tersebut dimenangkan para pelapor dan penggugat? Padahal Bupati dan Wakil Bupati sudah terpilih? Akankah Gubernur Jawa Timur atas nama Menteri Dalam Negeri akan melantiknya? Pilbup Kediri 2015 memang sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. (Tim)

Iklan

One thought on “Laporan dan Gugatan Warnai Pilbup Kediri 2015

  1. Ping-balik: Berpotensi Cacat Hukum, Gabungan LSM dan Ormas Tolak Pelantikan Bupati dan Wabup Kediri Terpilih | TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s