Hendak Kabur, Tersangka Sony Sandra Ditangkap di Bandara

Sony Sandra dan Kantor PT. Triple S Kediri

Sony Sandra dan Kantor PT. Triple S Kediri

Kediri (Sergap) – Pengusaha dan kontraktor ternama di Kediri, Ir. Sony Sandra (62th), ditangkap Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Kota Kediri, Senin siang, 13 Juli 2015, di Bandar Udara (Bandara) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur saat hendak kabur ke luar negeri. Saat ini Direktur PT. Triple S tersebut ditahan di Mapolresta Kediri.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kediri AKBP Bambang Widjanarko Baiin mengatakan, bahwa Sony Sandra ditangkap pada pukul 12.30 WIB saat check-in di terminal keberangkatan internasional Bandara Juanda. “Saat itu pelaku hendak terbang ke Eropa,” kata Bambang kepada wartawan, Senin sore (13/7/2015).

Sony Sandra ditangkap terkait dengan kasus dugaan pencabulan puluhan anak di bawah umur, di mana kontraktor rekanan tetap Pemerintah Kabupaten Kediri ini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, pada Jumat, 10 Juli 2015.

Menurut Kapolresta, pihaknya telah mencium gelagat Sony Sandra hendak melarikan diri sejak Sabtu malam, 11 Juli 2015. Pada saat itu pula Bambang memerintahkan anak buahnya mengawasi gerak-geriknya ketika sedang berada di kantor maupun di rumah.Mobil tersangka dikuntit sejak dari Jombang hingga Bandara Juanda. Pelarian tersangka sempurna jika polisi tak bertindak sigap meminta kantor imigrasi setempat melakukan pencegahan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sony Sandra yang sebelumnya banyak diberitakan bernama Koko itu, menunjuk tiga pengacara dari Surabaya. Mereka mengajukan penangguhan penagguhan penahanan.

Namun permintaan tersebut ditolak Bambang dengan alasan menghindari upaya melarikan diri, mengingat Sony baru saja ditangkap di Bandara Juanda saat hendak kabur ke luar negeri.  “Kuasa hukum tersangka mengajukan penangguhan, tapi kami tolak,” kata Bambang.

Hingga saat ini polisi telah mengidentifikasi 15 korban pencabulan Koko. Namun, untuk mempercepat pemberkasan, polisi hanya akan memeriksa lima korban. “Korban lainnya akan kita periksa kemudian,” katanya.

Nama Sony Sandra menjadi terkenal setelah berhasil menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan menguasai hampir seluruh proyek fisik Pemkab Kediri, termasuk Monumen Simpang Lima Gumul, yang mulai dibangun pada 2002 dengan anggaran lebih dari 350 milyar.

Proyek tersebut dibiayai secara voorfinanciring dan multi years dan ditengarai penuh dengan potensi tindak pidana korupsi. Bangunan yang menjiplak Monumen Arch de Thriompe di Paris ini digadang-gadang menjadi pusat kegiatan bisnis, namun faktanya tak satupun kegiatan usaha yang muncul di tempat itu.

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bahkan pernah menetapkan Sony Sandra bersama tiga pejabat Pemkab Kediri sebagai tersangka, namun status tersebut kemudian dicabut kembali. Tak heran jika Sony Sandra juga dikenal sebagai “orang kuat” di Kediri.

Namun hari ini takdir menentukan lain. Orang kuat yang selalu lolos dari jeratan tindak pidana korupsi, ternyata terjeblos dalam tindak pidana pencabulan anal-anak di bawah umur. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s