Gunung Raung yang Sedang Meraung

Asap tampak keluar dari kawah Gunung Raung (foto : Antara)

Asap tampak keluar dari kawah Gunung Raung (foto : Antara)

Banyuwangi – Gunung Raung pada Jumat, tgl 3 Juli 2015 petang, tampak mengelauarkan semburan lava pijar terlihat keluar dari kawah gunung. Hujan abu masih terasakan cukup deras mengguyur beberapa dusun di lereng gunung berketinggian 3.332 mdpl itu, hingga Sabtu 4 Juli 2015.

“Semburan abu lebih tebal hari ini dibandingkan kemarin, biasanya hanya pagi saja, tapi sekarang sampai pukul 09.00 masih pekat,” kata Ahmad warga Bondowoso yang sedang berada di Lapangan Kecamatan Sumber Wringin.

Menurutnya, hujan abu itu dirasakan cukup deras pada warga yang menghuni yaitu Dusun Legan dan Dusun Sipanas, dua dusun di Kecamatan Sumberwringin yang dekat dengan kawah Raung.

Di dua dusun itu, dampak aktivitas Raung lebih terasa dibandingkan dusun lain. Dua dusun itu ada di radius 7 km dari kawah, dari sini semburan lava dan abu vulkaniknya paling terasa dibandingkan dusun lain.

Laporan  kondisi terkini Gunung Raung menyebutkan asap kelabu dalam status sedang, yang berlangsung sejak Sabtu dini hari hingga pukul 06.00. Asap membumbung dengan ketinggian hingga 400 meter ke arah Tenggara. Gunung Raung juga mengeluarkan suara gemuruh lemah, dengan tremor menerus dengan amplitudo antara 6 hingga 32 mm.

“Sampai saat ini status kami masih siaga, hingga 14 hari terhitung sejak naik status dari 29 Juni 2015,” kata Hendri Widotono, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono juga mengatakan, status Gunung Raung tetap Siaga. Hingga pukul 18.00 WIB, Sabtu, 4 Juli 2015, secara visual cuaca terang, angin tenang dan puncak Gunung Raung jelas meski kadang tertutup kabut.

“Tampak asap putih tipis, tekanan lemah, tinggi 100 meter, condong ke Tenggara. Terdengar suara gemuruh sedang,” katanya, Sabtu (04/07/2015).

Sementara, hasil pengamatan secara seismik terjadi tremor vulkanik terus menerus. Ini menandakan aktivitas tremor vulkanik masih tetap tinggi. “Kesimpulan, aktivitas tremor vulkanik masih tinggi. Gunung Raung tetap Siaga,” kata Surono menambahkan.

Akibat semburan abu vulkanik Gunung Raung pada tanggal 3 dan 4 Juli 2015, berdampak pada terganggunya jalur penerbangan domestik dan mancanegara. Direktur Manajemen Lalu Lintas Penerbangan AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan, abu vulkanik Raung bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 10 knots.

Dengan begitu, jalur penerbangan yang perlu menjadi perhatian adalah Jalur W-33 dan W-13 yaitu penerbangan yang melayani rute atau jalur-jalur domestik. Seperti, Denpasar-Jakarta, Denpasar-Surabaya, juga Denpasar-Yogyakarta.

Selain jalur penerbangan domestik, jalur penerbangan internasional atau dengan kode rute M 635 juga ikut mengalami kendala. Jalur itu, ialah jalur penerbangan Denpasar-Singapura, Denpasar-Malaysia.

Sementara itu BPBD Jawa Timur menyebut, sudah melakukan pemetaan daerah potensi terdampak dan menyiapkan 33 jalur evakuasi bagi warga yang bermukim di sekitar Gunung Raung tepatnya di Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. ‎( arif)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s