Jalur Independen Kurang Diminati di Pilkada Jawa Timur

Kantor KPU Jawa Timur di Surabaya

Kantor KPU Jawa Timur di Surabaya

Surabaya (Sergap) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang dilaksanakan serentak pada Desember 2015, jalur independen kurang diminati. Menurut data KPU Jatim, saat ini ada sembilan pasangan calon independen yang terdaftar dan lolos verifikasi administrasi di delapan KPU kabupaten/kota.

Anggota KPU Jatim, Choirul Anam ditemui di kantornya KPU Jatim Surabaya, Selasa (23/6) mengatakan, sembilan bakal pasangan calon independen yang lolos verifikasi administrasi tersebar di Lamongan 2 pasangan, Ngawi, Tuban, Kabupaten Mojokerto, Ponorogo, Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kabupaten Malang masing masing satu pasangan

“Kesembilan bakal calon independen pasca dinyatakan lolos verifikasi administrasi, akan segera mengikuti verifikasi faktual di lapangan untuk memastikan kebenaran dukungan yang sudah diserahkan ke KPU setempat,”ujarnya.

Proses verifikasi faktual dijadwal berlangsung 23 Juni sampai 6 Juli. Hasil verifikasi faktual tahap 1 maksimal tanggal 19 Juli 2015. Kalau masih belum memenuhi persyaratan akan ada masa perbaikan 4-7 Agustus. Pengumuman lolos atau tidak dijadwal 21 Agustus.

Sementara itu, pengamat politik dari Bangun Indonesia, Agus Mahfud Fauzi menilai bakal calon kepala daerah sudah tidak percaya diri menggunakan jalur perseorangan pada Pilkada serentak akhir tahun 2015. Alasannya, dari perspektif politik seandainya menang maka dia akan diganggu oleh parlemen dengan berbagai hak yang bisa diajukan.

“Dari perspektif materi yang dikeluarkan tentu lebih banyak jalur independen, sebab meski dia tokoh masyarakat tapi masyarakat kita masih banyak dihubungkan dengan materi. Penggalangan dukungan KTP itu saya kira tidak ada yang gratis,” ujar Agus mantan komisioner KPU Jatim ini.

Ia juga tidak menampik kalau jalur independen bisa saja digunakan sebagai sarana permainan calon incumbent untuk memuluskan langkahnya terpilih lagi sebagai kepala daerah. “Calon kepala daerah incumben yang berhasil, biasanya menggunakan jalur independen sebagai bagian dari permainan pilkada. Sebaliknya kalau incumbent dinilai gagal, justru jalur independen bisa jadi pesaing kuat,”ujar Agus Mahfud. (win)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s