Beras Raskin Diganti Beras Medium Mulai 2016

Pembagian Raskin

Pembagian Raskin

Surabaya (Sergap) – Kendati banyak keluhan soal kualitas beras untuk masyarakat miskin (raskin), namun permintaan dan animo masyarakat masih cukup tinggi. Namun program yang sangat dibutuhkan masyarakat kurang mampu tersebut bakal dihapus oleh Perum Bulog terhitung mulai tahun 2016 mendatang.

“Penghapusan raskin dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian gabah petani yang kualitasnya bagus. Apalagi, saat ini HPP (harga pembelian pemerintah) juga terbilang tinggi sejalan dengan gabah berkualitas bagus yang dihasilkan petani,” kata Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, Selasa (23/6/2016).

Sebagai gantinya, Bulog akan mengedarkan beras medium. Langkah ini dilakukan untuk menghapus citra beras raskin dengan kualitas rendah menjadi beras bagus standar beras kemasan. “Tahun depan raskin sudah tidak ada lagi. Nanti diganti beras medium dengan kualitas bagus,” ujarnya.

Bulog membagi tiga jenis beras yang akan diproduksi. Pertama beras medium, kedua beras premium, dan ketiga beras super. Sebelumnya, beras raskin juga termasuk jenis beras medium. Namun, kedepan tidak lagi diberikan dalam bentuk eceran, tapi kemasan. “Dalam proses pengarungan beras, Bulog akan melakukan pemeriksaan saat beras dikemas. Jika sebelumnya untuk beras raskin sebanyak 15 kg per bulan akan dikemas,” ungkapnya.

Jadi tahun depan tidak ada lagi perbedaan antara beras raskin dengan beras cadangan pemerintah ataupun beras untuk operasi pasar. “Semua beras Bulog berkualitas bagus dan sama. Pembedanya adalah bobot atau berat beras per kemasan. Bulog akan mengeluarkan tiga jenis beras dengan tiga kemasan, yakni berat 15 kg, 50 kg dan 100 kg,” jelasnya.

Seperti diketahui, di Jawa Timur kuota rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) raskin masih cukup banyak yakni dengan kuota beras 514.344.420 kg per tahun atau  42.862.035 kg per bulan. Namun, dari kuota tersebut setiap kab/kota berhak untuk mengatur distribusi sesuai data terbaru yang dimiliki dari hasil verifikasi.

Sebelumnya, rencana penghapusan raskin sudah pernah disampaikan Presiden RI, Joko WIdodo awal tahun lalu. Saat itu penghapusan raskin rencananya bakal diganti dengan uang elektronik (e-money). Namun, kepastian prosedur dan dampak yang kurang bagus bagi sektor pertanian, akhirnya program tersebut dibatalkan.

Selain itu, persoalan raskin yang terjadi atau bermasalah dengan hukum di beberapa daerah juga menjadi dasar rencana penghapusan program raskin. Persoalan yang kerap terjadi yakni soal kualitas raskin yang dianggap tidak layak konsumsi, seperti menjamur atau berkutu.

Kendati demikian, Perum Bulog berupaya memperbaiki perawatan beras kualitas medium tersebut sejak digudang hingga mengganti jika ada raskin yang diterima masyarakat dalam kondisi rusak.

Dengan penghapusan program raskin, hingga kini belum diketahui bagaimana mekanisme dan ketentuan harga beras medium, premium, dan super dalam berbagai kemasan yang dijual Bulog mulai tahun depan. (win)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s