Berakting Sebagai Camat, Menggondol Uang Janda Rp. 8 Juta

Antok Sumantri alias

Antok Sumantri alias “Camat” Suhadi dan Sri (kanan)

Kediri (Sergap) – Sri (nama yang disamarkan) adalah seorang janda warga yang beralamat di Dusun Sidodadi,  Desa Cangguh, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Wanita paruh baya ini telah menjadi korban tipu daya, Antok Sumantri (52th), warga Kelurahan Turen, Malang yang tinggal di jalan Kenongosari Nomor 21.

Kira-kira setahun yang lalu, Sri berkenalan dengan Antok yang saat itu mengaku sebagai seorang guru di SMK Kelautan di Turen Malang. Selain sebagai guru, Antok juga mengaku sebagai seorang paranormal handal yang mempunyai banyak teman dan relasi dengan pejabat.

Perkenalan ini semakin erat, setelah Antok mengunjungi rumah Sri, dan mengobati ayah Sri yang sedang sakit. Dalam suasana keakraban itu, Antok bercerita bahwa ia kenal dengan Suhadi, seorang pegawai Kecamatan Pakisaji di Malang yang statusnya duda.

Untuk memudahkan komunikasi, Antok memberi nomor hp Suhadi kepada Sri. Ditambahkan pula oleh Antok, bahwa Suhadi tak akan lama akan diangkat sebagai Camat. Tentu saja Sri sangat gembira bisa berkenalan dengan seorang Calon Camat yang berstatus lajang. “Siapa tahu jodoh”, kata Antok memberi semangat.

Pada saat inilah Sri mulai masuk dalam perangkap Antok. Karena nomor seluler yang diberikan kepada Sri tersebut sebenarnya, adalah nomor lainnya milik Antok. Jadi sebenarnya Antok dan Suhadi itu adalah orang yang sama.

Melalui telpon genggam, Suhadi mulai merayu Sri. Bulan demi bulan mereka semakin mesra lewat udara. Rupanya Antok pandai sekali berakting memerankan tokoh Calon Camat bernama Suhadi. “Saat bicara di telpon Camat Suhadi ini bicara menggunakan bahasa yang berwibawa dan istilah-istilah resmi, sehingga saya percaya bahwa dia memang benar-benar pejabat”, kata Sri kepada Tabloid Sergap.

Sri semakin mabuk kepayang kepada si Calon Camat, ketika dijanjikan akan diperistri jika dirinya sudah diangkat sebagai Camat Pakisaji Malang. Beberapa kali Suhadi pinjam uang untuk berbagai keperluan kepada Sri yang dititipkan kepada Antok.

Puncaknya adalah ketika Suhadi mengatakan bahwa dirinya sudah diangkat sebagai Camat dan pinjam uang Rp. 8 juta, untuk keperluan syukuran. Lagi-lagi uang itu disuruh titipkan kepada Antok.

Mungkin karena merasa gembira “pacarnya” sudah diangkat menjadi Camat Pakisaji, maka Sri meluluskan permintaan yang penuh rayuan maut itu. Sambil membayangkan dirinya akan dipinang oleh seorang Camat, maka Sri menitipkan uang itu kepada Antok tanpa sedikitpun rasa curiga.

Kecurigaan mulai timbul, ketika Suhadi tak lagi pernah menelponnya. Dibalut rasa rindu dan curiga, Sri menelpon Suhadi. Namun Suhadi selalu mengatakan bahawa dirinya sedang repot dan banyak tugas dan pekerjaan lainnya. Maklum Camat baru ya………

Sri juga menelpon Antok. Setali tiga uang, Antok juga selalu mengatakan bahwa dirinya sedang sibuk mengajar, karena murid-muridnya akan ujian.

Penasaran, akhirnya Sri mencari Antok ke Turen Malang. Dia ingin tanya dulu ke Antok, tentang “pacarnya” yang tiba-tiba berubah sikap…..tak lagi romantis.

Namun Antok Sumantri ternyata tak berada di rumahnya. Dedy yang mengaku sebagai anak Antok, mengatakan bahwa ayahnya sudah 2-3 bulan ini tak pulang ke rumah. “Bapak saya sudah kira-kira dua atau tiga bulan tidak pulang,” kata Dedy.

Dedy juga menambahkan, jika banyak tamu yang juga mencari ayahnya. Rata-rata para tamu itu mengaku sebagai korban penipuan Antok. “Teman akrab saya saja, ditipu oleh bapak saya Rp 12 juta”, kata Dedy menambahkan.

Tinggal kini Sri menyesali kesembronoannya. Uang yang diberikan kepada Camat abal-abal itu sebenarnya uang yang akan dibayarkan untuk biaya kuliah anaknya. Berharap jadi istri Camat, kini dunia Sri seakan kiamat.

Kepada Tabloid Sergap, Sri berharap kisahnya ini ditulis agar dapat dibaca oleh banyak orang. Sehingga pengalaman pahitnya ini tak menimpa orang lain. “Cukup saya sajalah yang mengalaminya”, kata Sri menutup ceritanya. (Yus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s