Terlalu, Korupsi di Tubuh FIFA Merajalela

Jaksa Agung Amerika Serikat AS, Lorretta Lynch dan FBI James Comey

Jaksa Agung Amerika Serikat AS, Lorretta Lynch dan FBI James Comey

Washington – Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Lorretta Lynch, Rabu (27/05/2015) siang waktu setempat, merilis pernyataan yang mengejutkan. Jaksa Agung wanita berkulit hitam ini menyatakan bahwa, di tubuh FIFA atau Federasi Sepak bola Internasional sangatlah parah. Korupsi itu sudah sangat merajalela,  sistematis dan mengakar. Tidak hanya di markasnya di Zürich, Swiss, namun juga sudah merembet ke Amerika Serikat.

“Korupsi yang mereka lakukan sedikitnya sudah terjadi dalam dua periode kepemimpinan FIFA. Mereka menggunakan jabatannya untuk mendapatkan miliran dolar melalui suap dan gratifikasi,” kata Lorretta Lynch menegaskan.

Lycnh juga menyebut bahwa pihaknya sedang membidik 9 pejabat dan 5 direktur FIFA yang terindikasi melakukan korupsi. “Apa yang mereka lakukan melukai jutaan pencinta sepakbola mulai dari pemain, pemerintah, asosiasi sepakbola, hingga penonton di rumah,” lanjutnya.

Kejaksaan Agung AS akan meneruskan penyidikan korupsi di tubuh FIFA, usai penggerebakan 6 petinggi FIFA oleh Polisi Swiss di Hotel Baur au Lac, Rabu (27/5/2015) subuh waktu setempat. Hotel Baur au Lac adalah tempat berlangsungnya Konggres Tahunan di mana para petinggi FIFA berkumpul.

Keenam tersangka itu adalah Jeffrey Webb, Eugenio Figueredo, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin, dan Nicolas Leoz. Mereka selanjutnya akan diekstradisi ke AS untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kiri ke kanan, Jack Warner, Eugenio Figueredo dan Jeffrey Webb. Facebook Twitter Pinterest

: Kiri ke kanan, Jack Warner, Eugenio Figueredo dan Jeffrey Webb. Facebook Twitter Pinterest

Mereka disangkakan telah melakukan dengan 47 kasus kejahatan, di antaranya penyuapan, pemerasan, penipuan surat  dan pencucian uang. Kasus penyuapan itu terjadi sejak tahun 1991 yang melibatkan perusahaan pemasaran olahraga.

Salah satu modus penyuapan itu adalah menutup persaingan dalam kontrak sponsor maupun turnamen, termasuk dalam even Piala Dunia. Sebagaimana diketahui penjualan hak siaran oleh media massa dan hak pemasaran untuk turnamen internasional, adalah penghasilan terbesar dari bisnis FIFA yang bernilai miliaran dolar.

FIFA menjual hak itu kepada perusahaan pemasaran olahraga, yang selanjutnya menjualnya ke TV dan jaringan radio dan sponsor. Menurut surat dakwaan, para pejabat FIFA telah menerima uang suap lebih dari 150 Milyar Dollar.

Pembayaran diduga suap itu, berasal dari sponsor CBF (Liga Sepakbola Brasil) oleh perusahaan pakaian olahraga utama AS, serta penyuapan untuk menentukan pemilihan negara tuan rumah Piala Dunia 2010 dan 2011, serta untuk pemilihan Presiden FIFA, demikian surat dakwaan Kejaksaan Agung AS.

Di antara para pejabat FIFA yang ditangkap itu, salah satunya adalah Wakil Presiden FiFA Jeffrey Webb, yang menjadi calon kuat pada pemilihan Presiden FIFA yang akan datang.

Sedangkan empat eksekutif perusahaan pemasaran olahraga, satu dari Amerika Serikat dan tiga dari Argentina, juga, seorang eksekutif perusahaan penyiaran yang diduga menjadi mediator suap menyuap antara eksekutif perusahaan dan pejabat FIFA.

Sebagaimana diketahui, penangkapan para elit FIFA di hotel mewah ini, dilakukan oleh FBI Kepolisian Federal AS yang terkenal itu. Direktur FBI James Comey mengatakan, bahwa para tersangka itu telah memupuk budaya korupsi dan keserakahan yang menciptakan ketidakadilan bagi olahraga terbesar di dunia ini.  “Transaksi ilegal, suap menyuap menjadi cara melakukan bisnis di FIFA. Saya sangat menghargai para polisi dan dan jaksa di seluruh dunia yang telah rajin mengejar kasus ini, selama bertahun-tahun. Sesuai dengan hukum AS, para tersangka tersebut diancam hukuman hingga 20 tahun,” kata Comey menjelaskan.

Sepp Blatter sementara bersih

Direktur Komunikasi FIFA, Walter De Gregorio, menyatakan Blatter sama sekali tidak tahu dan tidak terlibat dalam penggerebekan enam petinggi FIFA. “Dia sama sekali tidak tahu dan tidak terlibat, bahkan Blatter bersikap tenang saat penangkapan,” jelas Walter menjawab pertanyaan wartawan. Hal itu disampaikan Walter dalam konferensi pers di Kantor Pusat FIFA beberapa jam setelah penangkapan.

Fédération Internationale de Football Association (FIFA) atau Federasi Sepakbola Internasional adalah badan pengatur internasional sepak bola, yang berkantor pusat di Zürich, Swiss. FIFA didirikan di Paris pada 21 Mei 1904.

FIFA juga mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.

Badan ini berfungsi bersama dengan asosiasi-asosiasi regional yang memantau perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia. Keenam konfederasi yang membentuk FIFA (dan wilayah yang di bawah pengawasan mereka) adalah AFC (Asia), CAF (Afrika), CONMEBOL (Amerika Selatan), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah dan Karibia), OFC (Oseania) dan UEFA (Eropa).

Penangkapan para pejabat FIFA ini, mungkin merpakan skandal paling memalukan bagi FIFA. Sementara itu di tanah air sendiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan membentuk tim transisi dalam rangka membenahi tata kelola sepakbola nasional, yang diduga juga telah lama dikotori oleh praktek suap-menyuap.

Sumber : The Guardian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s