Wakil Ketua KPK Kunjungi Kampung Inggris Kediri

Buku saku

Buku saku “Memahami Untuk Membasmi”. Adnan Pandu Praja saat sosialisasi di BEC Pare Kediri

Kediri (Sergap) – Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, Selasa sore (26/05/2015) mengunjungi Kampung Inggris, Desa Pelem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Salah satu pimpinan KPK ini, tiba sekitar jam  16.30 WIB disertai dua orang asistennya di kampus Basic English Course (BEC), sebuah lembaga Kursus Bahasa Inggris yang didirikan oleh perintis Kampung Inggris M. Kalend Osen.

Begitu turun dari mobilnya, Pandu langsung ke mushala untuk sholat baru kemudian menuju Garden Hall sebuah aula di kampus BEC. Pandu disambut oleh M. Kalend Osen sang perintis Kampung Inggris. Setelah doa, acara bertajuk Silaturrahim inipun dimulai dengan sambutan dari Ustad Kalend, panggilan akrab M. Kalend Osen.

“Selamat datang kepada Bapak Adnan Pandu Praja di kampus kami”, kata pria kelahiran Kutai Kertanegara Kalimantan Timur,  4 Pebruari 1945 ini memulai sambutannya.

Selanjutnya Ustad Kalend mengisahkan bahwa dirinya mulai merintis kursus Bahasa Inggris pada 15 Juni 1977. Lembaga ini didirikan setelah dirinya secara tak sengaja harus membantu 2 mahasiswa belajar Bahasa Inggris. Pak Kalend yang “terdampar” di Pare Kediri karena drop out dari Pondok Gontor Ponorogo ini, akhirnya menemukan profesi yang membuat dirinya terkenal hingga saat ini.

Tentang budaya Anti Korupsi, Ustad Kalend menyatakan bahwa di lembaganya atmosfir Anti Korupsi sudah merupakan komitmen bersama keluarga besar BEC. “Karena jiwa Anti Korupsi itu, maka kami dapat berkembang seperti saat ini”, katanya menjelaskan.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja menyatakan kegembiraan dan kebanggaanya karena bisa mendatangi Kampung Inggris yang sangat terkenal ini. “Sekaligus saya juga bangga karena pendirinya juga sesama jebolan Pondok Gontor,” kata Pandu disambut tepuk tangan yang hadir.

Diceritakan oleh Pandu bahwa dirinya juga drop out Pondok Gontor Ponorogo. “Saya 3 tahun di Gontor, kemudian melanjutkan ke SMA di Jakarta”, katanya. Kemudian ia kuliah hukum di Universitas Indonesia. Sempat menjadi pengacara dan notaris.

Bersama teman-temannya Pandu juga mendirikan LSM Police Watch, kemudian menjadi anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan sukses menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai sekarang.

Bicara tentang korupsi di negeri kita, Pandu mengatakan bahwa Gubernur Jendral Herman Willem Daendels, yang menjabat antara tahun 1808–1811, didatangkan ke Hindia Belanda, salah satu tugasnya adalah memberantas korupsi yang sudah mengganggu jalannya pemerintahan saat itu.

“Jadi korupsi itu sebenarnya sudah ada sejak jaman penjajahan. Barulah para era reformasi pemberantasan korupsi mendapatkan perhatian yang sangat serius. Maka terbentuklah KPK sebagai sebuah lembaga super body, yang diberi kekuasaan istimewa dalam memberantas korupsi yang sudah mengakar kuat di segala tingkatan. Kita waktu itu banyak mencontoh KPKnya Hongkong”, kata Adnan Pandu Praja menjelaskan.

Foto bersama usai acara

Foto bersama usai acara

KPK adalah lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada 5 azas, yaitu kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden, DPR, dan BPK.

“DPR hasil Pemilu tahun 1999 saat itu sangat top. Mereka idealis dan mendukung sepenuhnya semangat pemberantasan korupsi di negara kita. Beda dengan yang sekarang”, kata Pandu.

Pandu menekankan pemberantasan korupsi harus dimulai sejak kecil. “Budaya berani jujur harus kita mulai dari keluarga kita masing-masing, sehingga ke depan akan terbentuk generasi penerus yang punya sikap anti korupsi sejak dini”, tegas Pandu.

Acara selanjutnya diisi tanya jawab dan pembagian buku saku “Memahami Untuk Membasmi” yang berisi pemahaman tentang tindak pidana korupsi,perundang-undangan anti korupsi dan tata cara melaporkan tindak pidana korupsi. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s