Mapolda Kalteng Terbakar

15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran

15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran

Palangka Raya (Sergap) – Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kantor Logistik dan Ruang Tahanan di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Mapolda Kalteng), Kota Palangka Raya terbakar pada Rabu malam (06/05/2015). Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.

Salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan, kebakaran itu diperkirakan akibat hubungan listrik arus pendek.

Sebanyak 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran ini. “Jumlah mobil pemadam sekitar 15 unit lebih, termasuk yang `pickup` dan `water canon` punya Polda dan baru sekitar dua jam api dapat kita padamkan,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, BPBD dan Damkar Kota Palangka Raya, Wawan Berlison, di lokasi kebakaran.

Wawan menjelaskan, bahwa mobil pemadam yang dikerahkan itu berasal dari PDAM, Dinas Kehutanan, DPRD, Unit Pemadam Masyarakat, Dinas Sosial serta mobil “water Canon” milik Polda Kalteng.

Dalam proses pemadaman itu pihak Damkar Kota Palangkaraya menurunkan kekuatan penuh, sehingga keseluruhannya ada 150 orang. “Karena yang terbakar ini markas dari Polda Kalteng apalagi dengar dekat juga dengan peluru, jadi semua kekuatan kami turunkan, baik yang punya pemerintah, swasta, termasuk anggota kami yang tidak piket pun kami kerahkan. Jumlahnya sekitar 150 lebih personil, berasal dari berbagi unit damkar,” kata Wawan mejelaskan.

Wawan juga menambahkan, bahwa pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa. Tetapi beberapa petugas termasuk beberapa anggota kepolisian mengalami luka ringan. “Petugas yang menjadi korban jiwa tidak ada. Hanya ada petugas kita yang jauh waktu naik ke atas gazebo. Waktu mau menyemprot dari atas, gazebonya goyang karena terlalu banyak orang. Kemudian gazebo runtuh. Kepolisian ada yang luka di lengan,” katanya.

Kepala Kepolisian (Kapolda) Kalteng, Brigjenpol Bambang Hermanu, melalui Kabid Humasnya, AKBP Pambudi Rahayu, Kamis (07/05/2015) mengatakan bahwa penyebab kebakaran sementara adalah berawal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik. “Asal api diduga sementara berasal dari arus pendek atau korsleting listrik. Untuk lebih lanjut kami mendatangkan tim forensik dari Surabaya. Diharapkan hari ini datang ke Polda Kalteng,” kata AKBP Pambudi Rahayu.

Pambudi juga mengatakan sampai saat ini jumlah kerugian belum bisa disampaikan karena pihaknya masih melakukan pendataan. Sedangkan 22 orang tahanan berhasil diselamatkan dan saat ini diamankan di Polres Palangka Raya dan di Polsek Pahandut.

“Sebanyak 21 tahanan merupakan tahanan kasus narkoba. Berkas mereka ada di Dirnarkoba. Satu berkas lain terkait masalah senjata api dan itu sudah P21, dilimpahkan. Jadi berkas aman semua tidak ada yang terbakar. Terkait tahanan yang telah dipindahkan, ke depan kita akan koordinasi dengan Rutan Palangka Raya,” kata Pambudi.

Dijelaskan pula, saat ini Kapolda Kalteng tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar bekas gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) dapat dimanfaatkan sementara sebagai pengganti kantor yang terbakar.

“Kapolda tengah berkoordinasi dengan pemda, untuk nanti bagaimana, mengharapkan pemda dapat meminjamkan kembali kepada kita bekas gedung SPN di kilometer tujuh untuk ruangan Krimum dan sebagai pengganti sementara beberapa ruangan lain yang terbakar,” pungkasnya. (AB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s