Diskusi Bareng UMKM Jawa Tengah, Modal Lancar Usaha Digelar

Suasana diskusi di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, Jumat (24/O4/2015)

Suasana diskusi di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, Jumat (24/O4/2015)

Semarang (Sergap) – Pelaku usaha di wilayah Provinsi Jawa Tengah, didominasi oleh para pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), yang tentu saja punya kemampuan yang terbatas dalam berbagai bidang.

Dalam rangka peningkatan kemampuan para pelaku usaha UMKM itu, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), melalui Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng, melakukan diskusi bareng, pada Jumat (24/O4/2015), bertempat di Gedung UMKM Centre Jawa Tengah, jalan Setia Budi Nomor 192 Srondol, Banyumanik, Semarang.

Tampil dalam diskusi bareng tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan KSP, Dinas Koprasi dan UMKM Jateng, Hana Rohaiti; Pengarah Forum CSR Kesejahteraan Sosial Jateng, Ferry Firmawan; Sales Manager Bank BNI Jateng Joko Pamungkas.

Hana Rohaiti mengatakan, data BPS tahun 2006, mencatat bahwa pelaku UMKM di Jateng, di bidang pertanian ada 4,27 juta orang dan non pertanian 3,06 juta orang. “Jika semua dibina melalui pelatihan secara bertahap dan menyeluruh, UMKM kita tidak kalah dengan Malaysia,” katanya.

“Ketika krisis ekonomi melanda negara kita pada tahun 1997, usaha menengah ke atas banyak yang kolap. Namun mikro kecil tetap eksis. Ini menunjukkan betapa uletnya para pelaku usaha UMKM kita,” kata Hana menegaskan.

Ditambahkan oleh Hana bahwa, permodalan merupakan masalah klasik dan riil di lapangan yang dialami UMKM. Untuk masalah modal itu, pemerintah sudah memfasilitasi, dengan mempertemukannya dengan pihak perbankan.

“Ternyata masalah yang muncul, rata-rata UMKM belum mempunyai pembukuan. Semestinya para pelaku UMKM mempunyai pembukuan yang benar, di mana pembukuan yang benar bisa sebagai acuan untuk mengetahui kondisi keuntungan atau kerugian, untuk mendapatkan sarana permodalan,”jelas Hana.

Manfaatkan Media Sosial

Sementara itu, Ferry Firmawan menyoroti lemahnya metode pemasaran para pelaku usaha UMKM. Sejatinya potensi usaha UMKM, mempunyai propek yang besar, namun terkendala oleh keterbatasan mengakses dan memperluas customer/pelanggan.

“Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan internet untuk memperluas pemasarannya, misalnya lewat Facebook dan Twitter,” utur Ferry.

Lemahnya akses informasi pelaku UMKM ini juga digarisbawahi oleh Joko Pamungkas. Ketertinggalan informasi ini juga termasuk informasi tentang permodalan melalui perbankan. “UMKM minim informasi misalnya tentang syarat-syarat untuk bisa mendapatkan pinjaman modal dari bank. Tapi jangan khawatir, semua perbankan akan berlomba-lomba menjemput bola dalam memasarkan program pinjaman modalnya,” tegas Joko Pamungkas. (Ans)

Iklan

One thought on “Diskusi Bareng UMKM Jawa Tengah, Modal Lancar Usaha Digelar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s