Bupati, Walikota dan Perusahaan Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

Pakde Karwo saat memberikan sambutannya

Pakde Karwo saat memberikan sambutannya

Surabaya (Sergap) – Penghargaan sebagai Pembina Terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diberikan kepada 10 Bupati dan Walikota dan 405 Perusahaan juga menerima penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo, dalam sebuah acara di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (22/4/2015).

“Zero accident adalah salah satu faktor utama penentu kualitas perusahaan secara global. Dengan berlakunya zero accident berarti kualitas perusahaannya baik, juga kualitas buruhnya. Itu berarti perusahaan mampu menangkap informasi dan mengimplementasikan di lapangan,” kata Pakde Karwo dalam sambutannya.

Soekarwo memaparkan, bukan hanya gaji naik yang menentukan kualitas baik buruknya perusahaan, akan tetapi tidak adanya kecelakaan kerja justru lebih penting. Hubungan yang dibangun di dalam perusahaan harus berbasis pada keamanan dan kenyamanan semua pihak.

Jumlah perusahaan di Jatim saat ini mencapai 35 ribu dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2,8 juta jiwa. Sementara jumlah kepesertaan perusahaan yang mengikuti penilaian kecelakaan nihil lima tahun terakhir masih jauh dari harapan.

“Walaupun hanya sebagian kecil perusahaan yang ikut penilaian kecelakaan nihil, tapi saya bersyukur karena tahun ini terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang menerima penghargaan Zero Accident,” tambah gubernur.

Lebih lanjut disampaikan, tahun 2011 penerima penghargaan sebanyak 144 perusahaan, 2012 sebanyak 213 perusahaan, 2013 sebanyak 275 perusahaan, dan tahun 2014 meningkat menjadi 346 perusahaan. “Saya mengapresiasi kepada seluruh perusahaan yang ikut mendaftar dalam penilaian zero accident, karena itu berarti ikut menyukseskan program pemerintah,” tuturnya.

Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada 10 Bupati dan Walikota sebagai Pembina K3 terbaik di Jatim, yakni Bupati Sidoarjo, Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Walikota Surabaya, Bupati Lamongan, Bupati Blitar, Bupati Sumenep, Bupati Tuban, Bupati Mojokerto, dan Bupati Lumajang.

Pemberian penghargaan kepada Bupati dan Walikota sebagai Pembina K3 di Jatim, menurutnya, sebagai upaya pembudayaan K3 perusahaan di wilayahnya. Serta usaha untuk lebih meningkatkan motivasi dan komitmen seluruh pimpinan perusahaan di jatim, menuju “Indonesia berbudaya K3 tahun 2015”.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kerja keras untuk dapat mengimplementasikan budaya K3 dan zero accident di perusahaan, dan tentu dibutuhkan biaya banyak. Akan tetapi K3 akan menjamin setiap sumber daya produksi dapat dipakai secara aman dan efisien. Untuk itu pelaksanaan K3 dan SMK3 di perusahaan tidak dapat diabaikan, dan menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan. ”Sosialisasi akan terus kami lakukan dengan harapan tahun 2015 jumlah penerima penghargaan zero accident mencapai 400 perusahaan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Pemprov Jatim, Edi Purwinarto mengatakan, tujuan pemberian penghargaan untuk lebih membudayakan K3 di Perusahaan di Jatim sehingga tercipta tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktif. “Dari jumlah 346 perusahaan yang meneriman penghargaan terbagi dalam 200 perusahaan besar, 110 perusahaan menengah, dan 36 perusahaan kecil,” jelasnya. (win/ADV)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s