Nenek Asyani Tantang Hakim Sumpah Pocong

Nenek Asyani di depan Majelis Hakim PN Situbondo, Jawa Timur

Nenek Asyani di depan Majelis Hakim PN Situbondo, Jawa Timur

Situbondo (Sergap) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, akhirnya menjatuhkan vonis satu tahun penjara dengan masa percobaan 15 bulan kepada nenek Asyani, warga Dusun Krastal, Desa Jatibanteng, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (23/4/2015).

Majelis Hakim yang diketuai Kadek Dedy Arcana, SH ini juga menjatuhkan denda sebesar Rp 500 juta dengan subsider satu tahun penjara. Namun, karena pertimbangan usia dan kesehatan nenek Asyani, subsider kurungan tersebut tidak perlu dijalani oleh yang bersangkutan.

Selama pembacaan vonis, Asyani hanya diam dan tertunduk di kursi terdakwa. Begitu mendengar divonis bersalah, Asyani langsung berdiri dan menyatakan tidak terima atas putusan hakim tersebut.

Guleh tak salah, Pak, sompa pocong mara. (Saya tidak bersalah, Pak, ayo sumpah pocong),” ucap nenek Asyani. Bahkan ajakan untuk melakukan sumpah pocong itu diucapkan nenek Asyani berkali-kali. “Majuh sompa pocong, Pak. Jek duli ngalle (Ayo sumpah pocong, Pak. Jangan pergi dulu),” pinta Asyani kepada majelis hakim.

Sementara itu, penasihat hukum Asyani, Supriyono, SH mengaku tidak terima dengan putusan hakim tersebut. Untuk itu, dia menyatakan akan menempuh banding atas putusan bersalah terhadap Asyani. “Saya menduga, majelis hakim lebih mementingkan solidaritas korps daripada keadilan atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk itu, kami menyatakan banding atas putusan tersebut,” tegas dia.

Sebagaimana diberitakan, Asyani duduk di kursi pesakitan setelah dituduh mencuri kayu di lahan milik Perum Perhutani setempat. Dia sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Situbondo selama lebih kurang tiga bulan. Asyani baru keluar dari Lapas setelah Bupati Situbondo Dadang Wigarto, menyatakan dirinya menjadi penjamin.

Kasus kriminalisasi terhadap warga negara yang miskin dan renta ini, mendapat sorotan luas dari masyarakat, karena menjadi bukti nyata betapa hukum itu masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas. (fauzi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s