Buku Nikah Diduga Palsu, Made In Haji Busro

Buku Nikah (illutrasi)

Buku Nikah (illutrasi)

Blitar (Sergap) – Pernikahan adalah peristiwa penting dan sakral bagi semua orang. Perkawinan adalah janji suci pasangan pengantin dihadapan Tuhannya masing-masing. Perkawinan juga sebuah awal kehidupan baru bagi pasangan suami istri untuk meniti bahtera bersama mendidik anak-anak masa depan bangsa.

Namun itu semua dikotori oleh ulah Haji Busro, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pria asal dari Desa Mayaksantren, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini, patut diduga telah “menerbitkan” ratusan Buku Nikah asli tapi palsu (aspal), bagi pasangan-pasangan tak resmi/siri.

Proses “penerbitan” Buku Nikah tersebut, sangatlah gampang, yang penting ada duitnya. Dengan melalui perantara orang-orang tertentu, pasangan pengantin abal-abal ini, cukup titip data, nama, tempat dan tanggal lahir, agama dan alamat, cukup di secarik kertas ditulis tangan.

Data tersebut kemudian dibawa ke rumah Haji Busro, beserta “biaya administrasi” yang besarnya berkisar antara Rp. 2 Jutaan. Jika pasangan pengantin abal-abal tersebut membutuhkan acara Akad Nikah, Haji Busro dengan senang hati akan melakukan Ijab Kabul, tentu saja dengan biaya tambahan untuk Ijab Kabul dan untuk biaya Wali Hakimnya.

Kira-kira seminggu kemudian, Buku Nikah made in Haji Busro siap diambil dan digunakan sebagaimana kebutuhan para pemesannya. Dari hasil investigasi yang dilakukan Tabloid Sergap, kebanyakan para pemesan Buku Nikah Aspal itu, menggunakannya sebagai cara mengamankan wanita simpanan atau isteri sirihnya.

Dengan memiliki Buku Nikah Aspal itu, maka si lelaki dengan gampang menempatkan wanita idaman lainnya di sebuah rumah kontrakan, atau kos-kosan, tanpa ada yang mencurigainya. Bahkan beberapa istri-istri itu, merasa bahagia karena merasa telah dinikahi secara resmi, bukan hanya sekedar nikah siri.

Sebenarnya Buku Nikah Aspal ini, mengandung beberapa kejanggalan yang mudah sekali terlihat, walaupun blanko Buku Nikah tersebut memanglah asli. Seorang Kepala KUA yang diminta pendapatnya oleh Tabloid Sergap mengatakan bahwa, Buku Nikah tersebut memang asli dan diduga merupakan Buku Nikah sisa, yang seharusnya dimusnahkan/dibakar.

Data dan tulisan dalam Buku Nikah itu yang tampak sangatlah janggal. Misalnya, Nomor Buku Nikah yang sudah mencapai angka 500, padahal baru dikeluarkan pada Bulan April. “Bagaimana mungkin dari satu kecamatan saja, dalam waktu 4 bulan, sudah terjadi 500 pernikahan? Itu tidak masuk akal”, kata Kepala KUA yang minta namanya tidak ditulis itu menjelaskan.

Nama petugas pencatat nikah, juga ditulis dengan sembrono sekali. Di sebuah kolom ditulis Drs. Slamet Daroini, kemudian di kolom lainnya ditulis Drs. H. Slamet.

Terkait berita ini, sayang sekali Haji Busro tidak bersedia untuk dikonfirmasi. Ketika ditemui di rumahnya, Kamis (09/04/2015) di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, anak perempuannya mengatakan bahwa ayahnya ada di rumahnya yang di Desa Mayaksantren, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Saat ditelpon HPnya, Haji Busro membenarkan bahwa dirinya ada di Jombang. Tapi ketika Tabloid Sergap mendatangi rumahnya itu, adiknya mengatakan bahwa Haji Busro tidak ada di rumah. Saat HPnya dtelpon berkali-kali juga sudah tidak aktif lagi.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ulah Haji Busro ini berpotensi melanggar pasal 263, 279 dan 280, dengan ancaman hukuman mulai dari 5 sampai dengan 7 tahun penjara. (tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s