Buyut Gus Dur dan Mitos Sunan Kalijaga Dalam Susur Wisata Religi Grobogan

Masjid Sirojudin

Masjid Sirojudin

Grobogan (Sergap) – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Berawal dari itu, maka Komunitas Grobogan Corner (GC), Komunitas I Love Gubug (KILG), Forum Masyarakat Peduli Grobogan (FMPG), Komunitas DarmarRaja dan Komunitas Ngroto Net, secara bersam-sama melakukan Susur Wisata ke 4 yang bernuansa religi di Kecamatan Gubug dan Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, JawaTengah, pada hari Minggu (5/4/2015).

Beberapa tempat yang disinggahi di antaranya Masjid Sirojudin dan Makam Mbah Khoiron, buyut Presiden RI ke 4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Juga Sendangsari yang merupakan peninggalan sejarah Sunan Kalijaga, salah satu dari Walisanga yang terletak di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Menurut Heru Wardono yang akrab disapa Mbah Bejo, seorang pemerhati sejarah dan budaya Kabupaten Grobogan, Gus Dur adalah keturunan dari Mbah Khoiron. Konon dulu, ada salah satu santri di Pondok Pesatren Ngroto yang dipimpin Kyai Siradjudin, yang bernama Khoiron. Setelah tamat mengaji, dia menjadi Kyai di Ngroto juga. Karena badannya kecil dan pendek, dia mendapat julukan Mbah Gareng.

Kyai Khoiron mempunyai 2 anak laki-laki, yang bernama Asy’ari dan Asngari. Asy’ari menambah ilmu agama di Jombang, Jawa Timur, menjadi Kyai dan berkeluarga di sana. Kyai Asy’ari menurunkan KH. Hasyim Asy’ari pendiri Nadlathul Ulama. Hasyim Asy’ari menurunkan KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama Pertama Republik Indonesia, yang merupakan ayah dari Presiden ke 4 Republik Indonesia KH. Abdurrahman Wahid yang juga disapa Gus Dur.

Sedangkan Asngari, yang tetap tinggal di Ngroto, menurunkan Baedlowi (Kades Ngroto pertama). Baedlowi menurunkan Sukemi, dan Sukemi menurunkan Zuhri (Mbah Zuhri Kuwaron).

“Di saat Gus Dur menjabat Presiden, beliau bersama wakilnya Megawati, pada tahun 2002 pernah datang ke Desa Ngroto“, kata Mbah Bejo yang didampingi juru kunci makam, kepada Peserta Susur Wisata.

Selanjutnya, Peserta Susur Wisata meneruskan perjalan ke lokasi wisata Sendang Sari, Desa Sugihmanik dan Balaipanjang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan. Rombongan disambut oleh jajaran Pemerintah Desa Sugihmanik, dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Imam Santoso.

1. Sendangsari. 2. Bende. 3. Kentongan. 4. Wartawan Tabloid Sergap, Ansori (kiri) mengapit  Grobog (lemari kayu) bersama Kades Imam Santoso

1. Sendangsari. 2. Bende. 3. Kentongan. 4. Wartawan Tabloid Sergap, Ansori (kiri) mengapit Grobog (lemari kayu) bersama Kades Imam Santoso (kanan)

Mitos sejarah Sendangsari merupakan situs sejarah peninggalan Sunan Kalijogo, salah satu Walisanga. Ketika Sunan Kalijaga mencari bahan baku sirap untuk pembangunan Masjid Demak, ia bersemedi di atas batu dan terdengarlah suara ikan dari bawah batu itu.

Ketika batu diangkat,  muncullah mata air yang kemudian dikenal sebagai Sendangsari. Di area ini juga terdapat Masjid Baiturorohman yang di dalamnya terdapat sebuah grobog (almari kayu) bertuliskan tahun 1353 dalam huruf Arab, kentongan dan bende (gong kecil).

Kades Imam Santoso dalam kesempatan ini mengajak untuk bersama melestarikan peninggalan sejarah yang kebetulan ada di wilayah nya. “Mari kita bersama melestarikan dan saya menyampaikan terimakasih atas perhatian dari club/komunitas ini,“ tutur Pak Kades.

Ajakan ini, senada seirama dengan semangat para peserta Susur Wisata Religi. Siswanto, peserta juga, menilai kegiatan ini membuka hati untuk lebih mencintai Grobogan. Abdul Rozak peserta lain, melihat potensi besar yang dapat mengembangkan wisata Grobogan. Sahidat Puji, peserta lainnya menilai perlunya publikasi, agar lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Simon Wiji Widodo, salah satu peserta juga, berharap peningkatan peran serta masyarakat untuk dalam menjaga kelestarian peninggalan bersejarah ini.

Sementara itu, Muhlisin Asti Ketua GC menyimpulkan besarnya potensi wisata di Grobogan yang seharusnya bisa dikembangkan. “Sejarah Desa Ngroto dengan Mbah Khoiron dan petilasan Sunan Kali Jogo, kita harap dapat abadi sebagai pengingat sejarah bagi generasi muda,” kata Muhlisin Asti didampingi Taufik Ketua FMPG. (ans)

Iklan

2 thoughts on “Buyut Gus Dur dan Mitos Sunan Kalijaga Dalam Susur Wisata Religi Grobogan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s