Nelayan Lamongan Minta Menteri Susi Tunda Larangan Kapal Pukat

Kapal nelayan di Pantai Lamongan

Kapal nelayan di Pantai Lamongan

Lamongan (Sergap) – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Lamongan, Jawa Timur, Agus Mulyono mengatakan bahwa aturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merugikan nelayan. Jika dipaksakan maka nelayan akan melawan. “Kalau kapal pukat tarik ditangkap, kita akan lawan,” ujarnya, Kamis (02/04/2015).

Agus menambahkan, bahwa hasil tangkapan laut mereka akan berkurang sekitar 75%, jika pemerintah tetap memaksakan Peraturan Menteri Kalutan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Pengoperasian Beberapa Jenis Kapal Tangkap. “Tidak hanya membunuh kehidupan nelayan, tetapi juga akan mengurangi pendapatan Pemerintah Kabupaten Lamongan,” kata Agus yang juga Kepala Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Brondong ini.

“Tempat Pelelangan Ikan Brondong rata-rata menghasilkan sekitar 80-100 ton ikan per hari. Sebagian besar ikan yang dibawa adalah hasil tangkapan nelayan di Brondong dan Paciran yang menggunakan kapal pukat tarik serta dogol. Ini serius, kami meminta untuk sementara larangan itu ditangguhkan dulu, sebelum pemerintah mempunyai solusinya” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Suyatmoko, membenarkan bahwa hasil tangkapan ikan di daerahnya terancam hilang sekitar 75 persen bila larangan menggunakan pukat tarik dan dogol oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan.

Suyatmoko merujuk data di dinas yang dipimpinnya, di mana tercatat bahwa sebagian besar nelayan di daerahnya menggunakan kapal pukat tarik dan dogol. Dari sekitar 6.300 kapal dan perahu nelayan yang beroperasi di Kabupaten Lamongan, 80% di antaranya didesain menggunakan pukat tarik dan dogol.

Sedangkan data di HNSI Cabang Lamongan menyebutkan jumlah nelayan di kabupaten ini sebanyak 31 ribu orang. Sebagian besar dari mereka bermukim di 17 desa di Kecamatan Paciran dan Brondong. Kampung-kampung nelayan itu tersebar di Desa Kandang Semangkon, Kelurahan Belimbing, Desa Kranji di Kecamatan Paciran, dan Desa Lohgung, Kecamatan Brondong. (win)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s