Densus 88 Tangkap Terduga ISIS di Tulungagung

Tiga anggota Satuan Sabhara Polres Tulungagung berjaga di depan pintu gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung (foto : Antara)

Tiga anggota Satuan Sabhara Polres Tulungagung berjaga di depan mulut gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung (foto : Antara)

Tulungagung (Sergap) – Seorang warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang diduga anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditangkap Densus 88 Anti Teror di rumahnya, gang Masjid Al-Asyyifa, Desa Mangunsari, Tulungagung.

Pria berinisial RS (40th), ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sekitar pukul 09.00 WIB, hanya beberapa saat setelah keluar dari rumahnya, ketika akan berangkat ke negara Suriah.

RS yang memiliki nama lain Abu Bilal alias Ewok ini diketahui pernah mengeyam pelatihan Jihad di Suriah, sebelum akhirnya kembali ke tanah air melakukan perekrutan anggota baru di Indonesia. “Seberapa jauh keterlibatannya, masih kami dalami. Tapi dia memang pernah beberapa lama (mendapat pendidikan dan pelatihan) di Suriah dan terkait ISIS,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Bastoni Purnama di Tulungagung, Jumat (27/3/2015).

Keberangkatan RS di salah satu negara Timur Tengah yang sedang dilanda konflik domestik dan menjadi basis gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tersebut juga diketahui sejumlah tetangganya.

Hanya, seperti diungkapkan Abdul Haris, Ketua RT 04/RW 04 setempat, RS saat itu hanya berpamitan bekerja di Malaysia. “Baru sekitar dua bulan lalu dia pulang. RS juga pernah ke Suriah dan di sana bergabung dengan ISIS,” kata Haris mengutip keterangan yang dia peroleh dari salah satu anggota Densus saat menjadi saksi penggeledahan rumah RS.

Di negara yang menjadi basis gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah itu RS diyakini menjalani serangkaian pelatihan kader jihad serta pembekalan mengenai negara kekhalifahan yang diusung ISIS.

Di Suriah, RS alias Abu Bilal menjalani pendidikan di sebuah kota bernama Gazyantab, Suriah, bersama kelompok ekstrimis lain dari Indonesia bernama Zamzam. RS sendiri diidentifikasi tim Densus 88 Antiteror sebagai bekas anggota Jamaah Islamiyah yang di Indonesia berpusat di Ngruki, Solo.

Kapolres Tulungagung juga menambahkan, bahwa penangkapan terduga ISIS berinsial RS ini merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan serupa di Malang. Densus 88 juga mendalami informasi tentang adanya satu teman RS dari Jawa Tengah, yang akan diajaknya berangkat bersama ke Suriah.

Dalam operasi penangkapan dan penggeledahan tersebut, tim Densus 88, menyita sejumlah barang bukti milik RS yang diindikasi berkaitan dengan faham jihad serta gerakan Islam radikal ISIS.

Setelah diperiksa beberapa saat di Mapolresta Tulungagung, selanjutnya RS dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif lagi.

Sekilas tentang ISIS

ISIS dibentuk pada April 2013 dan cikal bakalnya berasal dari al-Qaida di Irak (AQI), tetapi kemudian dibantah oleh al-Qaida. Kelompok ini menjadi kelompok jihad utama yang memerangi pasukan pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak.

Dalam konteks jihad global disebut Levant yang merujuk kepada wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki. Jumlah mereka tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan memiliki ribuan pejuang, termasuk jihadis asing.

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

Organisasi ini dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi. Hanya sedikit yang mengetahui tentang dia, tetapi dia diyakini lahir di Samarra, bagian utara Baghdad, pada 1971 dan bergabung dengan pemberontak yang merebak sesaat setelah Irak diinvasi oleh AS pada 2003 lalu. Pada 2010 dia menjadi pemimpin al-Qaida di Irak, salah satu kelompok yang kemudian menjadi ISIS.

Baghdadi dikenal sebagai komandan perang dan ahli taktik, analis mengatakan hal itu yang membuat ISIS menjadi menarik bagi para jihadis muda dibandigkan al-Qaeda, yang dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri, seorang teolog Islam.

Tak seperti pemberontak di Suriah, ISIS tampak akan mendirikan kekhalifahan Islam di Suriah dan Irak. Kelompok ini tampak berhasil membangun kekuatan militer. Pada 2013 lalu, mereka menguasai Kota Raqqa di Suriah – yang merupakan ibukota provinsi pertama yang dikuasai pemberontak.

Juni 2014, ISIS juga menguasai Mosul, yang mengejutkan dunia. AS mengatakan kejatuhan kota kedua terbesar di Irak merupakan ancaman bagi wilayah tersebut.

Kelompok ini mengandalkan pendanaan dari individu kaya di negara-negara Arab, terutama Kuwait dan Arab Saudi, yang mendukung pertempuran melawan Presiden Bashar al-Assad.

Saat ini, ISIS disebutkan menguasai sejumlah ladang minyak di wilayah bagian timur Suriah, yang dilaporkan menjual kembali pasokan minyak kepada pemerintah Suriah. (hen/tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s