Jawa Timur Bertekad Jadikan Wayang Kulit Sebagai Ikon Budaya

Pagelaran Wayang Kulit

Pagelaran Wayang Kulit

Ponorogo (Sergap) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bertekad tahun ini menjadikan tahun seni budaya dan menjadikan seni Wayang Kulit sebagai ikonnya. Untuk merealisasikannya, Pemprov Jatim merencanakan roadshow (keliling) sebanyak 12 kali di seluruh Jawa Timur utamanya daerah Mataraman.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Sukardo pada malam Apresiasi Seni Wayang Kulit di Alun-Alun Ponorogo, Jumat (20/3/2015).

Wagub mengatakan, roadshow dilakukan sebanyak dua belas kali kini mulai dilakukan dan Ponorogo merupakan kabupaten pertama yang menjadi lokasi roadshow. Gus Ipul berharap, semoga adanya pagelaran seni wayang kulit dapat menjadikan masyarakat Ponorogo jadi lebih makmur, jauh dari musibah dan semakin banyak rejekinya.

Baginya, seni budaya di Ponorogo harus terus ditingkatkan, karena Ponorogo adalah kabupaten dan mmenjadi pusatnya seni. Ia berharap, Wayang Kulit dapat dijadikan tontonan dan tuntunan dan menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan makmur.

Gus Ipul menambahkan, wayang merupakan puncak dari seni budaya, karena seni wayang kulit paling kaya mengandung beberapa seni, yakni seni peran, seni suara, seni musik dan seni tutur. Selain itu, juga seni sastra, seni lukis, dan seni pahat. Ini sebagai perlambang bahwa seni budaya Wayang Kulit telah mempunyai banyak fungsi sebagai media penerangan, media pendidikan, media hiburan, dan media pemahaman filsafat.

Gus Ipul juga bercerita, sejarah Wayang Kulit merupakan sejarah panjang. Sejak dulu, masyarakat sudah mengenal cerita Mahabarata maupun Ramayana. Sementara itu, masyarakat sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal wayang dan sudah popoluer dengan berbagai bentuknya, seperti Wayang Krucil, maupun Wayang Tengkul dan lainnya. Artinya, jika di India ada Ramayana dan Mahabarata, di Indonesia ada Wayang Kulit yang tidak kalah kaya akan nilai sejarahnya.

Oleh karena itu, Gus Ipul berharap Wayang Kulit sebagai miniatur atau etalasenya masyarakat Jawa, dapat menjadi apresiasi yang dapat lebih menguatkan komitmen akan pelestarian seni budaya khas Indonesia, sehingga membuat masyarakat Jawa Timur lebih makmur dan mandiri.

Bupati Ponorogo, H. Amin mengatakan, hiburan Wayang Kulit digelar agar warga masyarakat senang dengan adanya pentas seni. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas seni budaya, setiap bulannya ada pentas tarian, Wayang Kulit di Paseban Alun Alun Ponorogo yang dibiayai oleh APBD kabupaten. Selain itu, setiap tahun ada festival Reog bersamaan dengan HUT Ponorogo dan Grebek Suro

Amin menambahkan, adanya apresiasi merupakan bentuk penghargaan seni Wayang Kulit, karena sebagai seni adiluhung mengandung pitutur luar biasa dan contoh bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim, Djarianto mengatakan, kegiatan apresiasi seni budaya merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemprov Jatim. Kalau di Surabaya ada tempat mentas di Taman Budaya, untuk diluar Surabaya akan digelar di pendopo maupun alun alun.

Djarianto menambahkan, Pemprov Jatim tiap tahun menggelar Festival Dalang dalam rangka meningkatkan seni budaya di Jatim. Ke depan kegiatan akan dilaksanakan tiap tahun., sehingga memberi dampak positif bagi perkembangan seni budaya di Jatim.

Wayang Kulit semalam suntuk merupakan bagian dari roadshow seni budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jatim. Wayang Kulit digelar dengan dalang Ki Rudi Gareng dari Kota Blitar dengan Lakon “Gatot Lahir”. (ang/hs)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s